Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Guncangan Jiwa


__ADS_3

LEMBAYUNG senja sudah mulai terlihat indah diluar. Setelah


pulang bekerja dan mandi, Mia terus mengurung diri di kamarnya. Lain dengan


tante Wati. Setelah mandi dan asar, tantenya Wiwin ini nyantai di ruang tengah.


Tapi tidak berani memanggil Mia meskipun tidak ada teman untuk ngobrol.


“Kring…!”  Tiba-tiba


bel rumah. Juga tidak banyak komentar. Dari tempat duduknya tante Wati lalu


bangkit. Terus kedepan untuk membuka pintu.


Hanya setelah pintu dibuka. “Eh papa dan nak Indra


ternyata…?”  tante Wati menyapa orang yang


datang.


“Mah…Sekarang cepetan ngambil air minum yang dingin…Sejak


masih di jalan nak Indra itu berkali-kali bilang haus...Sedangkan air bekalnya


sudah habis”


“Kalau begitu sekarang tante mau ambilkan obat hausnya dulu


ya nak In…?”  canda tante Wati sambil


tersenyum.


“Yang dingin ya tan?”


“Baik nak…”


Tante Wati rurusuhan pergi ke dapur. Pas sampai di tempat


penyimpanan galon, disana ada Mia yang sedang mengambil air juga.


“Kebetulan”


“Memangnya ada apa tan?”


“Di depan ada Oom dan tamu…Tante mau mengambil air minum


untuk mereka”


“Sama saya saja tan…Nanti saya mau sekalian silaturahmi


kepada Oom”


“Tadinya cuma mau minta dibantu tuanginnya saja…Tapi kalau


di kedepankannya mau sama nak Mia, sekarang tante mau balik lagi ya…? Airnya


dua ya nak Mia, yang dingin…”


“Baik tan…”


Setelah tante Wati pergi, Mia menuangi air dingin dua gelas.


Setelah gelasnya sudah terisi, Mia lalu mengambil tampan dari rak piring.


“Mana air nya mah…?” sesampainya di ruang tamu, tante Wati


langsung ditanya suaminya.


“Sebentar pah masih dituangi”

__ADS_1


“O, iya…? Kan sekarang di rumah kita ada yang tinggal ya mah?”   kata Oom Anwar tidak kaget. Karena ia sudah


tahu bahwa di rumahnya akan ada orang yang tinggal.


Tapi Indra lain lagi. “Jadi sekarang disini ada pembantu ya tan?”


“Enak aja pembantu…?” tante Wati langsung menukas. “Dia itu


seorang perawat yang bekerja di Bidan Leni tahu…! Sudah gitu, orangnya cantik,


lagi”


“Kalau begitu maafkan tan…Saya pikir sekarang di rumah tante


ada pembantu…? Ternyata dia salah satu orang yang sudah berjasa merawat istri


dan anak saya “  kata Indra disertai rasa


bersalah. Dan pada saat Indra menyampaikan rasa bersalahnya itu sambil


mengatakan istri dan anak saya, kebetulan bertepatan dengan munculnya Mia yang


membawa air minum. Karena kaget ternyata tamu itu Indra, baki air yang sedang


dibawa Mia langsung jatuh. Gelasnya langsung pecah. Beling pecahannya ada yang


mental kedekat kaki Indra.


“Mia…?!”


Melihat Mia yang bergenang air mata sambil berdiri, dari


tempat duduknya Indra langsung bangkit. “Ngapain kamu disini…?” Pertanyaan


Indra membuat kemarahan Mia tidak bisa di bendung.


“Malah nanya lagi…?! Aku ada disini sudah pasti sedang


kurawat itu ternyata anak dan istri kamu…!”


“Kalau iya kenapa marah…? Ini kan yang kamu inginkan makanya


selama aku di luar negri kamu dan Fajar sering berduaan…! Kamu jangan mengelak


karena aku melihat sendiri foto-fotonya !”


“Foto-foto itu adalah reka yasa ayahmu untuk memisahkan hubungan


kita…! Orang suruhannya sudah jujur sama aku…! Ayahmu itu tidak setuju hubungan


kita karena ayahku dan ayahmu adalah musuh bebuyutan masa lalu!”


“Terus kalau iya, kenapa kamu tidak menghubungi aku dan menceritakan


semuanya…?”  Suara Indra melunak. Sedangkan


suara Mia tetap tinggi dan dibarengi emosi.


“Mau menghubungi bagaimana, HP mu juga langsung tidak


aktif…! Selama ini aku juga banyak menderita dan malu oleh orang-orang…! Tapi


ternyata kamu diam-dian sudah menikah,dan melupakan janji kita…!”


Setelah yang di pendamnya dikeluarkan semua, Mia akhirnya


menangis.


“Mia…?”   Indra yang

__ADS_1


jadi merasa bersalah mau menghampiri, tapi Mia langsung menghadang dengan kedua


tangannya. “Jangan mendekat ! Karena aku sudah nggak mau melihat wajahmu lagi !


Apalagi didekati…!”  Setelah itu  ia langsung pergi dan lupa bahwa di rumah ini


ia hanya numpang.


“Mia tunggu…!” Indra mau mengejar. Tapi tangannya di tahan


oleh Oom Anwar.


“Sudahlah nak In…? Sekarang biarkan dulu Mia menenangkan diri


di kamarnya…Nanti kalau dia sudah tenang, kita samperi dia sama-sama sambil


menjelaskan duduk persoalannya”


“Iya nak In…Sekarang mendingan duduk dulu yuk…? Setelah apa


yang terjadi, nak Indra juga perlu menenangkan diri…Persoalan ini jelas-jelas


karena kesalah pahaman”


Setelah di bujuknya oleh suami istri langsung, ternyata


Indra mau duduk kembali meskipun air matanya tetap mewakili ke galauannya.


Sedangkan Mia sendiri pada saat yang bersamaan langsung merarad semua


pakaiannya yang tergantung. Supaya mewakili pamitnya kalau ia pegi diam-diam,


Mia menulis di sehelai kertas. Setelah menurutnya cukup mewakili pamitnya dan


minta maaf kepada pribumi, surat itu Mia simpan diatas baju seragam. Setelah


itu Mia lalu pergi lewat pintu belakang. Dan ternyata selamat tidak diketahui


orang-orang yang sedang di ruang tamu.


“Sudah ada yang adzan…” Celoteh tante Wati ketika tiba-tiba


ada yang mengumandangkan adzan Magrib. “Mungkin nak Mia sekarang sudah tenang


“  alasan tante Wati lalu bangkit, terus


menuju ke kamar Mia. Tidak lama setelah satu-satunya perempuan ini pergi.“


Pah…?! Nak Indra…?! Mianya sudah tidak ada di kamar…!”


Indra dan Oom Anwar langsung berlarian. Sesampainya di kamar


yang pernah ditempati Mia, keduanya pada salah laku. Lebih-lebih Indra.


“Ternyata benar Mia sudah nggak ada…? Padahal banyak sekali


yang ingin kujelaskan padanya…? Tentang ketidak tahuanku mengenai masalah yang


ada…? Tentang kenapa aku memutuskan menikah…? Dan lain sebagainya…? Tapi


ternyata Mia nya sudah meninggalkan aku lagi…?”


“Miaaaaa…!”  Indra


yang jiwanya kembali mendapat guncangan, akhirnya berteriak lepas. Setelah itu


pruk ! Tubuhnya yang lemas tidak berdaya jatuh di atas seragam yang di


tinggalkan Mia di atas Kasur dengan surat. Setelah begini, jangankan menemui

__ADS_1


anak istri. Dirinya sendiri harus ditangani dan di bawa ke rumah sakit untuk di


obati.


__ADS_2