Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Menjalani Hari Di Lembaran Baru


__ADS_3

DANI yang usinya sudah genap dua tahun setengah, dibawa rekreasi


oleh ayah bundanya. Di tempat wisata pantai itu, satu rumah di sewa Kamal


supaya anak dan istrinya merasa nyaman. Untuk atribut kalau mereka menikmati


alam pemandangannya supaya lebih seru, beberapa tukang jualan disambanginya. Ada


pemadangan yang tidak biasa tapi biasa mereka lakukan setelah mereka mengenakan


atribut pantai itu. Mungkin karena mereka menganggap ini lembaran baru setelah


dalam rumah tangganya banyak mendapat cobaan.


“Setelah apa yang terjadi, kupikir kita tidak akan bisa


seperti ini lagi. Membelai rambut istri yang cantik…?Memegang kedua tangannya…?


Dan menatap dalam matanya yang bening ? Ditambah sekarang tuan ptrinya sudah


mengenakan baju pantai yang seksi..? Sayang kalau kesempatan ini kulewatkan tanpa


berbuat apa-apa ?”


“Kamu harus minta maaf”


“Minta maaf kepada siapa ? Dan apa kesalahannya?”


“Dulu kamu mengambil cintaku dari dia. Tapi setelah


mendapatkan seluruh cintaku, kamu masih pula berprasangka buruk terhadapnya”


“Maksud kamu aku harus minta maaf kepada Indra ?”


“Orang setulus dia tidak pantas mendapat fitnah dan lain


sebagainya”


“Ya! Aku pasti nanti akan minta maaf. Tapi kapan datangnya


ya ? Harus nanya kepada Mia kalau soal ini”


Meskipun sudah berbicara banyak, ternyata Kamal tidak


melepaskan kedua tangan Wiwin yang sedang di pegangnya. Malah mau lebih dari


itu. Tapi ketika tubuh yang ditariknya hampir jatuh kepelukannya.


“Ayah ? BUnda ? Buruan ? Katanya kalau sudah tidak panas mau


main di pantai?”


“Kalau sudah punya ekor ? Setiap kali mau berduaan itu jadi


kerap terganggu ya?”   Kamal yang


rajuannya tidak menghasilkan apa-apa nyeloteh.


“Makanya kalau baru punya satu ekor saja sudah merasa repot?


Jangan dulu jadi mau punya dua ya ?”


”Kalau begitu nanti atur saja sama kamu. Sekarang mari


penuhi dulu keinginan anak kita”


Sebelum keluar ternyata keluarga kecil yang sedang liburan


itu melengkapi dulu atributnya. Selain memakai kaca mata hitam, Wiwin memakai


topi berdaun lebar supaya kulit mulusnya tidak terlalu tersengat matahari.

__ADS_1


Kalau Kamal selain memakai kacamata hitam juga, tidak lupa membawa kamera untuk


foto-foto. Mereka bertiga keluar dari pondokan sambil menuntun Dani yang pakat


kaca mata juga. Tapi warnanya berbeda dari yang dipakai kedua orangtuanya.


Sesampainya di pantai, selain main bola di atas pasir. Kamal


foto-foto giliran dengan sang istri. Ketika matahari hampir terbenam, Kamal


tiba-tiba memanggil tiga remaja yang sama-sama sedang menikmati indahnya


matahari yang mau terbenam kedalam laut.


“Jang kadieu”  Kamal


melambai.


“Aya peryogi naon kang?”  Tiga pemuda itu lalu menghampiri.


“Begini…”  kepada


orang itu Kamal lalu menceritakan bahwa kalau matahari mau terbenam, ia mau di


foto dengan istrinya di pinggir pantai.


“Diantara kalian bertiga, siapa kira-kira yang lebih tepat


jadi juru foto?”


“Dia kang…” Yang dua orang menunjuk orang yang sama.


“Dua orang menunjuk kamu. Berarti kamu ya yang fotoin kita?”


“Baiklah kang”


“Terimakasih sebelumnya dik. Nanti kita mau di foto beberapa


disuruh, kemudian dipelajarinya.


Ketika matahari mau terbenam, pasangan ini lalu menuju ke


pinggir pantai. Untuk gaya yang pertama, Kamal dan Wiwin berhadap-hadapan


sambil berpegangan tangan. Wiwin yang memakai topi daun lebar menatap Kamal.


Juga sebaliknya.  Baju Wiwin yang tipir


tertebak angin, beriak. Kamal memakai celana sontog yang baju atasannya satu


corak dengan yang di pakai sang istri. Selagi temannya yang satu mau mengambil


gambar, yang dua orangnya saling bisik.


“Mereka kayak selebriti ya? Yang lakinya ganteng. Yang


perempuannya cantik”


“Iya. Mereka juga sepertinya orang kaya”


Yang mau moto sudah ngeceng-ngceng.“Siap ya kang. Saya akan


ambil beberapa gambar untuk antisipasi kegagalan. Ckrek, ckrek, ckrek! Oke.


Sudah kang. Terus gaya dimana lagi?”


Untuk foto berikutnya ternyata Kamal mengambil gaya


menyangga Wiwin yang seolah mau jatuh. Topi Wiwin kali ini tidak dipakai


melainkan di pegang oleh tangan kanannya yang  merangkul pundak Kamal. Yang ini juga hasilnya bagus. Yang terakhir

__ADS_1


Kamal melibatkan anaknya dengan gaya main bola. Di foto ini baju pantai yang


dikenakan Kamal kancingnya dibuka semua. Ketika tertebak hembusan angin yang


terlihat di dada bidangnya hanya kaus dalam warna putih. Sedangkan kedua sisi


bajunya menyinglkak. Adegan yang didapat seolah-olah ia mau merebut bola dari


Dani anaknya, tapi oleh Wiwin bundanya dihalangi.


“Terimakasih atas bantuannya ya dik. Dan ini lumayan untuk


jajan. Dibagi tiga aja nanti ya?” Setelah apa yang di inginkannya selesai


dibuat, Kamal memberi uang ke pemuda itu dua ratus ribu.


 Ketiga pemuda itu


sepakat di bagi adil.


”Aku seratus karena yang motonya ya? Kalian lima puluh-lima


puluh”


“Alhamdulillah segini juga. Ini rejeki yang tidak di


sangka-sangka”


Ketiga orang itu merasa senang.


Siang kini sudah berganti malam. Pasangan yang sedang


menjalani hari di lembaran baru pasca dalam rumah tangganya di terpa badai,


kali ini kebersamaannya benar-benar tidak ada yang mengganggu. Kepala anaknya


yang sedang tidur pulas, di elus-elus oleh Kamal. Wajahnya yang bersih tanpa


dosa, ditatapnya penuh cinta. Bundanya ada di sebelahnya.


“Ya Alloh…Mulai saat ini mohon jangan timpakan lagi cobaan


ke keluarga hamba. Baik yang besar maupun yang kecil…Kalau ayah bundanya


kembali tidak rukun, hamba hanya kasihan anak tanpa dosa ini ya Alloh…Dia


adalah titipanMU yang harus selalu kami jaga…Juga bundanya semoga hatinya tidak


berpaling lagi meskipun sedikit. Dan kami terus bersama-sama dalam balutan


rahmatMU. Amiiin…”


Clak !   Saat sedang


memanjatkan do,a, air mata Kamal ada yang jatuh ke wajah anaknya. Ketika di


wajahnya ada yang dingin, Dani langsung bangun.


“Ayah…?”


“Kenapa kamu bangun nak?”


“Barusan di wajah aku ada yang dingin. Ternyata itu air mata


ayah. Kenapa ayah menangis ?”


“Kesini kalian berdua…” Kedua tangan Kamal merangkul anak


dan istrinya. Setelah keduanya ada dalam satu naungan. “Kalian berdua


orang-orang yang ayah cintai. Semoga kita tidak dipisahkan selamanya. Kecuali

__ADS_1


kalau ajal menjemput” ucap Kamal untuk anak dan istrinya.


__ADS_2