Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 10


__ADS_3

Dua hari dua malam Andreas berada di rumah Vina, membantu Vina membersihkan rumah memasak dan menjaga Raka membuat Andreas sangat senang. Andreas merasa dirinya dan Vina semakin hari semakin dekat, Andreas juga berpikir setelah lulus kuliah dia akan menikahi Vina jika hubungan mereka semakin dekat seperti itu setiap harinya.


Ting tong, ting tong...


Suara bell berbunyi membuat Andreas bergegas berjalan kearah pintu, Andreas yang mengira Gladi telah kembali langsung membuka pintu di depannya.


"Ternyata kamu di sini" ucap Rengga yang berdiri di depan Andreas.


Andreas yang melihat Rengga langsung menutup pintu, Andreas menarik tangan Rengga menjauh dari rumah Vina, Andreas tidak ingin Rengga mengetahui bahwa Vina yang di carinya berada di dalam rumah tepat di depannya.


"Untuk apa kamu kemari?" tanya Andreas.


"Ikut aku pulang" sahut Rengga yang langsung menarik tangan Andreas masuk ke dalam mobilnya.


Andreas terpaksa mengikuti Rengga, walau mengikuti Rengga karena terpaksa Andreas merasa itu kesempatan yang bagus agar Rengga tidak bertemu dengan Vina.


"Untuk apa kamu kemari, tidak mungkin karena kamu hanya ingin menemuiku" ucap Andreas.


"Memang tidak, aku ada bisnis di sini selama dua hari ke depan, aku ingin memastikan kamu serius belajar bukan malah terus keluar menjadi liar" sahut Rengga.


"Cih" Andreas memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil.


"Siapa yang ada di rumah itu?" tanya Rengga.


"Tentu saja pacar ku" sahut Andreas.


"Bagus juga kamu sudah memiliki pacar, jadi kedepannya kamu tidak harus berusaha sok melindunginya lagi" ucap Rengga.


"Itu memang keinginan mu dari dulu, kamu selalu memandang wanita yang ku dekati melalui latar belakangnya" sahut Andreas.


Dasar, semua demi kebaikan mu. Mana mungkin aku mengizinkan mu pacaran dengan wanita yang pernah ku tiduri" dalam hati Rengga.


"Untuk sekarang aku akan mengizinkan mu berpacaran, aku juga tidak akan memandang latar belakang cewek itu" ucap Rengga.


"Baguslah, lagipula aku sebenarnya tidak membutuhkan izinmu" sahut Andreas sambil menyunggingkan bibirnya.

__ADS_1


"Tapi dalam dua hari ke depan kamu akan tetap di rumah, aku tidak akan membiarkan mu pergi kemanapun" ucap Rengga.


"Haaaaah, kamu memang paling hebat mengatur hidup orang lain" sahut Andreas sambil menghela nafas panjang.


Di dalam rumah, Vina yang baru meniduri Raka bergegas ke dapur. Vina melihat masakan yang baru di masak Andreas masih panas, tapi dirinya tidak menemukan Andreas di sana.


"Andreas" panggil Vina setengah berteriak.


Vina mencari Andreas di setiap kamar tapi tidak juga menemukannya, Vina berpikir mungkin Andreas pulang ke rumahnya tapi kenapa andreas tidak berpamitan padanya.


"Mama tua pulang" teriak Gladi yang langsung masuk ke dalam rumah.


"Kamu mencari siapa?" tanya Gladi yang melihat Vina seperti kebingungan.


"Andreas, sepertinya dia pulang ke rumahnya" sahut Vina.


"Eh, tapi mobilnya ada di depan. Kenapa dia pulang tidak membawa mobil" ucap Gladi.


"Tidak tahu juga" sahut Vina sambil mengangkat bahunya.


Suara perut Gladi yang berbunyi membuat Vina tersenyum, tanpa banyak bicara Vina langsung menarik tangan Gladi ke dapur.


"Apa kamu juga lapar? tunggu sebentar aku akan memasaknya" ucap Gladi.


"Tidak perlu, lihatlah" sahut Vina sambil menunjuk makanan yang di masak Andreas.


"Apa kamu yang memasak semua ini, tapi kamu masih belum boleh banyak bergerak" sahut Gladi.


"Bukan, Andreas yang memasaknya" ucap Gladi.


Gladi menganggukan kepalanya sambil mencicipi masakan yang tersedia di depannya, Gladi tidak menyangka seorang pria bisa memasak dan masakannya lebih enak dari pada masakan seorang wanita.


"Sepertinya dia memang cocok dengan mu, setelah menikah kamu tidak mungkin kelaparan" ucap Gladi sambil memasukan sesendok makanan ke mulutnya.


"Apaan sih, dia masih harus fokus kuliah kenapa kamu mikirnya sampai kesitu" sahut Vina.

__ADS_1


"Aku tidak bilang kamu menikah dengannya sekarang, setelah dia lulus kuliah kan bisa apa lagi dia dari keluarga Cafanza sudah bisa di pastikan hidupmu akan bahagia" ucap Gladi.


"Haduh, baru pulang sudah berbicara yang aneh-aneh, sudah aku mau ke kamar Raka sepertinya terbangun" sahut Vina yang langsung berjalan pergi meninggalkan Gladi.


Gladi hanya menggelengkan kepalanya, Vina masih tidak bisa mengerti bahwa Andreas sangat menyukainya dan Andreas tidak keberatan dengan anak yang di lahirkan Vina dari pria lain, pikir Gladi.


Di tempat lain, Andreas merasa sangat tertekan hampir setiap gerakannya selalu di awasi. Andreas yang ingin ke rumah Vina benar-benar tidak memiliki kesempatan, bahkan untuk menelpon Vina saja dirinya tidak berani takut Rengga akan mengetahui semuannya.


"Andreas" panggil Rengga yang baru pulang.


Andreas yang mendengar Rengga mamanggilnya bergegas keluar, Andreas menatap Rengga yang duduk di ruang tamu dengan wanita muda seumuran dirinya.


"Wah akhirnya" ucap Andreas.


"Jangan salah paham, aku ingin memperkenalkan dia ke kamu sepertinya dia cocok untuk mu" sahut Rengga.


"Aku sudah punya pacar, kenapa tidak kamu nikahi saja dia" ucap Andreas.


"Diam kamu, namanya Kaylia kamu bisa memanggilnya Kay" sahut Rengga.


"Oh" ucap Rengga singkat sambil berjalan kembali ke kamarnya.


"Haaaaah, bagaimana menurutmu" ucap Rengga sambil menatap wanita di sampingnya.


"Sangat tampan aku menyukainya, tapi maaf aku juga sudah punya pacar" sahut Kaylia yang langsung menundukan kepalanya.


"Benarkah, lalu kenapa pak Brian tidak memberitahu ku?" tanya Rengga.


"Ayah pasti takut kamu membatalkan kerja sama dengannya" sahut Kaylia.


"Oh kalau begitu kamu pulanglah" ucap Rengga sambil mengepalkan tangannya.


Rengga yang melihat Kaylia menghilang dari pandangannya langsung memukul dinding di belakangnya, Rengga tidak terima dirinya di permainkan seperti orang bodoh.


Dasar sialan, aku akan membatalkan kerja sama itu. Rencana ku ingin mencari cara agar Andreas membuka mulut gagal karenanya" dalam hati Rengga.

__ADS_1


__ADS_2