Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 30


__ADS_3

Gladi yang masih terus memata-matai Rengga akhirnya menemui titik terang, Gladi akhirnya mengetahui jika Rengga dan beberapa temannya terlibat dengan dunia bawah.


Gladi merasa cukup puas dengan hasil kerjanya walau belum sempurna, setidaknya saat ini dirinya hanya perlu mengumpulkan nama teman Rengga yang terlibat.


"Mama tua pulang" teriak Gladi yang langsung masuk ke dalam rumah.


"Mama uuaaa" celoteh Raka sambil berjalan ke arah Gladi.


"Anak mama, mama tua kangen banget" ucap Gladi yang langsung menggendong Raka sambil terus menciumi pipinya.


"Baru tiga hari, katanya seminggu baru pulang" sahut Vina.


"Masalah yang sangat penting sudah ada titik terangnya, untuk beberapa hari kedepan mama tua tidak perlu lagi meninggalkan Raka lama-lama" ucap Gladi yang terlihat sangat senang bisa bertemu anak angkatnya itu.


"Oh ya Vin, apa Andreas sudah kesini?" tanya Gladi.


"Sudah, dia akan menetap di sini dia juga sudah bekerja" sahut Vina.


"Andreas sepertinya sangat serius, ku harap saja dia tidak merubah pemikirannya" ucap Gladi.


"Memangnya pemikiran Andreas seperti apa?" tanya Vina penasaran.


"Ada deh" sahut Gladi sambil tersenyum.


Hihihi, tidak mungkin aku memberitahu mu jika Andreas ingin segera menikahi mu" dalam hati Gladi.


Tok tok tok, tok tok tok...


Suara ketukan yang lebih sering terdengar membuat Vina bergegas berdiri, Vina sudah bisa menebak siapa yang mendatanginya kali ini.


"Pasti Rengga lagi" ucap Gladi.


"Iya, semenjak dia menyerah merebut Raka dia lebih sering datang kesini" sahut Vina sambil berjalan ke arah pintu.


"Huuuuh, pasti ada niat tersembunyi" ucap Gladi dengan suara pelan.


"Masuk" ucap Vina yang baru membuka pintu.


"Di mana Raka?" tanya Rengga.


"Sama Gladi, masuk saja dulu" sahut Vina.


"Tidak perlu aku masih harus kembali ke kantor, ini untuk Raka" ucap Rengga sambil memberikan seikat bunga dan coklat ke Vina.


"Untuk Raka, apa kamu yakin?" tanya Vina yang merasa heran.


"Iya, aku pergi dulu" sahut Rengga yang langsung kembali ke mobilnya.


Vina menatap Rengga yang mengendarai mobilnya berjalan meninggalkan rumahnya, Vina masih tidak mengerti apa maksud Rengga memberikan bunga dan coklat untuk Raka.


"Kenapa Vin?" tanya Gladi menghampiri Vina sambil menggendong Raka.

__ADS_1


"Apa menurutmu tidak aneh anak seumur Raka di berikan bunga dan coklat!" sahut Vina.


"Hahahahaha, itu bukan aneh" ucap Gladi yang tiba-tiba tertawa, Gladi mengerti maksud Rengga hanya saja Rengga memberikannya dengan cara yang salah.


Tok tok tok...


"Kak Vina" panggil suara dari luar.


Vina yang mendengar suara Andreas bergegas membuka pintu tanpa menyimpan bunga dan coklat yang di pegangnya.


"Andreas, mari masuk" ucap Vina.


"Aku hanya mampir kak" sahut Andreas sambil menatap bunga dan coklat yang di pegang Vina.


"Aku tidak sengaja lewat toko buah tadi, ini buat kak Vina. Seusia Raka harus lebih sering mengkonsumsi buah-buahan" sambung Andreas.


"Terima kasih, setidaknya kamu bisa mikir lebih baik darinya" ucap Vina.


"Siapa kak?" tanya Andreas penasaran.


"Paman mu siapa lagi, dia memberikan bunga dan coklat untuk Raka" sahut Gladi yang berdiri di belakang Vina.


"Hahahaha" Andreas yang tiba-tiba tertawa membuta Vina kebingungan.


"Kamu kenapa?" tanya Vina.


"Lucu saja, ya sudah aku pergi dulu jangan lupa di makan ya" sahut Andreas sambil mengedipkan matanya.


Heeeeeh, kisah cinta yang menggelikan paman dan keponakan" dalam hati Gladi sambil berjalan membawa Raka masuk ke dalam.


"Apa kamu kesurupan?" tanya Vina.


"Tidak, hanya saja aku penasaran dari keduanya kamu milih siapa?" tanya Gladi balik.


"Milih apa? siapa?" tanya Vina yang tidak mengerti maksud Gladi.


"Antara Rengga atau Andreas" sahut Gladi.


"Tentu aku pilih Andreas setidaknya dia tahu anak seusia Raka harus makan apa" ucap Vina yang membuat Gladi menggelengkan kepalanya.


Di tempat berbeda Rengga yang berada di kantornya tidak menemukan Andreas, Rengga yang menebak Andreas ke rumah Vina langsung memasang wajah suramnya.


"Ini jadwal untuk malam ini" ucap Andreas sambil memberikan sebuah buku ke Rengga.


"Dari mana kamu?" tanya Rengga.


"Beli bunga dan coklat untuk kak Vina nanti malam" sahut Andreas yang sengaja menyindir Rengga.


"Cih, malam ini kamu harus menemani ku ke acara pesta, jika kamu menolak sudah pasti kamu tahu apa yang akan ku perbuat" ucap Rengga.


"Oh tidak masalah" sahut Andreas santai, sebenarnya dia tidak berniat ke rumah Vina nanti malam.

__ADS_1


"Minta ke bagian informasi semua berkas yang sudah sebulan tidak ku periksa, jangan beristirahat apa lagi sampai pulang sebelum selesai" ucap Rengga sambil tersenyum, Rengga sengaja ingin mengerjai Andreas siapa suruh dia adalah semut yang berpihak pada Kakeknya.


"Tidak masalah, selagi kamu senang" sahut Andreas santai sambil berjalan pergi.


Tunggu saja" dalam hati Andreas sambil mengepalkan tangannya.


Malam harinya Gladi yang sudah bersiap bergegas menghampiri Vina, baju berwarna terang dengan make up tebal yang di pakai Gladi membuat Vina terkejut melihatnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Vina.


"Aku mau ke Bar, penyelidikan" sahut Gladi.


"Tapi kenapa berdandan seperti itu, aku yang tidak terbiasa melihatnya jadi ingin tertawa" ucap Vina menutupi mulutnya.


"Kalau begitu tertawalah sayang selagi bisa membuat mu senang" sahut Gladi sambil berjalan pergi.


Gladi yang sampai di Bar bergegas memarkirkan mobilnya, menurut informasinya pemilik Bar adalah teman Rengga yang juga bagian dari dunia bawah.


Gladi memasuki Bar seperti pengunjung wanita biasa, memesan minuman dan berjoget tidak membuat matanya menjadi lengah mencari siapa pemilik Bar yang sekaligus teman Rengga itu.


"Bos, bos. Sepertinya wanita di sana mencurigakan" ucap anak buah Aldo.


"Hemmm, aku juga sudah memperhatikannya dari tadi, bawa di ke ruangan sebelah" sahut Aldo.


"Baik" ucap anak buah Aldo yang langsung berjalan pergi menghampiri Gladi.


"Bos ku ingin berbicara padamu" ucap anak buah Aldo yang berdiri di depan Gladi.


"Siapa bos mu, apa aku mengenalnya" sahut Gladi.


"Bos ku pemilik Bar ini, cepatlah" ucap anak buah Aldo sambil menarik tangan Gladi.


Heeeeee, tidak bisa menemukannya malah dia yang ingin bertemu, sepertinya ini keberuntungan ku" dalam hati Gladi.


Gladi memasuki sebuah ruangan mengikuti anak buah Aldo yang masih memegangi tangannya, sampai di dalam ruangan Gladi langsung terdiam menatap Aldo yang duduk di depannya.


"Heeeey" panggil Aldo membuat Gladi tersadar.


"Bos Bar ada apa memanggil ku, jangan mengira wajah tampan mu bisa menarik perhatian ku" ucap Gladi yang langsung duduk sambil menatap Aldo.


"Memang banyak yang bilang aku tampan, tapi aku memanggil mu hanya karena penasaran. Menurut ku kamu sangat mencurigakan" sahut Aldo.


"Mencurigakan dari mananya, aku hanya bersenang-senang" ucap Gladi sambil tersenyum.


"Benarkah, kalau begitu buktikan ayo temani aku minum" sahut Aldo.


"Tentu saja, tapi apa hanya ini minumannya" ucap Gladi sambil menunujuk dua botol di depannya.


Ingin menantangku minum, apa yang dia pikirkan sebenarnya" dalam hati Gladi yang membuatnya tanpa sadar langsung tertawa kecil.


Wanita ini sepertinya bukan wanita biasa, aku harus bisa membuatnya mabuk dengan begitu aku bisa mengetahui semua yang ingin di lakukannya" dalam hati Aldo.

__ADS_1


"Bawa minuman kelas atas lima botol, sama minuman menengah sepuluh botol. Oh ya jangan lupa yang biasanya" ucap Aldo menyuruh salah satu pelayan wanitanya.


"Bos Bar sepertinya ingin sekali membuat ku mabuk, tapi tidak masalah asal aku mabuknya dengan pria tampan" ucap Gladi yang sengaja berlagak genit.


__ADS_2