Jodoh Tuan Kejam

Jodoh Tuan Kejam
Bab 50


__ADS_3

Vina kembali ke rumah dengan senyuman puas terpancar di wajahnya, melihat Kakek Rengga yang pasti malu besar membuatnya merasa sangat bahagia.


"Haaaaaaaaah" Vina membaringkan tubuhnya di sofa sambil terus tersenyum.


Gladi yang mendengar suara mobil bergegas keluar dari kamarnya, sampai di ruang tamu Gladi menatap Vina yang masih tersenyum tanpa menghiraukan kehadirannya.


"Sepertinya rencana mu berhasil" ucap Gladi yang membuat Vina bergegas duduk menatapnya.


"Tidak hanya berhasil, aku bisa melihat pria tua itu kehilangan rasa malunya" sahut Vina.


"Baguslah, tapi kamu sekarang lebih baik berhati-hati lagi, mereka pasti tidak akan diam saja, aku tidak mau lagi kamu dan Raka harus terpisah" ucap Gladi.


"Tenang saja itu tidak mungkin, Raka sudah ada bersama ku jika dia ingin mengambilnya dia bisa melangkahi dulu mayat ku" sahut Vina sambil tersenyum menatap Gladi.


"Iya iya, Vina yang sekarang aku tahu sudah menjadi hebat, jujur saja aku bangga pada mu" ucap Gladi yang langsung mengelus kepala Vina.


"Terima kasih, kamu yang terbaik" sahut Vina sambil memeluk Gladi.


______ _______ _______


Keesokan harinya di rumah Rengga...


Rengga yang terbangun masih merasa sakit di kepalanya, samar-samar teringat apa yang sudah di katakannya semalam ke Aldo, Rengga berpikir betapa memalukannya dirinya yang berbicara seperti itu.


"Hey, ku kira kamu masih belum bangun" ucap Aldo yang berdiri di depan pintu kamar Rengga.


"Kamu tidak pulang semalam?" tanya Rengga yang langsung menatap Aldo.


"Aku pulang untuk apa aku tetap di sini, tidur di tempat ku jauh lebih enak" sahut Aldo.


"Cih. Enak karena ada yang menemani mu tidur, kalau begitu kenapa kamu kesini?" ucap Rengga sinis.


"Bukannya semalam kamu yang mengajak ku untuk mendatangi perusahaan V.A. Tidak mungkin kamu lupa bukan" sahut Aldo sambil berjalan ke arah Rengga.


Rengga yang mendengar perkataan Aldo langsung memegang kepalanya, Rengga mencoba mengingat untuk apa dia mengajak Aldo ke perusahaan V.A.


"Aku hampir saja lupa" ucap Rengga yang bergegas berdiri dan berjalan ke kamar mandi.


Aldo menggelengkan kepalanya melihat Rengga yang berjalan secepat kilat ke kamar mandi. Tidak sampai lima menit Rengga yang baru masuk ke kamar mandi sudah kembali keluar dan berjalan ke arah lemari bajunya.


"Gila, mandi apa kamu ini" cetus Aldo.


"Diam lagi buru-buru" sahut Rengga tanpa menoleh ke arah Aldo. Rengga bergegas mengambil bajunya dan memakainya tepat di depan Aldo yang menatapnya.

__ADS_1


"Tidak tahu malu, di sini ada orang woy" teriak Aldo sambil menutup matanya.


"Tubuhku lebih bagus dari mu, untuk apa aku malu" sahut Rengga santai.


"Ayo pergi, aku sudah tidak sabar" sambung Rengga yang langsung berjalan pergi meninggalkan Aldo di kamarnya.


Heeeeeh, sudah tidak sabar apa. Tidak sabar ingin bertemu anak mu atau ibunya" dalam hati Aldo sambil berjalan mengikuti Rengga dari belakang.


Aldo yang membawa mobil tanpa banyak bicara langsung berhenti di depan perusahaan V.A, Aldo bergegas turun dari mobil mengikuti Rengga yang berjalan masuk ke dalam perusahaan V.A tanpa menunggunya.


"Vina keluar kamu" teriakan Rengga mengejutkan kayawan Vina yang sibuk bekerja.


"Siapa lagi ini, kenapa banyak orang gila yang selalu mencari masalah dengan bu Vina" bisik karyawan Vina satu sama lain.


"Paling sama dengan yang sebelumnya, setelah keluar dari sini besoknya ingin bekerja sama dengan bu Vina" sahut Karyawan lainnya dengan sinis.


"Kalian diam, apa kalian tidak tahu siapa dia" bentak Aldo yang berdiri tepat di belakang Rengga.


"Memangnya siapa dia. Ini perusahaan V.A wajar bukan jika karyawan di sini tidak mengenalnya" sahut Ian yang di sambut tawa kecil Andreas di sampingnya.


Rengga menatap dua pria di depannya dengan tajam, mantan asisten dan mantan keponakannya berdiri di depannya seakan ingin menginjak harga dirinya.


"Sampah, di mana Vina? dia harus menjelaskan kenapa dia membawa pergi anak ku" ucap Rengga dengan nada tinggi.


Rengga dan Aldo terdiam mendengar perkataan Andreas, mereka tidak mengira kalau Vina bukan lagi wanita rendahan seperti yang dulu.


"Aku tidak mau tahu, suruh dia keluar atau ku hancurkan tempat ini" teriak Rengga.


"Atas dasar apa kamu berhak menghancurkan perusahaan ku, apa kamu tidak sadar bahkan untuk menginjakan kaki di sini kamu tidak pantas" sahut Vina yang berjalan ke arah Rengga.


Deg...


Jeeeeeedddddddaaaaar...


Rengga yang mendengar perkataan Vina langsung terdiam, perasaannya benar-benar seperti di sambar petir saat itu juga.


"Kamu, beraninya berkata seperti itu" ucap Aldo.


"Apa yang salah dari perkataan ku. Dia bukan rekan bisnis ku, aku bahkan tidak mengenalnya jadi apa menurutmu dia masih pantas berada di sini. Lebih baik kalian keluar sekarang atau aku akan meminta keamanan untuk menyeret kalian keluar" sahut Vina sambil tersenyum.


"Kamu benar-benar keterlaluan" ucap Aldo yang bersiap mengayunkan tangannya memukul Vina.


"Jangan" sahut Rengga sambil menangkap tangan Aldo.

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan keluar sekarang, aku orang sibuk tidak memiliki banyak waktu untuk melayani kalian berdua" ucap Vina yang langsung berjalan pergi meninggalkan Rengga.


"Tunggu" sahut Rengga.


"Ada apa lagi, apa perkataan ku kurang jelas" ucap Vina sambil menghentikan langkahnya.


"Kembalikan putra ku" sahut Rengga yang membuat Vina kembali ke arahnya.


Plaaaaaaaaak...


Satu tamparan mendarat di pipi Rengga dengan keras, Vina yang baru menampar Rengga langsung mengelap tangannya.


"Kamu dengan tidak tahu malunya masih berpikir Raka putra mu, selama kamu merampasnya dari ku pernahkah kamu memberikan perhatian padanya, pernahkah kamu memperdulikannya. Dan sekarang kamu berani datang meminta ku mengembalikannya, apa kamu berpikir aku gila" teriak Vina yang benar-benar emosi.


Rengga lagi-lagi terdiam, pipinya yang memerah terkena tamparan Vina sama sekali tidak di pedulikannya.


"Masih diam di sini, cepat keluar. Ku bilang keluar" teriak Vina sangat keras.


"Cepat pergi jangan memaksa kami memanggil keamanan untuk mengusir kalian" sahut Ian sambil memegangi Vina.


Rengga memutar badannya tanpa memperdulikan Aldo, Rengga bergegas masuk ke dalam mobil menunggu Aldo menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan V.A.


Di dalam perusahaan Vina yang berulang kali berteriak membuatnya kehabisan tenaga, Ian dan Andreas yang berdiri di sampingnya langsung membawa Vina kembali ke ruangannya.


"Minum dulu kak" ucap Andreas sambil memberikan segelas air putih ke Vina.


Gleeeeek...


Vina yang habis meminum air pemberian Andreas mulai mengatur nafasnya, emosinya yang meledak tadi benar-benar tidak bisa di tahannya.


"Apa kamu sudah lebih tenang Sekarang?" tanya Ian.


"Haaaaaaaah, lumayan" sahut Vina.


"Baguslah" ucap Ian.


"Kak Vina apa mau langsung pulang, perusahaan serahkan saja pada kami" sahut Andreas.


"Tidak perlu, lagipula kita tidak tahu dia sudah pergi atau masih di sana untuk mengintai kita" ucap Vina sambil menyandarkan badannya ke kursi.


"Ya sudah kalau begitu kamu beristirahat saja, aku akan meminta karyawan untuk tidak mengganggu mu" sahut Ian yang langsung berjalan keluar ruangan di ikuti Andreas dari belakang.


Vina hanya diam memperhatikan Ian dan Andreas yang berjalan keluar ruangannya, di dalam lubuk hatinya merasa sangat lega bisa membalas Rengga tapi semua itu masih belum cukup pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2