Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 70


__ADS_3

Vina keluar dari kamarnya menggunakan gaun berwarna coklat dengan Renda transparan di bawahnya, rambutnya yang di ikat kelabang membuat serasi penampilannya saat ini.


"Bagaimana?" tanya Vina sambil menatap ke arah Gladi yang memperhatikannya.


"Sempurna" sahut Gladi yang langsung memberi dua ibu jarinya untuk Vina.


"Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu. Da Raka da Mia" ucap Vina sambil melambaikan tangannya.


"Da da mama" sahut Raka dengan suara khas anak kecilnya.


"Tante Vina hati-hati di jalan" ucap Mia.


"Iya, Mia tenang saja. Aku berangkat dulu Gladi nitip anak-anak ya" sahut Vina sambil berjalan pergi ke arah pintu.


Vina mengendarai mobilnya menuju sebuah tempat yang tertera di undangannya, gedung dengan kapasitas mewah yang menjadi tempat pesta siap di tuju oleh Vina.


Vina memarkir mobilnya di tempat yang sudah di sediakan, tanpa ragu Vina langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung di depannya yang terlihat sangat ramai.


"Maaf, kunci mobilmu terjatuh" Glio yang tidak sengaja melihat Vina menjatuhkan kunci mobil bergegas menepuk pundaknya.


"Kunci mobil" ucap Vina sambil memutar badannya menatap seorang pria tampan yang berdiri di depannya.


"Baru saja terjatuh saat kamu mau memasukannya ke dalam tas" sahut Glio yang langsung memberikan kunci mobil ke Vina.


"Terima kasih" ucap Vina sambil tersenyum.


Vina tidak menyangka karena terlalu bersemangat bahkan kunci mobilnya saja tidak masuk ke dalam tasnya, untung saja pria yang berdiri di depannya adalah orang baik kalau tidak mungkin mobilnya sudah jadi sasaran para pencuri.


"Kalau begitu aku masuk dulu" sambung Vina.


"Tunggu, bisakah kita masuk sama-sama, aku tidak terbiasa menghadiri pesta seperti ini" ucap Glio tanpa menyadari Vina adalah wanita yang di bicarakan kakaknya.


"Tidak masalah" sahut Vina santai.


"Kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya Glio sambil berjalan di samping Vina.


"Vina" ucap Vina.


"Vina" sahut Glio yang merasa sangat terkejut.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan namaku?" tanya Vina menatap Glio heran.


Tidak ada yang aneh, aku hanya merasa terlalu cepat bertemu denganmu" dalam hati Glio sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tidak ada. Namaku Glio, aku adik Satra Mahendra" ucap Glio.


"Oh adik tuan Satra" sahut Vina menganggukan kepalanya.


Tuan Satra yang sudah setua itu masih memiliki adik setampan ini apa tidak salah" dalam hati Vina.


Vina dan Glio yang memasuki gedung bersamaan menjadi pusat perhatian tamu undangan lainnya, para tamu undangan merasa keduanya sangat serasi tanpa mengetahui kalau keduanya baru bertemu pertama kalinya.


"Kenapa mereka menatap kita seperti itu?" tanya Glio berpura-pura polos.


"Resiko masuk bersama pria tampan" sahut Vina.


"Hahaha, kamu bisa saja" ucap Glio sambil tertawa.


Di dalam gedung Rengga yang melihat Vina masuk dengan pria lain merasa sangat kesal, niatnya ingin mengejar Vina kembali di acara perayaan ulang tahun perusahaannya sepertinya hancur sudah.


"Jangan patah semangat" ucap Aldo berbisik di telinga Rengga.


"Mulai saja acaranya" sambung Aldo.


Haaaaah...


Rengga menghela nafas mencoba tetap tenang. Setelah di rasa jauh lebih tenang Rengga langsung memperbaiki jas dan dasinya sambil berjalan menaiki panggung yang berada di sampingnya.


"Selamat datang untuk para tamu undangan yang terhormat. Terima kasih ku ucapkan untuk kalian semua yang menyempatkan hadir, sebagai pemilik pesta aku umumkan pesta resmi di mulai" ucap Rengga.


Ucapan Rengga langsung di sambut tepukan tangan yang sangat meriah.


Rengga yang merasa sudah cukup menyampaikan pembukaannya bergegas menghampiri Vina, tamu undangan spesialnya harus mendapatkan perhatian pertama darinya.


"Terima kasih sudah datang" ucap Rengga sambil menatap Vina tanpa mempedulikan Glio.


"Aku datang karena di undang" sahut Vina.


"Selamat ulang tahun untuk perusahaan Cafanza, semoga kedepannya semakin berjaya" ucap Glio.


"Kamu siapa? Apa aku mengundang mu?" tanya Rengga sinis.


"Aku perwakilan keluarga Mahendra, sebenarnya aku juga tidak ingin pergi setelah tahu kakak ku di permalukan hari itu tapi Kak Satra masih saja memaksaku" sahut Glio.


"Oh adik tuan Satra, maaf jika aku tidak mengenalimu barusan" ucap Rengga.


"Tidak masalah tuan rumah tidak mengenalku, setidaknya aku memiliki kenalan baru di sini" sahut Glio sambi tersenyum menatap Vina.

__ADS_1


Rengga yang melihat Glio tersenyum ke Vina langsung mengepalkan tangannya, Rengga berpikir memangnya siapa Glio berani-beraninya dia dia tersenyum ke Vina. Vina miliknya dan hanya miliknya hanya dia yang boleh tersenyum ke Vina dan senyuman Vina juga hanya untuknya.


"Heeeeh, kamu hanya kenalan barunya aku adalah calon suaminya" ucap Rengga membuat Vina yang mendengarnya merasa sangat terkejut.


"Siapa calon istrimu? jangan bicara omong kosong" sahut Vina cepat.


"Memang belum tapi aku akan mencoba mendapatkanmu dan menjadikanmu calon istriku" ucap Rengga.


"Tuan Rengga pernyataan mu kalau begitu salah, karena kamu masih mengejarnya dia bukan berarti calon istrimu. Aku juga akan mengejarnya jadi jangan berharap lebih" sahut Glio sambil mengedipkan mata ke Vina.


"Beraninya kamu" ucap Rengga yang sudah kehilangan kesabarannya.


"Jangan gegabah, lihatlah semua tamu memperhatikan mu" bisik Aldo.


"Cih, kali ini aku akan membiarkanmu. Tunggu saja nanti" sahut Rengga yang langsung berjalan pergi meninggalkan Vina dan Glio.


"Maaf aku tidak bermaksud" ucap Glio sambil menatap Vina.


"Tidak masalah, aku tahu kamu tadi hanya membantuku" sahut Vina.


"Para hadirin sekalian, puncak acara pesta yang di tunggu akhirnya telah tiba. Bagi siapa saja yang membawa pasangan silahkan berdansa mengikuti irama yang sudah kami sediakan" ucap Mc yang di sambut tepukan tangan para tamu undangan lainnya.


Vina yang melihat satu persatu pasangan bersiap berdansa hanya terdiam. Sial sekali, coba tahu begitu dirinya tidak akan datang tadi.


"Maukah kamu berdansa denganku" ucap Glio sambil mengulurkan tangannya.


"Tapi" sahut Vina ragu.


Glio hanya tersenyum menatap Vina, tangannya masih berada di depan Vina berharap Vina menerima ajakan dansanya.


"Haaaah, baiklah. Anggap saja karena kamu sudah membantu ku tadi" ucap Vina yang langsung meraih tangan Glio.


Glio membawa Vina bergabung dengan pasangan lainnya, musik yang di putar perlahan menandakan dansa akan segera di mulai.


Vina mulai merangkulkan tangannya ke pinggang Glio begitu juga sebaliknya, tangan satunya yang berpegangan dengan tangan Glio langsung di iringi langkah kakinya yang mulai maju mundur seirama.


Rengga yang melihat Vina berdansa dengan Glio semakin terlihat sangat kesal, keduanya yang sudah seperti pasangan sebenarnya membuat yang hanya melihatnya menjadi iri termasuk dirinya.


"Ada apa?" tanya Aldo yang melihat wajah kusut Rengga.


"Apa menurutmu aku kalah tampan darinya?" tanya Rengga sambil menunjuk ke arah Glio yang masih berdansa dengan Vina.


"Dia tampan, tapi aku rasa kamu lebih tampan darinya" sahut Aldo.

__ADS_1


Aldo tahu Rengga sedang cemburu, jika dirinya salah berbicara pasti habislah sudah.


Aku tahu aku lebih tampan darinya, kalau begitu aku tidak perlu sungkan untuk mengambil apa yang menjadi milikku" dalam hati Rengga sambil berjalan menghampiri Vina dan Glio.


__ADS_2