
SEBAGAI foto grafer, bulan ini Galang banyak mendapat
orderan. Pengguna jasanya untuk bulan ini kebanyakan di acara perpisahan
sekolah. Kali ini pun anak-anak SMA sedang mengerubut foto grafer tampan itu.
Selain untuk menyampaikan adegan yang mau di ambil, remaja-remaja ini juga
sangat senang kalau bisa lebih dekat dan bisa ngobrol dengan foto grafer ini di
selak-selak kesibukannya.
“Mas Galang…? Nanti aku diambil gambarnya tiga ya…?”
“Iya…”
“Kalau aku selain sedang berpakaian adat, mau lagi
berpakaian tomboy juga mas Galang”
“Kalau mau yang diluar konsep, jangan disini tempatnya…Ini
kan masih area sekolah”
“Mas Galang benar tuh Ra…Emang kamu mau kalau dimarahi
satpam sekolah…Ada-ada aja kalau mau bergaya”.
“Mas…? Ini daftar keseluruhan yang mau diambil gambarnya
dengan atribut yang sudah mereka siapkan sesuai konsep. Rata-rata mau dua dan
tiga kali di syuting mas…” ketua osis
menghampiri Galang yang sedang benah-benah denah lokasi untuk area pemotretan.
Tapi sebelum memberi jawaban kepada ketua osis itu, tiba-tiba HP dalam saku
celananya berbunyi nada panggilan. Dan Galang memilih mengeluarkan HP nya dulu.
“Dari Mia…?” gumam
Galang rada-rada kaget. Tapi sebelum meng oke kan, ketua osis yang lapor di
tanggapi dulu maksud tujuannya.
“Anak-anaknya masih memperbaiki dandanannya kan ?”
“Iya mas…Mereka sebenarnya masih belum selesai makeup juga”
“Kalau begitu saya mau terima yang nelpon dulu ya?”
“Baik mas…Sekarang saya juga mau balik lagi ke mereka”
Setelah ketua osis itu pergi, Galang baru mengokaikan HP
nya. “Halo MI?”
“Mas Galang…? Ternyata akhirnya nyambung…”
“Kamu tidak membuang nomorku ternyata Mi?”
“Mas Galang juga ternyata tidak menghapus nomor aku?”
“Karena kalau menghapus nomor kamu, berarti aku melupakan
kamu. Kan ini tidak “
“Sama aku juga mas…Maafkan semua kesalahan aku dulu ya mas
?”
“Aku yang seharusnya minta maaf Mi…? Karena kesalahanku
__ADS_1
kekamu sudah jelas”
“Sayang…? Dari tadi di cari-cari…? Ternyata ada disini…?
Sedang menelpon siapa ?”
“Mi…? itu siapa kekamu memanggil sayang…?” Galang menanyakan suara orang lain yang di
dengarnya. Sebelum menjawabnya, disini Mia memberi tempat dulu ke orang yang
baru datang itu. Setelah duduk disampingnya, Mia baru menjawab pertanyaan
Galang.
“Yang tadi suaranya mas Galang dengar, itu suami aku mas…”
Karena kaget, Galang tidak sadar memindahkan HP yang semula
di pegang tangan kirinya, di pindah jadi ke tangan kanannya. Otomatis telinga yang dipergunakan untuk mendengar
juga jadi yang sejajar.
“Jadi kamu sudah menikah Mi ?”
“Iya mas…Sekarang ayo oleh mas Galang tebak…Dengan siapa aku
menikah…?”
“Haha…Kamu memberi pertanyaan ke aku yang gampang…Ya pasti
dengan anak pengusaha kaya itu, lah…Yang bernama tuan muda Indrawan Suherman”
‘Cukup mas Galang…! Sekarang jangan sebut lagi nama itu
dihadapnku…! Jangankan bertemu, mendengar namanya saja, sekarang aku sudah
muak…!”
Disini Galang termenung karena tidak mengerti dan tidak tahu
“Orang yang selalu kutunggu dan kujaga pesannya itu sekarang
sudah menikah dengan orang lain mas…Dia ternyata ingkar janji dan tidak
memikirkan perasaanku samasekali…Tapi sudahlah…Sekarang aku juga sudah
bahagia…Tujuan aku menelpon mas Galang sebenarnya aku mau dibuatkan foto
wedding…Karena kita nikah belum resepsi…”
“Tanggal berapa resepsinya MI ?”
“Waktu dan harinya tanggal 13 bulan depan mas”
“Mi…? Apa kamu tidak pobia dengan tanggal itu…? Untuk suatu
momen bahagia, kenapa pilih tanggal yang sudah membuatmu sial?”
“Kayaknya istri saya tidak seperti itu saudara Galang…Karena
kita orang yang sama-sama tidak percaya mitos…Makanya untuk resepsi pernikahan
kami, kita berdua sepakat untuk mengambil tanggal itu…Tapi istri saya ada
permintaan, katanya foto weddingnya mau saudara Galang yang mengerjakan…”
“Benar kan sayang tadi malam ngomong kayak gitu ?”
“Siapa sebenarnya yang sudah menikahi Mia…? Laki-laki itu
barusan kembali menyebut sayang kepada Mia ?”
“Mas Galang…? Sudah ketebak belum dengan siapa aku menikah…?
__ADS_1
Waktu anak pertama kang Kamal lahir, kita pernah bertemu…Mas Galang waktu itu
memotret kami berdua…Terus kita seluruh nakes sedang bakti sosial yang
diberinama “BANTUAN PENGOBATAN GRATIS UNTUK YANG TIDAK MAMPU”, ketika itu mas
Galang mengambil gambar kita berdua juga…Dan yang terakhir, kita pernah bertemu
waktu seluruh nakes yang berasal dari davil 11 reunian…Ketika itu mas Galang
mengambil gambar kami berdua juga…Tapi dari tiga momen itu, aku rasa mas Galang
mengambil foto kita itu lebih dari tiga kali…Dan yang selebihnya diambil
diam-diam”
“Dokter Fajar…? Jadi Mia itu menikah dengan orang yang
menjadi target aku waktu menjalankan misi pak Suherman…?” Gumam Galang setelah dalam telpon Mia berkata
panjang lebar.
“Sudara Galang…?”
“Ya…?” Galang yang
sedang termenung, menjawab yang menyapa.
“Setelah tadi istri saya berkata panjang lebar, sekarang
sudah tahu kan dengan siapa temanmu itu menikah?”
“Iya, sekarang saya tahu dokter…”
“Jadi bagaimana atas permintaannya itu…? Apa nanti saudara
Galang bisa datang untuk bikinkan foto wedding untuk undangan resepsi
pernikahan kami?”
“Te..,tentu saja Dok...” jawab Galang gugup.
“Mas Galang awas kalau bohong…” Mia yang tadi menangis, kini sudah ceria
lagi. “ Ayo sekarang mas Galang janji dulu didepan kami” pinta Mia sambil
tersenyum.
“Iya , bu dokter…Aku janji…Nanti akan kubuatkan foto weddingnya…Pokoknya
lihat saja hasilnya nanti…Para penerima tamu undangan, pasti akan takjub melihat
sepasang pengantin berbahagia dalam momen yang sakral…Sekarang sudah dulu ya?
Solnya anak-anak yang mau difoto disini sudah pada nunggu nih”
“Iya mas…Sampai bertemu di pembuatan foto wedding itu…Untuk
waktunya mas Galang saja yang tentukan…Kalau kita kapan saja siap…Sekarang HP
nya mau ku tutup dulu ya mas Galang...Asalamualaikum”
“Waalaikumussalam”
Setelah Mia mematikan HP nya, Fajar yang selama
ini mencari istrinya ini mulai menyender. Mia pun sama karena saat ini masih
dalam suasana pengantin baru. Supaya kelihatan seperti sedang berkencan,
keduanya tersenyum sambil saling sentuhkan ujung kepala. Karena bahagia
senyuman Mia tambah lebar. Fajar mengelus pipi sang istri. Potret mereka yang
__ADS_1
seperti ini akan terus abadi dalam kartu undangan. Karena rencana pengantin
baru, salah satu foto Weedingnya mau seprti ini.