Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Antara Bisnis Dan Urusan Pribadi


__ADS_3

SATU Minggu sudah berlalu. Wiwin yang hari ini sudah mendapat masa sucinya lagi, berdandan cantik karena akan jalan-jalan dengan sang Suami. Rencana mereka yang sudah bulat sejak semalam itu, tujuannya program hamil. Ide itu mereka tiru dari para selebriti yang selalu sibuk bekerja. Kalau program hamil, mereka luangkan waktu khusus untuk berbulan madu.


Sebagai perempuan, dandan Wiwin memang lumayan membuat Kamal jenuh menunggu. Tapi begitu hanphonenya berbunyi nada panggilan, kejenuhan lelaki ini jadi sedikit terobati.


“Assalamualaikum…Pak Bram ?”


Yang menghubungi Kamal itu ternyata pak Bram rekan bisnis barunya yang nomor hp nya sudah disimpan.


“Wa’alaikumussalam…Nak Kamal, hari ini harus datang ke kantor ya? Soalnya utusan dari pt ngajak meeting?”


“Tidak bisa lain waktu pak? Soalnya hari ini saya akan pergi dengan istri saya ? Ini juga penting ?”


”Aduh gimana ya ? Ini mengenai bisnis kita nak Kamal…Dan kalau nak Kamal tidak bisa datang, takutnya pt membatalkan kontrak”


“Kalau begitu sekarang saya akan bicara dulu dengan istri saya ya pak”


“Yaya…Kalau begitu sekarang nak Kamal bicaralah dulu dengan sekretarisnya. Di tunggu keputusannya ya”


“Iya, iya pak”


“Telepon dari siapa berusan ?”  setelah Kamal mematikan hp nya, Wiwin bertanya


“Dari pak Bram Win. Hari ini aku harus meeting. Jadi gimana pendapat kamu. Kan hari ini kita akan berbulan madu?”


“Nggak apa-apa kang. Kita program hamil bisa lain waktu. Kan usaha itu juga penting untuk masa depan kita ”


“Tapi aku tidak enak dengan kamu yang sudah dandan cantik” Kamal mengelus pipi istrinya yang kuning langsat


“Emm..,iya juga. Aku malah udah pakai baju baru ini “ Wiwin yang pipinya di elus, melenggang-lenggok memperlihatkan baju baru yang sudah di kenakannya di depan suami.


“Nyesel banget nginap di hotelnya tidak jadi” Kamal kini memegang kedua bahu istri tercinta


“Atau begini aja. Kalau kamu pergi jalan-jalan sendiri, tidak keberatan kan ? Supaya tidak sia-sia makeup yang sudah kamu poles di wajah” usul Kamal setengah bercanda


“Ach, suamiku ini bisa aja. Emang tidak apa-apa kalau aku pergi sendiri? Maksud aku, apa tidak takut kalau istrimu yang sudah dandan cantik ini nanti di goda boss yang duitnya se koper?”


“Tentu saja takut…” Kamal kembali mengelus pipi sang istri. Tapi setelah sebentar saling rayu, mereka akhirnya siap-siap untuk pergi. Meski pun akhirnya ke tujuan masing-masing

__ADS_1


Wiwin dan Kamal dari rumah berangkat boncengan. Setelah di per tigaan Wiwin lalu naik angkot. Selama angkot yang di tumpangi istrinya masih terlihat, Kamal belum pergi. Setelah angkotnya masuk belokan, baru Kamal pergi menuju kantor dari usahanya yang baru itu.


Setibanya di tujuan ternyata utusan dari pt belum datang. Kamal akhirnya ngobrol dengan pak Bram di teras bangunan yang di jadikan tempat pertemuan


“Maaf ya nakKamal acara keluarganya jadi batal”


“Nggak apa-apa pak. Istri saya sudah mewakili ”


“Maksud nak Kamal, jadi istrinya tidak batal pergi?”


“Kalau pak Helmi sampai jam sepuluh belum juga datang, mungkin saya akan menyusulnya”


“Memang sudah tahu tempat tujuannya?”


“Hehe…Tahu pak “  Kamal malu-malu karena tadinya mereka mau berbulan madu di hotel.


Disini Kamal masih terus ngobrol dengan pak Bram. Wiwin yang pergi sendirian, angkot yang di tumpanginya sudah sampai di terminal


“Wiwin…!”  Ketika turun dari angkot, Wiwin dipanggil seseorang. Karena suara mobil tutot di sana-sini, nyonya Kamal akhirnya jadi kurang jelas mendengar darimana arah datangnya suara itu. Di saat ia masih lurak-lirik di atas trotoar, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti didepannya. Kemudian dari dalam mobil itu keluar seorang laki-laki.


“Ayo sekarang kamu masuk ke mobil ku”


“Kamu tidak berubah Win, tetap cantik seperti dulu waktu kita masih pacaran”  kata Indra setelah mobil di jalankan. Tapi sepertinya Wiwin tidak suka dengan bujuk rayu laki-laki satu ini.


“Kalau hanya untuk mengatakan itu, mengapa mesti membawaku dulu kedalam mobil mu? Katakan saja tadi waktu masih diluar!”


“Dengan disekelilingnya banyak yang lalu lalang? Sedangkan kamu istri orang?”


“Dan kamu suami orang ! Tapi kali ini kamu mau menduakannya dengan menggoda mantan !”


“Wiwin sepertinya tidak tahu kalau aku belum menikah? Aku jadi mau tahu reaksinya kalau di beri tahu bahwa sampai saat ini aku belum bisa move on darinya? Tapi nanti ku beri tahunya. Di tempat yang strategis supaya banyak peluang untuk bernostagia “ Dalam pikiran Indra di penuhi hal negatif.


Mobil Indra yang membawa Wiwin, kali ini belok ke jalur yang menuju tempat wisata alam. Di jalan yang di lalui, banyak penginapan dan hotel dengan berbagai kavasitas. Pada saat yang bersamaan, Kamal pun mulai ber angan-angan.“Kalau tadi tidak ada halangan, pasti saat ini aku dan Wiwin sudah hampir sampai ke hotel. Sedangkan sampai sekarang pak Helmi belum juga datang”


“Oya, sekarang coba hubungi Wiwin dulu aja ach…” alasan Kamal akhirnya mengeluarkan hp nya. Dari kontak lalu di klik “Istri tercinta”


“Asalamualaikum ..” Setelah nomor yang di hubungi terdengar sudah membuka, Kamal uluk salam

__ADS_1


“Waalaikumussalam  den “


“Lho . Kok, yang nerima bibi?”


“Iya den. hp nya neng Wiwin ternyata tertinggal “


“Barusan ada di mana hp nya itu bi?”


“Di kursi ruang tamu den”


“Itu tempat kita tadi sayang-sayangan sebelum pergi” gumam Kamal seperti menyesal. Ketika sedang terik termenung, tiba-tiba pak Bram yang tadi pergi dulu sebentar, terlihat sudah balik.


“Bi…Sekarang hpnya akan saya matikan dulu ya? Tapi kalau nanti istri saya sudah pulang, tolong suruh menghubungi. Karena setelah meeting saya mau terus ke pabrik”


“Baik den. Nanti hp nya akan bibi simpan dulu ke kamar bibi. Assalamualaikum”


“Waalaikumussalam”


Kamal mematikan hp nya tepat ketika pak Bram sampai di hadapannya


“Telepon dari istrimu nak Kamal?”


“Bukan pak. Hp istri saya ternyata tertinggal di rumah. Barusan yang menerima pembantu saya”


“Kalau hp nya tertinggal, lalu bagaimana kalau nanti istri nak Kamal mau menghubungi?”


“Itu dia pak. Makanya kalau pak Helmi sampai pukul sepuluh tidak datang, saya akan menyusul istri ”


Pada saat Kamal sudah merencanakan, tiba-tiba dari kejauhan ada mobil mewah.


“Tapi itu seperti ada mobil menuju kemari pak ?”  Dari tempat duduknya, kini Kamal bangkit


“Iya nak Kamal. Mobilnya terus menuju kesini ? Pasti itu pak Helmi ?”


Ternyata benar, mobil itu mobilnya orang yang sedang mereka tunggu. Pak Bram dan Kamal pun kini sudah menyambutnya di teras


“Aduh mohon maaf, di jalannya macet “    Pak Helmi yang baru datang, langsung  minta maaf.

__ADS_1


“Karena sudah siang, kita langsung aja meeting ya?” kata pak Helmi. Ketiga orang ini akhirnya langsung masuk ke dalam ruangan. Setelah duduk di furum ini, Kamal pun jadi lupa dengan urusan pribadinya.


__ADS_2