Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 71


__ADS_3

Rengga menghampiri Vina dan Glio tanpa peduli banyak mata yang memandang ke arahnya, karena memang dia lah yang seharusnya menjadi pusat perhatian, pikir Rengga. Tanpa banyak bicara Rengga langsung berlutut di depan Vina sambil mengulurkan tangannya.


"Apakah aku memiliki kehormatan berdansa dengan mu" ucap Rengga dengan suara keras sambil menatap Vina yang terdiam menatapnya.


"Hei, apa kamu tidak menghargaiku sebagai tuan rumah" sambung Rengga sambil mengedipkan matanya.


Vina memperhatikan sekelilingnya tanpa mempedulikan Rengga, karena ulah Rengga sekarang semua orang sedang menatapnya satu sama lain sambil berbisik.


"Tidak masalah berdansa saja dengannya, tidak enak bukan jika mereka semua berpikiran yang tidak-tidak tentangmu nantinya" ucap Glio setengah berbisik di telinga Vina.


Vina menganggukan kepalanya setelah mendengar perkataan Glio, Vina membenarkan jika semua orang berpikiran yang tidak-tidak tentangnya itu akan merusak citra perusahaannya.


"Baiklah" ucap Vina yang langsung menggenggam tangan Rengga.


Musik yang sempat terhenti kembali diputar kembali, Rengga tersenyum puas sambil merangkul pinggang Vina dengan sangat erat.


"Aku tahu aku tidak kalah tampan darinya, kamu pasti tidak mungkin menolakku" ucap Rengga sambil memulai melangkahkan kakinya.


"Jangan terlalu percaya diri, aku berdansa denganmu hanya karena aku tidak ingin citra perusahaanku hancur" sahut Vina sambil mengimbangi langkah kaki Rengga yang semakin mempercepat langkahnya.


"Apapun alasanmu aku senang bisa berdansa denganmu, akan ku buat kamu menjadi milikku cepat atau lambat" ucap Rengga yang langsung memutar Vina berulang kali.


Vina yang masih berputar langsung di hentikan Rengga dan di peluknya dari belakang, belum sempat Vina melepaskan diri dari pelukan Rengga, Rengga bergegas memutar badan Vina dan langsung mencium bibirnya.


Plooook plooooook plooooook...


Dansa yang di akhiri ciuman Rengga ke bibir Vina mendapat tepukan tangan meriah dari tamu undangan lainnya, kapan lagi mereka bisa menyaksikan pria hebat seperti Rengga mencium wanita di depan mata mereka sendiri.


"Terima kasih" ucap Rengga sambil tersenyum puas menatap Vina.


"Cih, kamu mengambil kesempatan dariku. Aku tidak terima" sahut Vina kesal.


"Hanya sebuah ciuman itu tidak akan merugikanmu" ucap Rengga santai tanpa merasa bersalah.


Glio yang berdiri di tengah para tamu undangan perlahan kembali menghampiri Vina, Glio tanpa menoleh ke arah Rengga bergegas menarik tangan Vina berjalan keluar gedung.

__ADS_1


"Maaf aku langsung menarikmu keluar, aku takut media akan menulis berita panas tentang mu besok" ucap Glio sambil menghentikan langkahnya di depan gedung.


"Haaaah. Terima kasih, lagi-lagi kamu membantuku" sahut Vina sambil menghela nafas.


"Kita teman, walau baru kenal hari ini aku hanya melakukan apa yang menurutku baik untukmu" ucap Glio sambil tersenyum.


"Kalau begitu aku pulang dulu, lagi-lagi terima kasih sudah membantuku berulang kali" sahut Vina yang langsung berjalan pergi meninggalkan Glio.


Glio tersenyum melihat Vina yang semakin menjauh darinya, Glio tidak menyangka Vina dan Rengga memiliki hubungan yang tidak bisa di jelaskan, itu membuatnya semakin bersemangat mendekati Vina kedepannya.


"Ternyata semua lebih menarik dari yang ku perkirakan, kalau begitu sudah ku putuskan aku akan mengejarnya" ucap Glio sambil berjalan ke arah mobilnya.


Di dalam gedung acara yang belum selesai masih terus di lanjutkan. Rengga yang merasa puas tidak lagi mempedulikan acaranya, Rengga memilih duduk bersandar di ruangan khususnya sambil tersenyum sendiri membayangkan apa yang tadi lakukannya dengan Vina.


"Aku merasa puas, akan ku buat semua orang tahu Vina hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku" ucap Rengga.


"Huuuuh, kamu terlalu tidak sabaran. Apa kamu tahu yang kamu lakukan tadi pasti akan menjadi berita terhangat besok" sahut Aldo yang duduk di samping Rengga.


"Biarlah, aku sendiri juga menantikan berita itu" ucap Rengga.


Dengan adanya berita tentangnya dan Vina Rengga berpikir bisa mendekati Vina dengan mudah, seribu satu alasan tentang berita itu akan di manfaatkan Rengga untuk bisa sering bertemu Vina kedepannya.


Vina yang baru sampai di rumahnya langsung masuk ke kamarnya, di hempaskannya tubuhnya sambil mengusap bibirnya yang tadi di cium lagi oleh Rengga.


"Berani sekali dia mengambil keuntungan dariku" ucap Vina.


Vina merasa tidak terima Rengga mengambil keuntungan darinya, dirinya menerima ajakan dansa Rengga hanya demi citra perusahaannya, tapi sekarang tidak hanya namanya bahkan nama perusahaannya pasti akan menjadi berita besar besok.


"Dasar pria sialan" ucap Vina lagi sambil meremas guling yang di pegangnya.


"Huuuuh, baru pulang marah-marah. Apa tidak capek" sahut Gladi yang berdiri di depan pintu kamar Vina.


"Semua karena dia, aku tidak terima" ucap Vina sambil memonyongkan bibirnya.


"Rengga, apa lagi yang sudah di buatnya hingga membuatmu marah besar seperti ini?" tanya Gladi penasaran.

__ADS_1


"Kamu lihat saja beritanya besok, aku yakin pasti akan menjadi berita paling heboh tahun ini" sahut Vina.


"Benarkah, kalau begitu aku harus tidur sekarang. Aku sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang sudah di lakukan olehnya" ucap Gladi sambil tertawa kecil menutup kembali pintu kamar Vina.


"Ahhhhhhh, menyebalkan" teriak Vina yang langsung menutup wajahnya dengan bantal.


Tok tok tok, tok tok tok...


"Vin cepat bangun Vin, lihatlah" teriak Gladi dari luar kamar Vina.


Vina yang merasa baru saja tertidur perlahan membuka matanya, sambil mengucek matanya yang masih mengantuk Vina bergegas membuka pintu kamarnya.


"Apa sih Gladi, aku masih mengantuk" ucap Vina tanpa keluar kamarnya.


"Berita ini" sahut Gladi sambil menunjukkan berita terhangat dari ponselnya.


Vina mencoba membuka matanya lebar-lebar menatap ponsel Gladi, setelah membaca berita di ponsel Gladi Vina langsung tersenyum sendiri.


"Aku kira Rengga yang membuatmu kesal semalam" ucap Gladi.


"Haaaah, memang dia" sahut Vina.


"Tapi kenapa beritanya malah kamu berdansa dengan pria lain?" tanya Gladi penasaran.


"Oh dia semalam membantu ku, mungkin berita yang seharusnya keluar hari ini sengaja di ganti olehnya" sahut Vina santai sambil bersiap masuk ke kamarnya.


"Memangnya berita apa?"tanya Gladi lagi.


"Rahasia" sahut Vina sambil tersenyum.


"Aku mau lanjut tidur lagi, Raka tolong kamu yang urus ya" sambung Vina.


"Hemmm, bukannya setiap hari juga Raka aku yang urus" sahut Gladi sambil menggelengkan kepalanya.


Di tempat berbeda Rengga yang sudah tidak sabar ingin melihat beritanya dengan Vina terpaksa harus menelan kecewa, Rengga tidak menyangka tidak ada sama sekali berita tentangnya dan Vina, malah berita Vina dan Glio menjadi trending topik sejak matahari belum terbit tadi.

__ADS_1


"Sial, sepertinya aku sudah meremehkan lawanku" ucap Rengga sambil menggenggam ponselnya erat.


"Berita yang seharusnya menjadi milikku berani sekali di rebut olehnya, ku rasa keluarga Mahendra sudah merasa lebih hebat dariku" sambung Rengga.


__ADS_2