Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Video Call Terakhir


__ADS_3

DI tempat wisata ini Kamal tengah berbahagia menjalani hari


di lembaran baru bersama keluarga. Pada saat yang bersamaan, Mia pun sangat


bahagia karena Indra sudah mengabari mengenai waktu, hari dan tanggal


kepulangannya. Karena hari ini hari Minggu, yang berpropesi sebagai perawat


inipun kini sudah menyambangi rumah bu Sarah yang kondisinya tetap harus di


pantau. Kepada bu Sarah, Mia sudah pula mengabarkan berita gembira itu.


“Jadi berapa lagi Indra itu pulangnya neng Dian ?”


“Satu bulanan lagi Oma”


“Ternyata masih lama”


“Tidak lama Oma. Kalau dikurangi hari ini tinggal dua puluh


Sembilan hari lagi”


“Tetap masih lama. Kalau begitu hubungkan saja HP Oma. Oma


mau nelpon Indra yang bisa tatap muka itu”


“Oh..,video call Oma ? Baik, sekarang mau saya hubungkan”


kata Mia. Setelah itu Hp bu Sarah diambilnya. Kemudian disambungkan ke HP Indra


melalui video call. Setelah nyambung, Mia langsung bicara.


“In ? Oma mau ngobrol sama kamu katanya?”


“Oya? Kalau begitu cepat berikan HP nya kepada Oma”


“Oma nih udah nyambung. Selagi Oma ngobrol, saya mau ke


kamar kecil dulu ya?”


“Iya neng Dian. Terimakasih”


“Oma ?”  setelah HP


nya di pegang neneknya, Indra langsung memanggil.


“In? Kamu sedang apa ?”


“Biasa Oma. Kalau pagi-pagi setelah solat subuh, Indra suka


membalurkan ramuan herbal itu ke kaki yang dulu tulangnya patah. Ini rasanya


hanyat Oma…Nih lihat, seperti ini kalau kaki Indra sedang dibalur. Warnanya


hijau agak kehitam-hitaman. Karena selain dedaunan, ramuan ini juga katanya ada


unsur beras hitam dan kemcur. Ramuan yang diminumnya juga ada. Tuh dalam gelas


di atas meja”


Indra mengarahkan HP nya kearah meja supanya neneknya

__ADS_1


melihat ramuan yang sedang didinginkan itu.


“Ya! Semoga kalau kamu sudah rajin, kakimu itu benar-benar


sembuh total. Jadi kalau kamu pulang ke tanah air, fisikmu benar-benar bugar


tidak kurang suatu apapun”


“Amiin…Kesehatan Oma sendiri bagaimana ? Kata Mia sesaknya


masih ada? Apa benar?”


“Itu benar In. Malah sekarang, dada oma juga sedang agak


sakit”


“Kalau begitu semoga lekas sembuh ya Oma, supaya nanti Oma


bisa menyaksikan Indra menikah”


“Menikahnya itu dengan neng Dian bukan?”


“Insya Alloh dengan dia Oma. Kan selama ini yang setia sama


Indra itu cuma dia bukan yang lain”


“Tapi…”


“Tapi apa Oma? Kok bicaranya tidak di teruskan?”


Prak ! Sebelum mendapat jawaban, Indra mendengar Omanya yang


Mia…?! Mia…?! Liatin dulu oma ! Mia…?!”


Ketika mendengar Indra berteriak-teriak seperti sedang


panik, Mia yang sudah keluar dari kamar kecil langsung lari. Sesampainya di


kamar bu Sarah, ternyata perempuan itu sudah didapati tergeletak dan tidak


sadarkan diri.


“Oma…?!” Mia yang panik, berteriak juga.


“Mia? Kamu ambil dulu HP Oma, aku mau bicara…!”   dari sana Indra memerintahkan.


“HP Oma sudah di ambil In? Kamu mau bicara apa?”


“Gimana keadaan Oma?”


“Tak sadarkan diri tapi nadinya masih berdenyut”


“Kalau begitu cepat kamu hubungi rumah sakit supaya mengirim


ambulance. Setelah itu buru-buru Oma bawa ke rumah sakit tempat kamu bekerja.


Papa akan aku kabari dari sini”


“Baik In. Sekarang HPnya kututup dulu ya? Dari sana cepat


kamu juga kasih kabar papamu”

__ADS_1


Beberapalama kemudian ambulance datang ke alamat bu Sarah.


Dengan dibantu para tetangga, bu Sarah berhasil di epakuasi. Setengah jam


kemudian, ambilance yang membawa bu Sarah tiba di rumah sakit. Mia lalu


memasukkan bu Sarah ke kamar kelas satu. Karena ketika dulu dibawa oleh pak


Suherman pun dimasukkannya itu ke sal nomor satu.


“Yang membawa bu Sarah ke sini kamu? Emang ketika bu Sarah


kena serangan penyakitnya itu kamu lagi disana?”


“Iya. Oma nya Indra ini kan kesehatannya masih harus terus


di pantau. Jadi kalau libur, aku memang suka ke rumahnya”


“Hubungan kamu dengan Indra rupanya sudah serius. Aku


menyesal. Dulu mau menembak kamu itu banyak menimbang-nimbang. Akhirnya


keduluan oleh orang lain”


“Sudah ach…Kalau ditempat kerja jangan ngomong soal pribadi.


Nanti ada yang mendengar. Terus dilaporkan ke pimpinan. Yang rugi nanti kan kita


juga”


“Maaf dok? Penanganan pertama untuk bu Sarah harus segera


dilakukan kan ?”


“O, iya suster Vera. Tabung oksigen dan untuk infusnya sudah


disiapkan?”


“Tabung oksigennya, security sedang membawa menuju kekari.


Kalau untuk infusnya, ini sudah saya bawa Dok”


“Kalau begitu ayo langsung kerjakan. Sekarang bu Sarahnya


Alhamdulillah sudah siuman”


Bu Sarah yang dibawa Mia ke rumah sakit, ternyata langsung


di tangani oleh nakes-nakes yang bertugas. Tapi sebelum keluar dari ruangan bu


Sarang setelah menyesasaikan tugas, salah satu rekan Mia kalau sedang bertugas


ini, nyeloteh “ Dari omongan mereka yang tadi aku dengar, sepertinya dokter


Fajar dan Mia sudah lama akrab? Apa selama ini sebetulnya mereka punya hubungan


special ya? Hal ini besok bisa jadi biang rumpi yang seru bersama teman-teman


nih? Atau mungkin teman-teman punya temuan lain tentang meraka?” gumam perawat


muda itu normal dan manusiawi.

__ADS_1


__ADS_2