Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
( Dalam Penantian Enam Bulan Bagian 2


__ADS_3

KAMAL yang bulan ini ketiban rejeki nomplok dari hasil


usahanya dibidang agri bisnis, hari ini sibuk menata rumah karena akan


merayakan ulang tahun anaknya yang sudah berusia genap dua tahun. Satu ruangan


dipenuhi balon dan hiasan-hiasan lainnya yang serba gemerlap. Untuk urusan hias


menghias, pasangan ini memang tidak melibatkan orang lain. Wiwin malah


kelihatan lebih antusias meskipun keringatnya bergenangan di seputar dahi dan


wajahnya yang cantik mulus.


“Bun ? Akhirnya hasil kreatif kita sesuai harapan “


“Iya yah…Dekorasinya berhasil ditata sesuai keinginan aku.


Sekarang tinggal kita mandi dan ngurus yang ultahnya mau dirayakan.”


“Keringatnya bun…?”  Kepada istrinya yang tersenyum Kamal mengambil beberapa butir keringatnya


yang hampir jatuh dari kening.


“Ada apa ? Ini bukan ajangnya romantis-romantisan kali, selain


ngemong yang ultah?”


“Tapi buat aku selalu merasa ada yang kurang kalau memanjanya


bukan kepada kalian berdua”


“Pengganggu datanglah supaya laki-laki ini tidak ngelayab


lebih jauh”  Wiwin bercanda.Tiba-tiba.


“Ayah… ? Bunda...? Kalau menghiasnya sudah beres, cepetan


pada mandi? Kan sebentar lagi teman-temannya bakal datang?”


Selain menurunkan tangan dari pundak istrinya, Kamal


mengedip sambil tersenyum. “Iya Dan…Kan ini juga ayah dan bunda mau mandi”


“Tapi barusan ayah malah ngusap-ngusap kening bunda ?”


“Itu barusan di kening bunda ada keringat yang mau jatuh Dan


? Benar kan yah?”    Wiwin ambil bagian dalam


penyelamatan itu.


“Kalau begitu ayo sekarang Dani dulu yang mandiin bunda. Takut


teman-temannya keburu datang”  Dani kali


ini menarik-narik tangan ibunya. Selain tersenyum, ternyata kali ini Kamal


langsung memangku anaknya itu.


“Ayo ! Jagoannya sekarang ayah antarkan ke kamar mandi. Tapi


sambil berjalan kamu harus merasakan ini dulu. Kitik,kitik,kitik…” Sambil


membawa anaknya ke kamar mandi, Kamal menggelitik pinggang Dani.


“Hihi…Geli ayah “  Dani yang merasa geli, terus tertawa-tawa


sambil terpingkal-pingkal.


“Lagi ach…”  Selama


belum sampai ke tujuan, Kamal terus menggelitik pinggang anaknya.


“Ayah…! Sungguhan geli tahu !”  Kali ini Dani pun membentak ayahnya.


“Iya, iya…Sekarang kamu akan ayah turunkan karena sudah

__ADS_1


sampai”


Anaknya yang sudah diturunkan dari pangkuan, Kamal masih


saja menunjukkan rasa gemas.


“Sebelum masuk kamar mandi, sun dulu ayah”


“Cup…”  Dani mencium


pipi ayahnya.


“Makasih sayang…Jug sekarang masuk kekamar mandi bersama


bunda ya? Mandinya yang bersih supaya harum” Setelah oleh anaknya dicium, Kamal


belum juga pergi. Setelah anak dan bundanya masuk ke kamar mandi, baru seorang


ayah yang selangit sayang buah hati dan istri itu kembali kedalam. Kekurangan


yang ada diruangan hasil dekorannya, disempurnakan sambil menunggu yang sedang


mandi.


Tepat pukul satu, tamu undangan mulai berdatangan. Anak-anak


panti yang di undang, sudah hadir didampingi beberapa pengasuhnya. Sebagai


kakek dan neneknya, pak Kosim dan bu Arum datangnya membawa hadiah sepeda yang


dibawa oleh mang Kardi. Saking senang, Dani langsung mau menaikinya. Setelah


itu tamu undangan yang datang, Mia membawa kado juga. Dan yang terakhir datang


adalah Fajar membawa kadonya mobil-mobilan remot. Dua orang ini dianggap tamu


special oleh pribumi. Tapi belakangan keduanya selalu menjaga jarak. Karena Mia


selalu menjaga hubungannya dengan Indra.


kertas kado.


“Kamu harus bilang apa sama Oom dokter?” Kamal membantu


anaknya menerima hadiah.


“Terimakasih Oom dokter”  tanpa diajari kata-katanya, Dani mengucap.


“Sama-sama sayang” Fajar mengusap kepala Dani.


“Oom Dokter? Boleh enggak kalau hadiahnya dibuka


sekarang?”    Gerrr. Semua undangan yang


hadir pada tertawa.


Fajar jongkok. “Boleh sayang…”  Jawab Fajar setelah dekat dengan yang ultah.


Dani yang sedang didamping ayah bundanya langsung merobek bungkus kado. Setelah


isinya terlihat.


“Hore…! Hadiah dari Oom dokter ternyata mobil-mobilan remot”


“Jadi Dani suka hadiah dari Oom ?”


“Suka banget Oom dokter. Oom dokter harus sering main kemari


ya? Nanti kita main mobil-mobilannya berdua”   Gerrr ! tamu yang hadir pada tertawa lagi.


“Karena semua tamu undangan sudah hadir, sekarang acaranya


mau saya buka dulu ya? Dan sebelumnya saya akan wawancara dulu sepatah atau dua


patah kata. Selain tasyakuranan atas anak kami yang uasianya sudah dua tahun,


saya juga sebenarnya ingin berbagi kebahagiaan dengan semua tamu yang hadir. Terutama

__ADS_1


anak-anak dari panti. Karena belakangan kami diberi rizki yang berlimpah,


insyaalloh kita ingin berbagi. Semoga tujuan saya ini termasuk tanda syukur


kami atas anugrah yang sudah kita terima. Dan kita semua jadi tambah kebaikan”


“Amin…”  yang hadir


mengamini wawancara Kamal. Setelah itu sejumlah amplop yang sudah di isi uang,


dibagikan kepada anak-anak panti. Pengasuhnya menyuruh anak-anak itu ngantri


memberi ucapan selamat kepada yang ulang tahun. Dan berterima kasih kepada ayah


bundanya yang sudah memberi santunan.


“Kalau ini khusus untuk para gurunya… ”  Kali ini Kamal mengeluarkan amplop yang


dipisah. “Ayo sekarang semua ibu guru supaya menyambung antrian anak-anak “


“Terimakasih ya pak Kamal. Semoga rizkinya tambah diluaskan.


Dan rumah tangga pak Kamal dan bu Wiwin selalu rukun”


“Amin…”  Yang di


do,akan mengangkat kedua tangan.


“Sekarang do,anya silahkan pimpin oleh ustazah “  kata Kamal setelah semua santunan selesai di


serahkan. Pengasuh panti yang senior lalu kedepan. Mickrofon lalu Kamal serahkan


kepada beliau.


“Sebelumnya ayo kita sama-sma bersyukur bahwa hari ini kita


semua bisa berkumpul di acara yang penuh makna ini. Seorang anak memang perlu


perhatian orang tuanya. Disini saudara Dani punya orangtua lengkap yang sangat


menyayanginya. Sedangkan anak-anak yang ada dalam asuhan kami, berbeda-beda


latar belakangnya. Tidak perlu dibahas soal itu karena publik sudah lebih


mengetahui. Sekarang ayo kita doakan, khususnya ananda Dani yang sekarang


usianya sudah genap dua tahun. Wabil khususnya semua anak-anak yang berada


dimana saja, semoga mereka menjadi anak soleh dan solehah seperti yang kita


inginkan. Amin…Bacakan doanya bersama-sama”


Dari awal sampai akhir, acara terselenggara seperti yang


diharapkan pribumi. Tapi setelah para tamu kebanyakan pulang, ada pemandangan


yang membuat pribumi geregetan.


“Mi ? Pulangnya bareng yuk?”


“Nggak ach. Mm aja”


“Kenapa mm Mi? Kan kalian mau pulang ke rumah yang satu


arah? Fajar bawa mobil tuh”  Kamal


mencairkan situasi.


“Iya dik Mia. Dik Mia tidak perlu takut sama Indra. Orangnya


jauh ini kok” timbrung Wiwin setengah bercanda. Mungkin karena alasan itu. Mia


dan Fajar akhirnya pulang bareng. Setelah didalam mobil Fajar memberi tawaran.


“Kalau besok mau berangkat kerja, tunggu saja di jalan


cagak. Nanti kita berangkat ke rumah sakitnya sama-sama”.

__ADS_1


__ADS_2