Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 76


__ADS_3

Haaaaaah...


Vina menghela nafas sambil berdiri di samping Rengga, melihat keadaan Rengga yang seperti sekarang membuatnya merasa tidak tega.


Vina menaruh bubur yang tadi di buatnya di atas meja tepat di sampingnya, di tatapnya Rengga sekilas sebelum akhirnya Vina memutuskan untuk bertanya pada Rengga.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Vina sambil menatap Rengga.


Rengga menggelengkan kepalanya tanpa berbicara, Vina yang merasa kasihan padanya bergegas mengambil buburnya bersiap memberikannya ke Rengga.


"Aku belum bisa makan sendiri" ucap Rengga yang melihat Vina memegang bubur di tangannya.


"Cih, aku juga tahu itu" sahut Vina sambil mengaduk bubur yang di pegangnya.


Bubur yang masih berasap di ambil Vina sesendok lalu di tiupnya, setelah merasa buburnya cukup dingin Vina bergegas mengarahkannya ke mulut Rengga.


"Buka mulutmu" ucap Vina.


Rengga tanpa berbicara langsung membuka mulutnya, baru kali ini dirinya makan di suapin oleh seorang wanita.


"Apa yang kamu pikirkan, cepat di telan" ucap Vina lagi.


Vina kembali meniup sesendok demi sesendok dan menyuapkannya ke Rengga, tidak tahu berapa suapan bubur yang di suapkan Vina ke Rengga, hanya hitungan menit bubur yang di pegang Vina sudah habis bersih.


"Apa kamu yang membuatnya, buburnya terasa sangat enak" ucap Rengga sambil menatap Vina.


"Aku tidak kurang kerjaan untuk membuatkanmu bubur" sahut Vina berbohong. Padahal memang dirinya yang membuat bubur itu sebagai penebusan rasa bersalahnya.


"Tidak peduli siapa yang membuatkannya, bisakah kamu membawakannya lagi" ucap Rengga.


"Iya, kalau begitu aku pulang dulu" sahut Vina sambil berjalan pergi meninggalkan Rengga.


Vina yang berjalan menjauh membuat Rengga tersenyum, Rengga tidak menyangka Vina menjenguknya jika tahu seperti itu dari dulu dirinya akan mengorbankan diri melindungi Vina.


"Rengga, lihat apa yang ku bawakan untukmu" ucap Aldo yang langsung berjalan menghampiri Rengga.


Aldo berpikir Rengga pasti kelaparan karena baru tersadar, bubur yang di bawakannya pasti akan membuat Rengga terharu dan memujinya, pikir Aldo sambil tersenyum.


"Kenapa lagi kamu datang" sahut Rengga.


"Jangan marah, sebagai teman yang baik hati aku membawakan mu bubur. Kamu pasti terharu bukan, tahan saja aku memang orangnya perhatian" ucap Aldo sambil tersenyum sendiri.


"Makan saja sendiri buburmu itu, aku sudah kenyang" sahut Rengga.


"Heeeh, kenyang makan apa? makan angin" ucap Aldo lagi.

__ADS_1


"Kamu telat Vina sudah membawakanku bubur dan dia juga yang menyuapiku" sahut Rengga bangga.


"Vina, yang benar saja" ucap Aldo tidak percaya.


"Untuk apa aku berbohong, sudah makan saja buburmu itu" sahut Rengga lagi.


Aldo yang mendengar perkataan Rengga langsung membawa buburnya ke kursi dan memakannya, sial banget niat baiknya yang berharap dapat pujian malah hancur sudah.


_____ _____


Di tempat berbeda Vina yang dalam perjalanan pulang tiba-tiba tersenyum sendiri, tidak tahu kenapa melihat Rengga menyukai bubur buatannya membuatnya merasa sangat senang.


Vina bergegas kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya, Vina tidak ingin Rengga kelaparan menunggunya membawa bubur buatannya untuk makan malam nanti.


Tinng...


Alarm yang di setel Vina berbunyi, Vina menatap ponselnya yang sudah menunjukan pukul 16:30, walau sebenarnya masih belum waktunya pulang Vina terpaksa bergegas pergi meninggalkan kantornya.


"Tumben cepat pulang Vin?" tanya Gladi yang melihat Vina membuka pintu.


"Aku mau memasak bubur untuk Rengga" sahut Vina.


"Memasak bubur? bukannya tadi kamu sudah membawakannya" ucap Gladi.


"Ouuuu, jadi begitu" ucap Gladi yang langsung tertawa sambil menutup mulutnya.


Pintar sekali Rengga mencari alasan untuk Vina datang kembali, padahal kalau hanya bubur Aldo juga bisa mencarikan yang sesuai keinginannya.


"Kamu kenapa?" tanya Vina sambil menatap Gladi.


"Aku tidak apa-apa. Cepat sudah kamu memasak jangan lupa buat yang agak banyak, aku nitip buat dia" sahut Gladi.


"Aldo tidak sakit untuk apa di bawakan bubur, kenapa tidak kamu buatkan saja untuknya biar aku yang membawakannya" ucap Vina.


"Hemmm, benar juga. Ayo kita memasak" sahut Gladi yang langsung berjalan ke dapur.


Vina yang melihat Gladi sangat bersemangat membuatnya tersenyum, Gladi sangat menyukai Aldo bahkan sampai kepikiran untuk membawakan Aldo makanan padahal Aldo bahkan tidak sakit.


Di dapur Vina dan Gladi sibuk sendiri-sendiri, Vina yang sibuk menyiapkan bubur di tambah potongan hati dan sayuran halus akhirnya siap. Tidak berbeda waktu lama dari Vina Gladi yang selesai menyiapkan Iga asam manis dengan rasa yang pas akhirnya tersenyum puas.


"Aku mau berangkat sekarang, bagaimana apa sudah siap?" tanya Vina yang baru selesai mandi dan berganti pakaian.


"Sudah dong, Iga asam manis di tambah sambal goreng hati ampela aku yakin Aldo pasti menyukainya" sahut Gladi.


"Iya iya, jangankan Iga asam manis sama sambal goreng hati ampela, kalau kamu yang masak ikan gosong juga Aldo pasti menyukainya" ucap Vina.

__ADS_1


"Cih, kamu mengolokku. Ya sudah berangkat sana" sahut Gladi.


"Iya, aku berangkat dulu. Tenang saja makanan mu pasti akan sampai ke tangan Aldo dan aku akan pastikan dia memakannya" ucap Vina sambil berjalan membawa makanan yang sudah di siapkannya.


Sepuluh menit perjalanan Vina akhirnya sampai di rumah sakit, Vina yang bergegas menuju ruangan Rengga langsung masuk ke dalam tanpa mempedulikan para suster yang memperhatikannya.


"Vina" ucap Aldo yang lebih dulu melihat Vina berdiri di depan pintu.


"Kamu datang lagi, aku mengira kamu tidak akan datang" ucap Rengga sambil menatap Vina.


"Aku takut jika aku tidak datang kamu akan mati kelaparan" sahut Vina.


"Benar itu, dari tadi dia tidak mau makan apapun" ucap Aldo.


"Aku sudah menduganya" sahut Vina lagi.


Vina bergegas menghampiri Aldo dan menaruh makanan yang di masak Gladi di depannya, aroma Iga asam manis yang berada tepat di depan Aldo membuat Aldo langsung menelan ludah.


"Kenapa di taruh di situ, apa kamu tidak berniat menyuapiku" ucap Rengga.


"Itu untuk Aldo tentu saja aku menaruh di depannya" sahut Vina sambil berjalan ke arah Rengga.


"Kamu masih belum boleh makan yang aneh-aneh, kamu harus makan bubur" sambung Vina yang langsung duduk di samping Rengga.


"Jadi ini buat aku Vin?" tanya Aldo.


"Iya, Gladi sendiri yang memasannya" sahut Vina.


Aldo yang sudah tidak sabaran bergegas membuka plastik di depannya, benar saja yang di ciumnya tadi Iga asam manis berada tepat di depannya sekarang.


"Jangan melihat ke Aldo dia tidak sakit, dia makan apa saja tidak masalah" ucap Vina yang memperhatikan Rengga menelan ludah sambil menatap Aldo.


"Sedapnya Iga asam manis dan sambal goreng hati ini" ucap Aldo dengan suara keras. Aldo sangat yakin Rengga pasti sangat ngiler melihatnya sekarang.


"Tunggu apa lagi, buka mulutmu" ucap Vina sambil menyendok bubur yang di pegangnya dan memasukannya ke mulut Rengga.


Nyam nyam nyam...


"Walau hanya bubur, bubur ini tidak kalah enak dengan apa yang di makan Aldo. Apa lagi karena kamu yang membuatnya" ucap Rengga.


"Bukan aku yang membuatnya" sahut Vina.


"Gladi membuat khusus untuk Aldo, aku yakin ini juga kamu membuatkannya khusus untukku" ucap Rengga sambil menatap Vina.


Vina yang mendengar perkataan Rengga langsung mengalihkan pandangannya, bagaimana Rengga bisa menebak dengan benar jika bubur itu adalah buatannya sendiri, pikir Vina.

__ADS_1


__ADS_2