Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Misi Untuk Balas Dendam


__ADS_3

KEHAMILAN Wiwin ternyata benar seperti prediksi bidan yang


selama ini biasa memeriksakan kandungannya, bahwa anaknya akan lahir bulan ini


minggu pertama. Dan benar pula hari ini kandungan Wiwin sudah mulai kontraksi.


Sebelum dibawa ke klinik bersalin, Kamal mengumpulkan dulu barang-barang yang


bakal diperlukan dibantu oleh bi Ijah. Pas mau berangkat, bu Arum dan pak Kosim


yang sudah diberi tahu bahwa menantunya akan melahirkan, tiba di rumah anaknya


ini tepat pas mobil mau berangkat


Pada saat yang bersamaan, sebuah angkot berhenti di jalan


yang menuju dusun padat penduduk. Tidak lama setelah seorang penumpang turun,


sebuah mobil mewah berhenti. Pengemudinya membuka kaca depan. Maksudnya mau


menanyakan alamat yang sedang di cari kepada orang yang turun dari angkot ini


“Teh ? Kalau rumah kontrakan MELISA HAPPY, masih jauh nggak


dari sini ?”


“Sudah dekat mas. Kebetulan saya juga mau menuju kesana.


Tapi mau nunggu dulu ojek”


“Kalau sama-sama ke satu tujuan, tidak usyah nunggu ojek teh,


ikut mobil saya aja”


“Nggak apa-apa mas saya ikut ? Biasanya kalau dari sini saya


jalan kaki. Tapi sekarang buru-buru. Soalnya belum sholat duhur”


“Kalau begitu cepetan masuk, sudah pukul dua lebih nih.


Duduknya di depan aja”


Setelah orang yang di ajaknya masuk, sang pengemudi


menjalankan lagi mobilnya. Tapi sambil nyetir orangnya berbicara di dalam hatinya.


“Cantik banget gadis ini ? Aku mau banget kalau jadi pacar dia?“ pikirnya. Tapi


ketika melirik, kebetulan gadis ini melirik pula


“Bisa kenalan ?”  biasa,


laki-laki


“Oh, boleh mas. Nama saya Mia Mardiana”


“Nama saya Galang Nugraha. Kalau Mia mau manggil, cukup


Galang aja”


“Sama. Kalau mau manggil aku, mas Galang juga cukup Mia aja



“Kalau begitu aku juga manggil Mia aja ya ? Dan siapa tahu


nanti kita…”


“Kita apa mas…?”  gadis


itu yang tak lain Mia, tersenyum seperti Galang. Tapi mereka tidak keterusan


bercanda karena perjalanan sudah sampai


“Mas berhenti di depan sekolah PAUD”


“Jadi kita sudah sampai. Rumak kontrakan MELISA HAPPY mana


belum terlihat?”


“Di sampingnya mas. Agak ke belakang sedikit”


Setelah mobil berhenti Mia keluar. Galang juga keluar dari


pintu sebelah


“Kamu mau nggak kalau temani aku dulu menemui pemilik rumah


kontrakan ?”


“Kalau begitu disini aja mas tujuannya sampaikan. Kebetulan


aku juga termasuk salah satu yang di percayakan mengelola rumah kontrakan ini


oleh orang tuaku selain kakak aku”


“Jadi rumah kontrakan MELISA HAPPY itu milik orangtuamu?


Kenapa tidak bilang dari tadi?”

__ADS_1


“Emangnya selama ini mas Galang menanyakan? Kan tidak ?”


“Haha…! Selain cantik, kamu itu ternyata suka bercanda juga


ya ? Kalau begitu thedupoin aja. Aku mau ngontrak disini Mi”


“Asal mas Galang itu darimana ? Mengapa mau ngontrak disini


?”


“Asal aku dari Jakarta. Mau ngontrak disini,  tujuannya supaya skripsi yang sedang di susun


cepat kelar”


“Memangnya mas Galang kuliah dimana ? jurusan apa ?”


“Kuliahnya di salah satu unifersitas yang ada di Jakarta. Jurusan


seni”


“Pantas dandanan mas Galang seperti seniman. Rambutnya panjang


di ikat. Kaya artis yang suka tampil di televisi itu?  Ganteng “


“Terimalasih…”  Galang


tersenyum


“Oya ? Tadi katanya mau sholat duhur. Sekarang sholat dulu


jug. Ngurus anministrasi nanti aja setelah Mia sholat. Kebetulan aku mau


menghubungi dulu seseorang “


“Kalau begitu saya duluan masuk ya mas ? Kalau orang itu


sudah dihubungi, nanti mas Galang tinggal nyusul kesana”


“Iya Mi. Aku juga mau ngobrolnya dengan orang ini di dalam


mobil aja, supaya tidak ada yang dengar “  canda Galang disertai senyuman lebar.


“Dasar orang seni…? Sedikit-sedikit dibuat lucu”  desis Mia sambil tersenyum pula. Setelah itu Mia


pergi menuju rumah kontrakan. Sedangkan Galang, setelah Mia tidak ada lalu


masuk lagi ke dalam mobilnya. Terus orang yang mau dihubunginya di kontak


“Assalamualaikum pak…?”   Setelah kontaknya nyambung, Galang langsung uluk salam


“Wa,alaikumussalam…Galang ? Ada apa ?”


“Pak ? Saya sudah bertemu dengan target”


“Iya pak. Dan ternyata langkah awal dari misi bapak, di mudahkan…”


jawab Galang. Lalu ia menceritakan pertemuannya dengan Mia dari awal sampai


akhir


“Jadi sekarang gadis itu sedang sholat duhur?”


“Iya pak. Saya menelepon bapak, aman tidak akan ada yang


tahu”


“Ya udah. Kalau begitu uang muka dari saya itu kamu pergunakan


sesuai kebutuhan. Nanti kalau kamu sudah mendapatkan seperti yang saya mau,


hasilnya langsung dikirim ya? Kamu pasti mengerti maksud saya”


“Iya pak. Saya juga disini sambil nyusun skripsi. Nanti


gadis ini juga akan terus saya akrabi supaya orangnya tidak curiga bahwa saya


sebenarnya orang suruhan bapak “


“Pintar kamu Galang…?” orang disana yang tak lain pak


Suherman tertawa kecil. Tertawanya mungkin akan tambah lebar kalau disini


Galang berkata yang memuaskannya


“Pak ? Kalau nanti gadis itu saya goda, nggak apa-apa kan?”


“Haha…? Galang…? Jadi kamu mau coba-coba nyakiti anakku ?


Memang kamu berani kalau berhadapan dengan ayahnya?”  Ketika dari sini Galang bercanda, ternyata


benar pak Suherman langsung tertawa. Dari sini Galang langsung mendesis. “


Lelaki tua yang s,o kemudaan ini rupanya belum tahu kalau gadis yang di cintai


anaknya itu cantik…”  gumam Galang untuk


dirinya sendiri. Sedangkan yang di sampaikan. “ Itu pun kalau dianya mau sama


saya pak”

__ADS_1


“Ya, nggak apa-apa Lang. Kan tujuan saya mau memisahkan


hubungan mereka ? Jadi skenario disana, saya percayakan sepenuhnya sama kamu. Yang


penting tujuan saya untuk memisahkan mereka, bisa terwujud”


“Kalau begitu sekarang hpnya mau saya tutup dulu ya pak ?


Soalnya takut dia manggil karena tadi administrasi belum di urus. Assalamualaikum…”


“Waalaikumussalam…”


Galang mengakhiri percakapannya dengan pak Suherman. Setelah


hpnya dimasukkan kedalam saku jaketnya, Galang lalu keluar lagi dari mobilnya.


Setelah mengunci mobil, pemuda ini kemudian menemui Mia dan mengurus


administrasi


“Mas Galang mau berapa lama ngontrak disini?”


“Perbulannya berapa ?”  Galang balik bertanya


“Kalau yang sebentar biasanya lebih mahal sedikit. Tujuh


ratus per bulan. Tapi kalau yang lima bulan sampai satu tahun, kita nargetnya lima


ratus per bulan”


“Kalau begitu ini aku bayar di muka untuk satu tahun.


Silahkan uangnya di hitung lagi”


“Ini kebanyakan mas…”  Kata Mia setelah menghitung uang dari Galang


“Memangnya ada berapa uangnya ?”


“Tujuh juta mas. Kita bahkan kalau untuk yang bayar di


tomplok, dikasih kortingan lagi”


“Kalau begitu lebihnya untuk Mia aja. Kalau uang sewaan di


setor ke ortu kan?”


“Iya mas. Tapi uang itu sebenarnya untuk biaya kuliah kita


juga. Bahkan selama ini kakakku yang pegang”


“Oya ? Kakak Mia yang ini, laki-laki atau perempuan?”


“Laki-laki mas. Namanya kak Umar. Sekarang kakakku itu masih


kuliah di kedokteran bersama kak Fajar yang sama-sama berasal dari satu Desa.


Makanya selama in mereka akrab”


“Ini dia mungkin yang nanti bisa membantu tujuanku “


“Maksud mas Galang ?”


“Up ! Memang barusan aku ngomong apa ?”  Galang rupanya tidak menyadari apa yang


barusan ia ucapkan


“Aku juga tidak mengerti mas ? Mungkin barusan mas Galang


sedang memikirkan nama teman kakak aku?”


“O,iya? Siapa tadi namanya?”


“Kak Fajar mas”


“Kamu punya fhotonya nggak?”


“Dulu pernah punya. Tapi entah sekarang apa masih ada atau


tidak?”


“Kalau begitu kapan-kapan cari ya ? Barangkali masih ada ?”


“Memangnya untuk apa mas ? Aku jadi curiga nih?”


“Nggak usyah curiga. Kalau fhoto grafer, yang di uliknya


pasti yang berhubungan dengan fhoto-fhoto”


“O, iya? Tadi aku lupa nanya lebih spesifik mengenai kuliah


mas Galang di jurusan seni. Ternyata memilih fhotografer. Maafkan aku ya mas,


kalau tadi agak tersinggung?”


“Nggak apa-apa. Kalau untuk gadis secantik kamu, pintu maaf


pasti akan selalu terbuka…”  Galang mulai


memasang perangkap. Dan ternyata setelah itu Mia sangat percaya dengan pemuda

__ADS_1


ini. Yang ternyata Galang ini orang suruhan pak Suherman yang di beri tugas


untuk memisahksn Mia dari Indra.


__ADS_2