Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 33


__ADS_3

Sepanjang jalan Ian tersenyum, hatinya benar-benar merasa bahagia bisa mengajak Vina makan malam.


Sampai di tempat parkir sebuah Restoran Ian bergegas membuka pintu Vina layaknya pasangan, Ian menggandeng tangan Vina memasuki restoran yang sudah di pesannya dari jauh-jauh hari itu.


"Silahkan" ucap Ian sambil menarikan kursi Vina.


"Kamu berlebihan aku bisa sendiri" sahut Vina.


"Tidak masalah" ucap Ian yang langsung duduk di depan Vina.


"Pesan saja apa yang kamu suka" Ian memberikan buku menu ke Vina.


"Aku ikut saja" sahut Vina yang tidak tahu harus memesan apa.


Ian yang tidak tahu makanan seperti apa yang di sukai Vina tanpa banyak bicara langsung memesan beberapa hidangan, sambil menunggu hidangan datang Ian memberanikan diri bertanya tentang Vina lebih dalam lagi.


Di depan restoran Aldo yang tidak sengaja melihat Vina langsung menepuk pundak Rengga, Rengga menghentikan langkahnya sambil menatap Aldo yang menepuk pundaknya tanpa sebab.


"Lihatlah, bukankah itu Vina" ucap Aldo sambil menunjuk Vina yang berada di dalam restoran.


"Di mana" sahut Rengga yang langsung memperhatikan tangan Aldo.


"Itu memang dia, ayo ke dalam aku ingin minta penjelasannya" ucap Rengga yang terlihat sangat kesal.


"Tunggu, kita tidak bisa ke sana jika dia tahu itu akan membuatnya tidak menyukaimu" Sahut Aldo.


"Kalau begitu kita coba dengarkan apa yang mereka bicarakan saja, kita tidak perlu mendatangi mereka" ucap Rengga sambil berjalan pergi memasuki restoran di ikuti Aldo dari belakang.


Rengga yang berada di dalam restoran langsung memesan meja di dekat Vina dan Ian, Meja yang terhalang dinding membuatnya lebih leluasa mendengarkan pembicaraan Vina dan Ian tanpa ketahuan.


"Vin, apa kamu tidak kepikiran untuk mencarikan Ayah untuk Raka" ucap Ian.


"Rengga ayahnya, untuk apa mencarikan ayah baru" sahut Vina yang tidak mengerti maksud Ian.


Rengga yang mendengar jawaban dari Vina membuatnya tersenyum puas, ternyata bagi Vina dia tetap Ayah dari Raka.


"Maksud ku, apa kamu tidak kepikiran untuk menikah" ucap Ian sambil menatap Vina.


"Kalau di bilang kepikiran atau tidak sudah pasti aku kepikiran, hanya saja aku masih belum siap" sahut Vina.


"Belum siap kenapa?" tanya Ian.

__ADS_1


"Selama ini aku seperti menumpang hidup sama Gladi, di antara kami tidak ada hubungan darah tapi dia sangat baik padaku. Aku ingin membalas kebaikannya terlebih dulu sebelum aku menikah" sahut Vina.


"Bagaimana caramu membalasnya?" tanya Ian lagi.


"Tidak tahu, maka dari itu aku masih belum siap menikah" sahut Vina.


"Oh" Ian menganggukkan kepalanya seakan mengerti maksud Vina.


Rengga yang mendengar percakapan keduanya tiba-tiba langsung berdiri, kali ini dia akhirnya bisa mendapatkan apa yang di inginkannya tanpa melakukan sesuatu yang tidak ingin di lakukannya.


"Mau kemana?" tanya Aldo yang menatap Rengga berjalan pergi.


"Ikut aku" sahut Rengga.


Aldo mengikuti Rengga yang berjalan keluar restoran, senyum licik yang terlihat di bibir Rengga membuat Aldo hanya bisa diam tanpa berani bertanya padanya.


Rengga mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh ke sebuah gudang, gudang rahasia tempatnya menculik Vina dulu akan menjadi saksi rencana barunya.


"Aku mau kamu mencari semua informasi tentang Gladi dalam dua hari, setelah itu aku tidak mau tahu bagaimana caranya kamu harus bisa menculiknya" ucap Rengga.


"Tunggu dulu, biarkan aku mengetahui apa rencanamu" sahut Aldo yang berdiri di depan Rengga.


"Kamu tahu betul rencana gila mu membuat ku merasa sangat jijik bukan. Kamu menyuruh ku mengosongkan taman bermain anak, menyuruhku memberikan bunga dan coklat untuk menarik perhatiannya, apa kamu tidak tahu caramu itu menjijikan" ucap Rengga.


"Aku sudah tidak memerlukan cara mu itu. Setelah kamu menculik Gladi aku akan memberikannya dua pilihan, pilihan pertama serahkan anak itu dan untuk pilihan kedua dia harus menikah denganku" ucap Rengga sambil tersenyum.


"Haaaaaah, terserah kamu saja aku akan menurutinya" sahut Aldo.


Di restoran Ian yang merasa cukup puas mendengar jawaban Vina memutuskan untuk diam. Makanan yang sudah tersedia di meja membuat keduanya bergegas makan tanpa saling berbicara satu sama lain.


Dua hari yang di tentukan Rengga memaksa Aldo bekerja keras, Aldo berhasil mendapatkan semua informasi tentang Gladi yang ternyata adalah mata-mata dari Singapura. Aldo juga berhasil mendapatkan informasi kenapa Gladi memata-matainya, Gladi sebagai mata-mata bekerja di bawah pemerintah pasukan Anti dunia bawah.


"Bagaimana?" tanya Rengga yang menghampiri Aldo di Bar nya.


"Sudah semua" sahut Aldo.


"Bagus, kalau begitu kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan bukan" ucap Rengga.


"Iya tentu saja" sahut Aldo sambil menganggukan kepalanya.


Rengga yang sudah membuat rencana dengan matang bergegas ke rumah Vina, selagi Aldo menyelesaikan pekerjaannya tugas untuknya membawa Vina dan anaknya keluar dari rumah.

__ADS_1


Tok tok tok, tok tok tok...


Rengga yang berdiri di depan pintu berulang kali mengetuknya, di lihatnya Vina yang baru saja selesai mandi berdiri di depannya dengan rambutnya yang masih basah.


"Ada apa?" tanya Vina cuek.


"Aku ingin mengajak mu dan Raka keluar, ku harap kamu tidak keberatan" sahut Rengga.


"Asal tidak ketaman bermain" ucap Vina.


"Tidak, tenang saja" sahut Rengga sambil tersenyum.


"Kalau begitu tunggu sebentar" ucap Vina yang langsung berjalan ke kamarnya untuk berganti baju.


Vina yang baru selesai mengganti bajunya berjalan ke kamar Gladi, Vina terpaksa mengambil Raka yang sibuk bermain dengan Gladi.


"Kamu mau membawanya ke mana?" tanya Gladi.


"Rengga ingin mengajak Raka jalan-jalan, kami pergi dulu" sahut Vina sambil membawa putranya keluar kamar Gladi.


Rengga yang melihat Vina berjalan keluar bersama putranya bergegas ke arah mobilnya. Vina yang berada di dalam mobil hanya diam tanpa bertanya kemana Rengga akan membawanya.


Hanya butuh kurang lebih 10 menit dari rumahnya Vina melihat Rengga menghentikan mobilnya, Vina melihat keluar jendela yang ternyata Rengga membawanya datang ke rumahnya.


"Ayo, masuklah" ucap Rengga.


"Kenapa kita ke rumahmu?" tanya Vina.


"Apa salahnya Raka mengetahui di mana papanya tinggal" sahut Rengga santai sambil tersenyum penuh arti.


Di sisi lain, Aldo membawa beberapa anak buahnya ke rumah Vina. Aldo terus mengetuk pintu beberapa kali hingga Gladi keluar membukakan pintu.


"Kamu" ucap Gladi yang tidak tahu dua anak buah Aldo bersembunyi menyandar kedinding.


Emmmmmm, emmmmmmm...


Anak buah Aldo yang sudah tidak butuh perintah bergegas membius Gladi hingga pingsan, Keduanya langsung mengikuti Aldo yang berjalan memasuki mobilnya.


"Ayo ke gudang" ucap Aldo.


"Baik bos" sahut anak buah Aldo yang langsung mengendarai mobilnya ke gudang Rengga.

__ADS_1


Sampai di gudang Aldo memerintahkan anak buahnya mengikat Gladi, Aldo yang merasa tugasnya selesai bergegas menelepon Rengga.


__ADS_2