
PASCA dirumah tangganya terjadi kesalah pahaman, hari-hari
pasangan muda ini sekarang seperti sedang kucing-kucingan. Kalau Wiwin sedang
di ruang tengah Kamal menghampiri, Wiwin buru-buru ke kamar. Kalau Wiwinnya
sedang di halaman Kamal menghampiri, Wiwinnya lalu masuk kedalan. Situasi yang
seperti ini, membuatnya menderita bagi Kamal. Membutuhkan orang untuk mengadu,
kedua orangtuanya sedang tidak ada. Tapi malam ini Kamal mengambil HP nya. Lalu
nomor ibunya di hubungi dengan menelepon biasa.
“Ibu…?”
“Ada apa Mal ? Kok kamu seperti sedang sedih?”
“Iya bu. Kami sedang mendapat musibah”
“Musibah apa Mal ? Kapan terjadinya?”
“Empat hari yang lalu bu”
Kepada ibunya Kamal lalu menceritakan yang terjadi di sini
dari awal sampai akhir.Ternyata ibunya disana langsung menangis.
“Kamu harus sabar ya nak..? Yakinilah bahwa ujian ini
rahasiaNYA untuk menaikan derajat kalian…Dimana Daninya sekarang? Apa sekarang
keadaannya sudah baik-baik saja ?”
“Dani dan bundanya mungkin sekarang sudah pulas. Disini
sudah pukul dua belas malam bu”
“O, iya. Waktu disini dan di sana kan beda empat jam. Ibu
disini malah ini baru pulang dari Harom. Ikut berjamah Magrib dan Isya disana bersama teman
sekamar”
“Alhamdulillah kalau disana ibu sehat…Doakan kami ya bu
supaya keadaan cepat seperti sedilakala”
“Tidak diminta kamu pun, disini ibu suka mendoakan kalian
Mal. Mulai sekarang pasti do,anya akan
ditambah dengan semoga kalian cepat rukun lagi “
“Amin…”
“Bu ? Disana mungkin ibu mau makan malam dan lain sebagainya
? Sekarang teleponnya mau saya tutup dulu ya ? Saya juga mau langsung tidur
sekarang”
“Iya nak. Sampaikan salam ibu buat Wiwin ya ? Meskipun dia
masih marahan, tapi kamu pasti bisa menyampaikan salam ibu ini”
“Wa,alaikum salam bu…Aku ada disini dan mendengarkan semua
perkataan ibu” Jawab Wiwin dari balik pintu. Dari mulai Kamal menelpon ibunya
sampai akhir, Wiwin mendengar semua. Karena malam ini ia
juga tidak bisa tidur.
Ketika memutuskan menggeledag lagi ke atas Kasur, Wiwin
__ADS_1
langsung melambung. Kilas balik rumah tangganya dengan Kamal yang selama ini di
bangun, melintas lagi dalam benaknya.
“Mataharinya sudah muncul Win? Hari ini kamu berjemur lagi
di depan jendela ya ? Sebentar, sekarang aku mau membuka dulu jendelanya
sekalian mau mengeluarkan kursi roda untuk nanti kamu duduk disana”
Ketika itu sedang masa pemulihan setelah sakit parah. Semua
itu kini terbayang lagi oleh Wiwin yang tidak bisa tidur.
“Aku kan sudah menyuruh kamu untuk mencari wanita lain ?
Tapi kenapa hingga sekarang kamu masih saja sibuk ngurus aku yang jelek dan
kurus?”
“Stt…Jangan bicara seperti itu…Untuk bisa mendapatkan kamu,
perjuangan aku sangat berat…Jadi kalau sekarang kamu begini, buat aku ini
adalah ujian. Sudahlah…Mulai sekarang kamu jangan berpikir macam-macam. Fokus
saja pada kesehatan sendiri dan terus berusaha untuk memulihannya”
Waktunya makan, Kamalpun suka membawa hantaran ke depan
jendela.
“Sekarang makan dulu ya ? Nih, makanan yang kubawanya juga
empat sehat lima sempurna supaya kamu cepat pulih “
Kamal lalu menyuapi Wiwin. Terus seperti itu tiap pagi dan
sore. Suatu hari hantaran Kamal itu langsung diambil oleh Wiwin. “Jangan
Ketika itu kedua tangan Kamal menggenggam tangan Wiwin yang
sudah meletakan makanan di tas meja.
“Jadi sekarang sudah sembuh ya?”
“Sehat banget…”
“Kan sudah sehat. Berarti hutangmu ke aku yang belum dibayar…?”
“Siap banget “
“Kok? Semua jawabanmu banget-banget mulu?”
“Karena sekarang aku sudah seperti model lagi. Cantik dan
seksi?”
“Hihi…”
“Haha…”
Keduanya ketika itu sama-sama tertawa. Wiwin yang sudah cantik lagi seperti
sediakala dipeluk suami setia penuh kebahagiaan. Sejak saat itu rumah tangga
mereka selalu rukun. Dan meskipun Wiwin lama belum bisa hamil, Kamal tetap
setia dan tidak mempermasalahkannya. Tapi ketika Dani mengalami kecelakaan,
semuanya berubah drastis. Dalam bayangan Wiwinpun kini hanya keburukan suaminya
yang terbayang.
“Kenapa golongan darah aku dan Dani tidak sama?!”
__ADS_1
“Aku tidak tahu !”
“Apa setelah kita menikah kamu pernah bertemu dengan Indra?!” Dari keburukannya itu, Wiwin memulainya
dari tuduhan keji Kamal.
“Ya! Memang aku pernah bertemu ! Ketika itu tadinya kita
akan pergi berdua untuk berbulan madu! Tapi karena ada sesuatu hal, akhirnya
aku disuruh pergi sendiri ! Ketika itulah aku bertemu dengan Dia ! Sekarang ayo
balik kerumah sakit karena Dani membutuhkan kita!”
“Tidak salah menyuruh aku ke rumah sakit? Buat apa aku
peduli terhadap seorang anak yang bukan darah dagingku ! Yang ada aku malah nyesel
karena selama ini sudah memperlakukan kalian seperti ratu dan pangeran!”
“Tidak ! Dia bukan seorang penyayang ! Atas perkataannya aku
masih sakit hati… ! Bukan cuma itu. Dia juga sengaja menlpon wanita lain di
depan aku dan mengajaknya ketemuan…” Setelah mengingat peristiwa tempo hari,
segruk Wiwin langsung menangis. Tapi ke kamar utama tangisannya tidak terdengar
karena Kamal yang tidak bisa tidur akhirnya memutuskan memutar sebuah lagu dari HP nya.
“Selama ini hari-hari itu kita jalani penuh kebahagiaan…Dan
meskipun tadinya Wiwin menolak perjodohan itu, tapi pada akhirnya dia bisa
memberikan seluruh cintanya untuk aku…Saat merayakan ulang tahun perkawinan
juga, dia memberi surprise yang membuatku tidak bisa melupakannya…Tapi sejak
Dani mengalami kecelakaan, semuanya berubah drastis. Dan semua itu karena aku
kurang bijak dalam menangani masalah yang ada di rumah tangga sendiri…”
Kamal yang tidak bisa tidur, meleknya cacap sampai adzan
subuh. Setelah selesai sholat subuh dengan sisa kantuknya, bi Ijah tiba-tiba
menghampir dengan tergopoh-gopoh.
“Ada apa bi ?”
“Sebelumnya minta maaf den. Anak bibi yang di Banrek itu mau
nyunati si Ujang. Jadi sekarang bibi itu
mau minta izin cuti”
“Bi ? Kalau bukan urusan keluarga, pasti saya tidak akan
ngizijin. Tapi ini karena cucu bibi sendiri akan disunat, ya saya ngizinin.
Tapi jangan lama-lama ya? Bibi tahu sendiri kan situasi dan kondisi dirumah
sekarang gimana ?”
“Iya den, bibi mengerti. Kalau begitu sekarang bibi pamit.
Asalamualaikum”
“Wa,alaikumussalam”
“Adduh…!” Setelah bi
Ijah tidak ada, Kamal langsung memukul dahinya. Rupanya ia sudah bisa membayangkan
kalau dirumah tidak ada pembntunya itu.
__ADS_1