Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 24


__ADS_3

Lidia yang belum puas mempermalukan Vina berencana menambahnya, Lidia mendatangi Bar Aldo yang masih tertutup yang di jaga dua pengawal di depannya.


"Tidak boleh masuk, belum di buka" ucap salah satu pengawal yang menghadang Lidia.


"Aku ingin bertemu bos kalian, ada hal penting yang ingin ku sampaikan" sahut Lidia yang bersikeras ingin masuk ke dalam Bar.


"Bos tidak bisa di temui sembarang orang, aku akan bertanya padanya jika dia ingin menemui mu dia akan mengizinkan mu masuk" ucap salah satu pengawal Aldo.


"Biarkan saja dia masuk" sahut Aldo yang berdiri di depan pintu masuk Bar.


Lidia yang melihat Aldo berjalan masuk ke dalam bergegas mengikutinya dari belakang, surat undangan yang di bawanya khusus untuk Aldo langsung di keluarkan dari dalam tasnya.


"Katakan ada apa lagi kamu kemari, kalau ingin memberitahu alamatnya kamu terlambat aku sudah mengetahuinya" ucap Aldo.


"Bukan, aku hanya ingin memberikan ini" sahut Lidia sambil memberikan surat undangannya ke Aldo.


"Undangan, apa kamu sudah merasa akrab dengan ku hingga kamu mengundang ku" ucap Aldo yang langsung melemparkan undangan Lidia ke lantai.


"Aku mengundang Vina ke acara ulang tahun ku itu, dia pasti akan datang membawa anaknya dan" sahut Lidia tidak melanjutkan perkataannya.


"Dan apa?" tanya Aldo penasaran.


"Dan ada kejutan jika kamu datang kesana" sahut Lidia sambil tersenyum pergi meninggalkan Aldo.


Aldo mengambil kembali undangan yang di lemparnya ke lantai, Aldo berpikir itu kesempatan bagus untuk Rengga yang ingin kembali mendekati Vina.


Aldo yang ingin memberikan undangan ke Rengga langsung mengendarai mobilnya ke arah rumah Rengga, sampai di sana Aldo memarkir mobilnya di samping 3 mobil Rengga lainnya yang pasti lebih mahal dari miliknya.


"Rengga, Rengga" teriak Aldo yang masih berdiri di depan rumah Rengga.

__ADS_1


"Tuan Aldo, Tuan Rengga ada di kamarnya langsung masuk saja" sahut pelayan Rengga sambil membuka pintu.


"Terima kasih Bi Jah" ucap Aldo sambil berjalan memasuki rumah Rengga.


Aldo yang berdiri di depan kamar Rengga langsung mendobrak pintunya, di lihatnya Rengga yang baru saja selesai mandi hanya menggunakan handuk merah melilit pinggangnya.


"Aduh, mata polos ku" ucap Aldo sambil menutup matanya.


"Jangan banyak tingkah, katakan ada apa kamu tiba-tiba datang kemari" sahut Rengga yang berdiri di depan kaca sambil memandangi perut sixpacknya.


"Ambillah ini" ucap Aldo yang langsung melemparkan undangan Lidia ke kasur Rengga.


Rengga mengambil undangan yang di lemparkan Aldo lalu membacanya, Rengga yang tidak mengenal Lidia merasa heran kenapa Aldo memberikan undangan itu padanya.


"Itu undangan dari sahabatnya Vina, dia bilang Vina akan datang ke acaranya membawa anaknya dan ada kejutan di sana" ucap Aldo.


"Sudah ku bilang kamu harus mendekati Vina dari awal lagi, ini kesempatan yang sangat bagus untukmu" ucap Aldo sambil berbaring di kasur Rengga.


"Jadi maksudmu aku harus mengejarnya dan memulainya dari acara itu" sahut Rengga.


"Benar, bukannya kamu masih ingin mendapatkan anak mu kembali" ucap Aldo.


"Aku akan mengikuti rencana mu, walaupun aku mengejarnya itu hanya untuk anak ku sampai kapanpun aku tidak akan tertarik padanya" sahut Rengga sambil menatap Aldo.


Siapa yang tahu kamu tertarik padanya atau tidak" dalam hati Aldo.


Tok tok tok, tok tok tok...


Suara ketukan pintu yang terdengar membuat Vina menatap jam dinding di sampingnya, jam yang menunjukan pukul 19:15 membuat Vina berpikir siapa lagi yang akan mengganggunya kali ini.

__ADS_1


Vina yang membuka pintu di buat terkesima oleh Ian yang berdiri di depannya, pakaian rapi berwarna kecoklatan yang di pakai Ian menambah pesona tersendiri bagi Vina.


"Ian, masuklah" ucap Vina yang bergegas mengalihkan pandangannya.


"Kamu tidak lupa kan Vin" sahut Ian sambil menatap Vina.


"Lupa apa?" tanya Vina kebingungan.


"Kita hari ini akan menghadiri acara teman mu, kamu tidak mungkin lupa bukan" sahut Ian.


"Oh itu, aku tidak berencana datang" ucap Vina.


"Kenapa? dia sudah menghina mu waktu itu, jika tidak datang itu akan membuatnya terus menghina mu nanti" sahut Ian yang tidak mengerti kenapa Vina terlalu baik dengan mantan sahabatnya itu.


"Pergilah Vin, kamu sebagai Ibunya Raka jangan menjadi lemah buktikan bahwa apapun yang di inginkan wanita itu kamu pasti bisa menghadapinya" ucap Gladi yang keluar dari kamarnya sambil menggendong Raka yang sudah rapi.


"Tapi aku tidak menyiapkan hadiah untuknya, bukannya itu akan" sahut Vina tidak melanjutkan perkataannya.


"Aku sudah menyiapkannya kamu tidak perlu khawatir" ucap Ian.


"Haaaah, kalau begitu tunggu sebentar" sahut Vina sambil menghela nafas panjang.


Gladi yang berdiri dari kejauhan bergegas menghampiri Ian, setelah berbisik di telinga Ian Gladi kembali masuk ke kamarnya meninggalkan Raka yang di gendong oleh Ian.


Vina yang sudah bersiap bergegas menghampiri Ian yang menggendong putranya, dengan perasaan tidak percaya diri Vina terus memperhatikan gaun berwarna biru yang di pakainya itu.


"Kamu cantik sekali" ucap Ian yang membuat Vina terkejut mendengarnya.


"Sudah mari pergi, semakin cepat kita datang semakin cepat kita pulang" sahut Vina sambil mengambil anaknya yang berada di gendongan Ian.

__ADS_1


__ADS_2