Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 81


__ADS_3

Vina menatap Rengga seperti tidak percaya apa yang di dengarnya. Vina langsung memegang dahi Rengga, Vina berpikir mungkin Rengga lagi demam sampai berbicara omong kosong padanya.


"Tidak panas ternyata" ucap Vina yang kembali duduk semula.


"Aku serius" sahut Rengga.


"Serius apa?" tanya Vina.


"Kita menikah, aku mau memberi keluarga lengkap untuk Raka" sahut Rengga sambil mengelus kepala putranya.


"Tidak mau, aku bisa memberi Raka kebahagian yang dia mau tidak membutuhkan mu" ucap Vina.


"Apa kamu tidak kasihan dengan Raka" sahut Rengga.


"Tentu saja aku kasihan, tapi aku juga ingin mencari kebahagiaanku dengan menikahi pria yang ku cinta" ucap Vina.


"Jadi kebahagianmu lebih penting dari kebahagian Raka" sahut Rengga kesal.


"Jika aku bahagia Raka pasti akan bahagia bersama ku, lagipula di luar sana banyak pria yang mau menerima wanita yang sudah memiliki anak" ucap Vina lagi. Vina tidak sadar apa yang di katakannya membuat Rengga langsung menekuk wajahnya.


Sepanjang jalan Rengga hanya diam memikirkan perkataan Vina, ingin menikah dengan pria lain apa Vina sudah tidak menganggapnya lagi sebagai ayah dari Raka.


"Sini biar Raka ku gendong" ucap Vina yang baru turun dari mobil.


"Tidak perlu biar aku saja" sahut Rengga sambil berjalan meninggalkan Vina.


Cih, itu anakku. Kenapa jadi dia yang menguasainya" dalam hati Vina kesal.


Vina yang baru membuka pintu merasa kaget melihat Rengga menerobos masuk ke dalam, Vina mengernyitkan dahinya sambil berpikir ada apa dengan Rengga, kenapa dia jadi aneh begitu.


"Mama mama" panggil Raka yang langsung berlari memeluk kaki Vina.


"Ada apa nak, sini mama gendong" ucap Vina yang langsung mengangkat putranya.


"Raka papa pulang dulu ya, nanti papa datang lagi" Rengga mencium pipi Raka yang di gendong Vina tanpa menoleh sedikitpun ke Vina.


Tanpa berpamitan Rengga bergegas pergi dengan wajahnya yang masih di tekuk seperti sebelumnya. Vina yang tidak menyadari kenapa Rengga seperti itu mencoba memakluminya, mungkin saja Rengga sedang dalam suasana hati yang buruk Vina juga mencoba memakluminya kenapa harus dirinya yang menjadi pelampiasan.


"Bodoh amatlah" ucap Vina sambil berjalan membawa Raka ke kamarnya.


____ _____ ____


Rengga yang merasa sangat kesal baru menyadari dirinya tidak membawa mobil setelah keluar dari rumah Vina, demi menjaga gengsi Rengga terpaksa menelpon Aldo sambil berjalan kaki.


"Jemput aku sekarang" teriak Rengga di telepon.

__ADS_1


Aldo yang mendengar teriakan Rengga langsung menutup telinganya, dari suara Rengga Aldo bisa menebak Rengga sedang kesal sekarang.


"Di mana?" tanya Aldo.


"Jalan rumah dia" sahut Rengga.


"Haaaah, dia. Dia siapa?" tanya Aldo lagi.


"Buruan, ku tunggu tiga menit jika tidak datang jangan salahkan aku" sahut Rengga yang langsung mematikan teleponnya.


Tunggu, dia, apa mungkin yang di maksud Rengga rumah Vina, berarti Rengga ada di jalan rumah Vina sekarang" dalam hati Aldo.


Aldo tanpa menunggu lama langsung membawa mobilnya ke arah rumah Vina, benar saja sesuai dugaannya Rengga berada di jalan dekat rumah Vina dengan wajah suram yang sudah menjadi ciri khasnya.


Tin tin...


Aldo memberhentikan mobilnya tepat di samping Rengga sambil membunyikan klakson mobilnya, Rengga yang sudah tahu itu pasti Aldo bergegas membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.


"Ada apa lagi dengan wajahmu itu, bukannya Raka sudah pulang" ucap Aldo yang langsung di sambut tatapan tidak suka dari Rengga.


"Wanita itu, bagaimana dia bisa berpikir ingin menikah dengan pria lain demi kebahagiaannya" sahut Rengga dengan nada tinggi.


"Siapa? Vina" tanya Aldo.


"Memangnya apa yang dikatakannya?" tanya Aldo penasaran.


"Dia bilang dia akan menikahi pria yang di cintainya, dia juga bilang di luar sana banyak pria yang pasti mau menikahi wanita walau sudah memiliki anak" sahut Rengga.


"Oh" Aldo menganggukan kepalanya tanda mengerti titik permasalahannya.


"Kenapa kamu tidak berusaha saja agar dia mencintaimu dengan begitu kamu dan dia akan menikah bukan" ucap Aldo.


"Contoh saja aku, walau awalnya aku yang di nodai akhirnya kami saling mencintai" sambung Aldo.


Rengga langsung diam bukan karena dirinya terpengaruh perkataan Aldo, hanya saja Rengga masih tidak bisa menerima jika nantinya Vina menikah dengan pria lain selain dirinya.


"Coba kamu katakan sekali lagi" ucap Rengga yang baru sadar perkataannya Aldo ada benarnya.


"Contoh saja aku, walau aku yang di nodai tapi akhirnya kami" sahut Aldo yang tidak melanjutkan perkataannya.


"Bukan yang itu" ucap Rengga.


"Oh" Aldo mencoba mengingat apa yang sebelumnya di katakannya.


"Kenapa tidak kamu mencoba agar dia mencintaimu, dengan begitu dia akan menikah denganmu" ucap Aldo.

__ADS_1


"Benar itu dia" sahut Rengga yang langsung tersenyum.


Akan ku buat Vina mencintaiku dan menikah denganku, dengan begitu dia tidak akan menjadi milik pria lain" dalam hati Rengga.


"Hem, sepertinya dia sudah dapat ide" ucap Aldo dengan suara pelan sambil melihat Rengga dari kaca di depannya.


Semalaman Rengga yang sudah memutar otak akhirnya mendapat ide brilian, ingin mendapatkan hati wanita tentu saja harus melakukan pengorbanan pikir Rengga.


Di tempat berbeda Vina yang sudah beberapa hari tidak datang ke kantor memutuskan untuk masuk kerja, lagipula Raka juga sudah pulih tidak ada lagi alasan untuknya bermalas malasan di rumah.


"Selamat pagi bu" sapa karyawan Vina yang langsung di sambut senyuman oleh Vina.


Di kantor Vina terkenal tegas namun juga ramah, semua karyawan sangat menghargainya dan segan padanya.


"Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian" ucap Vina sambil berjalan menuju ruangannya.


"Lihat-lihat siapa yang datang itu, kenapa aku merasa pria tampan itu tidak asing" suara karyawan Vina yang perempuan membuat Vina menghentikan langkahnya.


Vina memutar badannya menghampiri asal suara keributan yang di dengarnya.


"Ada apa ini?" tanya Vina.


"Pria itu bu" ucap karyawan Vina sambil menunjuk keluar.


Rengga, apa lagi yang mau di lakukannya sekarang" dalam hati Vina.


"Kalian bubar lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Vina.


"Baik bu" sahut karyawan Vina yang langsung bubar.


"Vina" suara Rengga yang terdengar lebih lembut dan halus membuat Vina merinding di siang bolong.


Dari suaranya Vina merasa dirinya akan mendapat masalah baru sekarang.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Vina.


"Aku hanya ingin mengantar sarapan untukmu" ucap Rengga sambil memberikan sesuatu yang ada di tangannya.


"Haaaaaaah, terima kasih, maaf merepotkanmu" sahut Vina yang langsung mengambil plastik hitam yang di berikan Rengga.


"Semoga harimu cerah" ucap Rengga sambil memberikan sekuntum mawar merah yang di sembunyikan sebelumnya.


Wajah Vina memerah seketika, rasa malu bercampur senang tiba-tiba saja terlihat jelas di Wajahnya.


"Memalukan" ucap Vina yang bersiap pergi meninggalkan Rengga.

__ADS_1


__ADS_2