Jiwa : Season 2 DARAH IBLIS

Jiwa : Season 2 DARAH IBLIS
Penty atau Shina?


__ADS_3

Sepulang sekolah Shina dan Marvel berniat akan menjenguk Argan di rumah sakit. Tapi tiba-tiba saja motor Marvel mogok.


Tak jauh dari mereka Penty sedang berdiri menunggu Sandi untuk menjemputnya. Penty jengah melihat Marvel terus menyalakan motornya tapi masih tak bisa menyala. Penty menghampiri Marvel dan Shina.


"Kalo kalian mau jenguk Argan, bareng gue aja naik mobil om gue!" ucap Penty.


"Terus motor gue gimana?"


"Elo rongsokin aja!" jawab Penty asal.


"Rese lo!"


Tak lama Sandi pun datang. "Ayo mau ikut gak?"


"Ya udah tunggu!" Marvel menuju pos satpam untuk menitip motornya.


"Titip motor ya pak!"


"Iya jang!" jawab pak Satpam.


Akhirnya mereka pun naik mobil sandi. "Om kita ke rumah sakit ya, teman-temannya Argan mau jenguk!"


Sandi mengangguk lalu dia melajukan mobilnya.


"Hai om gue Marvel!" kata Marvel memperkenalkan diri.


"Lo bisa sopan gak sih kalo bicara sama orang yang lebih dewasa! jangan pake gue lo!" ucap Shina sebal. Marvel hanya menyengir.


"Maaf ya om!" Sandi hanya tersenyum.


"Gak apa-apa om juga pernah muda!"


"Ya iyalah masa om langsung tua!" canda Marvel sambil tertawa. Lalu dia mendapat tatapan tajam dari Shina.


"Kalo cewek cantik disebelahnya siapa? gak memperkenalkan diri?" tanya Sandi.


"Eh iya maaf om, nama aku Shina!" jawab Shina.


"Nama yang cantik kaya orangnya!" ujar sandi membuat Shina blushing. Penty hanya diam saja dan tak mau ikut dalam obrolan mereka.


"Kalo nama om siapa?" tanya Marvel.


"Sandi!"


"Kenapa harus pake sandi om? kaya email aja!"


"Marvel!!" pekik Shina. Marvel hanya tertawa.


"Maaf ya om dia emang suka kaya gitu!" ucap Shina tak enak dengan kelakuan Marvel.


"Gak apa-apa saya suka sama orang yang humoris!" Marvel meledek Shina karena dapat pembelaan dari Sandi.


Tak lama mereka sampai di rumah sakit. Mereka turun dari mobil lalu bergegas menuju ruangan Argan. Penty berjalan di depan karena dia yang tau ruangannya.


Sesampai di ruangannya Argan, tidak ada siapa-siapa hanya ada Argan yang sedang meringkuk sambil menyembunyikan kepalanya di bawah bantal. Penty menghampiri Argan dan menepuk lengan Argan.


"Pergi!! jangan ganggu gue!" pekik Argan membuat Penty dan yang lainnya kaget.


"Gan ini aku!" ucap Penty. Argan tersadar bahwa itu adalah Penty. Dia langsung membuka bantalnya dan langsung memeluk Penty, dia belum menyadari kehadiran Shina dan yang lainnya. Karena kepalanya dia benamkan di perut Penty.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Penty khawatir.


"Tadi ada yang ganggu aku!" jawab Argan.


Hati Shina memanas melihat Argan memeluk Penty, dia memalingkan wajahnya agar tak melihat pandangan di depannya itu.


"Ekhem.. ekhem..!" dehem Marvel karena mengerti kondisi Shina yang cemburu.


Penty dan Argan langsung melepaskan pelukan mereka. Argan langsung menoleh.


"Ehh kalian, maaf gue kira gak ada siapa-siapa!" ucap Argan malu.


"Ya elah lo, kebangetan banget sih!" ucap Marvel sambil menghampiri Argan dan menepuk bahu Argan. Shina pun menghampiri Argan.


"Gimana keadaan kamu?" tanya Shina.


"Udah baikkan kok! makasih ya kalian udah jenguk aku!"


"Om sandi kapan datang?" tanya Argan saat melihat Sandi.


"Kemarin gan!" jawab Sandi. Mereka pun mengobrol dan bercanda. Tak lama Ares datang.


"Ehh ada tamu rupanya!" ucap Ares. Shina dan Marvel menyalami Ares.


"Gimana yah, aku udah boleh pulang?"


"Tunggu nanti sore, dokter akan periksa lagi!" Argan menghela nafas kasar. Dia sudah bosan dan ingin segera pulang. Apa lagi dari kemarin dia terus di ganggu para hantu penunggu rumah sakit. Makanya tadi saat Penty datang dia kira itu adalah hantu yang mengganggunya.


Mereka pun mengobrol dan bercengkrama. Kecuali Shina dan Penty dua gadis cantik itu, sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Apa Argan suka sama Penty?" tanya Shina dalam hati.


Tak lama datang seseorang masuk keruangan Argan. Semua orang menoleh.


"Hey boy, maaf om baru jenguk kamu! gimana keadaan kamu?"


"Aku udah baikan om, mungkin entar sore juga pulang!"


"Syukurlah!" ucap Reka lalu mengelus kepala Argan. Lalu dia mengedarkan pandangannya pada semua orang. Lalu dia menghampiri Ares dan menyalaminya dan langsung duduk didekat Ares.


Sandi agak bingung kenapa Reka tidak mengenalinya. Padahal dulu mereka sangat dekat.


"Kak Reka udah lupa ya sama aku?" tanya Sandi. Reka menoleh dia nampak berfikir.


"Aku sandi kak, adiknya kak Salsa!"


"Astaga, maaf San aku lupa, kamu sekarang banyak berubah ya!" ucap Reka lalu memeluk Sandi.


Tiba-tiba pandangan Reka tertuju pada Shina. Lalu dia tersenyum saat Shina menatapnya.


"Oh iya ini teman-teman sekolahnya Argan!" ucap Ares memperkenalkan.


"Hallo om aku Marvel!" sapa Marvel sambil menyalami Reka.


"Aku Shina om!" Shina pun sama menyalami Reka, tapi baru sebentar Reka menyalami Shina dia segera melepaskan tangannya. Membuat Shina bingung. Sedangkan Penty, Reka sudah mengenalnya.


"Wahh.. kenapa keluarga Argan cakep-cakep banget ya!" celetuk Marvel. Membuat semua orang tertawa.


"Bisa aja kamu vel!" ujar Sandi.

__ADS_1


Mereka pun nampak ngobrol sebentar. Tak lama Reka pamit karena masih ada urusan.


"Kak Ares gue pergi dulu ya! masih ada urusan"


"Iya makasih re!"


"Boy om pergi ya!" Argan mengangguk.


"Iya om, makasih udah jenguk aku!" jawab Argan. Reka pun pamit pada semua dan dia tersenyum pada Shina. Namun senyuman itu nampak aneh di mata Shina.


Setelah kepergian Reka tak lama yang lainnya ikut pamit pulang.


"Om aku mau temenin Argan ya!" ucap Penty. Sandi hanya mengangguk. Shina langsung pergi keluar gitu aja tanpa pamitan sama Argan dia cuma pamit sama Ares.


Argan menunduk saat Shina tak berpamitan padanya. Sandi dan Marvel pamit pada Argan dan Ares lalu mereka pun segera pulang.


"Pen, ayah mau pulang dulu sebentar, temenin Argan dulu gak apa-apa ya?"


"Iya yah, aku temenin Argan!" Ares pun keluar dan pulang.


Penty menghampiri Argan yang masih tertunduk, dia duduk di kursi pinggir tempat tidur Argan.


"Kamu sedih karena Shina acuhin kamu?" Argan terdiam tak membalas ucapan Penty dan membuat Penty yakin kalo Argan suka sama Shina.


Penty pun beranjak dan akan pergi tapi Argan menahannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Argan sambil memegang tangan Penty.


Penty menoleh dan menatap Argan yang sedang menatapnya.


"Kamu suka sama Shina?" Lagi-lagi Argan terdiam dia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Apa benar dia menyukai gadis itu? Tapi di sisi lain dia sadar dia juga menyukai gadis yang ada dihadapannya itu.


Penty menghela nafas melihat Argan terdiam, dia melepaskan tangan Argan.


"Kalo kamu suka sama dia, bilang sama dia, jangan sakiti dia dengan kamu dekat-dekat aku, karena dia pasti cemburu! jangan di beri harapan yang gak pasti karena itu menyakitkan!" ucap Penty yang menahan air matanya, karena sesungguhnya dia pun merasakan yang Shina rasakan, karena Argan juga memberinya harapan yang tidak pasti.


Dia mendekati Shina tapi juga mendekatinya. Penty berlalu menuju sofa dan duduk di sofa karena Argan tak menjawab apa-apa. Dia masih menahan air matanya agar tidak tumpah.


Argan bingung apa yang harus dia lakukan dia benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya. Argan menatap Penty yang sedang memalingkan wajahnya. Dia tau dia sudah menyakiti dua wanita sekaligus, dia sudah melanggar janji pada bundanya untuk tidak menyakiti wanita.


Dia kembali berbaring dan memejamkan mata. Penty menatap Argan.


"Kenapa kamu mempermainkan perasaanku?" lirihnya dalam hati.


Setelah beberapa saat Penty tertidur di sofa, Argan terus menatap Penty yang sedang tertidur di sofa. Dia berusaha bangkit dan ingin menghampiri Penty, keadaannya sudah mulai membaik karena dia meminum darah saat ayah dan bundanya tidak ada. Tapi tenaganya belum pulih seperti sebelumnya. Karena dia telat meminum darah sehingga tidak seperti biasanya setelah meminum darah dia akan cepat pulih bahkan cepat sehat lagi.


Argan menghampiri Penty, dia menatap Penty yang sedang terlelap dengan posisi duduk dan bersender di sofa. Argan duduk di samping Penty dan merapihkan anak rambut yang berantakan di wajah Penty. Dia mengelus wajah pipi Penty.


"Aku menyukaimu, tapi.." ucapnya terjeda.


Dia bingung karena sepertinya dia juga menyukai Shina, namun ada perasaan yang berbeda pada Shina yang tidak bisa di jelaskan. Sedangkan sama Penty dia sudah yakin kalo dia menyukai dan mencintainya.


Argan mengecup pipi Penty lalu dia beranjak dan kembali ke tempat tidurnya. Sebenarnya Penty tidak tertidur dia terbangun saat Argan duduk di sampingnya. Tapi dia pura-pura tidur.


"Kamu menyukaiku tapi kamu juga menyukai Shina!" ucap Penty dalam hati. Dia menatap Argan yang sedang melamun. Air matanya menetes tapi dia segera mengusapnya.


"Kenapa kamu mempermainkan perasaan kami?" tanyanya dalam hati. Dia segera menutup mata saat Argan menoleh ke arahnya.


.......

__ADS_1


.......


...Bersambung.....


__ADS_2