
Aldo bergegas ke Singapura hari itu juga menaiki helikopter, sampai di markas besar organisasi mata-mata Gladi Aldo bergegas turun dari pesawat. Teringat kembali beberapa hari lalu saat dirinya datang bersama Rengga dan Vina yang di sambut oleh Gladi, Aldo mengepalkan tangannya tidak peduli apa syarat yang diminta Ketua Gladi hari ini juga dirinya harus membawa Gladi pulang ke rumahnya.
Teeeeeet teeeeeet...
Bunyi alarm pertanda penyusup masuk ke dalam markas menghebohkan seisi markas, sebagai Ketua Devan langsung berjalan cepat ke luar menghampiri siapa yang berani menyusup masuk ke dalam markasnya.
"Kamu lagi," ucap Devan menunjuk ke arah Aldo.
"Di mana Gladi? hari ini juga aku akan membawanya pulang," sahut Aldo.
"Gladi tidak ada, kamu lebih baik pergi saja dari sini," ucap Devan.
"Aku tidak akan pergi tanpa Gladi, hari ini juga Gladi harus pulang bersama ku," sahut Aldo bersikeras.
"Gladi tidak ada, aku mengirimnya ke jalur Gaza," ucap Devan santai.
Mendengar perkataan Devan Aldo langsung naik darah, bagaimana bisa seorang wanita seperti Gladi di kirim ke jalur Gaza itu sama saja mencari mati.
Tidak terima dengan apa yang dilakukan Devan pada Gladi Aldo berlari ke arah Devan dan memukulnya berulang kali.
Buuuuuug, buuuuug, buuuuug.
"Sampah, Gladi itu wanita bagaimana bisa kamu tega mengirimnya pergi ke sana" teriak Aldo.
"Itu syarat untuk semua anggota yang ingin ke luar dari organisasi, seharusnya kamu bersyukur dia hanya dikirim ke jalur Gaza, di bawah kepemimpinan Kakakku yang ingin ke luar dari anggota di hukum mati," sahut Devan.
"Aku tidak peduli, aku mau Gladi ada di sini sekarang kalau tidak akan aku hancurkan tempat ini," ucap Aldo.
"Menghancurkan tempat ini, apa kamu mampu," sahut Devan menyunggingkan bibir nya.
Tap tap tap...
Terdengar suara langkah kaki cepat ke arah Devan dan Aldo, dari arah pintu masuk beberapa anggota Devan terlihat sangat cemas.
"Lapor ketua, markas di kepung ribuan orang," ucap salah satu anggota Devan.
"Kamu," teriak Devan menunjuk Aldo.
__ADS_1
Devan tidak menyangka Aldo benar-benar ingin menghancurkan markasnya, anggotanya yang hanya ratusan tidak mungkin bisa mengatasi anak buah Aldo.
"Haaaaaaaah, ya sudahlah. Cukup sampai di sini saja," ucap Devan.
Aldo tidak mengerti maksud Devan, apa maksudnya cukup sampai di sini, apa yang sedang direncanakannya.
"Gladi bukannya kamu sudah dengar semuanya, keluarlah sekarang" ucap Devan sambil melirik ke arah salah satu sudut.
Tepat setelah Devan berkata seperti itu Gladi muncul menghampiri Aldo dan Devan, Aldo yang melihat Gladi baik-baik saja dan tidak ke mana-mana langsung tersenyum, hati Aldo merasa tenang seketika.
"Kamu juga sudah mendengarnya, sekarang pergilah bersamanya," ucap Devan.
"Terima kasih ketua tidak mengizinkan aku ke jalur Gaza, terima kasih juga ketua memperbolehkanku pulang," sahut Gladi.
"Jalani hidupmu dengan baik ke depannya, semoga kamu bahagia selalu," ucap Devan sambil berjalan pergi.
Baru beberapa langkah Devan menghentikan langkahnya, Devan memutar badannya dan menunjuk ke arah Aldo.
"Kamu harus bisa menjaganya dengan baik, kalau aku tau kamu membuatnya bersedih ingatlah aku akan datang merampasnya darimu," ucap Devan tegas lalu kembali berjalan pergi.
Dengan sangat bahagia Aldo kembali ke rumah Rengga. Aldo ingin Vina tau bahwa Gladi baik-baik saja, dan tidak hanya itu Aldo juga ingin memberitahu semuanya kalau dirinya dan Gladi akan segera menikah.
"Apa!" teriak Vina saat mendengar perkataan Aldo yang akan menikahi Gladi beberapa hari lagi.
Vina menatap Aldo dan Gladi yang hanya memberitahu kabar tentang rencana mereka akan menikah, keduanya serentak diam tidak ingin bercerita apa yang terjadi saat di markas termasuk Aldo yang diam-diam membawa anak buah Rengga sebagai tambahan.
"Bagus sangat bagus kalau kalian memang menikah secepatnya," ucap Rengga.
"Tapi, aku mau tau kenapa kamu membawa ratusan anak buahku hanya untuk menjemput Gladi," sambung Rengga.
"Ah itu, hehehe," sahut Aldo ketawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Biarlah, yang penting saat ini Gladi juga sudah kembali," ucap Vina mencubit pelan tangan Rengga.
...
Beberapa hari kemudian pernikahan sederhana Aldo dan Gladi terlaksana juga, keduanya memutuskan langsung berbulan madu satu hati setelah pernikahan mereka ke sebuah pulau. Sebagai sahabat Vina ikut merasa senang Gladi bahagia, Vina berharap rumah tangga keduanya langgeng selamanya.
__ADS_1
***
Tiga bulan sejak pernikahan Gladi Raka yang tidak ada lagi pengasuhnya membuat Vina dengan senang hati menyerahkan perusahaan ke tangan Andreas dan Ian, Vina fokus merawat Raka dan menjadi istri yang baik untuk Rengga.
Di kamar Vina yang baru menidurkan Raka bergegas ke kasur menghampiri Rengga, di atas kasur Rengga yang sedang menunggu Vina mulai melepaskan bajunya, Rengga tersenyum penuh arti sambil menjilat bibirnya sendiri.
"Sayang," panggil Rengga menepuk kasurnya.
Vina membaringkan tubuhnya di samping Rengga beralaskan lengan, Vina yang menatap Rengga tiba-tiba merasa kesal ingin menjauh dari Rengga saat itu juga.
"Kamu kenapa?" tanya Rengga yang tau Vina merasa kesal padanya.
Hoeeeeeeek.
Hoeeeeeeeeek.
Vina memegangi perutnya tanpa menjawab Rengga, perutnya yang semakin terasa mual membuat Vina bergegas berlari ke kamar mandi.
Tok tok tok.
"Vin, kamu kenapa?" tanya Rengga sambil terus mengetuk pintu kamar mandi.
"Perutku mual," sahut Vina dari dalam.
Rengga langsung mengambil ponselnya menelpon dokter pribadinya, Rengga tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada Vina apa lagi sampai membuat Vina meninggalkannya untuk selamanya.
SATU JAM KEMUDIAN.
"Selamat ya Bu, Pak. Bu Vina saat ini sedang hamil sekitar 3 bulan," ucap sang dokter yang baru memeriksa Vina.
"Benarkah dok," sahut Rengga dan Vina bersamaan.
"Tentu saja," ucap sang dokter sambil tersenyum.
Rengga dan Vina merasa sangat bahagia, akhirnya Raka akan segera punya adik lagi. VINA DAN RENGGA BERHARAP SEMOGA KELUARGA MEREKA SELALU DALAM KEBAHAGIAAN SEPERTI SAAT INI DAN DIJAUHKAN DARI SEGALA HAL BURUK.
(Sekian. Terima kasih untuk para pembaca yang membaca ektra part tentang Vina dan Rengga, Gladi dan Aldo. Sampai jumpa di karya selanjutnya)
__ADS_1