
Andreas yang mendengar perkataan Ian langsung mengalihkan pandangannya, di tatapnya Ian yang masih mengatur nafasnya.
"Informasi itu aku juga mengetahuinya" ucap Andreas sambil menatap Vina.
"Mia main di sini dulu ya sama Raka, paman mau bicara serius sama tante Vina" sambung Andreas sambil menarik tangan Vina berjalan menjauh dari Mia.
"Jadi kamu juga mengetahuinya" ucap Ian yang berdiri di samping Vina.
"Iya, semua masih berkaitan dengan Mia" sahut Andreas.
"Apa maksud mu?" tanya Vina.
"Rengga sudah mengetahui kalau dia memiliki seseorang anak perempuan, dia juga sudah mengetahui bahwa kakeknya memalsukan kematian putrinya" sahut Andreas menjelaskan dengan santai.
"Apa!" Vina yang mendengar perkataan Andreas merasa sangat terkejut.
"Apa Rengga sudah tahu jika Mia adalah putrinya?" tanya Vina.
"Untuk sekarang mungkin masih belum tahu, tapi tidak tahu nantinya" sahut Andreas.
"Jadi tidak masalah jika Mia tetap bersama kamu, dia dan Raka juga masih saudara. Intinya pembalasan kita untuk pak tua Kakek Rengga sudah berakhir" ucap Ian sambil tersenyum.
"Iya, tapi masih ada Rengga" sahut Andreas.
"Sudah-sudah, kesampingkan dulu balas dendam untuk Rengga. Aku mau hidup tenang untuk sementara waktu" ucap Vina.
Ian dan Andreas yang mendengar perkataan Vina langsung saling pandang. Keduanya serentak berpikiran apa benar Vina hanya ingin mencari ketenangan, atau Vina sudah tidak ingin membalas dendam lagi karena dia memiliki perasaan ke Rengga.
"Kalian kenapa?" tanya Vina.
"Eh, tidak apa-apa kok kak" sahut Andreas.
"Ya sudah aku masuk dulu" ucap Vina yang langsung meninggalkan Ian dan Andreas.
"Apa mau sepemikiran denganku?" tanya Ian sambil menatap Vina yang sudah menjauh.
"Ya, tapi karena kak Vina bilang dia membutuhkan ketenangan lebih baik kita menurutinya saja. Masih banyak waktu untuk melanjutkan pembalasan" sahut Andreas.
"Cih, perkataan mu sudah seperti orang dewasa saja" ucap Ian yang bergegas masuk ke dalam rumah Vina.
__ADS_1
Heeeeeh, memang aku sudah dewasa. Jika tidak mana mungkin aku membiarkan siapapun mengambil kak Vina dari ku" dalam hati Andreas membuatnya senyum sendiri.
____ ____ _____
Seminggu berlalu begitu cepat, Rengga dan Aldo yang menyuruh anak buah mereka mencari keberadaan anak Rengga tidak juga membuahkan hasil.
Keduanya duduk di sofa sambil menyandarkan tubuh mereka. Rengga berpikir kemana lagi dirinya harus mencari putrinya, haruskah dia menyerah mencari darah dagingnya, haruskah dia tidak mendapatkan kedua kasih sayang dari anaknya.
"Semua sangat sulit karena kita tidak memiliki foto anak mu" ucap Aldo.
"Foto. Ahhhh benar foto. Bodohnya kamu kenapa baru memberitahuku sekarang" sahut Rengga.
Beberapa hari yang lalu hanya karena sibuk mencari informasi anaknya dari satu tempat ke tempat lain Rengga melupakan jika dia tidak memiliki foto anaknya, Rengga yang tersadar bergegas berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Aldo.
"Dasar Rengga" ucap Aldo sambil menggelengkan kepalanya.
Rengga bergegas pergi ke reruntuhan panti asuhan yang membesarkan anaknya bersama beberapa anak buahnya, sampai di sana Rengga langsung menyuruh anak buahnya mencari foto anak perempuan berumur 5 tahun dari tumpukan reruntuhan.
Wanita paruh baya yang sebelumnya pernah bertemu dengan Rengga kembali menghampiri Rengga yang sibuk memerintah anak buahnya, wanita itu merasa kebingungan sendiri apa yang di cari Rengga dan anak buahnya di bawah reruntuhan panti asuhan.
"Apa yang kalian cari?" tanya wanita paruh baya itu yang berdiri tepat di belakang Rengga.
"Aku tukang bersih-bersih di panti asuhan, sebelum panti asuhan ini di rubuhkan" ucap wanita itu.
"Apa kamu memiliki foto anak perempuan yang kemarin ku cari" sahut Rengga.
"Oh kamu mencari foto, kalau begitu ku kasih saran lebih baik urungkan saja niat mu itu. Yang ku tahu sebelum di rubuhkan sudah tidak ada foto atau apapun di panti asuhan ini, jadi jika kamu mengharap bisa menemukan foto yang kamu cari itu tidak mungkin ada" ucap wanita paruh baya itu yang bersiap pergi meninggalkan Rengga.
"Tunggu" sahut Rengga.
"Anak perempuan yang kamu maksud waktu itu apa kamu masih bisa mengingat ciri-cirinya?" tanya Rengga.
"Mia maksudmu?" tanya wanita itu balik.
"Iya anak itu" sahut Rengga.
"Anak itu tidak bisa melihat, memiliki kulit putih berambut lurus panjang, dan memiliki tahi lalat di kening bagian kiri" ucap wanita paruh baya itu.
"Heeeeh, lagipula kamu ini aneh. Sebagai keluarga bagaimana bisa kamu tidak mengetahui ciri-ciri anggota keluargamu sendiri" sambung wanita paruh baya itu yang langsung berjalan pergi meninggalkan Rengga.
__ADS_1
Bagaimana mau mengetahuinya, aku bahkan tidak pernah melihatnya" dalam hati Rengga.
Rengga bergegas kembali ke rumahnya sambil mengingat ciri-ciri yang di katakan wanita yang di temuinya tadi, walau tidak mendapatkan foto dengan adanya ciri-ciri Rengga berharap bisa menemukan putrinya.
"Haaaaah" Rengga menghela nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya.
"Bagaimana?" tanya Aldo yang baru saja selesai mandi.
"Kamu tidak pulang" sahut Rengga.
"Bagaimana mau pulang, paling juga baru sampai tempat ku kamu sudah kembali menelpon ku" ucap Aldo sambil duduk di samping Rengga.
"Lalu bagaimana, apa kamu mendapatkan fotonya?" tanya Aldo.
"Tidak ada, tapi aku mengetahui ciri-cirinya" sahut Rengga.
"Benarkah, kalau begitu bagus. Bagaimana ciri-ciri anak itu" ucap Aldo yang merasa sangat penasaran.
"Yang pasti tidak bisa melihat, berkulit putih berambut panjang" sahut Rengga.
"Kalau hanya seperti itu ciri-cirinya sulit untuk menemukannya, apa tidak ada yang lain, yang lebih khas menandakan ciri-ciri anakmu itu" ucap Aldo.
"Ada, dia memiliki tahi lalat di kening bagian kirinya" sahut Rengga.
"Tunggu, apa kamu yakin anakmu memiliki tahi lalat di kening kirinya?" tanya Aldo.
"Iya, wanita paruh baya yang kita temui waktu itu berkata seperti itu" sahut Rengga.
Anak perempuan di rumah Vina berkulit putih berambut panjang, umurnya juga sekitar 5 tahun. Kalau tidak salah anak itu juga memiliki tahi lalat di bagian keningnya" dalam hati Aldo sambil berpikir.
"Rengga, apa kamu tidak merasa ada yang aneh. Bukannya anakmu yang hilang itu bertepatan dengan adanya anak perempuan di rumah Vina" ucap Aldo.
"Apanya yang aneh, itu anaknya dari pria lain untuk apa kamu membahasnya" sahut Rengga kesal.
"Ayolah, bukan itu yang ku maksud. Apa kamu tidak memperhatikan dengan baik ciri-ciri yang kamu katakan tadi sama dengan anak perempuan yang ada di rumah Vina" ucap Aldo menjelaskan.
"Jadi apa maksudmu, anak itu anakku" sahut Rengga.
"Apa mungkin Hacker yang memulihkan data adalah Andreas. Bukannya wanita paruh baya itu bilang yang membawa anakmu seorang pria muda, dan Andreas lebih muda darimu bukan" ucap Aldo.
__ADS_1
Rengga yang mendengar perkataan Aldo langsung terdiam, yang di katakan Aldo ada benarnya. Tapi apa itu mungkin, kalau benar bukannya dia salah paham pada Vina sekarang.