Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Islah Masal


__ADS_3

SETELAH kurang lebih tiga puluh menit para tamu beristirahat


sambil makan-makan, acara kedua yang sudah di rancang oleh pak Suherman dibuka


lagi. Para tamu khusus yang menyaksikan perhelatan ini, sudah duduk kembali ke


kursi masing-masing. Kali ini Indra dan Syafira pun sudah terlihat ada berbaur


dengan yang lain. Pak Suherman merasa lega.


“Hadirin yang berbahagia…Untuk acara selanjutnya saya sudah


memberinya judul: “Islah masal”…Jadi, siapa saja yang merasa punya salah atau


unek-unek kepada seseorang, disinilah ajangnya untuk menyampaikanakannya kepada


orang yang bersangkutan…Jangan malu unuk kebaikan…Dan jangan di tutup-tutup


kalau selama ini merasa dikejar-kejar dosa…Seperti saya tadi yang sudah


mengakui kesalahan saya terhadap sahabat saya didepan saudara-saudara ”


Dari sekian banyak orang, ternyata yag duluan naik ke atas


panggung itu Syafira. Menyusul setelah itu Wiwin. Terus kemudian Indra dan


Kamal sama-sama menyusul pasangannya. Setelah berada di atas panggung, Syafira


langsung menghampiri Mia. Setelah berhadap-hadapan, didalam benak Syafira melintas.


“Ini anak pertama ibu ya ?”


“Iya sus…Alhamdulillah anak kami lahir laki-laki seperti


yang diinginkan papanya”


“Sudah diberi nama bu?”


“Belum. Nunggu dulu papanya yang masih ada pekerjaan diluar


kota…”


“Oya…? Suster sendiri sudah punya calon belum? Kalau sudah


punya, cepetan nikah aja sus…Setelah menikah dan melihahirkan, ternyata ada


kebahagiaan yang sukar dilukiskan senangnya lho sus…” Waktu itu Syafira balik


bertanya.


“Belum bu…Saya mau mengejar karir dulu ach…”  Jawab Mia saat itu. Dan itu kini menjdi


unek-unek Syafira.


“Kenapa ketika itu suster bohong kepada saya…Katanya belum


punya pacar. Tapi ternyata kekasih suster itu yang menjadi suami saya sendiri…”


“Sekarang semua itu lupakan saja mbak…Hari ini saya sudah diangkat


anak oleh Oom Suherman…Berarti mbak dan mas Indra itu sekarang kakak saya…”


Setelah dijawab oleh Mia seperti ini, ternyata Syafira lalu


pergi. Yang mau ditemuinya, kali Ini Wiwin yang menjadi cinta pertama suaminya.


Tapi sampainya, duluan Indra ke hadapan Mia.


“Akhirnya kita bisa bertemu lagi…Kita itu pernah menjalin kasih


jarak jauh…Meskipun didalamnya banyak cerita dan pertistiwa yang memilukan,


tapi menyatunya kita selama ini tidak murni atas dasar cinta…Aku tahu dulu kamu


menerima cintaku itu hanya pelarian…Aku juga sama karena nyatanya setelah putus

__ADS_1


dari cinta pertama, aku sulit melupakan semua kenangan saat bersamanya…Sekarang


kamu sudah bisa mendapatkan cinta sejatimu…Sedangkan aku tidak…Beberapa saat


yang lalu, katanya papa ikrar didepan para tamu, bahwa kamu dijadikan sebagai


anak angkatnya…Berarti sekarang kamu itu adik aku…”


“Iya kak…Sekarang aku itu adik angkatmu…” Mia yang


belakangan sesumbar tidak mau melihat lagi wajah Indra, ternyata kali berubah


seratus delapan puluh derajajat. Tujuan pak Suherman,berhasil.


Syafira yang mau menyampaikan unek-uneknya kepada Wiwin


sudah sampai.


“Mbk cantik sekali…” Syafira langsung memuji kecantikan


cinta pertama suaminya.


“Alhamdulillah...Terimakasih…”


“Mas Indra sangat mencintai mbak…”


“Itu dulu…Kalau sekarang pasti mas Indra sangat mencintai


istrinya…”


Seandainya iya, aku pasti sangat bahagia. Pikir Syafira. Tapi


setelah itu Ia melihat suaminya sudah dekat. Kamal juga sudah melihat yang


menjadi cinta pertama istrinya itu sedang berjalan kearah mereka.


“Bun…? Aku mau ke Fajar dan Mia dulu ya…?”  Sebelum Indra sampai, Kamal pergi. Begitu


juga Syafira. Dan benar. Ketika sudah lama baru dipertemukan lagi, Indra


“Kamu tetap cantik seperti dulu ketika kita masih pacaran…Dulu


kita berpisah bukan karena sudah tidak saling cinta…Barusan aku sudah berkata


jujur didepan Mia, bahwa cintaku kepadanya hanya pelarian…Dia sekarang jadi adik


angkatku…Berarti yang masih berada dihati aku hanya kamu seorang dengan posisi


tetap spesial…”


“Tapi sekarang aku sudah bahagia dengan suami aku..”


“Ya, aku tahu…Sekarang kamu sudah hidup bahagia dengan orang


yang sudah menghancurkan masa depanku…Tapi lihat saja nanti. Apakah di akhir


acara akan ada air mata yang keluar dari matamu yang indah itu atau tidak…?


Waktunya sebentar lagi…”


“Kang…? Kenapa mereka ditinggalkan berdua…? Kalau masa


lalunya dikups, bisa-bisa mereka nanti comeback”  Ketika disana Indra cukup lama berbincang


dengan Wiwin, disini Kamal disalahkan Mia. Tapi ternyata Kamal menanggapinya


dengan tetap santai.


“Biarin aja…Ini kan ajangnya untuk saling mengungkapkan


unek-unek…Aku bahkan pernah cemburu juga kepada suami kamu. Kalau tidak


percaya, tanyakan saja langsung kepada orangnya…”


“Aduh kang, bisa repot ini…Kenapa ngebahas lagi soal peran

__ADS_1


dalam scenario ulang tahun itu sih ?”


Setelah Kamal menyampaikan satu pernyataan yang


menyudutkannya, Fajar buru-buru merangkul Mia. Tapi ternyata yang ditakutkannya


malah nyantai seperti Kamal sebelumnya.


“Nggak apa-apa…Itu kan masa lalu ketika kita belum


jadian…Orang yang jomlo memang hati dan pikirannya itu kadang suka


melayang-layang diangkasa…Dan kalau lagi didarat, istri orang yang cantik


kadang dilirik…? Pikiran orang normal itu mah…”


Setelah menyampaikan unek-uneknya kepada Wiwin ternyata


Indra balik lagi kepelaminan Mia yang sedang ada Kamal. Kepada orang yang dulu


memupuskan harapannya itu, Indra menepuk bahunya.


“Eh, In…?” Kamal langsung membalik. Setelah dengan Indra


berhadap-hadapan. “ Acara papa kamu ini unik ya In?”


“Lebih tepatnya super unik…Karena dengan adanya acara ini,


semua masa lalu terkenang lagi”


“Oya…?  Aku itu mau


minta maaf sama kamu…”  Kamal jadi ingat


bahwa kepada Indra itu pernah berprasangka buruk ketika hasil tes Dani ada


kesalahan. Kepada Indra lalu Kamal menceritakan yang terjadi.


Dalam ajang ini Bu Rantupun menghampiri bu Suamiati.


“Mbak Sum…? Mewakili keluarga, saya minta maaf…Apa yang


terjadi selama ini pasti sangat melukai mbak Sum sekeluarga…Dalam hal ini Indra


sebenarnya jadi korban ketamakan papanya…Tapi mungkin keluarga mbak tidak


berfikir sejauh itu…Kalau Indra ingkar janji dan tiba-tiba diketahui sudah


menikah dengan orang lain, yang mendapat kecaman pedas dari keluarga mbak,


tetaplah Indra yang menjalani…Dan itu sudah terbukti”


“Sudahlah jeng…Semua itu sebaiknya sekarang lupakan…Tadi mas


Herman juga sudah menebusnya dengan yang sangat bernilai…Tapi yang lebih


bernilai dari yang berbentuk meteri, tentu saja keikhalasan dan ketulusannya“


Dari tempat memantau situasi pak Suherman tersenyum.


“Orang-orang tertentu sudah mengungkapkan angan-angannya satu sama lain dan ber


islah…Tadi aku melihat Syafira berbincang dengan Mia, disusul oleh Indra…Kepada


Wiwin, Syafira juga menyampainya apa yang selama ini ia khawatirkan…Terus Indra


menemui mantannya juga dan berbincang lebih lama…Mama dan Sum juga barusan


berkomunikasi…Meskipun semuanya hanya kulihat melalui kasad mata, tapi aku


yakin tujuanku mau mendamaikan mereka itu akan berhasil”


Dari tempat duduknya kali ini pak Suherman bangkit.


Mungkin akan melanjutkan lagi acaranya. Karena dari tiga sesi yang sudah

__ADS_1


dirangcangnya, baru dua yang dipentaskan.


__ADS_2