Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Orang Tua Berhaji Anak Diuji. Bagian 2


__ADS_3

SETELAH mencari tahu penyebab permasalahan yang terjadi


langsung ke Dokter, Wiwin akhirnya balik lagi ke ruangan tempat Dani di rawat.


Ketika Wiwin muncul, ternyata bi Ijahpun sama seperti majikannya tadi.


“Bagaimana kata dokter neng ? Apa sebenarnya yang


menyebabkan den Kamal marah ?”


“Ceritanya nanti saja Bi. Sekarang titip dulu Dani. Saya mau


ke rumah dulu sebentar ”


Kepada bi Ijah ternyata Wiwin tidak menjelaskan apa-apa. Ia


malah pergi buru-buru. Setelah di halaman rumah sakit, lalu Wiwin manggil ojeg.


“Mas? Setelah sampai terus tunggu ya ? Karena setelah urusan


selesai, saya akan buru-buru balik lagi ke rumah sakit”  Setelah bang ojegnya menghampiri, Wiwin


berpesan.


“Baik neng”   Jawab


tukang ojeg tidak banyak nanya.


 Sesampainya di rumah


Wiwin langsung masuk. Ternyata Kamal seperti sedang menunggunya.


“Sudah kuduga ! Setelah mencari tahu sendiri apa yang


terjadi, kamu pasti akan kesini !”


“Lalu apa sebenarnya yang ada di pikiran kamu sehingga kamu


bembuatku pontang- panting kayak gini “


“Kenapa golongan darah aku dan golongan Dani tidak sama ?!”


“Aku tidak tahu !”


“Jangan pura-pura bodoh kamu ya ?!  Apa setelah kita menikah, kamu pernah bertemu


dengan Indra ?!”


“Kok dia malah langsung curiga ke Indra ? Memangnya apa yang


ada di pikirannya ?”


“Jawab…!”  Ketika


Wiwin diam, Kamal menggeprak meja.


“Jadi benar-benar harus kujelaskan !Ya ! Aku memang pernah


bertemu dia! Hari itu tadinya aku mau pergi dengan kamu untuk berbulan madu!


Tapi karena ada satu hal yang tidak bisa di tunda, akhirnya kamu menyuruh aku


pergi sendiri ! Ketika itulah aku bertemu dengan Indra ! Dan dia ngajak aku

__ADS_1


ikut ke mobilnya!”


“Ternyata benar kalian itu melakukan seperti yang ku


bayangkan!”


“Memangnya kamu membayakan apa selama ini ?!”


“Kalian berdua menghabiskan waktu di hotel ! Ketika itu kamu


juga sampai telat pulangnya ke rumah kan?!”


“Jangan pancing emosiku ya ?!”


“Justru kamu yang sudah pancing kemarahanku !”


“Harus bagaimana aku jelaskan kekamu kalau aku tidak


berkhianat !”


“Sampai kamu menderita karena sudah coba-coba selingkuhi


suami yang setia!”


“Jadi kamu tetap menyangka aku selingkuh ? Baiklah…Ini


permintaan terakhirku. Sekarang ayo balik ke rumah sakit. Karena Dani


membutuhkan kita !”


“Nggak salah menyuruh aku balik ke rumah sakit ?! Buat apa


aku perduli terhadap anak yang bukan darah dagingku  sendiri ! Yang ada malah aku nyesel karena


“Tega banget kamu bilang begitu terhadap istri dan darah


dagingmu sendiri ! Kupastikan, nanti kamu akan menyesal!”


Tangisan Wiwin akhirnya pecah. Kamal rupanya belum puas.


Disaat hati Wiwin sudah tercabik-cabik hatinya, Kamal lalu nelpon Mia sengaja


di los specer supaya Wiwin mendengar.


“Ada apa kang ?”    Mia yang disana bertanya.


“Mi? Besok kita ketemuan ya?”


Kamal ngajak Mia untuk ketemuan. Dan ternyata Mia yang di


sana langsung tertawa ngakak.


“Nggak salah kang? Haha…! Kok yang sudah punya istri ngajak


ketemuan kepada orang yang masih single?”


“Thedepoin aja. Bisa nggak ? Kalau Mia nggak bisa, untuk


teman curhatnya nanti akang mau cari perempuan yang lebih cantik “


“Idih marah ?”


“Habis kamunya s’o jual mahal sih ?”

__ADS_1


“Ya udah kang. Kebetulan besok tidak ada jadual kerumah


sakit. Untuk jam dan tempatnya, nanti kabari lagi ya?”


“Iya Mi. Pasti”


Setelah menutup teleponnya dan semua percakapan di dengarnya,


Wiwin langsung menghapus kering air matanya. “ Kusumpahin ! Hatiku yang terluka


ini bakal jadi penyesalan buat kamu !”


Ketika memutuskan untuk balik ke rumah sakit, air mata Wiwin


memang sudah kering. Tukang ojeg yang menunggu pun, jadi tidak curiga apa-apa.


“Yuk bang, kita balik lagi ke rumah sakit”


“Memang urusannya sudah selesai neng ?” Tanya tukang ojeg.


“Sudah “  jawab Wiwin


sambil naik. Tapi sebelum ojegnya melaju, Wiwin menengok dulu ke mobil yang


terparkir di halaman. “Seharusnya aku balik kerumah sakit itu diantar sama kamu


kang pakai mobil hadiah dari ayah mertua. Tapi biarlah ! Karena atas


perlakuanmu ini, nanti juga bakal ada timpal balik yang akan kamu rasakan


sendiri!”


Malam harinya Dani tidak berhenti merengek ingin ke ayahnya.


Wiwin dan bi Ijah terus membujuk supaya bocah itu berhenti menangis. Kalau atas


peristiwa tadi siang, Wiwin bisa menghentikan air matanya mendadak. Tapi kali


ini air matanya terus mengalit setelah oleh Dani rambut ibunya ini di jambak


hingga acak-acakan. Tangannya juga merah-merah akibat dicakar tangan anaknya


yang sedang marah. Ketika badai melanda, Kamal tidak ada partinya sama sekalai.


Itulah alasan Wiwin tersengguk.


“Cep Dani sudah ya jangan menangis lagi ? Lihat tuh bunda


jadi menangis juga karena cep Dani marah-marah terus sama bunda”


“Nek Ijah…Sekarang Dani ke bunda”


“Tapi cep Daninya tidak akan menyakiti bunda lagi?”


Dani yang sedang di tenangkan bi Ijah menggeleng. Dari


tempat ngingsruknya Wiwin bangkit. Setelah di dekat anaknya, buah hatinya itu


lalu di peluk. Selagi mendekap Dani, di dalam hati Wiwin kembali berserapah.


“Kamu harus membayar semua ini kang…Setiap tetes air mataku, kamu harus


membayarnya berlipat-lipat”

__ADS_1


__ADS_2