Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Zonk Dalam Pernikahan


__ADS_3

INDRA yang dua hari di rawat di rumah sakit sudah


diperbolehkan pulang. Setibanya dirumah Indra langsung berkemas. Melihat


gelagat buruk, pak Suherman tidak diam. Buru-buru menghampiri anaknya yang


sedang mengisi kopor.


“Kamu mau kemana In?”


“Pah mohon… Kejadian seperti waktu Indra baru pulang dari


luar negri, jangan sampai terulang”


“Jadi kamu mau menyusul gadis itu?”


“Ternyata papa sudah tahu…”


“Tapi sekarang kamu sudah punya istri In?”


“Papa tahu, dari dulu Indra tidak pernah mencintai Syafira…!


Tapi mama dan papa terus membujuk aku supaya mau menikah dengannya !”


“Tapi sekarang kalian sudah punya anak?”


“Itu karena selama ini aku selalu berusaha supaya bisa


mencintai Syafira pah !”


“Sekarang fikirkan anakmu In...? Kamu jangan sampai menyesal


dikemudian hari”


“Papa sendiri tidak sayang sama aku…! Kalau papa sayang,


pasti selama ini tidak akan selalu berusaha memisahkan aku dari Mia…!”


“Kalau soal itu sekarang papa sudah menyesal...Makanya papa


akan terus mengingatkan kamu supaya tidak telantarkan istri dan anakmu…?”


“Sekarang Indra berangkat dulu pah”


“In ! Tunggu…!  Kenapa


kamu tidak mau dengar nasehat papa…! Hari ini kamu harus menjemput anak dan


istrimu yang sedang menunggu di rumah bersalin…!”


Sia-sia pak Suherman yang berusaha mencegah Indra supaya


tidak pergi. Karena begitu sampai di jalan raya, Indra langsung masuk kedalam


taksi yang sudah menunggunya.


“Langsung ke bandara ya pak “


“Baik mas”


Taksi yang ditumpangi Indra melaju. Kesedihan pak Suherman


tidak sampai disitu. Ketika sore harinya menjemput cucu dan mantunya, hatinya


lebih tersayat lagi.


“Pah…? Mengapa yang menjemput kita papa, bukan mas Indra…?


Dan kalau mas Indra menjemput seharusnya dua hari lalu seperti yang sudah di

__ADS_1


sampaikannya lewat telpon?”


“Suami kamu ada panggilan lagi mendadak…Jadi hari ini dia


terbang lagi ke Jakarta”


“Kenapa tidak melihat anaknya dulu…? Apa sikap mas Indra kepada


anaknya akan sama seperti ke aku selama ini…?”  Gumam Syafira diberengi rasa khawatir. Ketika air matanya mulai


berjatuhan, dalam benaknya terbayang perkataan pak Suherman dulu sebelum ia


menikah dengan Indra.


“Syafira…? Kalau nanti setelah menikah sikap Indra kurang


baik terhadap kamu, harus dimaklumi ya?”


“Mas Indra tidak cinta sama aku ya pah ?”


“Begitulah…Tapi kalau kalian sudah menikah, nanti juga


cintanya akan tumbuh perlahan-lahan”


“Mudah-mudahan pah…Karena aku sangat mencintai mas Indra “


“Syukurlah kalau kamu bisa menerima kekurangan anak


papa…Nanti setelah menikah kalian langsung tinggali rumah hadiah pernikahan


dari papa dan mama itu ya? Supaya rasanya rumah tangga itu benar-benar


dirasakan manis pahitnya”


“Terimaksih pah…Semoga mas Indra nanti benar-benar berubah


digambarkan, tapi ketika itu Syafira tetap tersenyum.


Setelah menikah, Indra dan Syafira ketika itu langsung


diarak ke rumah tersebut oleh keluarga besar. Selama dua keluarga berkumpul di


rumah itu, sepasang pengantin tampak bahagia karena kalau punya hajat Indra


juga sering manggil sayang kepada Syafira. Tapi setelah seluruh keluarga pulang


? Apalagi setelah masuk malam pertama. Disitu Indrapun kerap membentak Syafira


yang baru dinikahinya tadi siang.


“Berikan bantalnya satu !”


“Memangnya mas mau tidur dimana ?”


“Jangan banyak Tanya ! Aku mau tidur di sofa !”


“Ini kan malam pertama kita…? Kenapa mas mau tidurnya di


sopa ?”


“Sudah kubilang jangan banyak Tanya…! Cepat bantalnya


berikan !”


“Waktu malam pertama kamu sudah membuatku sedih dan menangis


mas…? Kenapa sekarang terulang lagi…? Walau sebenarnya di hari-hari berikutnya


kamu masih belum ramah…?”  Gumam dalam

__ADS_1


hati Syafira. Setelah itu dalam benaknya melintas lagi.


“Syafira…?!”   Pagi-pagi Indra memanggil Syafira dengan suara tinggi. Syafira yang


sedang beres-beres di dapur, ketika itu buru-buru menghampiri.


“Ada apa mas?”


“Mana nasi untuk sarapannya…!  Kok nggak ada?!”


“Aku pikir mas nanti mau makannya jam istrirahat di kantor?”


“Makanan diluar pedas-pedas…! Sana sekarang kamu bikin dulu!”


“Kalau begitu tunggu ya mas…? Sekarang aku mau bikin nasi


goreng supaya cepat”


Ketika itu Syafira buru-buru balik lagi kedapur. Setelah


didapur lalu mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng. Supaya nasi


gorengnya enak dan disukai suaminya, selain mengerjakannya penuh peraaan. Sosis


daging juga ditambahkan di iris-iris. Setelah nasi gorengnya jadi, sebelum


dimasukkan kedalam piring, Syapira mencicipinya dulu sedikit. Ternyata


menurutnya nasi goreng buatannya itu enak.


“Nih mas nasi gorengnya sudah jadi…Mudah-mudahan mas suka


masakanku”


Setelah menyimpan hasil pasakannya di atas meja, Syafira


tidak kemana-mana melainkan terus diam disitu menyaksikan Indra yang sedang


makan.


“Bagaimana hasil masakanku mas…?”


“Lumayan…Selagi aku makan, bawakan tas kedepan...Dan sepatu


kalau kusam, tolong semirkan dulu”


“Baik mas”


Ketika itu Syafira lalu mengerjakan semua yang di perintahkan


suami. Pukul setengah delapan Indra yang sudah berpakaian rapi, keluar dari kamar.


Setelah didepan pintu keluar, Syafira lalu memakaikan sepatu suaminya. Setelah selesai


memakaikan keduanya, dasinya dirapihkan lagi. Betul-betul istri idaman yang


dilakukan wanita berhijab ini. Tapi ketika melambai waktu mobil Indra mau berangkat,


sang pengemudinya tidak menghiraukannya semasekali alias acuh tak acuh.


Syafirapun akhirnya menurunkan tangannya yang nihil dengan hati yang kecewa. Tapi


ketika itu Syafira tetap mengucap. “Selamat jalan mas…Semoga perjalanannya


selamat sampai ditujuan…”


Ketulusan cinta Syafira untuk Indra tidak luntur meskipun setelah


menikah suami banyak mengecewakannya.

__ADS_1


__ADS_2