
Buug buuug buuuug...
Rengga memukuli kemudi mobilnya berulang kali, Rengga merasa sangat kesal mengetahui ternyata Vina telah memiliki anak dari pria lain sebelum memiliki anak darinya.
Rengga memang tidak bisa menerima kenyataan yang membuatnya kehilangan harga dirinya, tapi Rengga sedikit menyesal sudah memukul Vina sekeras itu tadi.
Kriiiiiiing kriiiiiiiing kriiiiiiiing...
Suara ponselnya yang berbunyi membuat Rengga bergegas mengangkat teleponnya.
"Hallo, apa kamu sudah gila" teriak Aldo di telepon.
"Iya aku gila, aku gila karena aku tidak bisa menerimanya" sahut Rengga.
"Kamu memukul Vina tanpa mencari kebenarannya, apa kamu berpikir jika ingin kembali mengejarnya kamu bisa mendapatkan kepercayaannya lagi" ucap Aldo dengan nada tinggi. Karena ulah Rengga Gladi langsung memblokir nomornya, jelas saja Aldo tidak terima dan menyalahkan semuanya ke Rengga.
"Memangnya apa lagi yang bisa menjadi kebenarannya, bukannya kata mu dia juga sudah mengakui jika anak itu adalah anaknya" sahut Rengga.
"Haaaaaah, aku memang bilang anak itu anaknya Vina. tapi aku tidak bilang anak itu anak haramnya dari pria lain sebelum memiliku anak dengan mu, lagipula memangnya kenapa jika dia memiliki anak dari pria lain sebelum memiliki anak dari mu" ucap Aldo lagi.
"Harga diri itu penting, bagaimana jika aku mengetahuinya setelah menikahinya bukannya aku yang akan malu harus merawat anak orang lain" sahut Rengga.
"Sudahlah aku malas berdebat dengan mu lagi, aku menelponmu ingin memberitahumu tentang kakek mu" ucap Aldo pasrah langsung ke intinya.
"Ada apa lagi dengan pria tua itu?" tanya Rengga.
"Aku melihatnya memulai pergerakan baru seperti sedang mencari seseorang, jika menurutku benar dia pasti sedang mencari seseorang yang sangat penting sekarang" sahut Aldo.
"Kalau begitu terus awasi dia, siapa orang yang di carinya kita harus bisa mengetahuinya" ucap Rengga yang langsung mematikan teleponnya.
Pak tua itu, kira-kira apa lagi yang akan di lakukannya sekarang" dalam hati Rengga.
__ADS_1
_____ ______ _____
Di tempat berbeda kebencian Vina ke Rengga sudah kembali membara. Vina berpikir Rengga itu terlalu bodoh hingga tidak mengetahui anak kecil yang ingin di pukulnya adalah anaknya sendiri, jika tadi dia tidak menghalangi pukulan Rengga bukannya Rengga sendiri yang akan menyesal di kemudian hari, pikir Vina.
"Vin, apa kamu baik-baik saja?" tanya Gladi yang berdiri di depan pintu.
"Aku tidak apa-apa, masuklah" sahut Vina.
"Maafin aku Vin, aku tidak tahu kalau Aldo memberitahu Rengga tentang Mia" ucap Gladi merasa bersalah.
"Bukan salahmu, santai saja" sahut Vina. Vina sengaja tidak memberitahukan kebenarannya ke Gladi bahwa Mia adalah anak Rengga.
"Kamu tenang saja Vin aku sudah memblokir nomornya, aku menyesal kemakan rayuannya" ucap Gladi.
"Kamu tidak bisa menyalahkannya, dia memang teman sekaligus anak buah Rengga sudah seharusnya dia melaporkan ke Rengga apa yang di ketahuinya" sahut Vina.
"Pokoknya aku tidak ingin berhubungan lagi dengannya, untuk ku kamu yang terpenting. Ya sudah kamu beristirahat saja dulu aku tidak lagi mengganggu mu" ucap Gladi yang langsung berjalan keluar kamar Vina.
Gladi yang baru keluar kamar di buat terkejut melihat Mia yang berdiri di depannya, tongkat yang di pegangnya beberapa kali di gerakannya dengan tangan yang gemetar hebat.
"Aku tante Gladi, Mia kenapa berdiri di depan kamar tante Vina?" tanya Gladi.
"Mia merasa bersalah, jika bukan karena Mia tante Vina tidak mungkin di pukul tadi" sahut anak perempuan itu dengan polosnya.
"Tante Vina tidak apa-apa, hanya saja tante Vina butuh istirahat sebentar. Ayo Mia main sama Raka, Raka kan masih saudara Mia" ucap Gladi sambil mengelus kepalaku Mia.
"Baik tante" sahut Mia.
Di tempat lain Kakek Rengga membuat janji tersembunyi dengan Mama Anggi, sebuah tempat makan kecil di perbatasan kota menjadi tempat pertemuan keduanya.
"Bagaimana?" tanya mama Anggi yang melihat kakek Rengga berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Semua salah mu, bagaimana bisa informasi tentang anak itu masih bisa tersebar" sahut Kakek Rengga yang langsung duduk di depan mama Anggi.
"Aku sudah meminta orang menghapusnya, aku yakin informasi itu sudah tidak ada, tapi jika hacker yang mencaritahu informasi itu sudah pasti informasi itu bisa di pulihkannya kembali" ucap mama Anggi.
"Haaaaah, aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku sudah meminta anak buah ku mencari anak itu tapi tidak ada yang bisa menemukannya" sahut Kakek Rengga.
"Aku tidak mau tahu anak itu sudah lepas dari tanggung jawab keluarga ku, jadi tuan Cafanza harus mencari anak itu sampai dapat dan tidak melihatkan keluarga ku" ucap mama Anggi yang langsung berdiri bersiap meninggalkan Kakek Rengga.
Cih, enak saja dia. Sudah jelas yang salah adalah anaknya bagaimana bisa dia meminta ku yang menanggung semuanya sendiri" dalam hati Kakek Rengga yang merasa kesal dengan orang tua Anggi.
"Huuuuh, jika ingin memberikan semua kesalahan pada ku sepertinya kamu salah besar" ucap Kakek Rengga yang berbicara sendiri.
Kakek Rengga yang membawa beberapa anak buahnya tidak sadar salah satu anak buahnya adalah mata-mata yang di kirim oleh Aldo, mata-mata Aldo yang mendengar semua percakapan antara Kakek Rengga dan mama Anggi bergegas melaporkannya ke Aldo, informasi yang dia dapat pasti akan memberikan keuntungan melimpah untuknya.
"Hallo bos, aku mata-mata 021 ingin memberi laporan" ucap mata-mata Aldo berbicara lewat telepon.
"Katakan" sahut Aldo.
"Aku mengikuti tuan Cafanza bertemu seorang wanita, aku baru mengirimkan fotonya ke bos silahkan di lihat" ucap mata-mata Aldo.
"Wanita ini" sahut Aldo yang merasa terkejut siapa wanita yang di temui kakek Rengga.
"Apa lagi yang kamu ketahui?" tanya Aldo.
"Mereka berdebat tentang hilangnya seorang anak perempuan, wanita itu memaksa tuan Cafanza mencari anak perempuan itu sampai dapat dan tidak perlu melibatkan keluarganya lagi apapun yang terjadi" sahut mata-mata Aldo mencoba menjelaskan.
"Apa kamu mendengar nama anak perempuan yang mereka bicarakan?" tanya Aldo.
"Tidak, tapi yang aku dengar sebenarnya informasi tentang anak perempuan itu sudah di hilangkan beberapa tahun lalu, hanya saja ada hacker yang berhasil memulihkan informasi tentang anak itu kemungkinan besar anak itu berada di tangan hacker sekarang" sahut mata-mata Aldo.
"Kerja bagus, informasi mu sangat penting. Kamu layak mendapatkan hadiah, pergilah ke gudang terima hadiah mu" ucap Aldo sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Terima kasih bos" sahut mata-mata Aldo yang tidak menyadari hadiah apa yang akan di berikan padanya.
Informasi yang dia berikan memang sangat penting, karena terlalu penting informasi seperti itu tidak boleh ada yang mengetahuinya. Semoga dia bisa menerima hadiah kematian terbaik yang ku berikan" dalam hati Aldo sambil tersenyum.