
"Argan jangan marah kamu tau gak sih, aku susah payah buat tolongin kamu!" Argan membuka mata mendengar ucapan Tamara. Lalu menatap Tamara dan terlihat wajah Tamara sangat pucat padahal sebelumnya tidak, tapi kali ini Tamara terlihat pucat dan lemah.
Lalu Tamara menceritakan perjuangannya dari mengikuti Argan yang berusaha menolong Shina, sampai mengikuti saat Argan di pindahkan dan saat dia kembali ke gudang tua dan bertemu Ares.
*Flashback on
Saat pulang sekolah Tamara memang sedang tidak di dekat Argan. Tapi Tamara punya feeling tidak enak tentang Argan. Awalnya dia akan muncul untuk mengagetkan Argan waktu saat di motor, tapi tiba-tiba motor yang membonceng Argan berhenti.
Argan dan abang ojeknya sedang mengintip sesuatu, Tamara pun ikut mengintip kearah pandangan Argan. Tapi Argan tidak menyadari kehadiran Tamara.
Lalu Argan mengikuti mobil yang menculik Shina. Sedangkan ojek yang membonceng Shina, sudah akan di jemput ambulan karena Argan sudah menelpon Ambulan sebelum mengejar mobil itu. Lalu tak lama mereka sampai di gudang tua dekat kebun tebu.
Argan dan abang ojeknya masih mengintip dari kejauhan. Begitu juga dengan Tamara dia masih ada di dekat Argan tapi Argan masih belum sadar karena terlalu fokus sama Shina.
Lalu Argan meminta abang ojek untuk lapor polisi dan kerumahnya untuk memberi taukan ayahnya. Tapi abang ojek menolak karena gak mau meninggalkan Argan sendirian, akhirnya mereka berdebat. Argan ingin menelpon ayahnya tapi ternyata ponselnya malah mati, kehabisan batre.
Tamara yang mendengar perdebatan itu jadi pusing. Tapi akhirnya abang ojek itu mengalah dia langsung pergi untuk ke kantor polisi dan kerumah Argan.
Argan masih mengintip dari kejauhan dia memikirkan cara untuk masuk kesana, karena di luar ada penjaganya.
Tamara yang mengerti pun membantu Argan, dia meniup wajah kedua penjaga itu sehingga mereka tertidur. Argan yang masih sibuk dengan pikirannya, tidak melihat Tamara yang sedang membuat penjaga itu tertidur.
Lalu Argan kembali mengintip dan melihat penjaganya tertidur, tak buang waktu Argan langsung menghampiri gudang tua itu, dia melangkah perlahan agar penjaga itu tidak terbangun. Makhluk di gudang tua itu tidak terlalu banyak, hanya sedikit. Dan Argan pun tidak mempedulikan mereka, lalu setelah melewati dua penjaga yang tertidur Argan mendobrak pintu.
Sedangkan Tamara dia sudah ada di dalam, dia tidak bisa menolong Shina, jadi dia hanya melihat saja, tapi Argan belum menyadari kehadiran Tamara.
Setelah Argan di tangkap dan akan di pindahkan, Tamara panik dia tidak tau bagaimana cara menolong Argan. Akhirnya Tamara hanya mengikuti penculik itu kemana mereka membawa Argan. Namun ternyata Rendi punya penjaga, dia sesosok makhluk besar dan tinggi badannya berbulu hitam legam seperti gorila tapi kepalanya kepala Srigala taringnya sangat tajam dan air liurnya terus menetes, dia hanya bisa menggeram. Dia mencoba menghalau Tamara yang sedang mengikuti tuannya.
Sesekali dia menyerang Tamara hingga Tamara terluka, tapi Tamara tidak menyerah dia terus berusaha mengikuti Argan, akhirnya dia mengikuti dengan cara sembunyi-sembunyi.
Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan belanda yang dekat hutan yang jauh dari pemukiman warga. Tamara ingin masuk tapi dia urungkan, karena dia melihat banyak makhluk yang bukan tandingannya menjaga tempat itu.
Akhirnya Tamara bergegas untuk kembali ke gudang tua, dia menunggu Ares semoga dia bisa memberi tau Ares.
Saat sampai disana Tamara masih menunggu Ares sampai akhirnya Ares dan abang ojek itu datang, saat mereka masuk ke gudang tua. Tamara mencari ide untuk memberi tau, awalnya dia akan menulis sesuatu di dinding menggunakan Arang bekas pembakaran di sekitar gudang. Tapi ternyata kekuatan Tamara melemah karena di serang makhluk tadi, dia tidak bisa menggunakan kekuatannya.
__ADS_1
Akhirnya dia bingung dan frustasi sampai dia mondar mandir melayang kesana kemari sampai tak sengaja menyenggol kaleng hingga terjatuh. Ares dan abang ojek pun menoleh. Tapi mereka kembali keluar karena berpikir itu hanya angin yang menjatuhkan.
Tamara semakin frustasi karena tidak bisa memberi tau kan Ares. Sampai akhirnya dia punya ide untuk memberi tau Ares.
Dia pun mengikuti Ares keluar, dia melihat Ares yang sedang berdiri di depan kap mobil terlihat wajahnya sangat khawatir.
Tamara ingin masuk ke tubuh Ares tapi ternyata gagal, dia malah terpental dan meringis kesakitan, sepertinya tubuh Ares terlindungi. Tamara tak menyerah sampai akhirnya dia memutuskan untuk memasuki tubuh abang ojek itu. Dengan sekuat tenaga Tamara akhirnya bisa memasuki tubuh abang ojek itu, hingga dia kaget dan terjatuh.
"Pakkk.." pekik Ares kaget.
"Bapak gak apa-apa?" tanya Ares sambil membantu pak Rusdi berdiri.
Bukannya menjawab abang ojek atau pak Rusdi itu malah tersenyum centil melihat Ares dan malah cekikikan.
"Ganteng banget ternyata!" gumam pak Rusdi yang pasti itu Tamara yang bicara. Ares terkejut mendengar ucapan pak Rusdi, Ares berfikir pak Rusdi gak normal.
Tamara semakin iseng, dia mengusap pipi Ares yang sangat halus dan lembut, membuat Tamara tertawa senang bisa menyentuh Ares meski dia dalam tubuh orang lain, selama ini dia hanya bisa melihat Ares di dimensi yang berbeda dan dia merasakan sesuatu yang berbeda saat bertatapan langsung di dimensi yang sama, meski menggunakan tubuh orang lain.
Ares bingung melihat tingkah pak Rusdi seperti perempuan.
"Pak nyebut pak!" ucap Ares. Tapi pak Rusdi malah bergelayut manja pada Ares sambil cekikikan, semakin membuat Ares begidik.
Tamara malah jailin Ares karena saking senengnya hampir lupa dia untuk memberi taukan keberadaan Argan.
Akhirnya Tamara melepaskan tangannya dari Ares karena mengingat tujuan dia memasuki tubuh pak Rusdi. Membuat Ares lega, hampir saja Ares akan mendorong pak Rusdi karena kesal.
"Aku tau dimana anakmu!" ucap Tamara yang berada di tubuh pak Rusdi.
Ares kaget mendengar suara pak Rusdi berubah menjadi kemayu seperti perempuan juga gayanya seperti perempuan.
"Siapa kamu?" Ares menjauh dari pak Rusdi.
"Kamu ingin menyelamtkan anakmu kan?" Lalu Tamara memberi tau kan lokasi di mana Argan berada. Tamara tidak memeberi taukan siapa dia meski Ares terus bertanya, tapi karena Ares ingin cepat menolong anaknya dia pun setuju akan pergi ke tempat itu. Karena Ares pun tau pak Rusdi sedang kerasukan.
Lalu Tamara keluar dari tubuh pak Rusdi karena kekuatannya mulai melemah, pak Rusdi pun pingsan.
__ADS_1
Ares pun bergegas ke tempat yang diberi taukan Tamara, terlebih dulu Ares menelpon polisi dan memberi taukan lokasinya.
Sesampainya di lokasi yang di beri tau Tamara Ares tidak langsung masuk dia menunggu kedatangan polisi. Tamara juga ikut menunggu di mobil Ares, pak Rusdi pun sudah sadar dari pingsannya.
Tak lama polisi datang mereka langsung menyergap tempat itu perkelahian pun tak bisa di hindari sampai akhirnya polisi melepaskan tembakkannya. Namun beberapa saat tiba-tiba semua orang disana membeku seperti patung, Semua polisi dan anak buah Rendi, kecuali Rendi dan Ares. Ternyata itu adalah ulah penjaga Rendi si makhluk berkepala Srigala itu. Di sana pun banyak makhluk yang lebih seram lagi dari makhluk Srigala itu meski makhluk itu yang paling kuat.
Makhluk itu marah dengan Tamara, akhirnya dia mengeluarkan suara yang begitu kencang, suara geraman yang menggelegar membuat Tamara kesakitan, hanya Tamara dan makhluk lain yang mendengar meski Rendi mendengar tapi dia tidak terpengaruh. Termasuk Argan hingga dia pingsan karena mendengar geraman itu.
Rendi dan Ares berhadapan. "Jadi kamu yang menculik anak saya?"
Ares juga kaget ternyata Rendi sepupunya yang menculik anaknya. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu, Ares tidak tau tentang kehidupan Rendi begitu juga Rendi tidak tau kehidupan Ares, terakhir mereka bertemu saat Ares keluar SMA. Dan sekarang mereka bertemu kembali dengan keadaan yang tidak baik.
"Salah dia ikut campur urusan saya!" ujar Rendi datar. Sebenarnya Rendi agak bingung kenapa Ares tidak terpengaruh dengan kekuatan makhluk peliharaannya. Tapi dia berusaha tenang dan tidak mau terlihat lemah di hadapan Ares.
"Lepaskan anak saya atau kau tau akibatnya!" Rendi tersenyum remeh.
"Coba saja lepaskan sendiri kalo bisa!" ucap Rendi sombong.
Tamara meringis kesakitan karena geraman makhluk itu semakin kencang, namun tiba-tiba suara makhluk itu melemah dan tiba-tiba dia tumbang, sampai dia melolong begitu kencangnya karena kesakitan. Membuat Tamara berteriak karena gendang telinganya terasa mau pecah.
Makhluk-makhluk yang disana pun ikut kesakitan hingga mereka lari tunggang langgang untuk menjauh.
Rendi panik melihat makhluk peliharaannya tumbang tanpa sebab. Siapa yang sudah menyerangnya. Rendi melihat ke sekeliling tapi dia tidak menemukan apa pun. Tidak ada tanda-tanda keberadaan si penyerang. Sampai akhirnya makhluk itu lenyap menjadi asap.
Semua orang yang mematung itu pun kembali tersadar. Dan polisi langsung menangkap para penjahat termasuk Rendi. Rendi tak bisa apa-apa lagi karena tidak ada yang menjaganya lagi, karena peliharaannya sudah lenyap bahkan dia tidak tau siapa yang sudah melenyapkannya.
Ares dan beberapa polisi segera mencari Argan yang sedang di sekap, setelah bertanya pada anak buah Rendi akhirnya, mereka menemukan ruangan kecil dan mereka melihat Argan dan Shina sedang tak sadarkan diri.
Akhirnya mereka membawa Argan dan Shina ke rumah sakit.
Sedangakan Tamara tubuhnya lemah bahkan kekuatannya habis karena terserap oleh makhluk tadi. Tapi untung saja ada yang menolongnya hingga kondisi Tamara membaik meski kekuatannya belum pulih dan Tamara pun mengingat apa sebab dia meninggal dan penyebabnya ternyata adalah Rendi.
*Flashback off
.......
__ADS_1
.......
...Bersambung.....