Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 59


__ADS_3

Vina berjalan pergi meninggalkan Rengga yang masih terdiam menatapnya, Vina merasa tidak habis pikir orang seperti Rengga Cafanza bisa menjelekkan orang lain tanpa menyadari dirinya sendiri seperti apa.


"Haaaaaaah" Vina menghela nafas panjang sambil mencari taksi, gara-gara Rengga membicarakan hal tidak jelas seperti itu membuat moodnya menjadi rusak.


Di dalam ruangan Rengga masih terdiam mematung, dirinya sudah menjelaskan semua ke Vina tapi kenapa tanggapan Vina malah seperti itu. Memang di akuinya dirinya bukan orang baik, tapi setidaknya dirinya masih bisa mencari cara yang lebih jantan untuk membalas dendam, bukan malah menjadikan seseorang menjadi pionnya.


Deg deg deg deg...


Rengga terus merasakan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang, pikiran dan perasaannya sama sekali tidak bisa di mengerti oleh dirinya sendiri.


"Sekarang bagaimana" ucapnya sambil memegangi kepalanya.


Rengga berjalan keluar restoran dengan wajah suramnya, Rengga yang kembali ke perusahaannya bergegas menelpon Aldo, rencana yang di berikannya gagal sekarang dirinya harus bagaimana.


"Ayolah, apa lagi sekarang" ucap Aldo yang berdiri di tepat di depan pintu ruangan Rengga.


"Ide mu tidak berguna, dia bahkan tidak mendengarkan apa yang ku katakan" sahut Rengga kesal.


"Haaaaah, yang salah bukan ide ku. Cara penyampaian mu apa kamu sudah yakin benar" ucap Aldo sambil berjalan ke arah Rengga.


"Aku sudah menjelaskannya, kalau tuan Yovan itu bukan orang baik tapi dia sekali tidak mempercayainya, padahal semua yang ku katakan benar adanya" sahut Rengga.


"Apa kamu tidak mempunyai sedikit saja keromantisan, kenapa saat pertama bertemu dengannya kamu malah berkata seperti itu. Tentu saja dia tidak akan mempercayainya" ucap Aldo yang langsung menggelengkan kepalanya.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Rengga lagi.


"Lupakan untuk memberitahunya tentang tuan Yovan, kamu sebenarnya mengkhawatirkannya cobalah mengejarnya dengan tulus. Buktikan padanya jika yang kamu lakukan sekarang karena kamu tidak ingin terjadi apa-apa dengannya" sahut Aldo menjelaskan panjang lebar.


"Dan satu lagi, kamu harus bisa mencaritahu dari dalam hati mu apa kamu hanya mengkhawatirkannya karena dia Ibu dari anak mu, atau karena kamu mulai jatuh cinta padanya" sambung Aldo yang langsung berjalan keluar ruangan Rengga.


Rengga kembali terdiam sambil memikirkan perkataan Aldo. Benar apa yang di katakan Aldo, sebenarnya apa alasannya mengkhawatirkannya mungkinkah dia sudah jatuh cinta pada Vina, tapi itu sejak kapan kenapa dia tidak bisa menyadarinya.


"Sepertinya aku harus mengetahui semuanya sendiri. Sudah ku putuskan aku akan pergi menemuinya malam ini" ucap Rengga dengan suara pelan.


Di tempat berbeda, tuan Yovan yang sudah mendengar semua dari kalung yang di pakai Vina hanya tersenyum, Rengga terlalu naif jika berpikir bisa mempengaruhi Vina hanya dengan perkataan omong kosong seperti itu. Tapi untuk berjaga-jaga tidak ada salahnya dia meminta Ian dan Andreas mengawasi Vina, dia tidak ingin kehilangan Vina yang sudah pasti akan menjadi kelemahan Rengga.

__ADS_1


"Apa Rengga mengganggu mu lagi?" tanya Ian yang berdiri di depan ruangan Vina.


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Vina balik.


"Hanya menebaknya saja, wajah murung mu itu siapa lagi yang bisa menekuknya kalau bukan Rengga" sahut Ian.


"Hemmmm" Vina hanya diam mengalihkan pandangannya.


"Sudah tidak perlu di pikirkan, orang seperti Rengga pasti akan melakukan apa saja demi mendapatkan yang di inginkan. Kamu tidak perlu mempedulikannya" ucap Ian.


"Iya kamu benar" sahut Vina.


"Kalau begitu berhati hatilah dalam beberapa hari ini, aku dan Andreas akan pergi tidak bisa menjaga mu" ucap Ian.


"Ayolah aku bukan anak kecil, tidak perlu seperti itu" sahut Vina.


"Ya sudah aku pergi dulu" ucap Ian yang langsung berjalan keluar ruangan Vina.


Ian sengaja tidak memberitahukan Vina kemana dia akan pergi, Ayah angkat memintanya merahasiakannya dari Vina demi kebaikan Vina sendiri.


Haaaaaah...


"Mama" panggil Raka yang langsung berlari ke arah Vina dan memeluknya.


"Anak mama" sahut Vina sambil menggendong Raka.


"Gladi sama siapa kamu ke sini?" tanya Vina yang kaget melihat anaknya dan Gladi ada di depan kantornya.


"Sama aku" sahut Aldo sambil melambaikan tangannya ke arah Vina.


"Kamu kesini di suruh Rengga lagi untuk mengganggu ku bukan, kalau kamu di suruhnya lebih baik pergi saja" ucap Vina.


"Tidak aku tidak di suruhnya, aku kesini karena Gladi yang meminta ku mengantarnya" sahut Aldo.


"Huuuuh baguslah, kalau begitu ayo kita pulang" ucap Vina yang langsung berjalan ke mobilnya.

__ADS_1


"Karena kamu yang meminta tolong padanya, suruh saja dia ikut makan malam bersama" sambung Vina setengah berbisik ke Gladi.


"Kamu memang yang terbaik" sahut Gladi sambil berjalan menghampiri Aldo.


Vina yang berada di dalam mobil bisa melihat Gladi berbicara dengan Aldo, walau tidak tahu apa yang di bicarakannya Vina merasa senang melihat Gladi yang sepertinya sudah menemukan cinta sejatinya.


"Ayo Vin" ucap Gladi yang duduk di kursi kemudi.


"Heeh, cinta yang nyata" sahut Vina.


"Apa kamu mengejek ku" ucap Gladi sambil menjalankan mobilnya.


"Tidak, aku hanya iri" sahut Vina lagi.


"Ayolah, kamu memiliki Ian dan Andreas pilih saja salah satunya" ucap Gladi sambil tersenyum.


"Mereka berbeda, aku lebih menganggap mereka sebagai saudara. Aku tidak mau menyakiti salah satunya" sahut Vina.


"Ya sudah kalau begitu kamu sabar saja, pasti ada di mana kamu menemukan cinta sejatimu" ucap Gladi.


"Iya senior yang sudah berpengalaman" sahut Vina sambil tertawa kecil.


Vina tidak menyangka Gladi wanita yang tidak pernah mempedulikan tentang cinta berani menasehatinya, hanya karena cintanya yang tidak bertepuk sebelah tangan dirinya sudah menjadi seperti dewi cinta.


Sampai di rumah Vina yang di bantu Gladi bergegas masak untuk makan malam, Raka yang dulunya sudah terbiasa melihat Aldo saat di rumah Rengga tidak membuatnya takut padanya, Raka dan Aldo bahkan seperti teman sebaya yang sibuk bermain bersama.


Hidangan demi hidangan yang di masak Vina dan Gladi satu persatu di persiapkan di meja makan, makan malam yang mereka hidangkan sengaja mereka tambahkan lebih banyak, Aldo yang dulunya sering membantu Gladi membuat Vina tidak segan menganggapnya sebagai balas budi.


"Ahhhhh akhirnya selesai juga" ucap Gladi yang merasa semua sudah tersedia di meja makan.


"Tunggu apa lagi, cepat panggil pria mu itu untuk makan malam" sahut Vina sambil tersenyum.


"Tentu saja" ucap Gladi yang langsung berjalan menghampiri Aldo dan Raka.


"Ayo, makan malam sudah siap" ucap Gladi yang berdiri di depan Aldo.

__ADS_1


"Ya" sahut Aldo tersenyum menatap Gladi.


"Apa aku juga boleh ikut makan malam" ucap Rengga mengejutkan Gladi dan Aldo yang bersamaan langsung melihat ke arah pintu.


__ADS_2