Jiwa : Season 2 DARAH IBLIS

Jiwa : Season 2 DARAH IBLIS
Perlawanan


__ADS_3

Argan sangat murka ketika tau Reka adalah iblisnya. Sungguh dia ingin sekali menghabisi iblis itu. Tapi apalah daya dia bahkan tak bisa lepas dari ikatannya.


"Bagaimana kalo kita bermain-main seperti tadi? Seru kan?" ucap Reka. Argan hanya menggeram kesal. Dia sudah menduga kejadian tadi adalah perbuatan iblis itu.


"Coba kamu pilih, siapa yang lebih dulu ingin kamu singkirkan?" tanya Reka tersenyum senang.


"Lepasin gue! lepasin keluarga gue!" teriak Argan. Reka tertawa kencang. Sedangkan yang lainnya sedang berusaha melepaskan ikatan mereka. Namun masih belum ada yang berhasil. Ares sudah sangat kesal, dia ingin menyelamatkan anak dan keluarganya.


Perlahan Sandi sudah bisa melepaskan ikatannya. Lalu dia melepaska ikatan Fahri yang ada di sebelahnya. Namun mereka keburu ketahuan oleh para penjaga itu. Sehingga Sandi di seret dan di bawa ke hadapan Reka.


"Abang!!" teriak Shina dia menangis melihat kekasihnya di seret.


"Sandi!" Ares pun ikut kesal dia ingin menyelamatkan Sandi, namun tak bisa.


"Om Sandi!" isak Penty.


"Jangan sakiti bang Sandi!" isak Shina.


"Jangan kalian berani-berani menyentuh keluargaku!" pekik Argan. Sungguh dia ingin sekali menghajar Reka. Dia terus mengayun-ayunkan tubuhnya berharap ikatan itu bisa terlepas.


Reka menghadap Sandi yang sedang tergeletak.


"Hai adik manis! apa kau merindukan kakakmu Salsa?" ucap Reka sambil tersenyum Smirk.


"Dia sudah menunggumu!"


"Di neraka!" bisiknya. Lalu dia tertawa sangat kencang. Sandi menggeram kesal dan ingin berusaha menghajar Reka, tapi penjaga itu menahannya.


"Kurang ajar!! jadi kau yang membunuh kakakku!" pekik Sandi.


"Lepaskan dia!" ucap Reka. Penjaga itu pun melepaskan Sandi dan Sandi langsung menyerang Reka, namun Reka bisa menepisnya dan dia langsung menendang Sandi hingga terpental dan membentur tembok dan mengeluarkan darah.


"Abang.." teriak Shina lagi melihat Sandi terluka seperti itu.


"Jangan sakiti om Sandi!" teriak Penty. Reka tersenyum menatap Penty. Lalu dia menghampiri Penty. Argan panik dia tidak mau Reka menyakiti Penty.


"Hei iblis jangan dekati dia!" pekik Argan. Namun Reka tak mempedulikannya, dia terus menghampiri Penty. Dia menatap Penty dan tersenyum. Dia mendekati wajah Penty.


Penty ketakutan dan terus menangis, dia memalingkan wajahnya. Inas dan Inka juga terus menangis dan berharap Reka tidak menyakiti Penty.


Sandi masih tergeletak lemah, mulutnya sudah penuh dengan darah yang dia semburkan tadi. Shina menangis melihat kekasihnya.


"Abang.." lirihnya. Sandi menatap Shina, dia sangat sedih melihat Shina menangis, dia menyeret tubuhnya yang sudah terluka karena benturan tadi, dia menghampiri Shina namun penjaga itu melihatnya dan dia menginjak tangan Sandi hingga Sandi berteriak kesakitan.


"Abang!! aku mohon jangan sakiti bang Sandi, aku mohon!" isak Shina.

__ADS_1


Sedangkan Reka dia masih menatap Penty, dia membelai wajah Penty, Penty sangat ketakutan.


"Jangan sentuh dia!" teriak Argan.


Ares masih terus berusaha melepaskan ikatannya namun dia tetap tidak bisa. Sedangkan Fahri dia sudah berhasil membuka ikatannya, karena tadi Sandi sempat sedikit membuka ikatan itu. Langsung saja Fahri menghajar Reka yang sedang berada di hadapan Penty.


Tapi para penjaga segera mencegahnya agar dia tidak menyerang Reka lagi dan langsung memukuli Fahri.


"Papa.." teriak Shina lagi.


"Mas Fahri!" isak Widia. Ares sudah sangat geram, dia ingin sekali menghajar Reka.


"Dasar iblis laknat!" teriak Ares geram. Reka tersenyum lalu menampar Ares hingga sudut bibirnya terluka.


"Ayah!" pekik Inas dan Inka.


"Aku mohon jangan sakiti suamiku!" isak Inas. Fahri sudah tak sadarkan diri karena terus di pukuli dan Sandi juga masih merintih kesakitan dan terus mengeluarkan darah dari mulutnya.


Argan kesal karena dia tidak bisa apa-apa, padahal tugas ini sudah di serahkan padanya tapi ternyata dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kakek tolong aku, apa yang harus aku lakukan?" ucapnya dalam hati.


"Aku gak ingin semua orang yang aku sayangi terluka!" lirihnya dalam hati.


Lalu Reka menghampiri Penty lagi, dia tau Penty adalah wanita yang di sukai Argan.


Penty berteriak histeris dan berontak, namun para penjaga memukul tengkuk Penty hingga dia pingsan. Lalu Reka menghampiri Argan dan berbisik.


"Gimana boy, jika om bersenang-senang dengannya!" bisiknya lalu tertawa.


Cuihhh..


Argan meludahi Reka, sungguh dia sangat murka pada iblis itu. Namun Reka hanya tertawa melihat wajah Argan yang terlihat sangat emosi. Lalu dia meninggalkan Argan dan yang lainnya.


"Jangan sentuh dia, iblis!" teriak Argan.


"Aaarrrggh.." Argan frustasi karena dia tak bisa melakukan apa-apa. Sandi juga meringis memanggil keponakannya.


"Jangan sakiti Penty!" ucapnya dengan suara yang sudah melemah dan tak lama dia pingsan.


"Ayah gimana ini? kita harus tolongin Penty!" isak Inas. Ares masih berusaha melepaskan ikatannya bahkan tangannya sampai terluka. Dengan susah payah dia melepaskan ikatan itu dan dia pun bisa. Tapi dia hati-hati agar tidak ketahuan para penjaga.


"Sayang, nanti cepat bawa yang lainnya keluar, dan cepat cari bantuan, biar ayah yang melawan mereka!"


"Tapi yah! bunda gak mau ayah kenapa-napa!" ucap Inas khawatir.

__ADS_1


"Bunda terus berdoa ya, biar kita semua bisa selamat!" Inas menangis, sungguh dia tidak ingin Suaminya terluka lagi.


Pelan-pelan Ares melepaskan ikatan istrinya, Inas pun sama dia hati-hati dan tidak langsung beranjak lalu dia membuka ikatan Widia yang ada disebelahnya. Setelah melepaskan ikatan Widia Inas kembali menatap suaminya yang sedang membuka ikatan anak bungsunya.


"Ayah janji ya, ayah akan kembali sama bunda dan anak-anak, selamat anak kita dan Penty, bunda gak mau kehilangan mereka!" Ares mengangguk lalu mengecup kening istrinya.


"Saya Mencintai kamu!" ucap Ares. Inas terisak dia takut akan terjadi sesuatu pada suaminya.


"Aku juga mencintai kamu, aku sangat mencintai kamu, berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku!" Ares tersenyum.


"Saat ayah menyerang para penjaga, bunda cepet bawa dedek sama yang lainnya, untuk Sandi dan Fahri biarkan saja dulu, karena itu akan menyulitkan kalian!" Inas mengangguk.


Namun mereka kesulitan untuk melepaskan ikatan Shina yang agak lumayan jauh karena dia ada di kursi paling ujung, karena di tengahnya kursi kosong bekas Sandi, Fahri dan Penty.


Akhirnya Ares pun segera menyerang para penjaga sendirian untuk mengalihkan mereka biar Inas bisa membuka ikatan Shina dan membawa mereka lari.


Ares terus melawan mereka dan menghalangi mereka yang ingin mengejar Inas dan yang lainnya. Argan juga masih berusaha melepaskan diri, akhirnya dia mengingat kalung belatinya, dia sampai melupakan itu.


Tangannya yang terikat berusaha meraih kalungnya, perlahan dia menggesekkan belati itu ke tangannya, mumpung Ares melawan penjaga itu dan mengalihkan perhatian mereka dia terus berusaha melepaskan diri.


Akhirnya ikatan tangannya terlepas, lalu dia beralih ke kakinya. Dia melihat ayahnya kewalahan melawan para penjaga itu, dia bergegas memotong ikatan kakinya dengan mengangkat setengah tubuhnya ke atas. Dia berhasil memutuskan tali itu dan membuatnya terjatuh.


Dia tidak mempedulikan rasa sakitnya, dia langsung mengambil kayu dan membantu ayahnya.


Di tempat lain Inas dan yang lainnya berusaha kabur dari rumah itu, namun penjaga di sana banyak. Mereka harus berhati-hati untuk keluar.


Di tempat lain Penty sudah tersadar dia ketakutan sedang berada di kamar, dia melihat Reka yang sedang duduk sofa.


Reka tersenyum dan menghampiri Penty dan membuat Penty sangat ketakutan.


"Pergi!" pekik Penty. Reka semakin menyeringai dia langsung mencengkram pipi Penty.


"Hai cantik!! mari kita bermain-main!" ucap Reka tersenyum smirk. Penty menangis dia benar-benar ketakutan.


"Papa aku takut!" ucapnya dalam hati. Reka tertawa senang melihat ketakutan dari gadis itu. Dia langsung mencium bibir Penty dan ******* bibir gadis itu. Penty berontak dan terus memukul-mukul Reka. Air matanya sudah mengalir deras. Dia terus berontak namun sia-sia, karena tenaga Reka bukan tenaga manusia. Dia tak merasakan apa pun saat di pukul Penty.


"Aku akan bermain-main dulu dengan kalian, setelah itu aku akan menghisap jiwa kalian semua, dan mengantarkan kalian untuk menemui ajal!" ucap Reka dalam hati senang dan dia masih terus mencumbui Penty.


Penty sudah tidak bisa berontak lagi, tenaganya sudah terkuras habis sepertinya iblis itu perlahan menghisap tenaga Penty.


"Argan tolong aku!" gumamnya lemah. Lalu dia pun menutup mata karena dia merasa tenaganya semakin habis.


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung.....


__ADS_2