Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 73


__ADS_3

Vina yang sudah sangat marah besar bergegas ke rumah Rengga, di gedornya pintu rumah Rengga dengan sangat keras sambil terus berteriak.


"Rengga keluar" teriak Vina yang masih menggedor pintu sekuat tenaganya.


Kreeeeeeek...


Rengga yang membuka pintu langsung menatap ke arah Vina yang berdiri tepat di depannya sambil tersenyum.


"Kenapa harus berteriak seperti itu, masuklah" ucap Rengga santai sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Apa maksudmu menyiarkan dansa semalam di televisi" sahut Vina yang langsung menarik tangan Rengga.


"Aku hanya melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan pria itu, siapa namanya tadi malam. Haaa iya Glio" ucap Rengga.


"Dia hanya ingin menolongku menghapus berita burukku dan kamu, tapi apa yang kamu lakukan malah semakin memperburuk reputasiku" sahut Vina.


"Ayolah dia tidak sebaik itu. Kalau dia di matamu seperti itu kenapa kamu tidak menganggapku sama sepertinya juga" ucap Rengga tanpa merasa bersalah.


"Kamu benar-benar tidak tahu malu" sahut Vina sambil menunjuk wajah Rengga.


Haaaaaaah...


Rengga yang baru menghela nafas panjang langsung memegang tangang Vina yang menunjuk wajahnya, tanpa berbicara di bukanya telapak tangan Vina dan di taruhnya dipipinya.


"Kamu marah padaku, bukan. Kalau begitu pukul aku sekarang, biar kamu puas" ucap Rengga.


"Lepaskan tanganku, dasat tidak tahu malu" sahut Vina yang langsung menarik tangannya.


"Kenapa? bukannya kamu sangat marah sekarang" ucap Rengga sambil menatap Vina.


"Lupakan tidak ada gunanya berbicara dengan mu" sahut Vina memutar badannya bersiap pergi meninggalkan Rengga.


"Tunggu" panggil Rengga menghentikan Vina.


"Aku melakukan itu hanya ingin bisa sering bertemu denganmu" ucap Rengga.


"Bertemu denganku apa tidak salah, di antara kita sudah seharusnya tidak saling bertemu. Kalau bukan karena aku memikirkan nama perusahaan ku, aku tidak akan datang semalam" sahut Vina sambil kembali melanjutkan langkahnya.


"Tunggu"


Rengga yang sudah tidak tahu harus berkata apa langsung memeluk Vina dari belakang, ingin rasanya Rengga mengatakan jika dirinya sebenarnya iri dengan Glio yang dekat dengan Vina.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Vina tanpa melepaskan pelukan Rengga.


"Biarkan aku memelukmu sebentar saja" ucap Rengga dengan suara pelan.

__ADS_1


Vina terdiam membiarkan Rengga yang masih memeluknya dari belakang, walau sebenarnya hatinya ingin sekali melepaskan pelukan Rengga, tapi tidak tahu kenapa Vina merasa tubuhnya enggan melepaskan diri dari pelukan Rengga.


"Rengga gawat" teriak Aldo yang langsung masuk ke dalam rumah Rengga.


Aldo menghentikan langkahnya sambil menutup mulutnya, Aldo tidak menyangka dirinya melihat pemandangan indah Rengga yang memeluk Vina dari belakang.


"Lepaskan aku" ucap Vina yang langsung melepaskan tangan Rengga dari pinggangnya.


Rengga menatap Aldo sambil mengangkat kepalan tangannya, kedatangan Aldo membuat semua yang baru saja di mulai sudah harus berakhir.


"Aku mau siaran berita itu hilang secepatnya, atau kamu akan tahu apa yang akan ku lakukan" ucap Vina yang langsung berjalan pergi melewati Aldo begitu saja.


Aldo menatap Vina yang berjalan ke arah mobilnya, tepukan erat di pundaknya di tambah mencekamnya suasana membuat Aldo tiba-tiba merinding ngeri.


"Siapa yang menyuruhmu mengganggu waktu berharga ku" ucap Rengga.


"A ku aku tidak bermaksud, aku tadi di telepon Gladi jika Vina keluar rumah dengan amarahnya yang memuncak. Gladi takut jika Vina melakukan seseutu yang bisa saja membahayakan nyawanya" sahut Aldo gugup.


"Cih, memang dia datang sambil marah-marah tadi, untungnya aku bisa mengatasi kemarahannya dengan mudah" ucap Rengga.


"Tapi kedatanganmu malah membuat semuanya hancur, kamu harus mendapatkan hukuman spesial" sambung Rengga yang berbicara tepat di telinga Aldo.


Habislah aku sekarang" dalam hati Aldo.


Di dalam mobil Vina merasa sejak tadi dia terus berkeringat dingin, Ac mobil yang sudah di nyalakan masih tidak bisa menghilangkan keringat di tubuhnya.


"Semua gara-gara Rengga sialan, aku hampir saja lepas kendali tadi" ucap Vina.


"Sadar Vin, sadar jangan termakan apa yang di lakukannya tadi. Dia sangat kejam seharusnya saat dia memintamu memukulnya kamu langsung saja pukul dia" sambung Vina yang masih berbicara sendiri sepanjang jalan.


Sudahlah, untuk apa aku memikirkan pria sialan itu" dalam hati Vina sambil berjalan keluar mobilnya.


"Vina, aku kira kamu melakukan hal yang tidak berguna tadi" ucap Gladi yang langsung menghampiri Vina.


"Melakukan apa? aku hanya ingin meminta penjelasan darinya" sahut Vina.


"Apa kamu baru menemuinya, apa yang di katakannya tadi?" tanya Gladi penasaran.


"Tidak ada yang penting dia hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan, menurutmu untuk apa lagi dia melakukan itu" sahut Vina.


"Ahhhh aku kira" ucap Gladi tidak melanjutkan perkataannya.


"Mengira apa, jangan berpikir yang aneh-aneh" sahut Vina sambil mencubit gemes pipi Gladi.


Rengga tidak kurang kerjaan, ku rasa semua tidak sesederhana yang di katakan Vina" dalam hati Gladi.

__ADS_1


"Mama gen dong Aka" ucap Raka yang melihat Vina berjalan memasuki rumah.


"Oh anak mama, sini mama gendong nak" sahut Vina yang langsung mengangkat anaknya dan menggendongnya.


"Tante Vina, apa papa Mia mencari masalah lagi dengan tante?" tanya Mia.


"Tidak sayang, tidak ada yang mencari masalah dengan tante kok. Tante hanya sibuk mengurus pekerjaan" sahut Vina sambil mengelus kepala Mia.


Vina tidak ingin Mia menganggap Rengga jelek di matanya, Vina berpikir semua yang berkaitan dengan keburukan Rengga lebih baik tidak di beritahu ke Mia.


"Tante, kalau papa Mia mencari masalah tante bilang saja ke Mia, Mia tidak akan membiarkannya begitu saja kalau perlu Mia tidak mau mengakuinya lagi" ucap Mia.


"Iya, Mia tenang saja" sahut Vina.


Cengklung...


Nada dering pesan singkat terdengar dari dalam tas Vina, Vina bergegas mengambil ponselnya dari dalam tas dan membuka siapa yang memgiriminya pesan singkat.


"Hay Vin, aku Glio" sapa pesan yang di baca Vina.


Glio, dari mana dia tahu nomorku" dalam hati Vina.


"Oh Glio, ada apa?" balas Vina tanpa bertanya Glio mendapatkan nomornya dari mana.


"Apa kamu ada waktu? aku ingin mengajakmu makan malam" tanya Glio balik yang langsung di baca Vina.


"Ada, kamu tentukan saja tempatnya" balas Vina.


"Kalau begitu sampai bertemu nanti malam di restoran Delicious" balas Glio yang mengakhiri pesan singkatnya.


"Haaaaaah, aku menerima ajakannya karena dia menolongku beberapa kali. Aku rasa itu tidak berlebihan" ucap Vina yang tidak menyadari Gladi terus memperhatikannya sedari tadi.


"Siapa yang mengajakmu keluar. Sepertinya kamu bersemangat sekali" sahut Gladi.


"Oh dia pria yang menolongku" ucap Vina.


"Apa dia pria yang berdansa denganmu dan menjadi berita terhangat di media online?" tanya Gladi.


"Iya" sahut Vina.


"Tampan sih memang, tapi kamu lebih baik berhati-hati. Pahami motifnya kenapa dia mendekatimu, jangan sampai kamu di manfaatkan orang lain" ucap Gladi


"Aku hanya berteman dengannya karena dia menolongku berulang kali, kamu tenang saja aku tidak mungkin mudah di manfaatkan orang lain" sahut Vina sambil menatap Gladi.


"Aku hanya mengingatkanmu" ucap Gladi yang langsung berjalan pergi.

__ADS_1


__ADS_2