Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Satu Burung di Incar Dua Pemburu


__ADS_3

SE EKOR burung yang sedang bertengger di atas pohon kemiri di incar Indra dari tempat yang kurang strategis. Indra bukan tidak mau pindah ke tempat lain yang lebih baik. Tapi kalau melihat bayangan, takutnya burung incaran malah terbang. Namun burung ini lebih besar dari pipit. Itulah yang membuat pemburu satu  ini tetap percaya diri bahwa burung incarannya pasti akan berhasil di dapatkan.


“Ter..!” Setelah cukup lama senapannya di arah-arah ke titik sasaran, Indra akhirnya meluncurkan senapannya. Tapi sebelum ia meluncurkan tembakan, burung incarannya sudah tumbang duluan. Itulah kalau alasan pemuda ini buru-buru menuju ke bawah pohon kemiri


“Itu burung hasil buruan saya…” pas Indra mau mengambil burung yang sayapnya tertembak, pemburu lain menegur. Tapi Indra tetap mengambil burung itu


“Tangkapannya baru yang ini ?”


“Iya…Burung jenis ini kebetulan disini sepi. Kalau menurut ahli perburungan, bulan ini musim kawinnya jenis burung ini. Jadi di sini hanya ada satu atau dua ekor saja, karena kebanyakannya sedang mencari pasangan ke tempat lain”


“Kenalkan nama saya Indra “


Setelah menyerahkan burung itu Indra mengulurkan tangan sambil memperkenalkan nama


Pemburu itu menyambut. “Fajar “


Ternyata pemburunya yang satu itu Fajar


“Bagaimana kalau sekarang kita sama-sama istirahat dulu di dangau sambil ngobrol?” Indra mengusulkan


“Baik. Kebetulan saya juga sudah mulai capek”


Indra dan Fajar akhirnya sama-sama menuju ke dangau. Setelah sampai, lalu merena naik dan duduk berdampingan. Dari dalam ranselnya Indra mengeluarkan berbagai makanan, plus minumannya


“Silahkan…Kita ngobrolnya sambil ngobati rasa lapar “


“Terimakasih…” Fajar mengambil roti yang isi kacang. Indra juga mengambil salah satu dari bekalnya itu yang isi keju.


“Dua bulan lalu kita pernah bertemu ya, waktu sedang lari pagi ?”  Indra membuka obrolan


“Iya . Kalau weekend saya memang suka olah raga lari pagi. Dan kali itu saya bertemu dengan saudara yang sedang bersama Mia”  Ingatan Fajar masih untuh, dimana waktu itu ia terlambat nembak


“Saudara suka ya sama Mia ?” Indra thudhepoin

__ADS_1


Ternyata Fajar pun blak-blakan “Jujur.., saya memang sudah lama suka sama dia. Saudara suka juga kan sama dia ? Berburu di sini juga pasti atas rekomendasinya. Ini kan kebun milik orang tuanya ?”


“Kok saudara tahu bahwa ini kebun orang tuanya Mia?”


“Ya pasti tahu. Karena selama ini kita sering botram di sini. Maksud saya dengan kakaknya”


“Tapi Mia juga suka ikut kan, kalau saudara botram dengan kakaknya?”


“ya. ? Memang kalau saya botram disini, Mia suka ikutan. Tapi dengan temannya yang lain”


Pemuda ini sepertinya mau menutup-nutup kedekatannya dengan Mia. Tapi aku harus pura-pura tidak baper. Yang pasti, kalau nanti aku jadian dengan Mia, dialah satu-satunya orang yang ku cemburui “


“Saudara Indra sudah sejauh mana kedekatannya dengan Mia?”


“Sauadara jangan baper ya, kalau saya blak-blakan. Saya memang suka sama dia. Tapi selama ini saya tidak bisa melabuhkan cinta kepada siapapun karena satu alasan. Tapi hari ini rencananya saya mau nembak ”


“Maksudnya hari ini Mia mau kesini?”


“Kalau begitu saya pamit. Karena tidak lama lagi Mia pasti datang “


“Tapi selama dia belum kesini, saudara di sini aja dulu. Kalau saudara buru-buru pergi, saya malah jadi tidak enak”


“Kak Indra…? Kak Indra…?!   Ketika Indra dan Fajar sedang saling tarik ulur antara yang mau pergi dan yang minta di temani, tiba-tiba dari ujung jalan, Mia memanggil-manggil. Kali ini tidak ada alasan lagi bagi kedua pemuda ini untuk berbasa-basi


“Tuh, dia sudah kesini. Sekarang saya pamit ya ? Terimakasih untuk makanannya. Semoga kita bisa bertemu lagi”


“Ya. Semoga “  Indra membalas perkataan Fajar. Setelah beberapa lama Fajar pergi, Mia muncul. Rantang makanannya oleh Indra di ambil. Lalu di singkirkan dulu ke belakang


“Sebelum makan, ada yang akan ku omongin dulu sama kamu”


Mia yang sudah tangan kosong manjat ke dangau itu. “Mau ngomong apa kak ?”  Tanya gadis ini setelah duduk


“Hari ini kak Indra mau melamar kamu. Apa kamu bersedia jadi labuhan cinta kedua kak Indra?”

__ADS_1


“Haha…?Haha…?” sebelum menjawab, Mia tertawa dulu beberapa sekatan. Ternyata Indra langsung mengambil tangan Mia yang sedang menelungkup mulutnya


“Stop ! Disini nggak ada yang lucu”


“Terus kenapa kak Indra tiba-tiba mau melamar aku? Kan selama ini belum bisa move on dari cinta pertama?”


Mia tidak boleh tahu kalau aku ingin melabuhkan cinta padanya itu karena sekarang Wiwin sudah hamil. Aku tidak mau dia menganggap cintaku ini hanya pelarian. Sedangkan sekarang aku benar-benar suka sama dia


“Helo…?”  Mia mengibas-ngibas tangannya di depan Indra yang lama termenung. Ternyata pemuda ini langsung memegang tangan gadis itu


“Bagaimana ? Apa kamu menerima cinta kak Indra ?”


“Beri aku waktu untuk memberi keputusan ya ?”


“Seberapa lama ? Kalau lima menit, di kasih. Tapi kalau ber jam-jam. Apalagi ber bulan-bulan, mungkin kak Indra sudah tidak ada di Indonesia”


“Memangnya kak Indra mau kemana ?”


“Mau meneruskan kuliah di luar Negri. Ini sudah di putuskan matang dengan keluarga. Tapi sebelum pergi, kak Indra mau melamar kamu dulu”


“Kalau begini, aku bisa saja terima sekarang juga. Tapi harus ada bukti kesungguhan dari kak Indra dulu. Baik berupa tanda mata, maupun ikrar janji setia”


“Kalau soal itu, dua-duanya kak Indra sudah menyiapkan”


“Benarkah ?”  Mia seperti kurang percaya. Tapi Indra kemudian mengeluarkan kotak kecil warna merah dari saku bajunya. Isinya lalu di perlihatkan kepada Mia


“Cincinnya indah banget kak ?”


“Cincin ini kak Indra belinya kemarin di toko yang ada di kota ini “


Mendengar pernyataan Indra, Mia mengerjit. Kok, terkesan mendadak banget ya ?


“Mia sepertinya curiga kalau aku membelinya itu pulang dari rumah Wiwin setelah hati gundah karena Wiwin hamil” kata Indra dalam hatinya. Sedangkan yang keluar. “ Sekarang cincin ini untuk kamu sebagai pengikat hubungan kita secara pribadi. Untuk resminya tentu saja nanti orangtua ku harus datang ke orangtua kamu. Tapi mungkin setelah aku pulang dari luar negri nanti “ kata Indra panjang lebar. Dari balik rumpun, Fajar harus melihat kenyataan Indra memasukkan cin-cin ke jari manis orang yang selama ini di cintainya. Pemuda ini sangat sedih. Apalagi ketika mendengar Mia dan Indra lalu saling ikrar janji untuk saling setia. Harapan Fajar yang selama ini ingin mendapatkan gadis itu, sekarang pupus. Dan hanya menyisakan duka yang kemudian di bawanya pergi.

__ADS_1


__ADS_2