Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 6


__ADS_3

Rengga meminta anak buahnya membantu Aldo mencari wanita yang di tidurinya, bagaimanapun juga dirinya harus memastikan bahwa wanita itu tidak membawa pergi calon anaknya.


Hanya butuh waktu dua hari Aldo berhasil mendapatkan gambar wanita yang di tiduri Rengga dengan sangat jelas, Aldo yang tidak ingin Rengga menyalahkannya jika terlalu lama mendapatkan informasi tentang Vina langsung meminta Rengga datang ke Bar nya.


"Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan yang ku minta" ucap Rengga yang langsung duduk di samping Aldo.


"Sabar bos, tarik nafas dulu" sahut Aldo.


"Tidak perlu cepat katakan, siapa wanita itu?" ucap Rengga dengan nada serius.


"Namanya Vina Aulia tinggal di sebuah kosan di jalan Armada, tapi " sahut Aldo tidak meneruskan perkataannya.


"Tapi apa" ucap Rengga yang merasa penasaran.


"Tepat di hari itu juga dia pergi meninggalkan kosannya, sahabatnya yang memberitahunya padaku" sahut Aldo.


"Sialan, berani sekali dia" ucap Rengga.


"Ini foto yang ku dapat dari Cctv dan ini foto yang di berikan sahabatnya" sahut Aldo yang langsung menaruh foto Vina di atas meja.


Rengga mengambil salah satu foto di depannya sambil menatapnya dengan serius. Aldo yang melihat ekspresi Rengga merasa sedikit heran, ada apa dengan ekspresi Rengga yang terlihat tidak seperti biasanya itu.


"Bukannya kamu tidak mengingat wajahnya, ada apa dengan ekspresi mu itu" ucap Aldo yang masih menatap Rengga.


"Ini bukannya Kakak kelas Andreas" sahut Rengga.


"Jadi kamu mengenal wanita itu" ucap Aldo dengan penuh heran.


"Andreas membawanya pulang beberapa hari yang lalu, karena membela wanita ini Andreas ku kirim ke Singapura" sahut Rengga.


"Bukannya bagus, kamu tinggal bertanya ke keponakan mu dimana wanita itu tinggal dan masalah selesai" ucap Aldo santai.

__ADS_1


"Setelah tahu aku menculik wanita itu apa kamu berpikir dia akan memberitahukan nya padaku" sahut Rengga.


"Ahhhh, aku harus secepatnya bertemu dengan wanita itu" sambung Rengga yang langsung pergi meninggalkan Bar Aldo.


Di tempat yang berbeda Vina mencoba beradaptasi, hanya beberapa hari dirinya dan Gladi semakin akrab. Hampir setiap hari setelah pulang Gladi membawa Vina berkeliling, Gladi juga tidak lupa membawa Vina menghadiri acara teman-temannya.


Tidak terasa hari berlalu begitu cepat, Vina yang merasa baru beberapa hari tinggal di Singapura ternyata sudah berada di sana hampir dua bulan lamanya.


Seperti biasanya di jam yang sama Gladi memarkir mobilnya di halaman, Gladi yang mendapat penumpang lebih banyak dari biasanya berniat mentraktir Vina makan malam.


"Cepatlah turun" teriak Gladi yang duduk di ruang tamu bawah.


Vina yang mendengar suara teriakan Gladi bergegas turun kebawah dan duduk di sebelah Gladi, Vina menatap senyum manis yang keluar dari bibir Gladi dengan heran.


"Ada apa denganmu?" tanya Vina.


"Hari ini aku mendapat banyak penumpang, aku akan membawa mu makan malam yang enak hari ini" sahut Gladi sambil menatap Vina.


"Cepat ganti baju ku tunggu" sahut Gladi sambil setengah mendorong tubuh Vina.


"Kalau begitu aku ganti baju dulu, tunggu aku" ucap Vina yang bergegas pergi ke kamarnya.


Setelah menunggu selama setengah jam Vina akhirnya kembali turun, Vina yang sudah tidak sabar langsung menarik tangan Gladi sambil berlari.


"Ayo cepat" ucap Vina.


Gladi yang melihat tingkah Vina hanya tersenyum. Gladi merasa bersyukur setelah Vina tinggal di rumahnya dirinya tidak lagi merasa kesepian dan bukan hanya itu, Gladi juga merasa setelah ada Vina semua urusannya menjadi lancar terkendali, bisa di bilang kehadiran Vina sebuah keberuntungan tak terduga untuknya.


Gladi memarkirkan mobil taksinya di depan sebuah restoran besar, tanpa menunggu lebih lama Vina kembali menarik tangan Gladi.


"Pesan saja apa yang kamu mau" ucap Gladi sambil tersenyum.

__ADS_1


Vina yang mendengar perkataan Gladi langsung memesan tanpa sungkan, walaupun Gladi tidak sanggup membayar makanannya dia masih memiliki uang untuk membayar makanan yang di pesannya itu.


Tidak butuh waktu lama makanan yang di pesan Vina sudah tersedia di depannya, baru saja Vina ingin mencicipi makanan lezat di depannya itu tiba-tiba perutnya terasa sangat mual.


Hoeeek...


Hoeeeek...


Vina menutupi mulutnya dengan tangan, semakin lama dia menghirup bau makanan di depannya perutnya semakin mual.


"Vin kamu kenapa?" tanya Gladi.


"Baunya aku tidak tahan" sahut Vina.


"Kamu tunggu sebentar, aku bayar dulu" ucap Gladi yang langsung memanggil pelayan.


Gladi yang kebingungan bergegas membawa Vina keluar dari restoran, dalam hati Gladi bisa menduga apa yang sebenarnya terjadi pada Vina.


"Aku akan membawa mu ke rumah sakit" ucap Gladi sambil menuntun Vina masuk kedalam mobil.


Emmmm...


Vina menganggukkan kepalanya lalu bersandar di kursi mobil, Vina tidak habis pikir kenapa dia tiba-tiba merasa sangat mual seperti itu.


Di dalam ruangan rumah sakit Vina di dampingi Gladi melakukan pemeriksaan, sang dokter yang baru saja memeriksa Vina tersenyum sambil memberikan hasil laporannya.


"Apa yang terjadi dengan ku dok?" tanya Vina.


"Tidak terjadi apa-apa, kamu hanya hamil. Kedepannya kamu jangan terlalu lelah itu bisa mempengaruhi janin di perut mu" sahut sang dokter.


Jeddddaaaaar...

__ADS_1


Vina yang mendengar perkataan dokter seperti di sambar petir, Vina seakan tidak percaya dan tidak bisa menerima jika dia hamil tanpa mengethui siapa ayah dari calon anaknya itu.


__ADS_2