Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Episode Ending Kejutan Dari Mantan


__ADS_3

PAK Suherman menjadikan Mia anak angkat sebenarnya ada dua


poin utama. Pertama menebus semua kesalahnnya. Yang kedua supaya Indra yang


sudah beristri bisa melupakan anak gadis dari sahabatnya itu. Tadi pak Suherman


sudah melihat dan mendengarnya sendiri pernyataan Indra kepada adik angkat


barunya itu. Tapi soal apa setelah ini rumah tangga Indra dan Syafira akan


seperti yang diharapkannya, untuk hal ini bagi pak Suherman dari dua sesi


sebelumnya belum bisa mengambil poin.


Kali ini di atas panggung sudah bertambah angota. Ada


karyawannya pak Anwar dan istri. Ada dua kakak Mia dan pasangan. Ada calon


pasangannya. Kamal juga baru tahu hari ini. Ternyata Evi yang dulu pernah masuk


dikehidupannya sekaligus family jauhnya itu, ternyata sekarang sudah menjadi


calon istri kakaknya Mia.


“Panji…? Sebelum acara berikutnya dilanjut, bagaimana kalau


sekarang kamu perkenalkan dulu semua anak-anak kamu ke aku supaya kalau aku


bertemu dengan mereka dimana saja tidak pangling”


“Baik Her…Yang dekat dengan ibunya itu adalah anak sulung


aku namanya Maya…Prefesinya sebagai guru, dinas di Sumedang. Suaminya kepala


sekolah, tapi sekarang tidak hadir karena sedang ada pekerjaan yang lebih


penting…Nah kalau yang disebelahnya, itu anak keduaku namanya Umar. Profesinya


sebagai dokter umum…Yang disampingnya calon istrinya berpropesi sebagai dokter


umum juga…Nah, kalau yang bungsu kamu juga sudah tahu namanya Mia, profesinya


sebagai perawat. Suaminya kamu juga sudah tahu namanya Fajar. Dan profesinia


sebagai dokter umum pula”


“Ternyata kamu itu lebih kaya dari aku Panji…Punya anaknya


lebih banyak…”


“Kalau Mia kan sudah jadi anak kita berdua Her…Jadi kita itu


sama-sama punya anak dua dan sepotong…” canda pak Panji. Gerrr ! hadirin setia


pada tertawa dan bertepuk tangan.


“Karena sahabat saya sudah memperkenalkan seluruh


keluarganya, saya juga sekarang akan memberi mengumumkan. Tapi bukan


memperkenalkan keluarga saya, melainkan mengumumkan tentang orang terbaik dalam


perusahaan saya…Sekarang orangnya sudah hadir disini…Untuknya sekarang saya


beritahukan; bahwa sebelum beliau pensiun, tugasnya mulai bulan ini resmi


dikembalikan lagi ketempat asal “


“Pah…? Papa kerjanya kembali ke tempat lama?”


“Oom…? Oom bakal tinggal lagi di Bandung jadi lebih dekat


dengan kami?”


“Selamat ya Oom…Kalau sudah tua, pasti Oom juga mau tinggal

__ADS_1


dikampung halaman…”


Antara tante Wati, Wiwin dan Kamal, menunjukan rasa


kebahagiaannya itu beragam. Tapi Dani anak berusia enam tahun, tetap yang


omongannya selalu menggemaskan orang-orang dewasa.


“Kakak ganteng…? Kalau kakek ganteng sama nenek cantik sudah


tinggal di Bandung, aku juga pasti jadi akan sering kesana…Kan dekat, ongkosnya


tidak mahal…”


‘Hai anak ganteng…? Siapa itu yang suka bilang ongkos mahal


?”  pak Suherman ambil bagian dalam


kebahagian keluarga karyawannya.


“Ayah dan bunda…Setelah video call, lan dengan nenek cantik


aku itu suka ngajak ayah dan bunda pergi ke Medan…Tapi kata ayah dan bunda.


Jangan…Karena selain jauh ongkosnya mahal”


“Oh gitu ceritanya…” celoteh semua yang merasa terhibur.


Setelah itu Dani di pangku oleh ayahnya, sampai ke acara berikut yang


skenarionya diberitahukan oleh pak Suherman.


“Jadi penganting baru dan dua pasangan muda lainnya, kali


ini harus buka-bukaan tentang pasangannya…Dan untuk yang pertama, silahkan


pasangan pengantin baru dulu yang kedepan…Ceritakan suka dukanya beristrikan


sang bidadari pujaan itu didepan kita-kita “


semua orang. Tapi karena sudah menjadi keputusannya, Fajarpun akhirnya kedepan


bersama sang istri.


“Saya itu menikahi istri tercinta delapan bulan yang


lalu…Sebelumnya memang banyak cobaan dan rintangan yang saya hadapi…Tapi karena


sudah jodoh, akhirnya alloh menyatukan kami…Dan dari pernikahan itu sekarang


dirahimnya sudah ada buah cinta kami yang berusia dua bulan “


“Alhamdulillah…Berarti Alloh mempercayai kalian…” Kebanyakan


orang ikut senang. Apalagi calon kakek neneknya yang sama-sama baru mengetahui.


“Supaya waktu tidak terbuang percuma, silahkan sekarang


pengusaha agribisnis supaya mengikuti jejak peserta permana…Pasangan ini di


ikutkan di ajang ini, karena istrinya orang terdekat juga. Ketika masih


menjalin hubungan dengan anak saya, ananda Wiwin ini sudah dianggap keluarga”


Kamal dan Wiwin ke depan sambil membawa Dani. Kamal lalu


mengambil mikropon.


“Saya dan istri saya itu menikah delapan tahun yang


lalu...Anak pertama kami berusia enam tahun karena setelah menikah istri saya


belum bisa hamil selama dua tahun…Tapi almahdullillah sekarang dirahimnya sudah


ada calon adik sisulung yang usianya sudah dua bulan…Ternyata sama dengan teman

__ADS_1


saya “


“Alhamdulillah…Kalau anaknya sudah dua, nanti di rumahnya


bakal lebih rame…”  ada yang nyeloteh.


Ketika giliran Indra yang akan bertutur tentang pasangannya,


semua orang yang hadir lebih fokus. Bu Ranti dan bu Sumiati sudah berpegangan


tangan. Kamal dan Fajar melindungi pasangannya. Sedangkan pak  Suherman dan pak Panji, cukup menahan nafas


saja.


“Seperti yang keluarga serta kerabat ketahui, bahwa didalam


perjalanan hidup saya banyak sekali cobaan dan hantamanan yang menimpa…Seandainya


saya tidak menyadari bahwa jodoh dan kematian itu sudah ada yang mengatur,


mungkin sekarang saya tidak akan berada disini…Setelah saya terus bersabar didalam


menghadapi ujiannNYA, ternyata saya diberiNYA yang terbaik pula…Wanita solehah


yang bernama Syafira ini sangat mencintai saya…Dia menerima saya apa


adanya…  Segala kekurangan saya


dianggapnya sempurna didalam mengisi hari-hari…..Dan satu keistimewaannya lagi,


meskipun anak pertama kami baru berusia delapan bulan, calon adiknya sudah


berada dirahimnya berusia tujuh minggu…Bagi saya istri saya ini benar-benar


seorang wanita yang sempurna…” kata Indra mengenai pasangannya. Pajar dan Kamal


semakin erat melindungi pasangannya karena takut kenapa-napa. Sedangkan wanita


berhijab yang bernama Syafira berbunga-bunga karena setelah menikah setahun


lebih, baru kali ini sang suami memuji dirinya.


“Mas…? Terimakasih sudah membuatku bahagia hari ini…”


“Sama-sama Syaf…Orang sebaik dan sesabar kamu sudah sepantasnya


mendapat yang terbaik ”


Indrapun akhirnya melindungi pasangannya. Pak Suherman dan


pak Panji tertawa bahagia sambil berpelukan. Bu Ranti dan bu Sumiati


berpegangan tangan sambil ajrug-ajrugan.


Sedangkan mata Mia dan Wiwin tiba-tiba berkaca. Lebih-lebih


Wiwin yang beberapa saat lalu seolah sudah ditantang oleh Indra. Banyak


genangannya itu duakali lipat sehingga ia harus tengadah supaya tidak tumpah.


“Air mata…Beritahu seluruh dunia…Aku menangis itu bukan


masih mencinta mantan…Bukan pula cemburu karena melihat dia sudah bahagia


dengan pasangannya…Kita berpisah dulu bukan karena sudah tidak saling cinta,


mungkin itu yang masih menyelip didalam hati dan pikiranku…


Air mata…Aku baru menyadari ternyata masih ada tali pengikat


yang belum terbuang…Tapi sekarang akan kubuang supaya pergi bersamamu…


Clak...Clak...”   Setelah menahannya beberapa saat, dua butir air mata Wiwin bergulir. Indra memandangi wajah mantan kekasih yang matanya sembab. Air matanya yang mau jatuh lagi berkilau-kilau di seputar matanya. Ketika hasrat Indra menggebu ingin menghapuskannya, tiba-tiba dipendengarannya mengiang." Selamat pak Indra istrimu sedang hamil tujuh minggu. Supaya pertumbuhan janinya bagus, tolong lebih perhatikan lagi istrinya. Buat hati istrimu selalu senang dan bahagia"


                                                                                  ******

__ADS_1


                                                                                 TAMAT


__ADS_2