
NGAMBEKNYA Wiwin yang di sebabkan beberapa hal, ternyata selama masa suci haidnya belum tiba, selama itu pula nyonya Kamal ini sikapnya jadi berubah. Satu ketika Kamal menghampiri istrinya ini sambil membawa dua baju yang masih dalam gantungan
“Win ? Hari ini aku mau meeting. Pakai bajunya harus yang mana ya?”
“Nggak harus nanya dulu kali, pakai aja baju yang di suka dan bakal pantas” kata Wiwin ketus. Kamal akhirnya balik lagi ke kamar. Kemudian di pakainya salah satu dari baju yang di bawanya itu
“Win, aku pakainya baju yang ini. Sekarang aku mau berangkat” Setelah mengganti baju, Kamal menghampiri istri tercinta lagi
“Ya. Semoga selamat”
“Tidak apa-apa dulu ?” maksud Kamal kebiasaan ketika ia mau pergi. Dan ternyata Wiwin lalu mengambil tangan Kamal lalu di ciumnya sambil tetap bermuka masam
“Den, ayo kita pulang. Sudah hampir ashar nih….” Pada saat Kamal sedang terik memikirkan masalah dalam rumah tangganya, mang Kardi menghampiri. Kamal hanya merubah posisi dari terlentang jadi menghadap ke arah mang Kardi
“Malas pulang nya juga mang “
“Kenapa ? Neng Wiwin nya masih ngambek gegara cemburu sama neng Mia?”
“Mamang ini ngomong apa? Istri saya tidak tahu gadis itu juga”
“Iya ? Lalu kenapa sekarang aden malas pulang ?”
__ADS_1
“Ya udah. Sekarang pulang”
Dari tempat bermalas-malasannya akhirnya Kamal bangkit. Kunci motor yang di simpan di atas meja di ambil. Setelah pintu ruangan khusus di pabrik tempat ngasonya ini di tutupkan, Kamal lalu menghampiri motornya. Kemudian pulang boncengan dengan mang Kardi
“Mang. Ransel saya bawa ke dapur sudah kotor “ Sesampainya di rumah, Kamal memberikan ransel kepada mang Kardi. Maksudnya supaya besok di cuci oleh bi Ijah. Setelah memarkirkan motor di tempat biasa, Kamal lalu masuk melalui pintu depan. Ketika pintu baru di buka, sewur-sewur. Tiba-tiba wajahnya di taburi bubuk tepung oleh ibu dan ayahnya plus bi Ijah. Tentu saja tangan Kamal jadi sibuk ngepruk-ngepruk wajah dan bajunya yang jadi putih
“Selamat ulang tahun perkawinan yang ke dua anakku…” Pak Kosim mengucap. Menyusul ibunya dan bi Ijah mengucapkan yang sama. “Selamat ulang tahun pernikanhan ya Den” kata bi Ijah. Setelah itu entah siapa yang menyuruh, tetangganya tiba-tiba nyerbu sambil mengucapkan selamat pernikahan juga. “Selamat ulang tahun pernikahan yang kedua ya den Kamal. Semoga rumah tangganya dengan neng Wiwin selalu langgeng dan cepat di beri momongan”
“Amiin…” Kamal mengangkat kedua tangan
“Ibu ? Ayah ? Dimana istri saya ?” persis seperti skenario yang sudah di rancang. Setelah wajahnya belebotan dan di beri ucapan selamat, Kamal menanyakan orang yang sudah membuat suprise
“Mendingan sekarang kamu bersihkan badan dulu Mal. Nanti setelah badanmu bersih dan ganti baju, baru kamu temui istri kamu” pak Kosim menyarankan
“Iya bu. Kalau begitu sekarang saya mau mandi dulu” kata Kamal akhirnya. Setelah itu bi Ijah buru-buru pergi kedapur. Setibanya di dapur lalu ia merarihkan air hangat kedalam jolang. Setelah mandi, ternyata Kamal juga mengambil baju sendiri. Dan untuk baju ganti, ternyata Kamal mengambil kaus warna biru tangan pendek. Celananya ia mengambil yang warna putih. Baju dan celananya ini dulu Kamal pakai ketika apel pertama kepada Istrinya. Meskipun sudah lama, baju dan celana ini masih bagus karena jarang dipakai
“Ibu? Ayah ? Berada dimana sebenarnya istri saya?” Setelah berpakaian rapi, Kamal menghampiri kedua orangtuanya lagi
“Tadi istri kamu itu sedang melayani tamu spesial. Coba saja sekarang kamu cari di taman” kata pak Kosim dan bu Arum hampir bersamaan. Kamal akhirnya pergi ke taman
“Apa-apaan ini ?! Dan kamu siapa berani-benarninya bersandar ke pundak istri saya ?!” Sesampainya di taman, Kamal langsung emosi.
__ADS_1
“Dik Fajar, cepat semprotkan serbuk warna-warni hermasnya. Rancangan kita ternyata sukses”
Setelah mendapat perintah, Fajar lalu melaksanakan tugasnya. Werr ! Oleh Fajar wajah Kamal di semprot dengan serbuk warna-warni itu. Di saat kedua tangan Kamal sedang sibuk menahan semburan, Wiwin mengucapkan partinya “Selamat ulang tahun perkawinan kita yang kedua, suamiku tercinta…”
“Win ? Jadi ini skenario kamu?” Kamal menurunkan tangannya yang sedang sibuk. Oleh Wiwin kedua tangan suaminya itu lalu di genggam
“Iya...Terus bagaimana suprese dari aku ini suamiku ?”
“Wow…!” Kamal yang masih kurang percaya, menghempaskan isi rongga. Setelah itu ia balas menggenggam kedua tangan istri tercinta
“Selamat ulang tahun pernikahan kedua juga istriku. Luar biasa…Momen ini pasti tidak akan kulupakan seumur hidup” kata Kamal dibarengi senyuman lepas
“Kalau begitu ber terimakasih dulu donk kepada aktornya…” kata Wiwin sambil tetap menempel kepada sang suami. Ketika mereka ber sama-sama melihat ke arah Fajar, ternyata orangnya sedang terpaku berat
“Ternyata kang Kamal itu suaminya mbak Win? Aku masih kurang percaya. Kalau istrinya secantik ini, tidak mungkin kang Kamal berpaling ke wanita lain. Ternyata kecemburuanku selama ini terhadap Mia dan kang Kamal, hanya atas kasat mata yang terbatas ” gumam di dalam hati Fajar selama termenung
“Dik Fajar ? Benar ini dik Fajar ?” Kata Kamal atas yang ia lihat
“Iya kang. Saya memang sang bintang go itu” Jawab Fajar setelah tersadar dari ketermenungannya
“Jadi kalian sudah saling kenal ?” Wiwin seperti kurang percaya
__ADS_1
Ketiga orang ini akhirnya saling tegur. Dan untuk Fajar ada tambahnya. “Berarti sekarang aku harus segera menembak Mia. Karena tidak ada alasan lagi buat aku untuk menimbang-nimbang untuk urusan pribadiku” kata dalam hati Fajar demikian pasti.