Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 48


__ADS_3

Hari pertunangan Rengga yang di nanti-nanti oleh Vina akhirnya tiba, setelah berdandan cukup lama Vina keluar dari kamarnya dengan keanggunan yang terpancar jelas.


Ian dan Andreas yang menunggu Vina di buatnya terkesima, bagi keduanya Vina memang selalu berpenampilan cantik dan menarik tapi saat ini Vina terlihat lebih luar biasa dari biasanya.


Gleeeek...


Andreas menelan ludah sambil menatap Vina yang berjalan ke arahnya, tatapan kagum benar-benar tidak bisa di sembunyikannya.


"Kalian berdua kenapa?" tanya Vina yang melihat Ian dan Andreas terus menatapnya.


"Mereka sudah pasti terkesima, lihatlah betapa cantiknya kamu saat ini" sahut Gladi yang berdiri di belakang Vina sambil menggendong Raka.


"Kamu berlebihan, aku selalu cantik setiap hari" ucap Vina.


"Ya kamu selalu cantik dan yang paling tercantik di antara mereka berdua" sahut Gladi sambil tersenyum.


"Tentu saja karena memang aku tidak cantik, tapi aku sangat tampan" ucap Andreas dengan penuh percaya diri.


"Terlalu percaya diri, Ayo Vin nanti kita terlambat" sahut Ian.


"Sayang mama berangkat dulu ya, doakan mama berhasil memberikan pelajaran padanya ya" ucap Vina sambil mencium pipi putranya.


"Tetap berhati-hati Vin, aku percaya apapun yang kamu lakukan pasti akan berhasil" sahut Gladi.


"Terima kasih kepercayaannya, aku pergi dulu" ucap Vina yang langsung berjalan pergi mengikuti Ian dan Andreas dari belakang.


Di tempat berbeda Rengga sudah berada di posisinya bersama Frieda, acara yang seharusnya sudah di mulai dari 10 menit yang lalu masih belum ada tanda-tanda tuan Satra ingin memulai acara bahagia putrinya itu.


"Tuan Satra apa yang membuatmu menunda, bukannya semua tamu sudah datang" ucap Kakek Rengga yang memperhatikan tuan Satra seperti sedang menunggu seseorang.


"Aku menunggu tamu yang ku undang langsung, percayalah sebentar lagi dia akan sampai" sahut tuan Satra yang langsung berjalan keluar.


Di tempatnya Rengga yang ingin mengakhiri acara secepat mungkin bergegas mendatangi Kakeknya, di perhatikannya sang Kakek hanya diam melihat tuan Satra yang berjalan keluar.


"Kapan di mulai, aku sudah lelah" ucap Rengga.


"Acara belum di mulai untuk apa terburu-buru" sahut Kakek Rengga.


"Tunggu sebentar lagi, tuan Satra masih menunggu tamu undangannya" sambung Kakek Rengga sambil berjalan ke arah tamu dan menyapanya.


Cih, jika bukan demi saham mu untuk apa aku berada di sini" dalam hati Rengga.

__ADS_1


Di luar tuan Satra yang melihat mobil berhenti bergegas menghampirinya, Vina Ian dan Andreas yang turun dari mobil langsung di sambut hangat oleh tuan Satra.


"Apa aku terlambat" ucap Vina sambil tersenyum.


"Tidak bahkan acaranya belum di mulai" sahut tuan Satra.


"Baguslah, karena aku di undang langsung oleh mu terima ini, hadiah ini khusus untuk mu" ucap Vina.


"Terima kasih, maaf merepotkan bu Vina" sahut tuan Satra sambil menundukan kepalanya.


"Tuan Mahendra silahkan masuk terlebih dulu aku masih harus mengambil hadiah yang ku taruh di dalam mobil" ucap Vina.


"Baiklah aku akan menunggu anda di dalam" sahut tuan Satra yang bergegas masuk meninggalkan Vina, Ian dan Andreas.


"Bagaimana apa kalian berdua siap?" tanya Vina.


"Tenang saja semua sudah aman" sahut Ian.


"Ya, yang kita butuhkan juga sudah lengkap" ucap Andreas.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, Ayo kita masuk" sahut Vina sambil tersenyum penuh 1001 arti.


Tuan Satra yang baru masuk ke dalam meminta acara segera di mulai, tamu yang di tunggunya sudah datang tentu saja acara sudah bisa di mulai pikirnya.


Ploooooook plooooooook plooooooook...


Tepuk tangan serentak dari Vina Ian dan Andreas mengejutkan semua orang termasuk Rengga dan Kakeknya.


"Ini Bu Vina tamu khusus yang ku undang langsung" ucap tuan Satra yang tidak tahu seperti apa situasi di depannya.


"Vina" sahut Rengga dengan nada setengah berteriak.


"Rengga apa kamu juga mengenalnya?" tanya tuan satra.


"Tuan Satra Mahendra apa anda bercanda, mana mungkin aku mengenalnya aku hanya datang karena undangan dari anda" sahut Vina sambil tersenyum.


Rengga terdiam menatap Vina Ian dan Andreas yang tersenyum penuh arti padanya, Rengga tidak pernah mengira wanita yang di usirnya dulu kini kembali lagi bersama dua pria yang pernah di kenalnya.


"Terima kasih ku ucapkan untuk bu Vina dan kedua temannya yang sudah meluangkan waktu untuk datang, para tamu silahkan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan" ucap tuan Satra sambil berjalan menghampiri tamu lainnya.


Kakek Rengga yang tidak ingin tinggal diam bergegas menghampiri Vina, Kakek Rengga berbisik di telinga Vina membahas perjanjian saat Vina mengambil anaknya kembali waktu itu.

__ADS_1


"Aku bilang aku tidak akan ikut campur, bukannya kamu juga sudah melihatnya aku hanya tamu yang di undang" ucap Vina santai.


"Tapi kehadiran mu bisa merusak rencana ku, apa kamu sadar" sahut Kakek Rengga yang terlihat kesal.


"Apa maksudmu tentang saham keluarga Mahendra, oh tuan Gamta pertunangan ini anda lakukan apa hanya demi mendapatkan saham keluarga Mahendra" ucap Vina sambil tersenyum.


"Kamu benar-benar ikut campur urusan ku, aku tidak akan membiarkan mu" sahut Kakek Rengga yang langsung berjalan pergi meninggalkan Vina.


Heeeeeh, memangnya apa yang bisa kamu lakukan" dalam hati Vina.


"Bagaimana apa kalian sudah merekamnya?" tanya Vina.


"Sudah terekam sangat jelas" sahut Andreas.


"Bagus, saat aku bersalaman pastikan itu terdengar sangat keras" ucap Vina.


"Tenang saja" sahut Ian.


Vina tersenyum tipis sambil berjalan menaiki panggung, sudah datang tentu saja harus memberikan selamat pikirnya.


Rengga yang melihat Vina berjalan mendekatinya membuatnya gemetar, perasaan takut tiba-tiba muncul dari dalam dirinya.


"Selamat atas pertunangan kalian, ini hadiah kecil dari ku. Hadiah besarnya akan menyusul" ucap Vina sambil bersalaman ke Rengga dan Frieda.


"Terima kasih hadiahnya" sahut Frieda sinis. Tidak tahu kenapa Frieda sama sekali tidak suka melihat wanita yang saat ini berdiri di depannya.


*Tapi kehadiran mu bisa merusak rencana ku. Apa kamu sadar" suara Kakek Rengga menggema memenuhi ruangan pesta.


Apa maksud mu tentang saham keluarga Mahendra, oh tuan Gamta apa pertunangan ini anda lakukan demi mendapatkan saham keluarga Mahendra" sahut suara Vina yang sengaja di samarkan oleh Ian dan andreas*.


Semua tamu undangan yang mendengar suara percakapan Kakek Rengga saling berbisik, mereka tidak menyangka keluarga Cafanza punya pemikiran selicik itu.


"Jadi ini tujuan mu dan Kakek mu" ucap Frieda sambil menatap Rengga.


"Aku bahkan sama sekali tidak mengetahuinya" sahut Rengga.


Frieda berjalan pergi meninggalkan Rengga sambil mengepalkan tangannya, mikrofon yang di pegang Mc langsung diambilnya dengan sangat kesal.


"Aku Frieda Mahendra menyesal tidak mengetahui motif tersembunyi keluarga Cafanza, mulai detik ini pertunangan ini resmi di batalkan" Ucap Frieda dengan suara keras.


Tuan Satra yang mendengar anaknya mengambil keputusan besar hanya menganggukkan kepalanya, akhirnya anaknya bisa menyelesaikan apa yang harusnya di selesaikan sebelum acara pertunangannya.

__ADS_1


Bisik-bisik para tamu undangan kini terdengar jelas di telinga Rengga, wajah merah Rengga yang merasa kesal dan marah membuatnya bergegas pergi ingin mencari Vina Ian dan Andreas. Rengga berpikir ketiga orang itu pantas menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat ini pikirnya.


__ADS_2