
"Pah!" panggil seorang gadis pada ayahnya yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran dan menyeruput secangkir kopi. Gadis itu pun duduk disamping papanya.
"Adaa apa?"
"Kapan Shina mulai sekolah lagi?"
"Papa udah mendaftarkan kamu, disekolah yang kamu mau, mungkin senin sudah mulai masuk."
Gadis itu pun mengangguk. "Pah sudah lama kita gak ke makam mama, aku rindu!" ucap gadis yang bernama Shina itu. Dia menunduk sedih karena merindukan mamanya.
Pria itu tersenyum dan membelai rambut putrinya. "Baiklah nanti sore kita kesana!" gadis itu tersenyum senang dan menatap papanya, lalu memeluknya.
Pria itu menatap sendu putri satu-satunya, terkadang dia merasa sakit melihat putrinya, hidup tanpa seorang ibu. Ibunya meninggal saat melahirkan Shina.
Pria itu menatap nanar sambil mengelus kepala Shina yang sedang berada dalam pelukannya.
"Sayang anak kita sudah besar, dia sangat cantik sepertimu!" dia menghela nafas dia begitu terpukul saat kehilangan istrinya.
"Maaf aku pun belum bisa menemukan mereka, tapi aku yakin aku bisa menemukan mereka!" ujarnya sambil mengecup puncak kepala putrinya.
...***...
"Ayah, kakak, dedek, ayo makan dulu!" panggil Inas saat selesai menata makan malam mereka. Semua yang dipanggil pun menghampiri Inas.
"Wahh ayah udah laper banget bun!"
"Ya udah ayo kita makan!" Mereka pun makan bersama sambil sesekali bercengkrama.
Setelah selesai makan, Argan menghampiri ayahnya yang sedang berkutat dengan laptopnya diruang tv. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia ragu.
"Kalo aku bilang sama ayah, ayah pasti marah, apa aku ngomong sama bunda aja ya, atau aku gak usah ngomong!" pikir Argan.
Dia benar-benar penasaran dengan kedua orang yang dia temui itu.
Setelah bergelut dengan pikirannya, Argan memutuskan untuk tidak bicara. Karena takut akan menjadi boomerang untuk keluarganya. Argan takut akan ada masalah lagi dengan keluarganya.
Argan memutuskan kembali ke kamar, Ares bingung melihat anaknya diam saja. Namun tak lama dia mengendikan bahunya.
Argan merebahkan dirinya dikasur dia menatap langit-langit kamar. Tiba-tiba Tamara berbaring disamping Argan. Membuat Argan mengalihkan pandangannya pada Tamara.
"Apa?" tanya Tamara saat merasa dipandangi. Karena dia juga sedang memandangi langit-langit kamar.
"Elo kenapa masih ada didunia ini?" tanya Argan sambil kembali menatap langit-langit kamar. Tamara terenyuh mendengar pertanyaan Argan, pasalnya baru kali ini Argan bertanya tentang dirinya.
"Entah! itu yang sedang aku cari tau kenapa aku masih ada di dunia ini!"
"Apa lo di bunuh?" Tamara menatap Argan begitu juga Argan, tiba-tiba pandangan mereka bertemu dan saling mengunci. Untuk beberapa saat mereka bertatapan.
Terkadang Argan bingung, kok ada hantu seperti Tamara, tidak seram bahkan dia tidak seperti hantu, dia seperti manusia biasa.
__ADS_1
Tiba-tiba Argan mengangkat tangannya dan mengarah ke wajah Tamara. Belum sampai ke wajah Tamara, Argan tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya dan dia pun bangkit dari berbaringnya.
"Minggir lo, gue mau tidur!" ucap Argan kembali ketus.
Tamara tersentak saat Argan kembali ketus, padahal dia sangat senang saat Argan berbicara lembut padanya. Apa lagi saat mereka saling menatap, Tamara merasakan sesuatu yang aneh dari tatapan Argan yang tak biasa.
Tamara pun mendengus sebal karena Argan kembali ke mode biasanya. Mode yang sangat menyebalkan menurutnya.
...***...
Argan berangkat lebih pagi karena akan ada upacara disekolahnya. Seperti biasa Si bawel Tamara terus mengoceh saat di angkot, untung saja cuma Argan yang bisa mendengarnya. Ingin rasanya Argan memprotes Tamara, tapi dia tidak bisa karena sedang di angkot.
Tamara terus merengek karena lapar, kenapa hantu bisa lapar? pikir Argan.
"Argan ayo makan dulu aku lapar, sudah dua hari aku tak makan, aku sangat lapar, ayo Argan!" rengek Tamara. Membuat Argan mengacak rambutnya frustasi.
"Kenapa dek?" tanya seorang ibu di angkot karena heran melihat Argan yang terlihat sedang menahan kesal.
"Ng-nggak apa-apa bu!" jawab Argan terbata dan memalingkan wajahnya karena malu.
Tak lama Argan pun sampai disekolah, sebelum masuk gerbang Argan mampir ke warung dekat kuburan yang menjual berbagai macam bunga, termasuk bunga kesukaan Tamara yaitu bunga kantil, ya itulah makanan kesukaan Tamara.
"Ciih.. dasar kuntilanak!" Argan mendelik sebal melihat Tamara yang sangat senang melihat makanan kesukaanya. Sebenarnya dia malas membelikan makanan untuk Tamara, tapi dia tidak mau terus-terusan mendengar rengekan hantu wanita itu.
"Awas lo jangan berisik lagi!" pekik Argan.
Argan pun kembali ke sekolah saat dia berjalan dikoridor sekolah, tak sengaja dia menabrak seseorang.
"Maaf saya gak sengaja!" ucap orang itu.
"Aku juga minta maaf pak!"
Saat Argan menatap orang itu, Argan tersentak melihat pria yang ada dihadapannya, begitu juga dengan pria itu terkejut saat melihat Argan. Dia adalah pria misterius yang kemarin Argan tabrak.
Entah siapa pria itu? kenapa pertemuan mereka lagi-lagi dengan hal yang tidak menyenangkan.
Pandangan mereka bertemu, Argan menatap lekat pria itu, berharap dia bisa mengenalnya, namun dia sama sekali tidak mengenlnya.
Sama pria itu pun menatap Argan lekat. Seolah dia mengatakan kita bertemu lagi, namun hanya lewat tatapan.
Tak lama terdengar seseorang memanggil dan membuyarkan lamunan mereka.
"Pah aku cari-cari ternyata disini!" ucap seorang gadis memakai seragam sama seperti Argan. Pria itu tersenyum pada gadis itu.
Saat Argan menatap mata gadis itu, tiba-tiba dia merasakan sekujur tubuhnya merinding dan ada aura panas disekujur tubuhnya.
"Maaf saya permisi!" pamit Argan karena merasakan perasaan yang tidak enak.
Setelah beberapa langkah Argan menoleh ke arah mereka dan mereka pun menoleh menatap Argan dengan tatapan yang sulit di artikan. Argan berlalu ke kelasnya dan segera bersiap untuk upacara.
__ADS_1
"Papa kenal dia?" tanya gadis itu saat Argan sudah hilang dibalik kelas.
Pria itu hanya mengendikan bahunya. Gadis itu pun merasakan sesuatu yang aneh saat menatap Argan. Dia merasakan sekujur tubuhnya serasa membeku.
"Ya udah papa pulang ya, kamu tinggal mengikuti upacara, kamu sudah tau kan kelasnya!"
Gadis itu pun mengangguk dan mengantarkan papanya ke parkiran. Lalu dia pun bergabung dengan kelasnya dia berbaris paling belakang.
Setelah upacara selesai semua murid masuk kembali ke dalam kelas. Argan merenung entah kenapa dia merasa aneh saat bertemu pria dan gadis yang dia temui di koridor sekolah. Tak lama seorang guru masuk dan membawa murid baru.
Deg!
Argan tersentak saat melihat murid baru itu, ternyata gadis yang di temuinya dikoridor sekolah, ternyata dia adalah murid baru di kelasnya. Setelah perkenalan, gadis itu duduk dibarisan pojok bersebrangan dengan Argan, meski terhalang dua meja tapi mereka bisa saling menatap karena sejajar dibarisan belakang.
Saat tatapan mereka bertemu, rasa aneh itu menjalar ditubuh mereka masing-masing. Dan saat mereka sadar mereka mengalihkan pandangannya.
Setelah pelajaran pertama dan kedua selesai, bel istirahat pertama berbunyi.
Argan beranjak ke kantin dan ternyata si bawel Tamara sudah menunggu di kantin, Argan pun langsung duduk dihadapannya.
"Kamu kenapa?" tanya Tamara saat melihat raut wajah Argan aneh. Argan hanya menggeleng pelan karena tidak mau membalas ucapan Tamara, atau teman-temannya akan menatap aneh, padahal mereka sudah menatap aneh padanya saat pertama masuk sekolah.
Argan makan sendiri, karena memang tak ada yang mau mendekat dengannya. Tapi Argan pun tak peduli itu, karena dia senang dengan kesendiriannya.
Saat sedang sibuk memakan makanannya, tiba-tiba sekitar kantin riuh dengan suara para siswa. Saat Argan menengok ke arah sumber penyebab keriuhan, ternyata murid baru itu penyebabnya.
Ya banyak sekali cowok yang menggodanya karena paras dia yang cantik. Tapi terlihat gadis itu merasa tidak nyaman dengan sikap para cowok-cowok yang genit.
Namun Argan acuh dan tak peduli, dia melanjutkan makannya.
Tamara menatap gadis itu, dia merasakan sesuatu yang berbeda dengan gadis itu, entah kenapa gadis itu terlihat sangat memikat untuk Tamara, ada bau harum yang aneh pada tubuhnya.
Gadis itu berjalan melewati Argan, Argan hanya fokus pada makanannya. Namun saat gadis itu lewat tepat disamping Argan, tak sengaja ada anak yang mengenggolnya hingga dia jatuh menyenggol Argan.
Argan terkejut dan gadis itu pun terkejut. Begitu juga Tamara dan para siswa siswi yang ada di kantin, mereka kaget tiba-tiba gadis itu jatuh menyenggol Argan yang sedang memakan nasi goreng.
Namun seketika Aura panas menjalar ditubuh Argan. Argan langsung mendorong gadis itu karena dia tiba-tiba dia merasa panas terbakar di bagian tubuh yang tersentuh oleh gadis itu.
Argan segera beranjak meninggalkan kantin dan mengabaikan tatapan heran dari gadis itu dan semua orang yang ada dikantin.
"Kenapa dia?"
.......
.......
...Bersambung.....
...Jangan lupa dukungannya. Mohon tinggalkan Like, Vote dan Komen. Terima kasih...
__ADS_1