
Sampai di rumah Vina membaringkan badannya sambil memegangi kepalanya, waktu dua minggu terlalu singkat bagaimana cara dirinya memberitahu Ayah angkatnya jika dia akan menikah dengan Rengga, akankah Ayah angkatnya setuju atau malah Ayah angkatnya menajadi orang pertama yang menentangnya.
Kriiiiiiing kriiiiiiiing kriiiiiiiing...
Suara nada dering ponsel yang berbunyi membuat Vina bergegas mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, Vina melihat sekilas nama yang muncul di layar ponselnya lalu secepat mungkin mengangkatnya.
"Hallo kak Vina, bagaimana kabarnya?" tanya Andreas di telepon.
"Baik, kamu sudah lama sekali tidak meneleponku" sahut Vina.
"Maaf kak lagi sibuk. Akhir pekan ini aku akan pulang, tunggu aku kembali ya" ucap Andreas.
"Syukurlah kalau kamu kembali, aku tidak perlu mengirim undangan untukmu ke Singapura" sahut Vina.
"Undangan apa? Sepertinya ulang tahun kak Vina masih sangat lama" ucap Andreas.
"Ahhhh itu undangan pernikahan" sahut Vina lagi.
"Apa! Kak Vina mau menikah" ucap Andreas kaget.
"Sama siapa kak?" tanya Andreas.
"Kamu pasti tahu siapa orangnya" sahut Vina yang sengaja tidak menyebutkan nama Rengga.
"Rengga" ucap Andreas.
"He em" sahut Vina lagi.
"Baguslah, akhirnya Raka akan bersama mama dan papanya" ucapan Andreas membuat Vina terkejut.
Vina tidak menyangka ternyata mendapat respon baik dari Andreas, padahal sebelumnya Andreas sangat tidak menyukai Rengga.
"Sebagai hadiah aku akan membawa pacarku menghadiri pernikahan kak Vina" sambung Andreas.
"Kalau begitu aku akan menunggu kedatangan mu dan pacarmu, awas saja jika kamu tidak mengajaknya" sahut Vina sambil tersenyum.
Vina merasa sangat senang Andreas sudah memiliki pacar, anak baik sepertinya sudah sepantasnya mendapatkan yang lebih baik darinya pikir Vina.
"Ku tutup dulu ya kak, tunggu kedatanganku" ucap Andreas.
"Aku pasti menunggumu" sahut Vina yang langsung mematikan teleponnya.
"Ciye, yang baru teleponan melepas kangen" ucap Gladi yang berdiri di depan pintu kamar Vina.
"Apaan sih, itu Andreas dia akhir pekan mau pulang jadi aku tidak perlu mengirim undangan pernikahan jauh-jauh" sahut Vina.
"Undangan pernikahan, tidak itu tidak mungkin. Tidak mungkin kamu akan menikah dalam waktu dekat bukan" ucap Gladi yang bergegas menghampiri Vina dan duduk di sampingnya.
"Tidak kok, pernikahannya dua minggu lagi" sahut Vina.
"Itu dalam waktu dekat Vina" ucap Gladi sambil menatap Vina.
"Hehehe, mau bagaimana lagi Rengga yang memintanya" sahut Vina.
__ADS_1
"Tapi apa itu tidak terlalu mendadak" ucap Gladi.
"Entah, aku hanya menurutinya saja" sahut Vina.
Seminggu berlalu begitu cepat, semua persiapan sudah selesai disiapkan hanya tinggal menunggu hari H. Walau semua sudah siap Vina masih merasa tidak tenang, undangan untuk Ian dan Ayah angkatnya masih ada di tangannya bagaimana jika keduanya datang dan malah membuat keributan pikir Vina.
Suara mobil berhenti yang terdengar membuat Vina bergegas keluar, Vina menatap mobil Ian yang baru saja berhenti, Vina bisa melihat dengan jelas dari dalam seorang wanita berpakaian sederhana keluar dari mobil.
"Siapa wanita itu?" Vina bertanya-tanya sendiri.
Tepat setelah Vina melihat wanita keluar dari dalam mobil Ian pria tidak asing menyusulnya, Vina terdiam sambil menutup mulutnya melihat Ian yang berusaha keluar dari dalam mobil di bantu wanita yang bersamanya.
"Ian" teriak Vina sambil berlari menghampiri Ian yang melihat kearahnya.
"Vina" ucap Ian.
"Ian kamu kenapa?" tanya Vina yang melihat tubuh Ian terlihat sangat lemas.
"Aku sakit, maaf tidak mengabarimu" sahut Ian.
"Tidak masalah" ucap Vina menggelengkan kepalanya.
"Oh ya kenalin, ini Caca dia istriku" ucapan Ian membuat Vina terdiam.
"Is tri mu" sahut Vina gagap.
"Hallo" ucap wanita yang berdiri di samping Ian sambil tersenyum.
Vina benar-benar tidak menyangka Ian sudah menikah, sulit sekali bagi Vina mempercayainya.
"Ya sudah kalian beristirahat saja, Caca tolong rawat Ian dengan baik ya" ucap Vina sambil tersenyum.
Vina berjalan kembali ke rumahnya sambil menggelengkan kepalanya, sepertinya memang terlalu banyak perubahan yang mendadak tapi mengetahui Ian sudah menikah Vina merasa sangat bahagia.
"Dari mana kamu?" tanya Gladi yang melihat Vina membuka pintu.
"Dari rumah Ian" sahut Vina.
"Ian sudah kembali?" tanya Gladi lagi.
"Sudah, Ian bahkan sudah menikah" sahut Vina.
"Yang benar" ucap Gladi tidak percaya.
"Lihat saja sendiri kalau tidak percaya" sahut Vina yang langsung duduk di samping putranya.
"Andreas memiliki pacar, Ian sudah menikah dan kamu juga mau menikah. Apalah dayaku yang masih di gantung ini" ucap Gladi sambil mewek.
"Yang sabar aku ikut prihatin, kamu minta saja penjelasan darinya" sahut Vina sambil tersenyum.
"Senyumanmu tidak seperti prihatin malah lebih seperti menertawakanku. Benar bukan" ucap Gladi yang langsung menggelitiki Vina.
"Hahahaha, ampun aku benar-benar prihatin kok" sahut Vina sambil menahan geli.
__ADS_1
"Bohong, terus saja tertawa" ucap Gladi yang terus menggelitiki Vina tanpa henti.
"Ini geli, bagaimana aku tidak tertawa" sahut Vina lagi.
"Huuuh. Awas saja kamu ya" ucap Gladi yang langsung berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Vina.
Gladi gladi" dalam hati Vina.
Semua undangan telah di sebar, undangan untuk Ian bahkan di berikan langsung oleh Vina. Ian yang menerima undangan hanya berharap semoga Vina bahagia, dan semoga Rengga berubah tidak seperti dulu lagi.
Hari yang di nanti akhirnya tiba, setelah berjanji sehidup semati Rengga memasangkan cincin ke jari Vina dengan sangat bahagia, sama dengan Rengga Vina juga memasangkan cincin ke jari Rengga dengan kebahagian yang tak terkira.
Ploooook plooooook ploooook...
Suara tepukan tangan mengejutkan semuanya, dari luar seorang pria tua yang tidak asing berjalan ke arah Rengga dan Vina.
"Aku tidak menyangka kamu menikah dengannya" ucap Tuan Yovan.
"Ayah angkat, maaf" sahut Vina.
"Untuk apa meminta maaf" ucap Tuan Yovan sambil menatap Vina.
"Aku" sahut Vina.
"Aku merestuimu semoga kamu bahagia" ucap Tuan Yovan sambil tersenyum.
Ian dan Andreas yang melihat Ayah angkat mereka datang memberi restu untuk Vina ikut merasa sangat bahagia, keduanya juga mengharapkan hal yang sama seperti yang ayah angkat mereka harapkan semoga Vina bisa hidup bahagia bersama Rengga.
"Selamat ya kak Vina" ucap Andreas yang menggandeng seorang wanita bersamanya.
"Terima kasih, apa ini pacarmu" sahut Vina.
"Iya, namanya Laura" ucap Andreas.
"Hallo kak, selamat ya" ucap wanita di samping Andreas.
"Terima kasih ya" sahut Vina sambil tersenyum.
"Apa ini pacarmu?" tanya Rengga.
"Iya" ucap Andreas.
"Masih cantikan istriku" sahut Rengga.
"Hahaha, tentu saja" ucap Andreas yang langsung tertawa.
"Selamat untuk kalian berdua" ucap Ian yang bergandengan dengan istrinya.
"Terima kasih" sahut Vina.
"Selamat juga untuk kalian" ucap Rengga yang di sambut senyuman oleh Ian dan istrinya.
Glio yang juga di beri undangan hanya berdiri di depan pintu lalu kembali pergi, Glio merasa sangat kecewa wanita yang di taksirnya menikah dengan pria lain walau begitu Glio tidak merasa sakit hati, masih banyak wanita muda yang menyukainya dan ingin di nikahi olehnya.
__ADS_1