Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Di Blik Wanita Karier


__ADS_3

YANG berfaras cantik tapi kurang beruntung dalam urusan


cinta, bukan hanya Mia. Ada yang lain, salah satunya kini sedang duduk di


sebuah resto yang cukup terkenal di kota ini. Wanita karier ini tidak lama lagi


mungkin akan di hampiri pelayan. Karena dari meja manager pelayan sudah


mengambil buku menu.


“Selamat datang di resto kami…Disini daftar menunya sudah


lengkap. Mbak mau pesan apa saja ?”


“Yang sedang di tunggunya belum datang. Nanti saja ya kalau


orang nya sudah datang?”


“Oh baik mbak. Kalau begitu selamat menikmati dulu music


yang sedang kita putar”


“Ya, terimakasih. Lagunya enak”


Setelah pelayan tidak ada, pengunjung resto satu ini melihat


jam tangan yang dipakainya. Ketika ia masih memastikan sudah berapa lama


menunggu sambil menunduk. “Maaf  ya Ev, saya


datangnya telat” Selain langsung menoleh kearah datangnya suara, gadis ini yang


tidak lain Evi bangkit sambil tersenyum.


“Nunggunya sudah lama ya?”


“Nggak mas. Paling baru lima belas menitan”


“Mejanya masih kosong ? Minuman juga belum ada ?”


“Karena untuk pesanan, saya sengaja menunggu dulu mas.


Soalnya takut selera kita tidak sama”


“Nggak harus di soal padahal. Apapun yang sudah di pesan


Evi, pasti akan saya hargai semuanya” Kata orang yang baru datang ini setengah


bercanda. Selain tersenyum senang, ternyata Evi langsung memanggil pelayan.


“Disini daftar menunya sudah lengkap. Silahkan dilihat dulu”


“Mas ? Mau pesan apa?”   Setelah buku daftar menu ada ditangannya, Evi bertanya sambil menatap.


Orang yang di tawarinya yang tak lain Fajar, ikut memegang buku itu.


“Jangan makan ya? Pesannya makanan ringan aja dan minuman.


Nih disini banyak pilihan?”


“Terserah mas. Saya ngikuti aja”


Setelah ada persetujuan, Fajar dan Evi akhirnya meminta


kepelayan supaya diantar yang sudah mereka tandai. Waktu terus berjalan. Pada

__ADS_1


saat yang bersamaan, Mia masih mengurung diri di kamar. Padahal hari sudah


cukup siang. Meskipun ini hari libur, tapi kedua orangtuanya tidak mau kalau setelah


penantiannya menunggu Indra sia-sia putrinya terus seperti ini.


“Bu? Samperin jug ke kamarnya. Terus nasehati…Bilangin ke


Mia. Jangan dipikirin terus apa yang sudah terjadi”


“Baiklah pak. Sekarang ibu akan coba. Mungpung orangnya ada


dirumah”


Memang meskipun dirinya sedang mendapat masalah. Tapi


tanggung jawab dalam pekerjaan, Mia itu tetap semangat dan propesional.


“Tok,tok…Mi ?”  Bu


Sumiati mengetuk pintu kamar Mia dan memanggil.


Mia di dalam yang sedang tiduran langsung membuka selimut


yang menutup wajahnya.


“Masuk bu”


Ketika ibunya masuk, ternyata Mia di atas tempat tidurnya


itu kali ini sudah duduk. Tapi selimbut masih membalut di separuh badannya.


“Ayah mungkin mau bicara. Bisa nggak kalau sekarang kamu


keluar dari kamar?”


****** dulu lama”


Bu Sumiati akhirnya bangkit lagi. Setelah di ambang pintu


pak Panji yang sedang duduk di kursi ruang TV, lalu di isyarati supaya ikut


masuk ke kamar anaknya.


“Mi? Kamu baik-baik saja ? Sehat ?”  Setelah ada di kamar anaknya, pak Panji justru


lebih menunjukkan kehawatirannya. Pertanyaannya yang beruntun dari ayahnya,


membuat air mata Mia langsung berlomba-lomba. Tapi yang keluar terlebih dulu,


hanya beberapa tetes saja. Itupun untuk masa lalu ayahnya dan pak Suherman yang


selama ini masih di pendam oleh Mia.


“Mi, saran ayah…Daripada ingkarnya Indra menguras terus air


matamu tiap hari, mendingan sekarang buka hatimu untuk orang lain…Sampai saat


ini, sepertinya nak Fajar masih mengharapkan cinta kamu. Bagaimana kalau


sekarang kamu itu terima cintanya dia”


“Tidak ayah…Selama saya belum mengetahui penyabab Indra


tidak datang itu, saya akan tetap setia sampai kapanpun ”  kata Mia yang maknanya bercabang. Bisa

__ADS_1


ayahnya menyadari kesalahan masa lalunya kepada pak Suherman. Bisa juga karena


Indra mengetahui konplik kedua orangtua mereka. Akhirnya memutuskan untuk tidak


melanjutkan hubungan cinta mereka.


“Kalau keputusanmu sudah begitu, ayah juga jadi tidak bisa


berbuat apa-apa Mi ? Kecuali mendo’akan, semoga problemmu cepat berakhir”


“Amiiin…”   Bu


Suamiati dan Mia sama-sama mengangkat kedua tangan. Tapi untuk Mia kedua


tangannya itu tidak turun lagi kebawah melainkan terus menulungkap wajahnya dan


terus menangis tersengguk.


Pada saat yang bersamaan. Di sebuah resto ternama tempat


janjiannya Fajar dengan Evi pun saat ini mulai membuat gadis dihadapannya


hampir menangis kerena merasa menyesal dan kecewa atas pernyataan yang sudah di


sampaikan Fajar.


“Jadi mas Fajar ngajak kita ketemuan disini itu hanya untuk


menyampaikan bahwa persahabatan kita tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya?”


“Sekali lagi maafkan saya Ev…Setelah rasa cinta untuk Mia tumbuh


sejak saya mulai puber, hingga saat ini ternyata rasa itu tetap ada…Sekarang


dia yang bekerja sekantor dengan saya itu sedang mempunya problem…Jujur..,saya


tidak tega kalau saya malah melabuhkan cinta kepada orang lain. Apalagi kalau terkesan


sengaja memanas-manasi dia. Meskipun tidak ada niatan sama sekali untuk hal itu”


“Setelah mendengar semua pernyataan mas Fajar, semakin jelas


bahwa dalam hal ini nasib saya tidak mujur…Beberapa tahun yang lalu, saya juga


pernah jatuh cinta kepada seseorang…Tapi ternyata waktu itu orang yang saya


cintai sudah punya tunangan…Sejak saat itu, sayapun jadi malas cari


jodoh…Apalagi sekarang mas. Aku malah trauma karena takut gagal dan gagal lagi”


“Kamu jangan pesimis Ev. Jodoh setiap orang itu sudah ada


titis tulisnya dari Sang Maha pencipta…Selain kamu harus yakin? Saya juga akan


ikut do’akan. Semoga kamu mendapat jodoh yang lebih dari saya dalam


segala-galanya”


“Amiiin…”  Meskipun


sedang menangis, ternyata Evi mengamini do’a yang di panjatkan Fajar. Mungkin


pikirnya buat apa aku tetap cinta terhadap Fajar kalau orangnya tidak cinta


terhadap aku. Mendingan sekarang aku pokus lagi ke pekerjaan. Soal masih tetap

__ADS_1


jomlo nggak apa-apa. Yang penting karierku terus melesat!”  pikir Evi setelah usahanya mencari jodoh


kembali gagal.


__ADS_2