Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 49


__ADS_3

Tempat acara yang seharusnya masih ramai kini terlihat sangat sepi, Frieda dan ayahnya pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Rengga yang sibuk mencari Vina Ian dan Andreas.


Kakek Rengga yang tidak menyangka rencananya gagal total bergegas kembali pulang, penghinaan sebesar itu yang di berikan Vina membuatnya semakin membenci wanita yang di anggapnya murahan itu.


Braaaaaaaaaaak...


Praaaaaaank...


Praaaaaaaaank...


Suara benda yang di hambur Kakek Rengga terdengar sangat keras, bahkan piring dan gelas kaca yang di bantingnya memenuhi lantai di bawahnya.


"Wanita sialan itu merusak semua rencana ku. Arrrrrrrrkkkkkhhhhh" teriak Kakek Rengga.


"Kalau saja dia tidak datang semua rencana ku kini sudah berhasil" ucap Kakek Rengga sambil mengepalkan tangannya.


"Rencana yang sangat bagus, aku bahkan tidak menyadarinya" sahut Rengga yang berdiri tidak jauh dari Kakeknya.


"Apa kamu puas sekarang" ucap Kakek Rengga sambil menatap Rengga tajam.


"Puas sangat puas, kegagalan rencana mu kepuasan sendiri bagi ku" sahut Rengga sambil menyunggingkan bibirnya.


"Heeeeeh, semua gara-gara wanita itu. Aku bersumpah aku tidak akan pernah melepaskannya" ucap Kakek Rengga.


"Jangan menyalahkan orang lain, salahkan saja dirimu yang terlalu berambisi di usia mu yang sudah setua itu" sahut Rengga santai sambil duduk menatap Kakeknya.


Kakek Rengga yang mendengar perkataan Rengga mengernyitkan dahinya, sebagai cucu bagaimana bisa Rengga berkata seperti itu padanya.


"Hemmmmm. Hahahahahahaha" Kakek Rengga tertawa sangat keras sambil menatap langit rumahnya.


Wajah kebingungan Rengga seketika langsung menatap ke arah Kakeknya yang tiba-tiba tertawa sangat keras.


"Apa kamu berpikir kesialan malam ini hanya berlaku untuk ku" ucap Kakek Rengga.


"Tentu saja hanya berlaku untuk mu, menurut mu siapa lagi yang senasib dengan mu" sahut Rengga sambil tersenyum sinis.


"Bagaimana jika aku bilang ini juga malam kesialan mu" ucap Kakek Rengga yang langsung membalas senyuman sinis Rengga.


"Apa maksudmu?" tanya Rengga.


"Hahahaha, ini malam kesialan mu karena aku terpaksa memberitahu mu sekarang. Sebenarnya anak mu sudah di bawanya pergi" ucap Kakek Rengga masih terus tertawa.


"Apa maksudmu? siapa yang membawa anak ku pergi?" tanya Rengga yang langsung berdiri.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan wanita sialan itu. Anak mu sudah bersamanya dan kamu tidak mungkin lagi bisa bertemu dengannya. Hahahaha" sahut Kakek Rengga sambil terus tertawa.


"Beraninya kamu memberikan anak ku pada orang lain" Rengga yang tidak terima tanpa sadar menarik baju Kakeknya.


"Heeeeh, memangnya kenapa, bukannya wanita itu adalah ibunya" sahut Kakek Rengga santai sambil melepaskan tangan Rengga yang mencengkram erat bajunya.


"Sialan, anak ku tetap akan menjadi anak ku, siapapun tidak boleh mengambilnya dari ku" ucap Rengga yang bergegas pergi meninggalkan Kakeknya.


Heeeeeeh, marahlah. Balaskan dendam ku" dalam hati Kakek Rengga sambil tersenyum licik.


Rengga yang merasa sangat emosi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh ke arah kantor V.A. Sampai di sana kantor yang terlihat sangat sepi membuatnya hanya bisa memukul mobilnya berulang kali.


"Sialan, sialan. Kenapa aku ceroboh begini, aku seharusnya tahu mendapatkan anak itu darinya tidaklah mudah dan sekarang dia sudah mengambilnya kembali. Apa yang harus ku lakukan" ucap Rengga yang langsung menendang mobilnya sangat keras.


Rengga yang merasa kesal dan putus asa kembali masuk ke mobilnya, masih sama seperti tadi dengan kecepatan penuh Rengga membawa mobilnya ke Bar Aldo.


"Bubar bubar" teriak Rengga sambil menghambur minuman di atas meja.


Sebagian tamu yang mengetahui siapa Rengga bergegas pergi, tidak sampai sepuluh menit Bar yang tadinya ramai kini telah sepi.


"Arrrrrrrrkkkkkhhhhh" teriak Rengga sambil memegangi kepalanya.


Aldo yang memperhatikan Rengga dari kejauhan bergegas menghampirinya dan duduk di sebelahnya dengan santai.


"Sialan" ucap Rengga.


"Dia kembali" ucap Rengga.


"Dia siapa?" tanya Aldo kebingungan.


"Wanita itu kembali, sepertinya dia datang untuk membalas dendam" ucap Rengga.


"Vina maksud mu" sahut Aldo.


"Menurutmu siapa lagi yang ku maksud, dan yang lebih parahnya lagi dia sudah mengambil putra ku kembali" ucap Rengga.


Aldo menatap Rengga yang terlihat sangat sedih, Aldo masih tidak habis pikir dengan Rengga sebenarnya dia menyayangi anaknya atau tidak, kenapa saat tahu anaknya di ambil kembali dia terlihat sedih dan kecewa.


"Haaaaah, jadi apa rencanamu sekarang?" tanya Aldo.


"Aku tidak mau tahu, anak ku harus kembali pada ku" sahut Rengga.


"Lalu bagaimana caranya?" tanya Aldo lagi.

__ADS_1


"Temani aku besok mendatangi kantor V.A, aku tahu dia pasti ada di sana besok" sahut Rengga.


"Jadi maksud mu, Vina bekerja di perusahaan V.A" ucap Aldo.


"Ya aku hanya menduganya, wanita itu Ian dan Andreas sengaja bekerja sama untuk membalas ku" sahut Rengga.


"Tunggu, Ian. Apa kamu tidak salah" ucap Aldo.


"Setelah melihat mereka datang bertiga apa menurutmu aku masih salah lihat" sahut Rengga.


"Tapi Ian" ucap Aldo yang tidak melanjutkan perkataannya.


Sial, kalau aku bicara Ian berapa hari lalu kemari Rengga pasti akan menyalahkan ku" dalam hati Aldo.


"Tapi apa?" tanya Rengga sambil menatap Aldo.


"Tidak, aku hanya berpikir Ian mantan asisten mu. Aku hanya tidak menyangkanya" ucap Aldo mencari alasan.


"Kalau Raka di bawa Vina berarti Gladi juga bersamanya sekarang" sambung Aldo..


"Heeeeh, itu tidak akan lama aku pasti mengambil anak ku kembali" sahut Rengga.


"Kalau begitu mari minum untuk menenangkan pikiran mu, pantang pulang sebelum tumbang" ucap Aldo sambil menuang Minuman yang di bawanya menghampiri Rengga tadi.


Gleeeeeeg...


Gleeeeeeeeeeg...


Gleeeeeeeeeeeeg...


Tegukan demi tegukan terus berlanjut, Rengga tak ingin menyerah walau kepalanya sudah terasa sangat berat.


"Hahahaha. Anak ku papa menyayangi mu, kembalilah nak" teriak Rengga yang benar-benar mabuk berat.


"Raka anak ku, papa berjanji akan memberikan kasih sayang pada mu jangan tinggalkan papa. Hiks hiks hiks" sambung Rengga yang tiba-tiba menangis sambil memeluk Aldo.


Aldo hanya menggelengkan kepalanya, terbukti sudah apa yang di pikirkannya. Rengga memang menyayangi anaknya hanya saja dia tidak tahu cara mengungkapkannya.


"Hahahahaha, akan ku rebut kembali" teriak Rengga tepat di telinga Aldo.


"Sialan, kamu kalau mabuk merepotkan ku" ucap Aldo sambil menarik Rengga keluar Barnya.


Di dalam mobil Rengga terus berteriak tidak jelas, Aldo yang mendengarnya merasa sangat pusing, ternyata ada kalanya pria hebat seperti Rengga berkelakuan tidak jelas seperti saat ini.

__ADS_1


Aldo yang sudah mengantar Rengga pulang ke rumahnya bergegas kembali ke Barnya, sepanjang perjalanan pulang Aldo terlihat sangat bahagia setelah mengetahui Gladi sudah tidak berada di rumah Rengga lagi.


"Akhirnya kamu bebas juga" ucap Aldo sambil tersenyum.


__ADS_2