Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Penyesalan Galang


__ADS_3

JADUAL sip malam di rumah sakit ini sejak Mia mengajukan


permohonan, sampai sekarang belum berubah. Malam ini Fajar pun bekerja lagi


dengan suster Vera. Kalau kerja lembur, kedisiplinan sudah pasti tidak seketat


pada waktu jam kerja siang hari. Itu sebabnya setelah selesai tugas, suster Vera


pun kali ini jadi berani ngajak ngobrol petnernya soal urusan pribadi.


“Kasihan Mia ya dok?”


“Memangnya kenapa dengan Mia ?”   Fajar pura-pura tidak tahu.


“Itu dok…Kekasihnya yang pulang dari luar negri telah ingkar


janji”


“Ingkar janji bagaimana maksudnya?”


“Katanya begitu tiba di tanah air, ia akan langsung menemui


Mia. Eh…? Mia udah mendekor rumahnya sedemikian rupa, yang mau disambutnya


malah tidak kunjung datang”


“Jadi hingga sejauh itu yang Mia lakukan untuk menyambut


Indra…? Sampai mendekor rumahnya segala? Memang kasihan kalau sudah berkorban


sedemikian rupa ? Tapi semua pengorbanannya sia-sia?” celoteh Fajar untuk


dirinya sendiri. Disaat sedang terdiam karena sedang membayangkan semua


pengorbaban orang yang selalu di cintainya, tiba-tiba suster Vera berkata yang


diluar dugaan.


“Dok ? Bukankan dulu dokter dan Mia itu pernah saling cinta?


Bagaimana kalau sekarang comeback aja?”


“Darimana kamu tahu soal itu?”


“Mia sendiri yang pernah cerita dok. Tepatnya waktu bu Sarah


meninggal. Ketika itu dia kesini hanya untuk menitipkan surat izin tidak akan


masuk kerja saja ”


“Berarti Mia mengakui kedekatan itu..? Benar kata Vera…Mulai


sekarang aku harus terus berusaha supaya bisa comeback”  Pikir Fajar.


“Bagaimana dok ?”   Disaat Fajar sedang termenung, Vera minta jawaban.


“Ya sudah…Nanti kalau ada kesempatan, akan coba deketin dia

__ADS_1


lagi. Sekarang kita sama-sama bereskan pembukuan dulu yuk? Kalau hasil kerja


tidak di acc, akhir bulan nggak akan ada fulus keluar”  canda Fajar. Dan setelah itu Vera fatner


dalam tugasnya malam ini langsung sigap mengerjakan perintah. Dan tidak


membicarakan lagi soal urusan luar kantor.


Kalau mau ke rumah sakit, biasanya Fajar berangkat pukul


tujuh. Tapi kali ini dokter muda itu berangkat setengah tujuh. Ternyata yang


setengah jam, untuk menunggu Mia di jalan cagak. Dan ternyata beberapa lama


kemudian Mia muncul. Tapi ketika di ajak berangkat bareng, Mia menolak. “Aku


sudah ada janji” alasannya.


Terus kata Vera. Kalau mau pulang, Mia suka nunggu angkot di


depan alpa. Kali ini mobil Fajar yang mau pulang berhenti di depan alpa. Alasan


Mia kali ini. “Aku mau beli kebutuhan dulu. Pasti bakal lama”


Di tolak terus oleh Mia dengan berbagai alasan, Fajar tidak


patah semangat. Kali ini pemuda itu datang langsung kerumahnya. Ternyata Mia


tidak mau menemuinya dan malah memutuskan mengurung diri di kamar. Di ruang


tamu, Fajar akhirnya hanya dihadapi oleh bu Sumiati dan pak Panji yang keduanya


“Selama ini kami juga sebenarnya tidak berani mengusik dia


yang sedang sensitip…Tapi kalau untuk kewajiban-kewajibannya seperti solat?


Pergi ke rumah sakit dan lain sebagainya, ternyata dia masih tetap seperti


kebiasaannya selama ini. Tidak telangke”


“Kalau mengurung diri di kamar? Apa saja itu yang


dilakukannya…?”  dalam obrolan dari hati


ke hati itu, Fajar mencoba ingin tahu lebih jauh tentang Mia untuk bahan


kajiannya.


“Paling main HP. Ngotak-ngatik nomor nya Indra yang sudah


tidak aktif itu. Kalau harinya sudah seperti tidak punya masa depan, kita


memang cemas dan khawatir…Makanya mending tidak banyak libur. Karena kalau mau


kerja, ternyata mut dan sikapnya nya lain”


“Ya sudah…Kalau begitu sekarang saya pamit dulu.

__ADS_1


Mudah-mudahan tidak lama lagi masalah ini mendapat pencerahan”


Mungkin bukan ini yang diharapkan Fajar kalau Mia punya


masalah.


“Halo mas Galang ?”  Mia yang sedang di kamar menghubungi Galang.


“Mi? Tumben kamu nelpon aku setelah sekian lama tidak ada


kontak?”


“Karena saat ini aku sangat butuh bantuanmu mas”


“Sebentar Mi? Sekarang aku sedang di jalan nih. Supaya


ngobrolnya enak, sekarang aku mau cari dulu tempat yang teduh dan nyaman ya?”


Galang yang sedang di hubungi Mia menuju pohon besar yang


ada di sekitar itu. HP nya tetap menyala. Setelah sampai, Galang lalu duduk di


bawah pohon yang rindang itu.


“Mi? Sekarang aku sudah ada ditempat yang nyaman dan sepi…


Ayo ceritakan. Kamu itu mau dibantu soal apa oleh aku?”


“Tolong carikan Indra atau keluarganya mas”  kata Mia tuthepoin.


“Maksud kamu? Indra kekasih kamu yang sedang kuliah di luar


negri itu?”


“Iya mas. Delapan bulan lalu, dia itu sudah pulang. Tapi sejak


kepulangannya itu dia belum pernah nemuin aku. Nomor HP nya juga jadi tidakk


aktif. Meskipun yang kuminta ini ibarat disuruh mencari jarum di tengah


tumpukan jerami, please ya mas tolong bantu aku ?”


 Usai bertutur, Galang


mendengar Mia menangis disana. Karena merasa bersalah, Galang juga disini  langsung menyandar ke batang pohon besar itu. Semua


perintah pak Suherman yang sudah di jalankannya, satu persatu melintas.Untung


HP Mia disana habis batrai. Jadi Galang disini bisa mengembangkan penyesalannya


dengan bebas dan sesuka hati.


“Aku pasti akan bantu Mi…Selain untuk menebus kesalahan ke


kamu, aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya yang terjadi sehingga nomor Indra


tidak bisa dihubungi lagi ? Caranya dengan datang menemui pak Suherman langsung”   Gumam

__ADS_1


Galang selama dalam penyesalannya.


__ADS_2