Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 56


__ADS_3

Rengga berdiri tepat di depan Vina yang menatapnya tajam, kehadirannya seperti tidak di sambut oleh Vina di sana. Rengga hanya tersenyum melihat Vina yang berdiri di depannya, karena dia sudah datang semua rencananya harus berjalan dengan lancar pikirnya.


"Aku sepertinya tidak mengundang mu" ucap Ian yang berjalan menghampiri Rengga.


"Ini bukan ulang tahun mu, memangnya kenapa kalau aku datang" sahut Rengga tanpa malu sedikitpun.


"Aku tidak menyangka, orang besar seperti Rengga Cafanza yang terbiasa menolak menghadiri acara saat di undang malah datang tanpa di undang sekarang" ucap Andreas yang berdiri di samping Ian.


"Memangnya kenapa kalau aku menghadiri pesta ibu dari anak ku tanpa di undang, lihatlah dia bahkan diam saja kenapa kalian yang kebingungan" sahut Rengga.


Rengga yang tidak ingin membuang waktu meladeni Ian dan Andreas semakin berjalan mendekati Vina, bunga dan cincin yang di bawanya langsung di berikannya sambil berlutut di depan Vina yang masih terdiam.


"Maukah kamu menikah dengan ku" ucap Rengga sambil menatap Vina dari bawah.


Para tamu undangan yang mendengar ucapan Rengga langsung berbisik satu sama lain, mereka tidak menyangka acara ulang tahun malah menjadi acara di mana Rengga melamar Vina.


"Dasar gila" Ian yang marah besar langsung mengambil bunga Rengga dan membuangnya.


Ian tidak menyangka Rengga benar-benar tidak tahu malu dengan datang tanpa di undang, dan sekarang berani melamar Vina di pesta yang sudah di siapkannya susah payah.


"Kalian diam saja, biarkan Vina yang memutuskan" ucap Rengga santai.


"Bagaiman Vin, apa kamu tidak memikirkan Raka. Dia butuh kasih sayang lengkap dari kedua orangtuanya" sambung Rengga.


"Aku diam bukan karena aku menyukai kehadiran mu, jika aku tidak memandang nama keluarga mu mungkin saat ini aku telah mengusir mu" ucap Vina sambil menatap Rengga kesal.


"Pikirkan lagi, ini demi" sahut Rengga yang tidak menyelesaikan perkataannya.


"Demi kebaikannya, dia tidak akan pernah menikah dengan mu" teriak tuan Yovan yang langsung berjalan ke arah Vina di ikuti pelayan pribadinya dari belakang.


Rengga menatap pria tua yang seumuran Kakeknya itu tanpa berbicara, Rengga tidak menyangka orang yang selama ini di carinya akhirnya muncul di hadapannya.


"Ayah angkat" ucap Vina yang bergegas menghampiri tuan Yovan dan mencium tangannya.

__ADS_1


"Apa! ayah angkat" Rengga terkejut mendengar Vina memanggil tuan Yovan ayah angkat.


Pantas saja wanita biasa seperti Vina bisa menjadi wanita luar biasa, dirinya tidak menyangka orang di belakang Vina adalah tuan Yovan.


"Ayah angkat, kami mengira ayah angkat tidak datang" ucap Ian dan Andreas serentak.


"Bagaimana mungkin aku tidak datang jika kalian yang mengundangnya, lagipula jika aku tidak datang pesta kalian pasti akan di rusak seseorang" sahut Tuan Yovan menyindir Rengga.


Vina, Ian dan Andreas berada di bawah dukungan tuan Yovan. Kenapa orang hebat seperti tuan Yovan mengangkat mereka menjadi anak, pertanyaan yang tidak bisa di jelaskan Rengga membuatnya terdiam membisu.


"Ayah angkat ini teman ku, dan ini anak ku Raka" ucap Vina memperkenalkan Gladi dan anaknya yang berdiri di sampingnya.


"Senang bisa melihat mu bebas, dulu Vina cerita pada ku jika dia terpaksa pergi meninggalkan mu dan anaknya karena seseorang" sahut tuan Yovan sambil menatap Gladi.


"Iya, aku bersyukur karena tuan Vina yang sekarang sudah bukan seperti Vina yang dulu" ucap Gladi sambil tersenyum.


"Baiklah, silahkan di lanjutkan pestanya biarkan aku yang mengurus tamu tak di undang ini" sahut tuan Yovan sambil menatap Rengga.


"Ikut aku" sambung tuan Yovan yang langsung berjalan pergi di ikuti Rengga di belakangnya.


"Tuan Yovan aku tidak menyangka anda bisa mengangkat anak tiga sekaligus, sepertinya anda bersiap menghadapi lawan yang sangat kuat" ucap Rengga.


"Aku mengangkat mereka sebagai anak ku karena aku mengasihani mereka, bagaimana bisa seseorang yang tidak tahu diri selalu ingin mengambil kebahagiaan orang lain" sahut tuan Yovan sambil tersenyum.


"Apa kamu membicarakan ku" ucap Rengga.


"Jika kamu merasa seperti itu aku bisa apa" sahut tuan Yovan.


"Selama ini aku selalu mencari mu tapi tidak bisa menemukan mu, aku ingin menjelaskan semuanya pada mu sebenarnya" ucap Rengga yang tidak melanjutkan perkataannya.


"Tidak perlu di jelaskan, yang aku tahu kamu dan pak tua itu sama kita akan tetap menjadi musuh. Jadi ku ingatkan kamu menjauh dari anak angkat ku atau kamu sendiri yang akan menderita" sahut tuan Yovan yang langsung berjalan pergi meninggalkan Rengga.


"Sial, semua karena pak tua itu. Coba saja dia dulu mendengarkan apa kata ku. Ahhhhhhhh" teriak Rengga kesal.

__ADS_1


Rengga menatap kembali ke dalam rumah Vina yang masih merayakan pesta tanpanya, Rengga yang tidak memiliki pilihan bergegas pergi meninggalkan rumah Vina dengan harapannya yang pupus sudah.


Di dalam rumah Vina pesta terus berlanjut, keseruan di antara Vina Ian dan Andreas membuat tuan Yovan tersenyum puas. Tuan Yovan berharap ketiga anak angkatnya akan terus seperti ini, karena dengan mereka bersama balas dendam yang sebenarnya untuk keluarga Cafanza baru bisa di mulai, pikirnya.


"Terima kasih sudah datang" ucap Vina sambil melambaikan tangannya pada tamu undangannya yang meninggalkan rumahnya.


"Vin, ini hadiah dari ku. Ku harap kamu menyukainya" ucap tuan Yovan memberikan kotak kecil ke Vina.


"Ayah angkat ini tidak perlu, kedatangan ayah angkat saja sudah seperti hadiah untuk ku" sahut Vina.


"Tidak apa, ambillah saja. Aku tidak bisa berada di sini setiap waktu, hadiah itu bisa menemani mu" ucapan Tuan Yovan memiliki arti dari kadonya yang Vina tidak sadari.


"Terima kasih ayah angkat, aku akan menyimpannya dengan baik" sahut Vina.


"Ini sudah sangat larut, aku pulang dulu. Kalian harus bisa menjaga satu sama lain jangan biarkan orang luar menyakiti kalian" ucap tuan Yovan sambil berjalan pergi.


"Oh ya Vin, anak mu sangat tampan pastikan dia terus bersama mu apapun yang terjadi. Takutnya seseorang akan melakukan berbagai macam cara untuk mengambilnya" sambung tuan Yovan tanpa menoleh ke arah Vina.


"Aku mengerti ayah" sahut Vina.


Lagipula aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilnya dari ku, anak ku darah daging ku tentu saja harus tetap bersama ku" dalam hati Vina sambil memperhatikan ayah angkatnya yang berjalan keluar rumahnya.


Vina mengalihkan pandangannya menatap Ian dan Andreas tajam, tangannya yang sudah di kepalkannya bersiap di ayunkannya ke kedua pria di depannya itu.


"Kalian berdua, berani sekali menghindar dari ku beberapa hari ini" ucap Vina sambil memukul lengan Ian dan Andreas pelan.


"Maaf kak Vina, semua rencana Gladi" sahut Andreas yang langsung menunjuk ke arah Gladi.


"Kok aku, bukannya ini ide kalian berdua" ucap Gladi menyangkal perkataan Andreas.


"Gladi" sahut Vina yang langsung ke arah Gladi dan mencubit pipinya.


"Sudah-sudah ini sudah malam, kami pulang dulu" ucap Ian.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih untuk pestanya" sahut Vina sambil tersenyum menatap Ian dan Andreas.


Ian yang melihat wajah bahagia Vina membuatnya ikut merasa bahagia, bagaimanapun kedepannya dirinya akan membuat Vina terus bahagia tanpa harus ada pengacau di antara mereka.


__ADS_2