Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Janji Setia Mia Untuk Indra


__ADS_3

MIA dan Galang semakin akrab meskipun baru sehari kenal.


Galang malah pagi-pagi sudah main hp di teras. Karena hari ini hari minggu, setelah


selesai beres-beres Mia menghapiri pemuda itu dan membawakannya secangkir kopi


panas.


“Mas Galang hari ini mau keluar nggak ?”


“Memangnya kenapa Mi?”


“Kalau mas Galang mau mencari lokasi untuk obyek fhotonya,


aku ingin ikut”


Sebelum menjawab, Galang menyimpan dulu sebuah fhoto


postingan di pacebook yang menurutnya menarik. Setelah membukanya lagi


“Mi mau lihat ?  Ada


yang mosting anaknya yang baru dilahirkan nih…?”  tiba-tiba celoteh Galang.


“Mana mas ?”  Duduknya


Mia pindah jadi lebih dekat kepada Galang


“Ini Mi ? Lucu ya ? “


“Eh, yang lagi gendong bayi itu mah kang Kamal mas ? Kalau


yang menyender, itu mbak Win istrinya”


“Jadi kamu kenal orangtua muda ini ? Berarti hari ini mau


langsung menjenguk?”


“Pasti donk. Mas Galang ikut ya kalau aku kesana?”


“Boleh. Pukul berapa berangkatnya ?”


“Sekitar pukul sepuluhan aja mas. Kalau setelah mandi, kita


beli kadonya dulu ketoko souvenir”


Mia dan Galang akhirnya dil, bahwa hari ini mereka mau ke


rumah Kamal dan Wiwin. Setelah melihat postingan itu, Fajar justru buru-buru


mandi. Tepat pukul Sembilan Fajar berangkat dari mumah menaiki motornya.


Setelah sampai di tujuan, pribumi menyambutnya penuh ke gembiraan. Terutama


Wiwin.


“Terimakasih ya dik Fajar udah mau tengokin anak kami”  kata Wiwin sambil tersenyum senang.


“Iya Jar terimakasih. Kalau hari minggu suka mudik ya?”  Dari Kamal berterimakasihnya itu ada


tambahnya


“Kadang-kadang kang. Kalau lagi banyak tugas, kita juga


tidak mudik”


“Memang disana dik Fajar ngekos dengan siapa?”


“Assalamualikum…”  Sebelum Fajar menjawab, di depan tiba-tiba ada yang uluk salam


“Kang ? Biar saya aja yang buka “  Fajar akirnya menawarkan diri, karena Kamal


sedang menggendong anaknya


“Iya sok, Jar…” Kata Kamal bercampur sunda. Setelah ada izin


dari pribumi, Fajar akhirnya menuju kedepan. Tapi setelah pintu dibuka, bukan


hanya ia yang terkejut. Tapi orang yang baru datang itu


“Siapa Jar..?” karena lama belum balik, Kamal akhirnya


memutuskan kedepan sambil tetap mengendong anaknya


“Eh, ternyata kamu Mi?” celoteh Kamal setelah di depan.

__ADS_1


“Kamu kesini bersama siapa?”   Kamal melihat ada mobil di depan dan melihat


seseorang keluar dari dalam mobil itu


“Kenalkan, nanya saya Galang”


“Kamal”


Galang yang sudah sampai, langsung mengulurkan tangan kepada


Kamal sambil memperkenalkan namanya


“Kalau yang ini siapa ya? Lebih muda dan tampan?”  Sebelum menyalami Fajar, Galang bergumam dulu


dalam hatinya


“Galang”


“Fajar “


“Jadi ini yang namanya Fajar ? Hari ini bisa langsung


menjalankan misi kayaknya ?”


Setelah bersalaman dengan Fajar, di dalam hati Galang


kembali bergumam. Kebetulan Kamal langsung menyuruh mereka masuk sambil


bercanda yang nyambung dengan misinya Galang


“Ayo sekarang pada masuk. Anak kita sudah mau di fhoto


dengan kalian nih untuk kenang-kenangan” kata Kamal sambil tersenyum. Setelah


sampai di dalam, Mia langsung menghambur ke arah Wiwin. Terus cipika cipiki


sambil berpelukan


“Selamat ya mbak. Tapi di sosmed kayaknya tidak mencantumkan


jenis kelamin?”


“Anak pertama kami laki-laki Mi. Alhamdulillah sesuai


keinginan kakek neneknya dan kita juga”  Kamal mengusap kepala Wiwin yang sedang tersenyum bahagia


yang ada “  Kamal kini mempersilahkan


duduk tamu-tamunya. Semuanya pada duduk


“Maaf ya? Kalau aku belum bisa meninggalkan tempat sandaran


?”  Wiwin yang masih ipetan atas sarannya


orangtua, sanduk-sanduk dari atas tempat tidur bayi


“Nggak apa-apa mbak. Kalau kita mau sesuatu, tinggal ngambil


sendiri”


Obrolan tidak bisa lepas karena Mia dan Fajar, masing-masing


menjaga jarak. Tapi tiba-tiba Kamal meminta sesuatu yang lumayan mengejutkan


bagi kedua orang ini. “Fajar ? Mia ? Karena sekarang istirahatnya sudah cukup,


ayo sekarang kalian di fhoto dulu mungpung jagoan kaminya belum minta mimi “  kata Kamal. Dalam benak Mia langsung melintas


“Mi ? Fajar masih suka ke rumah nggak ?”


“Iya suka. Dia kan teman dekatnya kak Umar. Memangnya kenapa


kak In?”


“Aku cemburu tahu! Udah…! Mulai sekarang kalau ada dia


kerumah, kamu harus menghindar. Karena setelah berhubungan dengan kamu,


satu-satunya orang yang ku cemburui adalah dia ! ”  pesan Indra  dari teleponnya. Dan setiap nelpon, pesan terakhirnya selalu begitu.


Sekarang pribumi memintanya fhoto bersama. Duh ! Aku benar-benar bingung!  Pikir Mia dan menyebabkannya termenung lama


“Yes…!”    Lain


Galang, lain Mia. Kalau untuk Galang, Mia di suruh berfhoto dengan Fajar oleh

__ADS_1


Kamal itu, malah membuatnya senang karena berarti tugasnya dari pak Suherman akan


dimulai


“Sudahlah Mi…? Aku tahu kamu itu tidak mau di fhoto dengan


dia ? Tapi pribumi kayaknya sangat berharap tuh ada fhoto kalian untuk


kenang-kenangan atas kelahiran anaknya”  bisik Galang hanya bisa di dengar oleh Mia saja


“Baik lah kang. Tapi aku ada permintaan. Di fhoto jangan


pakai hp akang melainkan mau pakai kameranya fhoto grafer ini”     Mia yang akhirnya bersedia di fhoto dengan


Fajar, mengarahkan ibu jari kedepan Galang


“Jadi kamu seorang fhoto grafer Lang ? Pantesan dan-dananmu


seperti seniman? Tapi kameranya…?”


“Ada di mobil kang. Kalau begitu sekarang mau saya ambil


dulu ya ?”


Galang yang semakin senang karena misinya sudah ada jalan,


berpamitan untuk mengambil kameranya yang ada di mobil. Setelah kembali, Mia


dan Fajar akhirnya disuruh mendekati anak Kamal dan Wiwin. Kemudian beberapa


adegan di syuting oleh Galang. Karena pumuda ini sudah mendalami ilmunya di


bangku kuliah, tentu saja hasilnya sangat bagus. Pribumi sampai


memercik-mercik.


“Galang ? Bagus banget hasil kerjanya ?”   Kamal bahkan menepuk-nepuk bahu Galang


setelah melihat fhoto di hp nya setelah oleh Galang di upload


“Terimakasih kalau pekerjaan saya memuaskanmu kang”


“Berapa kita harus bayar Lang ?”


“Ah nggak usah kang. Tapi nanti fhotonya cetak sendiri”


“Pasti akan kita buru-buru cetak Lang. Kalau begitu silahkan


ngaropinya dilanjutkan lagi “


“Bun lihat…?” Setelah ketiga orang tamunya kembali duduk di


kursi, Kamal kembali ke tempat tidur ibu dan bayinya


“Bagus sekali ya yah ? Kayaknya Galang berbakat banget jadi


fhoto grafer”


“Kalau anak kita nanti harus jadi apa ?”


“Terserah dia nanti setelah besar. Asal jangan jadi tukang


piara ayam seperti ayahnya”


“Ach bunda sentiment gitu sama orang yang suka ngasih uang


setumpuk hasil penjualah ayam ? Kan selama ini segala ke inginan bunda


terpenuhi juga dari hasil ngurus ayam?”


Kamal dan Wiwin yang sangat bahagia setelah kelahiran anak


mereka, memperlihatkan keharmonisan. Saking senangnya mereka jadi lupa bahwa di


sana ada tiga lajang yang memperhatikannya.


“Seandainya kak Indra menyaksikan keharmonisan dan


kebahagiaan mantannya ini, mungkin hatinya akan terluka lagi. Untuk itu aku


berjanji. Sebesar apapun godaan yang kuhadapi, aku tetap akan setia kepada kak


Indra. Dulu kak Indra menjalin hubungannya dengan mbak Win berakhir perpisahan.


Mudah-mudahan dengan aku bisa berjodoh dan berakhir bahagia. Amiin” Mia

__ADS_1


memejamkan mata. Orang lain tidak mengerti apa-apa.


__ADS_2