Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 16


__ADS_3

Heeeee, merasa penasaran, aku takut jika kamu mengetahui itu aku kamu akan sangat terkejut" dalam hati Rengga.


"Cepatlah berbalik, atau jangan-jangan kamu terlalu jelek hingga tidak berani menunjukkan wajahmu padaku" ucap Vina sambil tertawa kecil.


"Aku jelek, bukalah mata mu lebar-lebar" sahut Rengga yang langsung berbalik, membuat Vina yang melihatnya merasa sangat terkejut.


"Kamu lagi, tidak ini tidak mungkin" ucap Vina sambil mundur perlahan.


"Apa yang tidak mungkin di dunia ini, kenyatannya anak mu adalah anak ku" sahut Rengga sambil tersenyum puas.


"Tidak, anak ku tetap anak ku sampai kapanpun dia tidak akan menjadi anak mu" ucap Vina yang langsung berlari ke arah pintu.


Vina mencoba membuka pintu yang sama sekali tidak bisa di bukanya, Vina yang tidak ingin berlama-lama di dalam kamar bersama pria kejam seperti Rengga langsung menggedor-gedor pintu berharap ada yang mendengarnya.


"Lebih baik kamu berhenti karena itu percuma saja, tidak akan ada yang berani melakukan apapun walau mendengar suara gedoranmu itu" ucap Rengga yang berdiri di belakang Vina.


"Apa mau mu, jangan mendekat" sahut Vina yang merasa tangan dan kakinya gemetar.


"Aku sudah bilang bawa kemari anak ku tapi lihatlah apa yang kamu lakukan, kamu bahkan tidak membawanya bersama mu" ucap Rengga yang memaksa Vina bersandar di pintu.


"Sudah ku bilang itu anak ku, sampai kapanpun itu akan menjadi anak ku dan bukan anak mu" sahut Vina.


"Heeeeh, lalu apa yang bisa semut seperti mu lakukan sekarang. Apa kamu berfikir aku akan melepaskan mu begitu saja" ucap Rengga yang langsung memegang dagu Vina sambil tersenyum licik.


"Aku tidak takut pada mu, percaya atau tidak aku akan membuat mu membayar semua yang sudah kamu perbuat pada ku" sahut Vina sambil memalingkan wajahnya, membuat tangan Rengga terlepas dari dagunya.


"Hahahahaha, membalas ku. Apa kamu yakin kamu bisa, bahkan jika aku hanya pria biasa tanpa nama Cafanza kamu tidak akan bisa melakukan apapun yang kamu mau pada ku" ucap Rengga sambil terus tertawa.

__ADS_1


Vina yang merasa tidak memiliki pilihan lain terpaksa mengeluarkan sesuatu yang di berikan Gladi padanya, serbuk berwarna hitam yang ada di tasnya langsung di lemparkannya ke arah mata Rengga.


"Arrrrrkkkh, apa yang kamu lakukan pada ku dasar wanita gila" ucap Rengga yang merasa matanya sangat perih.


Aku sendiri tidak tahu bubuk apa itu, tapi karena sudah begini aku lebih baik secepatnya pergi" dalam hati Vina sambil mencari kunci yang di simpan Rengga.


Vina yang mendapatkan kunci tepat di atas kasur bergegas membuka pintu, tanpa memperdulikan Rengga Vina langsung berlari pergi meninggalkan hotel.


"Wanita murahan gila kembalilah, akan ku buat perhitungan pada mu" teriak Rengga yang menyadari Vina berhasil melarikan diri.


Vina yang berlari cukup jauh dari hotel langsung menghentikan langkahnya, kakinya yang tidak kuat lagi untuk berjalan membuatnya terduduk lemas di pinggir jalan.


Haaaaaah, haaaaah, haaaaaah...


Vina mencoba mengatur nafasnya sambil meluruskan kakinya, Vina berharap Rengga atau anak buahnya tidak mengejarnya untuk saat ini.


Suara klakson mobil dari belakangnya membuat Vina terkejut, Vina yang mengira anak buah Rengga ingin menangkapnya langsung berusaha bangkit berdiri.


"Apa kamu baik-baik saja" ucap pria di samping Vina sambil memegangi tubuh Vina yang masih belum bisa berdiri seimbang.


"Aku baik-baik saja" sahut Vina yang langsung menepis tangan pria yang menolongnya.


"Sepertinya kamu tidak sanggup lagi berjalan, kamu mau pergi kemana aku akan mengantar mu" ucap pria itu.


"Aku bukan orang jahat, kamu bisa percaya pada ku" sambung pria itu yang melihat keraguan di mata Vina.


"Kalau begitu maaf merepotkan mu" sahut Vina.

__ADS_1


Vina berjalan pelan ke arah mobil di belakangnya di ikuti pria yang menolongnya, setelah melihat Vina masuk ke dalam mobil pria itu kembali ke tempat duduknya dan langsung menjalankan mobilnya.


"Aku benar-benar minta maaf telah merepotkan mu" ucap Vina.


"Tidak masalah, aku senang membantu" sahut pria itu sambil tersenyum.


Vina yang melihat senyum pria itu langsung merasa sedikit tenang, perlahan wajah Rengga bisa di hilangkannya untuk sementara waktu.


"Kalau boleh tahu kenapa kamu sampai kelelahan, maaf aku tidak bermaksud ikut campur" ucap pria itu.


"Pria gila yang sangat kejam ingin menangkap ku, aku tidak memiliki pilihan selain terus berlari" sahut Vina.


"Pria kejam seperti apa, selama ini aku hanya tahu satu pria kejam yaitu bos ku. Aku sama sekali tidak tahu kalau ada yang lebih kejam darinya" ucap pria itu yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Bos mu, memangnya apa pekerjaan mu" sahut Vina.


"Hanya seorang asisten" ucap pria itu dengan suara pelan.


"Pekerjaan menjadi asisiten bukanlah pekerjaan rendahan tidak perlu malu. Oh ya, rumah ku di depan sana" sahut Vina sambil menunjuk rumahnya.


"Terima kasih sudah mengantar ku" ucap Vina yang baru turun dari mobil.


"Ya sama-sama" sahut pria itu sambil tersenyum menatap Vina.


"Siapa nama mu, Kapan-kapan main ke rumah ku" ucap Vina.


"Nama ku Ian" sahut pria itu yang langsung menjalankan mobilnya meninggalkan Vina yang belum memberitahu namanya.

__ADS_1


__ADS_2