
5 hari berlalu begitu cepat, hari-hari tenang Vina tanpa gangguan Rengga membuatnya bisa menikmati hidup kembali.
Di tempat berbeda Ian dan Andreas yang sebelumnya di beritahu Gladi tanggal ulang tahun Vina bersiap memberikan kejutan, ketiganya merencanakan pesta istimewa untuk Vina secara besar-besaran tanpa sepengetahuan Vina.
Kesibukan ketiganya membuat Vina merasa sedikit curiga, Ian dan Andreas yang biasanya sering ke rumahnya dalam beberapa hari tidak menampakan wajah mereka, bahkan saat di kantor keduanya seakan menjauh darinya.
Aneh, kenapa dengan mereka berdua. Apa mereka sengaja menjauhi ku" dalam hati Vina.
Vina yang baru pulang dari kantor bergegas kembali ke rumahnya, masih sama seperti beberapa hari sebelumnya Ian dan Andreas sama sekali tidak datang ke rumahnya bahkan untuk sekedar bertanya kabar saja tidak.
"Kamu kenapa?" tanya Gladi yang melihat Vina berdiri di depan pintu.
"Kamu merasa ada yang aneh tidak, Ian dan Andreas tidak kesini dalam beberapa hari kira-kira mereka kenapa" ucap Vina.
"Siapa tahu saja mereka sangat sibuk, kamu tiba-tiba mencari mereka mungkinkah kamu menyukai mereka berdua" sahut Gladi sambil tersenyum.
"Apaan sih" ucap Vina yang langsung masuk tanpa mempedulikan senyuman mencurigakan dari Gladi.
Aku hanya merasa aneh, siapa yang menyukai mereka berdua" dalam hati Vina sambil membaringkan badannya di kasur.
"Sudahlah, biarkan saja mereka berdua. Awas saja jika mereka berani datang kemari akan ku usir mereka" ucap Vina yang merasa kesal sendiri.
Sesuai kesepakatan Gladi yang di minta membawa Vina keluar bergegas menghampiri Vina di kamarnya, dengan berbagai macam alasan Gladi memaksa Vina untuk pergi bersamanya.
"Ayolah, Vin apa kamu tidak mau mengabulkan keinginan ku" ucap Gladi.
"Bukannya tidak mau, tapi besok aku masih harus bekerja" sahut Vina.
"Ambil libur satu hari saja, aku benar-benar ingin ke air terjun yang ada di kota sebelah" ucap Gladi lagi sambil memasang wajah kasihannya.
"Baiklah, ayo" sahut Vina terpaksa, selama ini Gladi tidak pernah meminta sesuatu darinya untuk kali ini biarkan dia mengabulkan permintaan Gladi.
"Yes" ucap Gladi dengan suara pelan.
Acara akan di mulai besok malam, seharian untuk menyiapkan segalanya lebih dari cukup. Gladi berharap kedua pria itu bisa bekerja dengan cepat.
__ADS_1
"Ayo" ucap Vina yang sudah bersiap sambil menggendong Raka.
Gladi tersenyum penuh arti mengikuti Vina dari belakang, sebelum sampai di mobil Gladi mengirim pesan singkat ke Ian dan Andreas untuk bergerak cepat, waktu mereka hanya satu hari jangan sampai acara gagal total gara-gara keterlambatan mereka bekerja.
"Hey, ayo" panggil Vina yang melihat Gladi terdiam memainkan ponselnya.
"Sabar sayang" sahut Gladi yang langsung berjalan ke arah mobil sambil tersenyum.
Ian dan Andreas mulai menyiapkan semua di rumah Vina, dekoran yang sudah mereka pasang kue yang sudah mereka pesan dan undangan yang sudah mereka sebar siap menyambut pesta ulang tahun Vina dengan meriah.
Di tengah kesibukan mereka keduanya tidak menyadari ternyata ada yang memberitahu Rengga tentang ulang tahun Vina, Rengga yang merasa mendapatkan kesempatan emas memutuskan untuk datang ke pesta ulang tahun Vina sebagai kejutan tambahan.
"Apa kamu yakin ingin datang, tapi mereka tidak mengundang mu. Bahkan yang menyiapkan pesta itu adalah Ian dan Andreas, bagaimana jika mereka mempermalukan mu di sana" ucap Aldo yang mengetahui Rengga berencana menghadiri pesta Vina.
"Aku akan tetap datang, aku berencana menikahinya jadi aku harus berusaha sebisa ku memanfaatkan keadaan" sahut Rengga santai.
"Haaaah, terserah kamu saja. Aku hanya mengingatkan Vina sangat membenci mu, lebih baik kamu tidak membuat masalah di pestanya nanti" ucap Aldo.
"Kamu tenang saja" sahut Rengga sambil tersenyum.
Ian melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 18:30, Ian berpikir seharusnya Vina dan Gladi sudah hampir sampai sekarang.
Centing...
Suara pesan singkat dari Gladi di sambut senyum oleh Ian, kebetulan sekali Vina sudah dekat dan semua sudah siap pikir Ian.
Di tempat berbeda Vina yang menyetir mobil tidak sengaja melihat ke arah Gladi, Gladi yang memangku Raka tiba-tiba tersenyum membuatnya merasa curiga Gladi menyembunyikan sesuatu darinya.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Vina sambil menatap Gladi.
"Ada apa, apanya" sahut Gladi berpura-pura tidak tahu.
"Sudahlah, kalau kamu mau main rahasiaan sama aku" ucap Vina kesal.
Gladi tertawa kecil melihat Vina yang marah padanya, sebentar lagi sudah sampai rumah dirinya sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi Vina yang terkejut.
__ADS_1
Vina yang masih kesal melihat Gladi menyembunyikan sesuatu darinya semakin mempercepat mobilnya tanpa berbicara, sampai di depan rumahnya Vina merasa heran melihat banyaknya mobil yang terparkir di sekitar rumahnya.
Gladi turun dari mobil dengan santai sambil memperhatikan Vina yang masih terpaku, di tariknya tangan Vina yang masih kebingungan memasuki rumah sambil tersenyum.
"Kejutan" teriak Ian dan Andreas serentak yang langsung di sambut tepukan tangan para tamu undangan.
Ploooooook, plooooook, ploooooook...
Vina yang terkejut menutup mulutnya, Vina tidak menyangka ada kejutan yang di siapkan untuknya.
"Selamat ulang tahun kak Vina" ucap Andreas sambil tersenyum.
"Selamat ulang tahun Vin" ucap Ian yang berdiri di samping Vina.
"Kalian berdua bagaimana bisa mengetahui hari ulang tahun ku?" tanya Vina.
Andreas menunjuk ke arah Gladi yang berpura-pura tidak tahu sambil menggendong Raka.
"Terima kasih" ucap Vina yang langsung memeluk Gladi.
Ini pertama kali baginya ada yang membuat kejutan untuknya, apa lagi kejutan yang di buat Ian dan Andreas sangat istimewa, Vina sampai tidak bisa menahan air matanya.
"Tiup tiup lilinnya" ucap Andreas yang langsung di ikuti para tamu serentak meminta Vina meniup lilinnya.
Kedua tangan Vina di pegang oleh Ian dah Andreas, keduanya menuntun Vina berjalan ke arah kue yang terdapat lilin angka di atasnya.
"Sebelum meniup lilin ku ucapkan terima kasih untuk semuanya yang sudah datang ke pesta malam ini, jujur saja pesta ini aku sama sekali tidak mengetahuinya, aku bersyukur memiliki mereka yang masih mengingat ulang tahun ku" ucap Vina sambil menatap ke arah Ian dan Andreas.
Ploooook, ploooook, plooooook...
Ucapan Vina kembali di sambut tepukan tangan para tamu undangan, mereka bahkan terharu mendengar perkataan Vina kepada kedua temannya.
Fuuuuuuuuh...
Vina meniup lilin di depannya setelah membuat permohonannya.
"Selamat ulang tahun aku ucapkan, selamat panjang umur dan bahagia" suara nyanyian pria dari luar yang berjalan ke dalam mengejutkan semua yang mendengarnya.
__ADS_1
Vina menatap asal suara nyanyian yang berjalan semakin mendekat ke arahnya, para tamu undangan yang berdiri di depan Vina perlahan menyingkir memberikan jalan untuk seseorang berjalan ke arah Vina.
"Kamu" ucap Vina yang langsung menatap Rengga tajam.