Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 60


__ADS_3

Aldo terdiam kebingungan melihat Rengga yang berada di depan pintu, dirinya sama sekali tidak mengetahui bahwa Rengga akan datang dan Gladi pasti salah paham dengannya sekarang.


"Kalian berdua kenapa diam saja?" tanya Vina yang berjalan dari dapur menghampiri Gladi dan Aldo.


"Mama" teriak Raka yang langsung berlari ke arah Vina.


Raka yang masih takut dengan Rengga membuatnya seperti trauma, setiap melihat Rengga Raka pasti akan bersembunyi di balik seseorang yang lebih dekat dengannya.


"Kenapa nak" ucap Vina sambil menggandong Raka berjalan ke arah Gladi.


"Maaf aku datang tanpa di undang" ucap Rengga yang melihat bayangan Vina berjalan menghampiri Gladi dan Aldo.


"Rengga" Vina berdiri tepat di belakang Gladi menatap ke arah Rengga.


Sudahlah, lagipula aku masak banyak biarkan saja dia ikut makan malam" dalam hati Vina.


"Kalian berdua kenapa diam saja, mari makan" ucapan Vina membangunkan Gladi dan Aldo yang masih terdiam.


Tanpa banyak bicara Gladi bergegas ke dapur menarik tangan Aldo membawa Raka bersamanya, Gladi yang tidak tahu kenapa Rengga tiba-tiba datang hanya bisa pasrah, makan malam yang seharusnya penuh suasana kekeluargaan hancur sudah tanpa adanya Vina.


Vina yang berdiri di ruang tamu berjalan pelan ke arah Rengga yang berdiri tepat di depannya, tanpa basa basi Vina langsung menarik tangan Rengga masuk ke dalam rumahnya dan bergegas menutup pintunya.


"Apa yang kamu tunggu? masuklah Gladi dan Aldo sudah menunggu" ucap Vina.


"Apa kamu yakin" sahut Rengga seakan tidak percaya apa yang di dengarnya.


"Cepat ke sana sebelum aku berubah pikiran" ucap Vina lagi.


Rengga bergegas ke dapur di ikuti Vina dari belakang, Rengga yang langsung duduk tanpa berbicara mengejutkan Gladi dan Aldo di depannya.


"Tunggu apa lagi, ayo makan" ucap Vina sambil menarik kursi duduk di sebelah Rengga.


Aldo terdiam membisu seribu bahasa sama seperti Gladi, keduanya tidak menyangka Vina malah mengizinkan Rengga ikut makan bersama mereka.


"Ambillah sendiri, makanan di atas meja ini semua tidak beracun jangan takut" ucap Vina sambil mengambil makanan di depannya dan menaruhnya di piringnya.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan" sahut Rengga yang langsung menyusul Vina mengambil makanan di depannya.

__ADS_1


Gladi dan Aldo yang melihat Rengga dan Vina makan bersamaan dengan menu yang sama di piring mereka membuat keduanya menggelengkan kepala serentak, Gladi dan Aldo bahkan menebak sepertinya Vina dan Rengga memang berjodoh terlihat dari cara mereka makan yang benar-benar sama persis.


"Aku sudah selesai, aku mau istirahat" ucap Vina sambil bersiap pergi ke kamarnya.


"Tunggu, bisakah kita berbicara sebentar" sahut Rengga yang langsung berdiri.


"Ku tunggu di luar" ucap Vina sambil berjalan pergi meninggalkan Rengga yang bersiap mengikutinya.


Vina duduk di kursi teras rumahnya sambil menatap bintang di langit, Vina merasa bintang-bintang di langit begitu indah andai dia bisa memetiknya satu.


"Katakan cepat, aku tidak punya banyak waktu" ucap Vina yang mengetahui Rengga berdiri di sampingnya.


"Maaf" sahut Rengga.


"Apa aku tidak salah dengar" ucap Vina menyunggingkan bibirnya.


"Aku benar-benar minta maaf, aku tahu tidak seharusnya aku melakukan itu pada mu waktu itu" sahut Rengga sambil duduk di samping Vina.


"Penyesalan tidak berguna, kita musuh sekarang. Jadi lebih baik jangan menggangguku lagi" ucap Vina.


"Sepertinya itu tidak perlu, kamu seharusnya sudah melihat Raka saja tidak ingin bertemu dengan mu" ucap Vina.


"Itu karena aku memperlakukannya kurang baik waktu itu, percayalah aku akan memperbaiki semuanya" sahut Rengga mencoba meyakinkan Vina.


"Aku tidak bisa berjanji apapun pada mu, pulanglah aku akan membujuk Raka semoga dia masih mau menerima mu" ucap Vina sambil berdiri bersiap berjalan pergi.


"Tunggu" sahut Rengga yang langsung menarik tangan Vina.


Vina yang hampir terjatuh bergegas di tangkap Rengga, tangan Rengga yang menyangga leher Vina langsung mendorong dengan cepat dari belakang. Tanpa Vina sadari perbuatan sengaja Rengga membuat bibirnya dan bibir Rengga bersentuhan dengan lembut.


"Maaf aku tidak sengaja" ucap Rengga yang berpura-pura menjauh dari Vina.


"Tidak masalah, pulanglah" sahut Vina sambil mengelap mulutnya.


Gladi dan Aldo yang melihat Vina dan Rengga ciuman langsung menutup mulut, keduanya tidak menyangka pergerakan Rengga dan Vina sudah sampai sejauh itu.


"Aldo tunggu apa lagi, ayo pulang" ucap Rengga yang dari awal menyadari Aldo dan Gladi mengintip mereka.

__ADS_1


"Aku pulang dulu, terima kasih makan malamnya" sahut Aldo sambil tersenyum menatap Gladi yang berdiri di sampingnya.


"Emmmmm" Gladi menganggukkan kepalanya melihat Aldo yang berjalan di belakang Rengga.


"Sejak kapan kamu berdiri di situ?" tanya Vina yang tidak tahu sejak kapan sudah berdiri di samping Gladi.


"Baru saja, aku tidak melihat apapun benaran, percaya pada ku" sahut Gladi bersiap masuk ke dalam rumah.


"Aku tidak tanya apa yang kamu lihat, sepertinya kamu memang melihatnya" ucap Vina yang langsung menatap Gladi.


"Aku tidak melihat apapun" sahut Gladi sambil berlari pergi ke kamarnya.


Vina yang melihat tingkah Gladi hanya menggelengkan kepalanya. Sudahlah biarkan saja Gladi melihatnya lagipula itu hanya ciuman tidak di sengaja, pikir Vina.


Di tempat berbeda Ian dan Andreas yang berada di rumah tuan Yovan mulai mendengarkan dengan serius, tuan Yovan tanpa berbasa basi langsung membicarakan inti dari kenapa dirinya hanya memanggil mereka berdua datang ke rumahnya.


"Sebenarnya sehari lalu aku mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan untuk ku, dan aku yakin kabar itu juga tidak menyenangkan untuk kalian berdua" ucap tuan Yovan memulai pembicaraan.


"Kabar apa?" tanya Ian dan Andreas serentak.


"Aku mendapat kabar bahwa Rengga akan bersikeras ingin mengambil Raka dari Vina" sahut tuan Yovan.


"Dia tidak mungkin bisa melakukannya, kak Vina tidak akan membiarkannya" ucap Andreas.


"Kali ini Vina pasti akan membiarkannya karena Rengga berniat mengambil hatinya Vina, dengan begitu tidak ada lagi alasan Vina untuk melarangnya" sahut tuan Yovan.


"Itu tidak boleh terjadi" ucap Ian.


"Memang tidak boleh, jadi aku sengaja memberitahu kalian agar kalian berdua bisa mengawasi Vina, pastikan Vina tidak termakan kata-kata Rengga apapun yang terjadi" sahut tuan Yovan sambil tersenyum.


"Kami mengerti" ucap Ian dan Andreas yang langsung berdiri.


"Oh ya satu lagi, menurut firasat ku Vina mungkin akan berhenti menyerang perusahaan Cafanza, aku mau kalian tidak perlu menunggu perintah Vina berikan saja pelajaran lagi untuk perusahaan Cafanza" sahut tuan Yovan.


"Ayah angkat tenang saja" ucap Ian sambil mengepalkan tangannya.


Heeeeeeh, aku tahu kalian menyukai Vina kalian berdua pasti tidak akan membiarkan Vina di ambil oleh Rengga" dalam hati tuan Yovan sambil menatap kedua anak angkatnya.

__ADS_1


__ADS_2