Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 78


__ADS_3

Setengah jam menunggu Rengga makan di depannya terasa seperti menunggu satu harian penuh, Vina merasa sedikit heran apa semua orang kaya memang makannya selama itu.


Heeeeeeeeaaaaaaaak...


Suara sendawa Rengga yang di sambut sandaran membuat Vina hanya menggelengkan kepalanya. Baguslah Rengga akhirnya selesai makan sudah waktunya dirinya pulang, pikir Vina.


"Karena kamu sudah selesai aku pulang sekarang" ucap Vina yang langsung berdiri.


"Apa kamu tidak mau menunggu sebentar lagi" sahut Rengga.


"Tidak mau, ku rasa semua sudah selesai. Diantara kita impas sudah" ucap Vina sambil berjalan pergi meninggalkan Rengga yang masih menatapnya.


Haaaaaaaah...


Rengga hanya menghela nafas melihat Vina yang berjalan pergi, bisa makan masakan Vina yang selezat masakan restoran membuat Rengga merasa sangat beruntung.


"Rengga, aku datang" ucap Aldo yang langsung masuk ke dalam rumah Rengga.


Aldo yang mencium bau masakan sedap bergegas ke dapur tanpa mengetahui Rengga berada di sana.


"Gila, makanannya terlihat sangat enak" ucap Aldo sambil menelan ludah melihat makanan di depannya.


"Jangan menyentuhnya" sahut Rengga mengejutkan Aldo.


"Kamu sejak kapan duduk di situ?" tanya Aldo yang memang dari awal tidak memperhatikan Rengga.


"Dari sebelum kamu datang" sahut Rengga.


"Wah berarti kamu sudah makan, kalau begitu biarkan yang ada di meja ini aku habiskan" ucap Aldo yang langsung duduk sambil menyiapkan piring di depannya.


"Berdiri dari situ" ucap Rengga menatap Aldo tajam.


"Bukannya kamu juga sudah selesai makan, jangan pelit nanti kamu bisa meminta pelayan memasakannya lagi" sahut Aldo.


"Ku bilang berdiri dari situ, semua yang ada di meja makan milikku hanya aku yang boleh memakannya. Semua buatan spesial dari Vina kamu tidak layak memakannya" ucap Rengga lagi.


"Cih, pantas saja. Ya sudahlah kalau begitu" sahut Aldo yang langsung berdiri.


Sangat jarang melihat Rengga yang pelit hanya soal makanan, ternyata Vina yang memasaknya pantas saja, pikir Aldo sambil menggelengkan kepalanya.


"Ada apa kamu kemari? bukannya kamu sendiri yang bilang tidak ingin di ganggu untuk hari ini" ucap Rengga.


"Tidak ada yang spesial, aku hanya ingin melihat bagaimana keadaanmu" sahut Aldo.

__ADS_1


"Sekarang sudah melihatnya bukan, kamu boleh pergi" ucap Rengga.


"Sadis sekali perkataanmu, apa mentang-mentang Vina tadi datang hingga kamu tidak lagi membutuhkanku" sahut Aldo sambil memegangi dadanya.


"Mungkin saja. Kamu tahu pintunya dimana bukan, kalau begitu aku tidak akan mengantarmu" ucap Rengga yang langsung berjalan ke kamarnya.


Cih di saat seperti ini saja teman di lupakan, kalau ada masalah aku yang di panggil duluan. Dasar Rengga" ucap Aldo sambil berjalan keluar rumah Rengga.


_____ _____


Di tempat berbeda Vina mengendarai mobilnya menuju rumahnya, Vina tersenyum sendiri sepanjang perjalanan mengingat Rengga yang tadi menjadi kerumanan ibu-ibu. Vina masih tidak menyangka pria kejam sepertinya masih memiliki daya tarik tersendiri, pikir Vina.


"Tunggu, bukannya tadi saat aku menolongnya aku mengatakan dia suamiku. Oh tidak, apa yang ku katakan tadi" ucap Vina sambil memegangi kepalanya.


"Semoga saja, dia tidak mendengarnya atau setidaknya dia melupakannya" sambung Vina yang berbicara sendiri.


Kriiiiiiing kriiiiiiiing kriiiiiiiing...


Suara nada dering yang terdengar dari dalam tas membuat Vina bergegas menepikan mobilnya, Vina mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengangkat telepon yang ternyata dari Gladi.


"Hallo Vin" suara Gladi terdengar serak di telepon.


"Hallo Gladi kenapa?" tanya Vina.


"Kamu di mana?" tanya Gladi balik tanpa menjawab perkataan Vina.


"Kalau begitu cepatlah" ucap Gladi yang langsung mematikan teleponnya.


Vina kembali menjalankan mobilnya sambil memegangi dadanya, tidak tahu kenapa dirinya merasa sesuatu pasti sedang terjadi di rumah.


"Gladi apa yang terjadi" teriak Vina sambil berlari memasuki rumahnya.


Vina menatap Gladi yang manangis di samping putranya, Gladi menggenggam tangan Raka sambil mencoba membangunkannya.


"Raka, kenapa dengan Raka? Apa yang terjadi padanya?" tanya Vina berturut-turut.


"Aku tidak tahu dia baru saja kejang dan langsung tidak sadarkan diri" sahut Gladi.


"Ayo bawa ke rumah sakit, semoga tidak terjadi sesuatu pada Raka" ucap Vina yang langsung menggendong putranya ke mobil.


Di dalam mobil Gladi bisa melihat wajah Vina yang gelisah, walaupun dirinya bukan ibu kandung Raka dirinya bisa merasakan apa yang di rasakan Vina saat ini.


"Ya Tuhan semoga adik Raka baik-baik saja, jangan biarkan sesuatu terjadi padanya" ucap Mia berdoa.

__ADS_1


"Amin" sahut Vina dan Gladi serentak.


Sampai di rumah sakit Vina meminta dokter untuk segera menangani anaknya, Vina tidak ingin hanya karena keterlambatan penanganan malah terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya.


Tanpa sepengetahuan Vina mata-mata yang di kirim Aldo bergegas memberi laporan, Aldo yang mendengar laporan penting langsung memutar mobilnya kembali ke rumah Rengga.


Bruuuuuuuuaaaaaak...


Aldo mendobrak pintu kamar Rengga dengan terburu-buru, Aldo tahu jika dirinya hanya mengetuk pintu Rengga tidak akan membukakannya.


"Kamu sudah semakin berani sekarang" ucap Rengga menatap Aldo tajam.


"Tidak ada waktu untuk bicara. Ayo ikut aku" sahut Aldo sambil menarik tangan Rengga.


"Aku tidak akan pergi kemanapun hari ini, suasana hatiku sedang baik" ucap Rengga yang langsung menepis tangan Aldo.


"Baiklah karena itu mau mu, jika terjadi sesuatu pada putramu jangan menyesalinya" sahut Aldo berteriak keras.


"Raka. Apa yang terjadi padanya" ucap Rengga yang bergegas berdiri.


"Anakmu masuk rumah sakit, aku baru dapat kabar dari mata-mata yang masih terus mengawasi Vina" sahut Aldo.


"Kalau begitu apalagi yang kamu tunggu" ucap Rengga yang langsung berjalan pergi meninggalkan Aldo yang masih terdiam.


Tanpa banyak bicara Aldo mengikuti Rengga dari belakang, sampai di mobil Aldo bergegas menjalankan mobilnya menuju arah sesuai yang di katakan anak buahnya.


Braaaaaak...


Rengga menutup pintu mobil dengan sangat keras, tidak menunggu Aldo yang belum turun dari mobil Rengga langsung masuk ke dalam rumah sakit.


Huuuu huuuu, hiks hiks hiks...


Suara isak tangis Vina terdengar Rengga dari kejauhan, karena terlalu sedih dan khawatir Vina sama sekali tidak menyadari Rengga yang berdiri tepat di depannya.


Rengga sekilas menatap Vina yang masih menagis, melihat Vina yang menangis seperti itu membuatnya tidak tega dan langsung memeluknya.


"Kamu yang sabar, aku percaya Raka pasti baik-baik saja" ucap Rengga yang masih memeluk Vina.


Vina yang mendapat pelukan dadakan dari suara tidak asing membuatnya bergegas mengangkat kepalanya, wajahnya dan wajah Rengga yang saling berhadapan membuat Vina tanpa sadar membalas pelukan Rengga.


"Raka ku, dia ada di ruang ICU. Aku tidak mau terjadi sesuatu padanya" ucap Vina sambil menangis.


"Kamu harus tenang, tidak akan terjadi sesuatu pada Raka. Bahkan jika seluruh dokter di dunia ini di perlukan aku akan memanggil mereka semua" sahut Rengga mencoba menenangkan Vina.

__ADS_1


Gladi yang melihat Vina dan Rengga berpelukan hanya bisa diam walau kebingungan, sejak kapan keduanya menjadi sangat dekat seperti sekarang ini.


Sudahlah, mungkin itu karena ikatan orang tua dari Raka" dalam hati Gladi.


__ADS_2