
PAK Suherman menjadikan Mia anak angkat sebenarnya ada dua
poin utama. Pertama menebus semua kesalahnnya. Yang kedua supaya Indra yang
sudah beristri bisa melupakan anak gadis dari sahabatnya itu. Tadi pak Suherman
sudah melihat dan mendengarnya sendiri pernyataan Indra kepada adik angkat
barunya itu. Tapi soal apa setelah ini rumah tangga Indra dan Syafira akan
seperti yang diharapkannya, untuk hal ini bagi pak Suherman dari dua sesi
sebelumnya belum bisa mengambil poin.
Kali ini di atas panggung sudah bertambah angota. Ada
karyawannya pak Anwar dan istri. Ada dua kakak Mia dan pasangan. Ada calon
pasangannya. Kamal juga baru tahu hari ini. Ternyata Evi yang dulu pernah masuk
dikehidupannya sekaligus family jauhnya itu, ternyata sekarang sudah menjadi
calon istri kakaknya Mia.
“Panji…? Sebelum acara berikutnya dilanjut, bagaimana kalau
sekarang kamu perkenalkan dulu semua anak-anak kamu ke aku supaya kalau aku
bertemu dengan mereka dimana saja tidak pangling”
“Baik Her…Yang dekat dengan ibunya itu adalah anak sulung
aku namanya Maya…Prefesinya sebagai guru, dinas di Sumedang. Suaminya kepala
sekolah, tapi sekarang tidak hadir karena sedang ada pekerjaan yang lebih
penting…Nah kalau yang disebelahnya, itu anak keduaku namanya Umar. Profesinya
sebagai dokter umum…Yang disampingnya calon istrinya berpropesi sebagai dokter
umum juga…Nah, kalau yang bungsu kamu juga sudah tahu namanya Mia, profesinya
sebagai perawat. Suaminya kamu juga sudah tahu namanya Fajar. Dan profesinia
sebagai dokter umum pula”
“Ternyata kamu itu lebih kaya dari aku Panji…Punya anaknya
lebih banyak…”
“Kalau Mia kan sudah jadi anak kita berdua Her…Jadi kita itu
sama-sama punya anak dua dan sepotong…” canda pak Panji. Gerrr ! hadirin setia
pada tertawa dan bertepuk tangan.
“Karena sahabat saya sudah memperkenalkan seluruh
keluarganya, saya juga sekarang akan memberi mengumumkan. Tapi bukan
memperkenalkan keluarga saya, melainkan mengumumkan tentang orang terbaik dalam
perusahaan saya…Sekarang orangnya sudah hadir disini…Untuknya sekarang saya
beritahukan; bahwa sebelum beliau pensiun, tugasnya mulai bulan ini resmi
dikembalikan lagi ketempat asal “
“Pah…? Papa kerjanya kembali ke tempat lama?”
“Oom…? Oom bakal tinggal lagi di Bandung jadi lebih dekat
dengan kami?”
“Selamat ya Oom…Kalau sudah tua, pasti Oom juga mau tinggal
__ADS_1
dikampung halaman…”
Antara tante Wati, Wiwin dan Kamal, menunjukan rasa
kebahagiaannya itu beragam. Tapi Dani anak berusia enam tahun, tetap yang
omongannya selalu menggemaskan orang-orang dewasa.
“Kakak ganteng…? Kalau kakek ganteng sama nenek cantik sudah
tinggal di Bandung, aku juga pasti jadi akan sering kesana…Kan dekat, ongkosnya
tidak mahal…”
‘Hai anak ganteng…? Siapa itu yang suka bilang ongkos mahal
?” pak Suherman ambil bagian dalam
kebahagian keluarga karyawannya.
“Ayah dan bunda…Setelah video call, lan dengan nenek cantik
aku itu suka ngajak ayah dan bunda pergi ke Medan…Tapi kata ayah dan bunda.
Jangan…Karena selain jauh ongkosnya mahal”
“Oh gitu ceritanya…” celoteh semua yang merasa terhibur.
Setelah itu Dani di pangku oleh ayahnya, sampai ke acara berikut yang
skenarionya diberitahukan oleh pak Suherman.
“Jadi penganting baru dan dua pasangan muda lainnya, kali
ini harus buka-bukaan tentang pasangannya…Dan untuk yang pertama, silahkan
pasangan pengantin baru dulu yang kedepan…Ceritakan suka dukanya beristrikan
sang bidadari pujaan itu didepan kita-kita “
semua orang. Tapi karena sudah menjadi keputusannya, Fajarpun akhirnya kedepan
bersama sang istri.
“Saya itu menikahi istri tercinta delapan bulan yang
lalu…Sebelumnya memang banyak cobaan dan rintangan yang saya hadapi…Tapi karena
sudah jodoh, akhirnya alloh menyatukan kami…Dan dari pernikahan itu sekarang
dirahimnya sudah ada buah cinta kami yang berusia dua bulan “
“Alhamdulillah…Berarti Alloh mempercayai kalian…” Kebanyakan
orang ikut senang. Apalagi calon kakek neneknya yang sama-sama baru mengetahui.
“Supaya waktu tidak terbuang percuma, silahkan sekarang
pengusaha agribisnis supaya mengikuti jejak peserta permana…Pasangan ini di
ikutkan di ajang ini, karena istrinya orang terdekat juga. Ketika masih
menjalin hubungan dengan anak saya, ananda Wiwin ini sudah dianggap keluarga”
Kamal dan Wiwin ke depan sambil membawa Dani. Kamal lalu
mengambil mikropon.
“Saya dan istri saya itu menikah delapan tahun yang
lalu...Anak pertama kami berusia enam tahun karena setelah menikah istri saya
belum bisa hamil selama dua tahun…Tapi almahdullillah sekarang dirahimnya sudah
ada calon adik sisulung yang usianya sudah dua bulan…Ternyata sama dengan teman
__ADS_1
saya “
“Alhamdulillah…Kalau anaknya sudah dua, nanti di rumahnya
bakal lebih rame…” ada yang nyeloteh.
Ketika giliran Indra yang akan bertutur tentang pasangannya,
semua orang yang hadir lebih fokus. Bu Ranti dan bu Sumiati sudah berpegangan
tangan. Kamal dan Fajar melindungi pasangannya. Sedangkan pak Suherman dan pak Panji, cukup menahan nafas
saja.
“Seperti yang keluarga serta kerabat ketahui, bahwa didalam
perjalanan hidup saya banyak sekali cobaan dan hantamanan yang menimpa…Seandainya
saya tidak menyadari bahwa jodoh dan kematian itu sudah ada yang mengatur,
mungkin sekarang saya tidak akan berada disini…Setelah saya terus bersabar didalam
menghadapi ujiannNYA, ternyata saya diberiNYA yang terbaik pula…Wanita solehah
yang bernama Syafira ini sangat mencintai saya…Dia menerima saya apa
adanya… Segala kekurangan saya
dianggapnya sempurna didalam mengisi hari-hari…..Dan satu keistimewaannya lagi,
meskipun anak pertama kami baru berusia delapan bulan, calon adiknya sudah
berada dirahimnya berusia tujuh minggu…Bagi saya istri saya ini benar-benar
seorang wanita yang sempurna…” kata Indra mengenai pasangannya. Pajar dan Kamal
semakin erat melindungi pasangannya karena takut kenapa-napa. Sedangkan wanita
berhijab yang bernama Syafira berbunga-bunga karena setelah menikah setahun
lebih, baru kali ini sang suami memuji dirinya.
“Mas…? Terimakasih sudah membuatku bahagia hari ini…”
“Sama-sama Syaf…Orang sebaik dan sesabar kamu sudah sepantasnya
mendapat yang terbaik ”
Indrapun akhirnya melindungi pasangannya. Pak Suherman dan
pak Panji tertawa bahagia sambil berpelukan. Bu Ranti dan bu Sumiati
berpegangan tangan sambil ajrug-ajrugan.
Sedangkan mata Mia dan Wiwin tiba-tiba berkaca. Lebih-lebih
Wiwin yang beberapa saat lalu seolah sudah ditantang oleh Indra. Banyak
genangannya itu duakali lipat sehingga ia harus tengadah supaya tidak tumpah.
“Air mata…Beritahu seluruh dunia…Aku menangis itu bukan
masih mencinta mantan…Bukan pula cemburu karena melihat dia sudah bahagia
dengan pasangannya…Kita berpisah dulu bukan karena sudah tidak saling cinta,
mungkin itu yang masih menyelip didalam hati dan pikiranku…
Air mata…Aku baru menyadari ternyata masih ada tali pengikat
yang belum terbuang…Tapi sekarang akan kubuang supaya pergi bersamamu…
Clak...Clak...” Setelah menahannya beberapa saat, dua butir air mata Wiwin bergulir. Indra memandangi wajah mantan kekasih yang matanya sembab. Air matanya yang mau jatuh lagi berkilau-kilau di seputar matanya. Ketika hasrat Indra menggebu ingin menghapuskannya, tiba-tiba dipendengarannya mengiang." Selamat pak Indra istrimu sedang hamil tujuh minggu. Supaya pertumbuhan janinya bagus, tolong lebih perhatikan lagi istrinya. Buat hati istrimu selalu senang dan bahagia"
******
__ADS_1
TAMAT