Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Foto Wedding


__ADS_3

SEBAGAI foto grafer, bulan ini Galang banyak mendapat


orderan. Pengguna jasanya untuk bulan ini kebanyakan di acara perpisahan


sekolah. Kali ini pun anak-anak SMA sedang mengerubut foto grafer tampan itu.


Selain untuk menyampaikan adegan yang mau di ambil, remaja-remaja ini juga


sangat senang kalau bisa lebih dekat dan bisa ngobrol dengan foto grafer ini di


selak-selak kesibukannya.


“Mas Galang…? Nanti aku diambil gambarnya tiga ya…?”


“Iya…”


“Kalau aku selain sedang berpakaian adat, mau lagi


berpakaian tomboy juga mas Galang”


“Kalau mau yang diluar konsep, jangan disini tempatnya…Ini


kan masih area sekolah”


“Mas Galang benar tuh Ra…Emang kamu mau kalau dimarahi


satpam sekolah…Ada-ada aja kalau mau bergaya”.


“Mas…? Ini daftar keseluruhan yang mau diambil gambarnya


dengan atribut yang sudah mereka siapkan sesuai konsep. Rata-rata mau dua dan


tiga kali di syuting mas…”  ketua osis


menghampiri Galang yang sedang benah-benah denah lokasi untuk area pemotretan.


Tapi sebelum memberi jawaban kepada ketua osis itu, tiba-tiba HP dalam saku


celananya berbunyi nada panggilan. Dan Galang memilih mengeluarkan HP nya dulu.


“Dari Mia…?”  gumam


Galang rada-rada kaget. Tapi sebelum meng oke kan, ketua osis yang lapor di


tanggapi dulu maksud tujuannya.


“Anak-anaknya masih memperbaiki dandanannya kan ?”


“Iya mas…Mereka sebenarnya masih belum selesai makeup juga”


“Kalau begitu saya mau terima yang nelpon dulu ya?”


“Baik mas…Sekarang saya juga mau balik lagi ke mereka”


Setelah ketua osis itu pergi, Galang baru mengokaikan HP


nya. “Halo MI?”


“Mas Galang…? Ternyata akhirnya nyambung…”


“Kamu tidak membuang nomorku ternyata Mi?”


“Mas Galang juga ternyata tidak menghapus nomor aku?”


“Karena kalau menghapus nomor kamu, berarti aku melupakan


kamu. Kan ini tidak “


“Sama aku juga mas…Maafkan semua kesalahan aku dulu ya mas


?”


“Aku yang seharusnya minta maaf Mi…? Karena kesalahanku

__ADS_1


kekamu sudah jelas”


“Sayang…? Dari tadi di cari-cari…? Ternyata ada disini…?


Sedang menelpon siapa ?”


“Mi…? itu siapa kekamu memanggil sayang…?”   Galang menanyakan suara orang lain yang di


dengarnya. Sebelum menjawabnya, disini Mia memberi tempat dulu ke orang yang


baru datang itu. Setelah duduk disampingnya, Mia baru menjawab pertanyaan


Galang.


“Yang tadi suaranya mas Galang dengar,  itu suami aku mas…”


Karena kaget, Galang tidak sadar memindahkan HP yang semula


di pegang tangan kirinya, di pindah jadi  ke tangan kanannya. Otomatis telinga yang dipergunakan untuk mendengar


juga jadi yang sejajar.


“Jadi kamu sudah menikah Mi ?”


“Iya mas…Sekarang ayo oleh mas Galang tebak…Dengan siapa aku


menikah…?”


“Haha…Kamu memberi pertanyaan ke aku yang gampang…Ya pasti


dengan anak pengusaha kaya itu, lah…Yang bernama tuan muda Indrawan Suherman”


‘Cukup mas Galang…! Sekarang jangan sebut lagi nama itu


dihadapnku…! Jangankan bertemu, mendengar namanya saja, sekarang aku sudah


muak…!”


Disini Galang termenung karena tidak mengerti dan tidak tahu


“Orang yang selalu kutunggu dan kujaga pesannya itu sekarang


sudah menikah dengan orang lain mas…Dia ternyata ingkar janji dan tidak


memikirkan perasaanku samasekali…Tapi sudahlah…Sekarang aku juga sudah


bahagia…Tujuan aku menelpon mas Galang sebenarnya aku mau dibuatkan foto


wedding…Karena kita nikah belum resepsi…”


“Tanggal berapa resepsinya MI ?”


“Waktu dan harinya tanggal 13 bulan depan mas”


“Mi…? Apa kamu tidak pobia dengan tanggal itu…? Untuk suatu


momen bahagia, kenapa pilih tanggal yang sudah membuatmu sial?”


“Kayaknya istri saya tidak seperti itu saudara Galang…Karena


kita orang yang sama-sama tidak percaya mitos…Makanya untuk resepsi pernikahan


kami, kita berdua sepakat untuk mengambil tanggal itu…Tapi istri saya ada


permintaan, katanya foto weddingnya mau saudara Galang yang mengerjakan…”


“Benar kan sayang tadi malam ngomong kayak gitu ?”


“Siapa sebenarnya yang sudah menikahi Mia…? Laki-laki itu


barusan kembali menyebut sayang kepada Mia ?”


“Mas Galang…? Sudah ketebak belum dengan siapa aku menikah…?

__ADS_1


Waktu anak pertama kang Kamal lahir, kita pernah bertemu…Mas Galang waktu itu


memotret kami berdua…Terus kita seluruh nakes sedang bakti sosial yang


diberinama “BANTUAN PENGOBATAN GRATIS UNTUK YANG TIDAK MAMPU”, ketika itu mas


Galang mengambil gambar kita berdua juga…Dan yang terakhir, kita pernah bertemu


waktu seluruh nakes yang berasal dari davil 11 reunian…Ketika itu mas Galang


mengambil gambar kami berdua juga…Tapi dari tiga momen itu, aku rasa mas Galang


mengambil foto kita itu lebih dari tiga kali…Dan yang selebihnya diambil


diam-diam”


“Dokter Fajar…? Jadi Mia itu menikah dengan orang yang


menjadi target aku waktu menjalankan misi pak Suherman…?”  Gumam Galang setelah dalam telpon Mia berkata


panjang lebar.


“Sudara Galang…?”


“Ya…?”  Galang yang


sedang termenung, menjawab yang menyapa.


“Setelah tadi istri saya berkata panjang lebar, sekarang


sudah tahu kan dengan siapa temanmu itu menikah?”


“Iya, sekarang saya tahu dokter…”


“Jadi bagaimana atas permintaannya itu…? Apa nanti saudara


Galang bisa datang untuk bikinkan foto wedding untuk undangan resepsi


pernikahan kami?”


“Te..,tentu saja Dok...” jawab Galang gugup.


“Mas Galang awas kalau bohong…”   Mia yang tadi menangis, kini sudah ceria


lagi. “ Ayo sekarang mas Galang janji dulu didepan kami” pinta Mia sambil


tersenyum.


“Iya , bu dokter…Aku janji…Nanti akan kubuatkan foto weddingnya…Pokoknya


lihat saja hasilnya nanti…Para penerima tamu undangan, pasti akan takjub melihat


sepasang pengantin berbahagia dalam momen yang sakral…Sekarang sudah dulu ya?


Solnya anak-anak yang mau difoto disini sudah pada nunggu nih”


“Iya mas…Sampai bertemu di pembuatan foto wedding itu…Untuk


waktunya mas Galang saja yang tentukan…Kalau kita kapan saja siap…Sekarang HP


nya mau ku tutup dulu ya mas Galang...Asalamualaikum”


“Waalaikumussalam”


Setelah Mia mematikan HP nya, Fajar yang selama


ini mencari istrinya ini mulai menyender. Mia pun sama karena saat ini masih


dalam suasana pengantin baru. Supaya kelihatan seperti sedang berkencan,


keduanya tersenyum sambil saling sentuhkan ujung kepala. Karena bahagia


senyuman Mia tambah lebar. Fajar mengelus pipi sang istri. Potret mereka yang

__ADS_1


seperti ini akan terus abadi dalam kartu undangan. Karena rencana pengantin


baru, salah satu foto Weedingnya mau seprti ini.


__ADS_2