
Glio yang memiliki banyak kenalan penerbit berita online meminta temannya tidak mempublikasi berita tentang Rengga, Glio malah sebaliknya meminta temannya menerbitkan berita tentangnya dan Vina yang berdansa seperti pasangan serasi.
Dari pagi hingga sore berita tentangnya dan Vina yang datang bersama ke acara ulang tahun perusahaan Rengga, serta dirinya yang berdansa dengan Vina masih menjadi berita terhangat. Tuan Satra yang mengetahui berita tentang adiknya dan Vina tentu saja merasa senang, tuan Satra berpikir tidak sia-sia selama ini dia membiarkan adiknya memiliki kebebasan sendiri.
"Glio" panggil tuan Satra tepat di depan kamar adiknya.
"Kakak, ada apa?" tanya Glio berpura-pura tidak tahu apa yang ingin di katakan kakaknya.
"Bagaimana menurutmu tentang Vina?" tanya tuan Satra balik.
"Dia sama seperti yang kakak katakan, aku tidak menyesal datang tadi malam" sahut Glio sambil tersenyum.
"Jelas kamu tidak menyesal, bukannya kamu juga mendapatkan kesempatan berdansa dengannya" ucap tuan Satra
"Bagaimana kakak bisa tahu?" tanya Glio yang masih berpura-pura tidak tahu berita tentangnya dan Vina.
"Berita online dari pagi tidak ada hentinya menyebarkan berita tentangmu dan Vina. Aku tidak mengerti bagaimana mungkin kamu tidak mengetahuinya sama sekali" sahut tuan Satra penuh curiga.
"Teman wanita ku banyak, aku sangat sibuk mengurusi mereka satu persatu aku tidak memiliki waktu membaca berita seperti itu" ucap Glio.
"Kamu masih bermain-main dengan wanita tidak jelas. Bukannya Vina sudah nyata lebih cocok untukmu" sahut tuan Satra.
"Aku dan Vina masih belum tentu bersama, tidak ada salahnya aku menikmati waktuku dengan wanitaku yang lainnya" ucap Glio santai.
"Hais, terserahmu saja. Kamu harus ingat satu hal, kamu jangan sia-siakan yang sudah jelas memiliki keuntungan untukmu" sahut tuan Satra yang langsung berjalan pergi meninggalkan Glio.
Glio tersenyum mendengar perkataan kakaknya, Glio tahu kakaknya ingin memanfaatkannya tapi dirinya tidak sebodoh itu, jika dirinya bisa bersama dengan Vina yang seharusnya miliknya akan menjadi miliknya cepat atau lambat termasuk perusahaan kakaknya.
Braaaaaaaaak...
Rengga menyeret tangannya menghambur semua yang berada di atas mejanya, rasa kesalnya sedari pagi yang terus membaca berita tentang Vina dan Glio membuatnya naik darah.
"Berani bersaing denganku, apa kamu berpikir kamu pantas" teriak Rengga.
"Yo, apa yang terjadi di sini" ucap Aldo yang langsung masuk ke kamar Rengga.
"Ahhhhhhhh" teriak Rengga lagi tanpa mempedulikan Aldo.
"Tenanglah, hanya berita online kenapa harus sampai semarah ini" ucap Aldo sambil duduk di tempat tidur Rengga.
__ADS_1
"Kamu tahu apa, berita itu penting untukku" sahut Rengga.
"Apa susahnya, jika berita online tidak mau mempublikasikan berita tentang mu kenapa tidak kamu siarkan saja di televisi" ucap Aldo.
"Itu tidak mungkin" sahut Rengga yang tidak mendengar jelas perkataan Aldo.
"Tunggu, apa maksudmu?" tanya Rengga.
"Menyebarkan beritamu di televisi, apa kamu masih tidak mengerti maksudku" sahut Aldo.
"Hahaha, benar apa yang kamu katakan ada benarnya" ucap Rengga sambil menepuk pundak Aldo.
Rengga yang sudah tahu apa yang harus di perbuatnya bergegas menyuruh anak buahnya mengambil rekaman CCTV semalam. Rengga tidak segan mengeluarkan banyak uangnya membayar seluruh saluran televisi untuk menyiarkan beritanya.
Hanya dalam waktu satu jam berita tentang Vina dan Rengga yang berdansa di akhiri ciuman di siarkan di seluruh saluran televisi, beberapa saluran televisi bahkan menambahkan isu jika Vina dan Rengga memiliki hubungan spesial yang tidak bisa di jelaskan oleh mata mereka.
"Hahahaha, ingin bersaing denganku keluarga Mahendra masih belum pantas" ucap Rengga sambil tertawa puas.
"Itu gunanya berpikir, jangan hanya mengandalkan emosi yang tidak jelasmu itu" sahut Aldo sambil menyunggingkan bibirnya.
"Baiklah untuk kali ini aku berhutang budi padamu. Katakan apa yang kamu inginkan" ucap Rengga.
"Hahahaha, benar juga. Kalau begitu kamu pulang saja sekarang, aku sudah tidak membutuhkan mu" ucap Rengga yang lagi-lagi tertawa sangat keras.
"Cih, habis manis sepah di buang. Baiklah kalau begitu aku pergi sekarang, ingat jangan menggangguku lagi hari ini" sahut Aldo sambil berjalan pergi meninggalkan kamar Rengga.
Rengga yang merasa sangat senang akhirnya beritanya tersebar langsung membaringkan badannya dengan tenang, Rengga sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Vina setelah melihat siaran berita yang di siarkan semua saluran televisi.
____ ____
Pemirsa kami akan menayangkan siaran yang kami dapat dari CCTV semalam saat perayaan pesta ulang tahun perusahaan Cafanza, kami bisa melihat dengan jelas Ceo Rengga Cafanza berdansa serasi dengan Presdir perusahaan V.A yang bernama Vina Aulia. Dansa yang di akhiri ciuman apakah pertanda ada hubungan spesial di antara mereka, mari kita lihat bersama-sama" ucap pembawa berita.
"Vina, Vina. Coba kamu lihat" teriak Gladi dengan suara sangat keras.
Vina yang berada di dapur bergegas menghampiri Gladi sambil membawa piring yang baru di taruhnya nasi tanpa lauk. Walau sedikit kesal mendengar teriakan Gladi Vina hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berdiri tidak jauh dari Gladi.
"Apa yang membuatmu berteriak histeris seperti itu?" tanya Vina.
"Kamu lihat saja sendiri" sahut Gladi yang langsung menunjuk ke arah televisi di depannya.
__ADS_1
Praaaaaaaannnnng...
Vina yang melihat siaran dansanya dengan Rengga semalam langsung menjatuhkan piringnya, Vina tidak menyangka beritanya dengan Rengga malah di siarkan di televisi.
"Jadi ini yang membuatmu kesal semalam?" tanya Gladi yang melihat Vina terdiam.
"Sialan" ucap Vina.
"Ini pasti perbuatannya" sambung Vina yang bergegas membersihkan piring bercampur nasi di bawahnya.
Rengga lagi-lagi mencari masalah baru, Vina sepertinya sangat marah besar sekarang" dalam hati Gladi sambil mematikan televisi di depannya.
Vina yang sebenarnya masih belum bisa menerima Rengga mangambil keuntungan darinya semalam semakin kesal setelah melihat beritanya, tanpa banyak bicara Vina langsung mengambil tas di kamarnya dan bergegas pergi ke rumah Rengga meminta penjelasan darinya.
"Haaaaah, sepertinya aku hanya bisa menelponnya" ucap Gladi sambil mengambil ponselnya.
Nomor Aldo yang sempat di blokir kembali di pulihkan oleh Gladi, Gladi yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Vina bergegas menelpon Aldo.
Tut tut tut, tut tut tut...
Panggilan teleponnya yang tidak juga tersambung membuat Gladi kesal sendiri, apa mungkin karena sebelumnya dirinya membelokir nomor Aldo, Aldo marah padanya.
"Hallo" suara di sebrang telepon yang baru tersambung.
"Akhirnya kamu angkat juga" sahut Gladi.
"Apa kamu merindukanku?" tanya Aldo.
"Jangan bicara yang aneh-aneh, aku hanya ingin memberitahumu Vina melihat berita tentangnya dan Rengga ada di televisi, dan sekarang dia pergi keluar. Aku takut sesuatu terjadi padanya karena dia sedang emosi" sahut Gladi.
"Apa kamu tahu dia kemana?" tanya Aldo.
"Tidak, dia bahkan tidak mempedulikanku setelah melihat berita itu" sahut Gladi cemas.
"Baiklah kalau begitu aku akan ke rumah Rengga sekarang. Kamu tenang saja" ucap Aldo yang langsung mematikan telepon Gladi.
Haaaaah, Vina semoga kamu tidak melakukan hal konyol. Di rumah dua anak masih membutuhkanmu" dalam hati Gladi sambil menghela nafas.
Di tempat berbeda Aldo yang memberi ide ke Rengga merasa bersalah, coba tahu begitu dirinya tidak akan menyuruh Rengga menyiarkan berita tentang mereka di televisi.
__ADS_1