Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 45


__ADS_3

Gladi yang sudah bersama Raka sehari semalam di rumah Kakek Rengga mulai bertanya-tanya dalam hati, kejutan seperti apa yang di siapkan Kakek Rengga hingga membuatnya enggan mengatakannya secara langsung.


"Tuan kalau tidak ada yang kami lakukan di sini lebih baik kami kembali saja" ucap Gladi sambil menggendong Raka berdiri di depan Kakek Rengga.


"Diamlah, tunggu saja sebentar lagi" sahut Kakek Rengga yang langsung berjalan pergi meninggalkan Gladi.


Di tempat berbeda Vina Ian dan Andreas yang sudah bersiap bergegas menuju rumah Kakek Rengga, topeng yang mereka bawa tidak lupa mereka pakai saat tiba di rumah Kakek Rengga.


"Semoga bukan jebakan" ucap Andreas sambio berjalan mengikuti Vina dari belakang.


"Heeee, tenang saja" sahut Vina santai seakan sudah tahu Kakek Rengga tidak akan berani menjebaknya.


"Lagipula jika ini jebakan kita akan tetap melindungi Vina, untuk apa takut" ucap Ian yang langsung menghentikan langkahnya tepat di belakang Vina.


Kriiiiiieeeek...


Suara pintu terbuka di depannya membuat Vina bergegas menerobos masuk, masih sama seperti kemarin Vina langsung duduk di depan Kakek Rengga tanpa menunggu di persilahkan untuk duduk.


"Di mana mereka?" tanya Vina tanpa melepas topengnya.


"Sabar, mereka ada di atas. Tapi sebelum aku memberikan mereka ingatlah untuk tidak mencampuri urusan ku dengan keluarga Mahendra" sahut Kakek Rengga.


"Heeeeeh, aku juga tidak tertarik mencampurinya" ucap Vina.


"Kalau begitu tunggu sebentar" sahut Kakek Rengga yang langsung berjalan menaiki tangga.


Sampai di lantai dua Kakek Rengga membuka sebuah pintu kamar tempat di mana Gladi dan Raka beristirahat, Kakek Raka yang melihat Gladi menatapnya langsung memalingkan wajahnya.


"Cepatlah keluar, bawa anak itu juga" ucap Kakek Rengga sambil menunjuk ke arah Raka.


Gladi tanpa menjawab bergegas berdiri menggendong Raka, Gladi menggendong Raka menuruni tangga mengikuti Kakek Rengga yang berjalan ke arah Vina.


"Kamu dan anak itu ikutlah dengan mereka anggap saja keluarga Cafanza tidak mengenal mu apa lagi anak itu" ucap Kakek Rengga.


"Cih, keluarga kaya memang susah di mengerti, cicit sendiri bahkan di jualnya" sahut Gladi sinis sambil menyunggingkan bibirnya.


"Ayo pergi" ucap Vina yang langsung berdiri berjalan pergi di ikuti Gladi di belakangnya.

__ADS_1


Vina Ian dan Andreas memasuki mobil tanpa berbicara, ketiganya sengaja diam untuk memberikan Gladi kejutan setelah sampai di rumahnya.


"Kalian siapa?" tanya Gladi.


"Kenapa kalian menginginkan kami, aku tahu aku tidak berharga pasti yang kalian inginkan anak ini. Tapi siapapun kalian aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti anak ini" sambung Gladi membuat Vina yang mendengarnya tertawa kecil di balik topengnya.


Gladi yang melihat ketiganya tidak berbicara hanya bisa diam, Raka yang berada di pangkuannya langsung di peluknya erat.


Mama tua akan melindungimu apapun yang terjadi, Raka jangan takut" dalam hati Gladi.


Ian yang membawa mobil bergegas memarkir mobilnya di depan rumah Vina. Vina yang berjalan ke arah pintu langsung meminta Ian dan Andreas membawa Gladi masuk ke dalamnya.


"Aku ingatkan kalian anak ini tidak bersalah, jika tujuan kalian ingin menyakiti anak ini demi membalas dendam ke Rengga aku tidak akan diam" ucap Gladi.


"Kalian berdua pegang dia" sahut Vina yang sengaja ingin mengerjai Gladi.


Ian dan Andreas yang mendengar perintah Vina hanya tertawa kecil di balik topengnya, keduanya langsung menghampiri Gladi yang masih memeluk Raka dengan sangat erat.


Huuuuaaaa, huuuuuaaaaa...


Raka yang terlepas dari pelukan Gladi langsung menangis sangat keras, wajah kecilnya yang terlihat sangat ketakutan membuat Vina benar-benar merasa tidak tega.


"Sebenarnya kalian siapa?" tanya Gladi.


Ian dan Andreas yang melepaskan tangan Gladi langsung membuka topeng mereka.


"Ini kami" ucap Andreas sambil tersenyum.


"Andreas Ian" sahut Gladi yang masih tidak percaya apa yang di lihatnya.


"Jika ini kalian, Mungkinkah" sambung Gladi sambil menatap ke arah Vina.


"Iya, ini aku" sahut Vina yang langsung membuka topengnya.


Gladi terdiam menatap Vina, air matanya tanpa di sadari mengalir sendiri dengan sangat derasnya.


"Vina" ucap Gladi sambil berlari ke arah Vina dan langsung memeluknya.

__ADS_1


Huuuuu, huuuuuu. Hiks, hiks, hiks...


Gladi yang memeluk Vina terus menangis tanpa memperdulikan Ian dan Andreas yang memperhatikan nya.


"Bagaimana kabarmu selama ini? aku benar-benar menghawatirkan mu" ucap Gladi sambil mengusap air matanya.


"Aku mempersiapkan diri, jika aku masih sama seperti dulu bagaimana bisa aku membawa Raka dan kamu pergi" sahut Vina.


"Aku merasa sangat lega, akhirnya Raka bisa mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Andai kamu tahu Vin bagaimana sikap Rengga pada Raka, kamu pasti sangat menyesal sudah memberikan Raka padanya" ucap Gladi.


"Aku selalu menyesal, tapi mau bagaimana lagi aku juga tidak ingin kamu kenapa-kenapa waktu itu" sahut Vina.


"Sudah-sudah, mari kita sudahi pertemuan mengharukan ini" ucap Ian yang langsung mengambil Raka dari Vina.


"Anak tampan, kalau papamu tidak bisa memberikan kasih sayang tenang saja kasih sayang om sama kamu pasti akan tetap ada" ucap Ian sambil menggendong Raka dan menciumi pipinya.


"Kasih sayang paman Andreas juga akan selalu ada untuk Raka" sahut Andreas yang tidak mau kalah dari Ian.


Vina dan Gladi yang melihat Ian dan Andreas langsung tersenyum, Gladi merasa bersyukur penderitaan untuk anak seusia Raka yang kurang kasih sayang akhirnya berakhir sudah.


"Vin, bagaimana caranya kamu bisa bersama mereka?" tanya Gladi.


"Ceritanya panjang, tapi kamu tenang saja mereka akan selalu berada di pihak kita" sahut Vina.


"Rumah ini apa kamu bertiga yang menyewanya?" tanya Gladi lagi.


"Apa kamu bercanda, ini rumah ku rumah Ian ada di sebelah kanan dan rumah Andreas ada di sebelah kiri" sahut Vina.


"Rumah sebesar ini rumah mu, hanya setahun bagaimana bisa kamu memilikinya" ucap Gladi yang masih tidak percaya.


"Kalau hanya rumah ini membuat mu masih tidak percaya lihatlah besok, aku akan membuat mu semakin tidak percaya apa yang kamu lihat" sahut Vina sambil tersenyum.


______ ______


Di tempat berbeda Rengga yang sehari semalam tidak melihat Gladi dan Raka merasa ada yang berbeda di rumahnya, suasana ramai tawa dan tangisan Raka yang seketika senyap sepi membuatnya hanya bisa menghela nafas panjang.


"Ada apa dengan ku, bukankah ada atau tidak anak itu sama saja bagi ku" ucap Rengga.

__ADS_1


Rengga yang mencoba mengalihkan pikirannya tiba-tiba merasa tidak tenang, detak jantungnya yang berdetak lebih cepat dan perasaannya yang tidak karuan seakan memberikan firasat buruk padanya.


__ADS_2