
SEGALA sesuatu untuk aqhiqah anak Indra dan Syafira sudah
mulai dipersiapkan keluarga. Untuk hewan aqhiqahnya dan konsumsi, pak Suherman
sudah menemui salah satu usaha ketring. Salah seorang pegawai karting itu lalu mengajak
pak Suherman untuk melihat domba-domba di tempat yang biasa perusahaan ini
bernego kalau ada pemesan supaya melihat-lihat dulu. Dua domba jangkrak yang
tanduknya indah di usap-usap oleh pak Suherman. Karena cucunya laki-laki, ayah
dari Indra ini niat membeli dua ekor. Dan dua domba inilah yang terpilih oleh
pak Suherman.
Ibunyanya Syafira yang menetap di Malaysia juga hari ini sudah
terbang. Setelah turun dari pesawat, ibunya Syafira ini langsung naik taksi.
Dan kini taksinya sudah hampir sampai di rumah anaknya.
Pukul dua siang ketika Syafira sedang dikamarnya, bel rumah tiba-tiba
berbunyi. Ketika pintu dibuka oleh Syafira langsung, ternyata yang datang itu
mamanya. Di depan pintu ibu dan anak itu langsung melepas kangen dan berpelukan.
“Mama kesininya sendrian…?” Syafira kali ini sudah melepaskan mamanya.
“Iya…Mama kesini sendirian…Adikmu tidak ikut karena ada
ujian di kuliahannya…Sedangkan papa sambung kamu sedang sangat sibuk di
perusahaannya”
“Tapi mereka pada sehat kan ?”
“Alhamdulillah…Kamu sendiri setelah melahirkan bagaimana…?
Maaf ya disaat kamu melahirkan mama tidak bisa mendampingi?”
“Nggak apa-apa mah…Akunya juga sekarang sudah sehat..Dan
anak yang aku lahikan juga sudah selamat dan sehat juga”
“Eh iya…? Dimana cucu mama…? Mama sudah tidak sabar ingin
menggendongnya”
“Ada dikamar mah, barusan habis disusui…Yuk sekarang kita
sama-sama kesana”
Syafira dan mamanya yang baru datang, sama-sama menuju ke
kamar bayi. Sesampainya di kamar, ibunya Syafira yang bernama bu Syerli
langsung mengambil cucunya itu dari bok bayi. Seperti Syafira tadi, oleh
__ADS_1
mamanya anak Syafira diciumi ber ulang-ulang. Karena sangat bahagia bercampur
haru, ada air mata yang menetes dari matanya. “Setelah ayahnya meninggal ketika
usia Syafira lima belas tahun karena sakit jantung, ternyata kini putriku itu
sudah menjadi seorang ibu…” Itulah
diantaranya yang mengundang air mata bu Syerli.
“Syafira…? Anakmu ini sudah diberinama belum?”
“Belum mah karena mas Indranya belum pulang ”
“Maksud kamu msih
diluar kota…?”
“Iya mah…Tapi kalau acara aqhiqah, pasti mas Indra akan
pulang”
“O iya Syafira…? Apa setelah menikah dengan Indra, kamu
bahagia?”
“Aku bahagia bengat mah…Karena selama ini mas Indra sangat
sayang dan perhatian sama aku “
“Syukurlah kalau kamu bahagia…Karena ketika mama memutuskan
jaga…Ternyata harapan mama dikabul”
“Oya mah…? Pernikahan mama dengan papa sendiri bagaimana ?”
“Alhamdulillah…Papa sambung kamu sangat sayang sama mama dan
adik kamu…Adik kamu juga dimasukkan kuliah ke universitas elit oleh papa
sambung kalian itu…Dia memang ingin menikahi mama sejak dulu…Tapi waktu itu
mama menolaknya karena masih berat meninggalkan kamu…Tapi alhamdulillah..,sekarang
sudah ada papa si dede yang jaga kamu…Semoga setelah anak ini lahir, rumah tangga kalian tambah harmonis dan
langgeng sampai maut memisahkan”
“Amiin…” Syafira mengamini mamanya yang mendo’akan. Tapi
setelah itu didalam hatinya langsung menyusul.
“Maafkan aku mah…Sebenarnya aku berbohong sama mama…Selama
ini mas Indra jangankan sayang sama aku, perhatianpun tidak…Sekarang aku juga sedang
cemas, karena sampai saat ini mas Indra masih belum bisa dihubungi…Sedangkan
hari H aqhiqah anaknya tingga dua hari lagi…?” Selama ibunya sedang senang menimang-nimang cucunya, didalam hati
__ADS_1
Syafira menjerit. Tapi semua kegundahannya itu terus ditahan supaya mamanya
tidak curiga.
“Oya mah…Dari dari tadi mungkin mama belum makan…? Bagaimana
kalau sekarang aku sediakan makan untuk mama?’
“Memangnya sudah masak ?”
“Sudah mah…Karena selain babysitter, sekarang disini ada
tukang masak dan beres-beres”
“Ada dua pekerja, pasti pengeluarannya gede…Uangnya hasil
kerja suami kamu?”
“Bukan mah…Semuanya dari papa mertua…Kata papa dan mama mertua,
uang hasil kerja mas Indra ditabung saja”
“Syukurlah kalau kamu disayang mertua…Hati mama tambah lega
dan senang…Eh, tadi katanya mau nyediakan nasi buat mama…? Sana gih, sekarang
simpanan dulu dengan lauknya di meja makan. Nanti setelah beres, kita makan
bareng”
“Kalau begitu sekarang aku mau beresin dulu ya mah…? Kalau
masih tudur, si dedenya bobokan aja”
“Ya, nanti kalau sudah mau makan akan mama bobokan…Tapi selagi
kamu masih menyiapkan, sekarang cucu mama mau di timang-timang dulu nih…? ”
sambil mengeyong-ngeyong cucunya, bu Sherli tersenyum senang dan berbicara
sendiri.
Dari ruang makan, hati Syafira yang melihat semua itu tambah
cemas. “Mama sepertinya percaya banget atas semua kebohongan aku…? Dia mengeyong-ngeyong
cucunya sambil tersenyum senang…? Kalau kebohonganku terbongkar, aku pasti
tidak akan bisa menjawab. Tapi mudah-mudahan mas Indra secepatnya pulang,
sehingga aku tidak harus berbuat kesalahan lagi kepada orang tua…?” pikir Syafira sambil memindah-mindahkan
hidangan ke atas meja makan. Tapi tidak bisa dihindari selama ini air matanya keluar
deras tidak bisa ditahan. Namun ketika pekerjaannya hampir selesai, air mata
Syafira yang deras itu buru-buru dihapus
kering. Karena andai mamanya nanya-nanya lagi, Syafira benar-benar sudah tidak mempunyai
__ADS_1
untuk jawaban.