Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Istri Sholehah Menutupi Kekurangan Suami


__ADS_3

SEGALA sesuatu untuk aqhiqah anak Indra dan Syafira sudah


mulai dipersiapkan keluarga. Untuk hewan aqhiqahnya dan konsumsi, pak Suherman


sudah menemui salah satu usaha ketring. Salah seorang pegawai karting itu lalu mengajak


pak Suherman untuk melihat domba-domba di tempat yang biasa perusahaan ini


bernego kalau ada pemesan supaya melihat-lihat dulu. Dua domba jangkrak yang


tanduknya indah di usap-usap oleh pak Suherman. Karena cucunya laki-laki, ayah


dari Indra ini niat membeli dua ekor. Dan dua domba inilah yang terpilih oleh


pak Suherman.


Ibunyanya Syafira yang menetap di Malaysia juga hari ini sudah


terbang. Setelah turun dari pesawat, ibunya Syafira ini langsung naik taksi.


Dan kini taksinya sudah hampir sampai di rumah anaknya.


Pukul dua siang ketika Syafira sedang dikamarnya, bel rumah tiba-tiba


berbunyi. Ketika pintu dibuka oleh Syafira langsung, ternyata yang datang itu


mamanya. Di depan pintu ibu dan anak itu langsung melepas kangen dan berpelukan.


“Mama kesininya sendrian…?”  Syafira kali ini sudah melepaskan mamanya.


“Iya…Mama kesini sendirian…Adikmu tidak ikut karena ada


ujian di kuliahannya…Sedangkan papa sambung kamu sedang sangat sibuk di


perusahaannya”


“Tapi mereka pada sehat kan ?”


“Alhamdulillah…Kamu sendiri setelah melahirkan bagaimana…?


Maaf ya disaat kamu melahirkan mama tidak bisa mendampingi?”


“Nggak apa-apa mah…Akunya juga sekarang sudah sehat..Dan


anak yang aku lahikan juga sudah selamat dan sehat juga”


“Eh iya…? Dimana cucu mama…? Mama sudah tidak sabar ingin


menggendongnya”


“Ada dikamar mah, barusan habis disusui…Yuk sekarang kita


sama-sama kesana”


Syafira dan mamanya yang baru datang, sama-sama menuju ke


kamar bayi. Sesampainya di kamar, ibunya Syafira yang bernama bu Syerli


langsung mengambil cucunya itu dari bok bayi. Seperti Syafira tadi, oleh

__ADS_1


mamanya anak Syafira diciumi ber ulang-ulang. Karena sangat bahagia bercampur


haru, ada air mata yang menetes dari matanya. “Setelah ayahnya meninggal ketika


usia Syafira lima belas tahun karena sakit jantung, ternyata kini putriku itu


sudah menjadi seorang ibu…”  Itulah


diantaranya yang mengundang air mata bu Syerli.


“Syafira…? Anakmu ini sudah diberinama belum?”


“Belum mah karena mas Indranya belum pulang ”


“Maksud kamu  msih


diluar kota…?”


“Iya mah…Tapi kalau acara aqhiqah, pasti mas Indra akan


pulang”


“O iya Syafira…? Apa setelah menikah dengan Indra, kamu


bahagia?”


“Aku bahagia bengat mah…Karena selama ini mas Indra sangat


sayang dan perhatian sama aku “


“Syukurlah kalau kamu bahagia…Karena ketika mama memutuskan


jaga…Ternyata harapan mama dikabul”


“Oya mah…? Pernikahan mama dengan papa sendiri bagaimana ?”


“Alhamdulillah…Papa sambung kamu sangat sayang sama mama dan


adik kamu…Adik kamu juga dimasukkan kuliah ke universitas elit oleh papa


sambung kalian itu…Dia memang ingin menikahi mama sejak dulu…Tapi waktu itu


mama menolaknya karena masih berat meninggalkan kamu…Tapi alhamdulillah..,sekarang


sudah ada papa si dede yang jaga kamu…Semoga setelah anak ini lahir,  rumah tangga kalian tambah harmonis dan


langgeng sampai maut memisahkan”


“Amiin…” Syafira mengamini mamanya yang mendo’akan. Tapi


setelah itu didalam hatinya langsung menyusul.


“Maafkan aku mah…Sebenarnya aku berbohong sama mama…Selama


ini mas Indra jangankan sayang sama aku, perhatianpun tidak…Sekarang aku juga sedang


cemas, karena sampai saat ini mas Indra masih belum bisa dihubungi…Sedangkan


hari H aqhiqah anaknya tingga dua hari lagi…?”  Selama ibunya sedang senang menimang-nimang cucunya, didalam hati

__ADS_1


Syafira menjerit. Tapi semua kegundahannya itu terus ditahan supaya mamanya


tidak curiga.


“Oya mah…Dari dari tadi mungkin mama belum makan…? Bagaimana


kalau sekarang aku sediakan makan untuk mama?’


“Memangnya sudah masak ?”


“Sudah mah…Karena selain babysitter, sekarang disini ada


tukang masak dan beres-beres”


“Ada dua pekerja, pasti pengeluarannya gede…Uangnya hasil


kerja suami kamu?”


“Bukan mah…Semuanya dari papa mertua…Kata papa dan mama mertua,


uang hasil kerja mas Indra ditabung saja”


“Syukurlah kalau kamu disayang mertua…Hati mama tambah lega


dan senang…Eh, tadi katanya mau nyediakan nasi buat mama…? Sana gih, sekarang


simpanan dulu dengan lauknya di meja makan. Nanti setelah beres, kita makan


bareng”


“Kalau begitu sekarang aku mau beresin dulu ya mah…? Kalau


masih tudur, si dedenya bobokan aja”


“Ya, nanti kalau sudah mau makan akan mama bobokan…Tapi selagi


kamu masih menyiapkan, sekarang cucu mama mau di timang-timang dulu nih…? ”


sambil mengeyong-ngeyong cucunya, bu Sherli tersenyum senang dan berbicara


sendiri.


Dari ruang makan, hati Syafira yang melihat semua itu tambah


cemas. “Mama sepertinya percaya banget atas semua kebohongan aku…? Dia mengeyong-ngeyong


cucunya sambil tersenyum senang…? Kalau kebohonganku terbongkar, aku pasti


tidak akan bisa menjawab. Tapi mudah-mudahan mas Indra secepatnya pulang,


sehingga aku tidak harus berbuat kesalahan lagi kepada orang tua…?”  pikir Syafira sambil memindah-mindahkan


hidangan ke atas meja makan. Tapi tidak bisa dihindari selama ini air matanya keluar


deras tidak bisa ditahan. Namun ketika pekerjaannya hampir selesai, air mata


Syafira  yang deras itu buru-buru dihapus


kering. Karena andai mamanya nanya-nanya lagi, Syafira benar-benar sudah tidak mempunyai

__ADS_1


untuk jawaban.


__ADS_2