Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 74


__ADS_3

Vina mendatangi restoran yang sudah menjadi tempat janjiannya dengan Glio, Vina yang melihat Glio melambaikan tangan ke arahnya bergegas menghampirinya.


"Maaf membuatmu menunggu lama" ucap Vina yang langsung duduk di depan Glio.


"Aku juga baru datang, kamu mau pesan apa?" tanya Glio sambil tersenyum.


"Apa saja, aku bukan pemilih orangnya" sahut Vina.


"Baiklah, tunggu sebentar" ucap Glio yang bergegas berdiri memesan hidangan khusus untuk Vina.


Dari luar restoran suara keributan mengejutkan Vina, hanya hitungan detik semua orang yang makan di dalam restoran langsung berlarian pergi ketakutan.


"Hahahaha, aku tidak menyangka masih ada yang berani duduk di sini" ucap pria berbadan kekar penuh tato di lengan dan wajahnya.


Vina yang mendengar suara tepat di depannya hanya terdiam, Glio masih belum kembali tidak mungkin baginya untuk pergi meninggalkannya.


Braaaaaaaaaak...


Suara gebrakan di meja terdengar sangat keras, pria yang berdiri di depan Vina merasa sangat marah besar melihat dirinya di abaikan begitu saja.


"Beraninya wanita sepertimu mengabaikanku" ucap pria itu yang ternyata bos preman.


"Habisi saja bos"


"Benar bos, habisi saja. Atau jadikan mainan saja untuk malam ini" sahut kedua anak buah preman yang berdiri di depan Vina.


Vina masih terdiam walau mendengar perkataan dirinya akan di jadikan mainan, Vina tidak berpikir sepertinya bela diri yang di latihnya selama setahun akan di gunakannya sekarang.


"Kalian siapa, jangan mengganggunya" teriak Glio dari kejauhan.


Preman yang berdiri di depan Vina langsung memutar badannya menatap Glio, senyum mengerikan yang di perlihatkan dari bibirnya sambil menatap Glio tidak membuat Glio gentar sedikitpun.


"Pergi dari sini, atau aku yang akan menghabisi kalian" ucap Glio sambil berjalan ke arah pria yang berdiri di depan Vina.


"Ingin menghabisiku, jangan bermimpi" sahut preman di depan Vina sambil menyunggingkan bibirnya.


"Kalian berdua tunggu apa lagi panggil yang lainnya" ucap preman di depan Vina.


"Baik bos"


Vina yang melihat Glio sepertinya sedang dalam masalah besar langsung berdiri, bagaimanapun juga jika anak buah preman di depannya datang Glio dan dirinya tidak akan bisa menang.


"Sepertinya aku sudah terlalu lama diam" ucap Vina.


Vina yang berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah pria di depannya, tanpa banyak bicara Vina langsung mengayunkan kakinya menendang preman sialan di depannya.

__ADS_1


Bruuuuuuuuuuuuaaaaakkk...


Suara benturan yang sangat keras membuat Vina tersenyum, di lihatnya preman yang baru saja terlempar terkena tendangannya berusaha kembali bangkit berdiri.


"Aku tidak menyangkanya" ucap pria itu.


Buuuuuuuuuuuug...


Satu pukulan keras mendarat tepat di leher preman yang baru saja terlempar itu, Glio yang tidak bisa diam saja melihat Vina sebagai wanita bertarung bergegas kembali memukul preman di depannya berulang kali.


"Sepertinya kamu mencari masalah di tempat yang salah" ucap Glio.


Keributan di dalam restoran menarik banyak orang untuk berkumpul di luar restoran, semua orang yang melihat pertarungan dari luar langsung bertepuk tangan kegirangan.


"Ada apa di depan sana?"


Rengga yang berada di sebrang jalan bersama Aldo menghentikan langkahnya, keramaian di depan restoran besar yang tidak terbiasa terjadi membuat Rengga penasaran apa yang terjadi di sana.


"Aku tidak tahu, biar aku yang bertanya" sahut Aldo sambil mengehentikan seorang wanita yang baru saja menyebrang jalan.


"Maaf kak ada apa di depan sana?" tanya Aldo seramah mungkin.


"Oh itu, preman yang biasa cari masalah di daerah sini sedang bertarung di dalam restoran itu. Seorang wanita dan seorang pria menjadi lawannya, tapi sebentar lagi keduanya pasti akan kalah" sahut wanita itu yang langsung menjelaskan panjang lebar.


"Preman itu meminta anak buahnya memanggil anggota lainnya, jika semua di panggil mungkin akan lebih 100 orang yang datang. 2 melawan 100 bagaimana mau menang" sahut wanita itu yang beegegas pergi tanpa mempedulikan Aldo.


Rengga yang mendengar jawaban dari wanita yang di tanya Aldo kembali melanjutkan langkahnya, ternyata hanya pertarungan antar semut untuk apa harus seheboh itu, pikir Rengga.


"Lihatlah aku mendapatkan foto mereka" teriak seorang pria sambil berlari.


"Bisa aku melihatnya" sahut Aldo penasaran.


"Oh tentu saja" ucap pria itu yang langsung menunjukan hasil foto yang di ambilnya.


"Haaaaaah, ini" ucap Aldo sambil menutup mulutnya.


"Kalau begitu aku pergi dulu" sahut pria di depan Aldo yang kembali berlari.


Vina, itu Vina dia dalam bahaya" dalam hati Aldo.


Aldo bergegas memutar badannya bersiap memberitahu Rengga, betapa kagetnya Aldo melihat Rengga yang sudah berjalan menjauh darinya.


"Rengga sialan" ucap Aldo sambil berlari mengejar Rengga.


Haaaaah haaaaah haaaaah...

__ADS_1


"Rengga berhenti" teriak Aldo mencoba mengatur nafasnya.


"Ada apa" sahut Rengga santai sambil menghentikan langkahnya dan menatap Aldo.


"Di dalam, orang yang di dalam restoran itu Vina sama pria yang datang ke pesta mu waktu itu" ucap Aldo.


Rengga menatap Aldo tidak percaya, mana mungkin itu Vina pikir Rengga.


"Itu Vina aku melihat sendiri foto yang di ambil orang lewat tadi" sambung Aldo mencoba meyakinkan Rengga.


Kalau benar itu Vina aku harus menolongnya, jangan sampai terjadi sesuatu padanya" dalam hati Rengga.


"Cepat telepon anggota, aku akan pergi ke sana melihatnya" ucap Rengga yang langsung berjalan pergi meninggalkan Aldo.


Di dalam restoran ketua preman yang di hajar habis-habisan oleh Vina dan Glio masih belum menyerah, tekadnya bertahan sampai bantuan anggotanya datang membuatnya terus bangkit berdiri.


"Bos kami sudah membawa semua anggota kita" ucap dua anak buah preman yang di hajar Vina dan Glio.


"Kalian berdua lambat sekali, lihatlah apa yang mereka lakukan padaku" sahut preman itu sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


"Kalian semua tunggu apa lagi, serang kedua orang ini" teriak preman itu lagi yang langsung berjalan ke pinggir.


"Kamu pikir kamu siapa ingin menghajar wanita ku" sahut Rengga yang berjalan memasuki restoran.


Vina dan Glio yang melihat Rengga sama-sama terkejut, keduanya tidak habis pikir bagaimana Rengga bisa datang menolong mereka.


"Sepertinya kamu tidak asing" ucap ketua preman sambil menatap Rengga.


"Hahahaha, tentu saja tidak asing. Semut-semut seperti kamu dan anak buahmu sasaran empuk bagiku" sahut Rengga sambil tertawa.


"Cih sombong, kalau begitu tunggu apa lagi hajar mereka bertiga" teriak preman itu memerintah anak buahnya.


"Serang..." teriak anak buah preman yang langsung berpencar mencari lawan masing-masing.


Buuuuuuuuuuug...


Buuuuuuuuuuuuuug...


Braaaaaaaaaaaaaaaaaak...


Sekali bergerak lima anak buah preman terlempar terkena tendangan Vina, belum cukup puas hanya menendang Vina bahkan menghampiri satu-persatu anak buah preman yang ingin menghajarnya lalu mematahkan tangan dan kakinya.


Gleeeeeeeg...


"Ternyata wanita seram juga saat marah" ucap ketua preman sambil menelan ludah melihat Vina.

__ADS_1


__ADS_2