
SETELAH mencari tahu penyebab permasalahan yang terjadi
langsung ke Dokter, Wiwin akhirnya balik lagi ke ruangan tempat Dani di rawat.
Ketika Wiwin muncul, ternyata bi Ijahpun sama seperti majikannya tadi.
“Bagaimana kata dokter neng ? Apa sebenarnya yang
menyebabkan den Kamal marah ?”
“Ceritanya nanti saja Bi. Sekarang titip dulu Dani. Saya mau
ke rumah dulu sebentar ”
Kepada bi Ijah ternyata Wiwin tidak menjelaskan apa-apa. Ia
malah pergi buru-buru. Setelah di halaman rumah sakit, lalu Wiwin manggil ojeg.
“Mas? Setelah sampai terus tunggu ya ? Karena setelah urusan
selesai, saya akan buru-buru balik lagi ke rumah sakit” Setelah bang ojegnya menghampiri, Wiwin
berpesan.
“Baik neng” Jawab
tukang ojeg tidak banyak nanya.
Sesampainya di rumah
Wiwin langsung masuk. Ternyata Kamal seperti sedang menunggunya.
“Sudah kuduga ! Setelah mencari tahu sendiri apa yang
terjadi, kamu pasti akan kesini !”
“Lalu apa sebenarnya yang ada di pikiran kamu sehingga kamu
bembuatku pontang- panting kayak gini “
“Kenapa golongan darah aku dan golongan Dani tidak sama ?!”
“Aku tidak tahu !”
“Jangan pura-pura bodoh kamu ya ?! Apa setelah kita menikah, kamu pernah bertemu
dengan Indra ?!”
“Kok dia malah langsung curiga ke Indra ? Memangnya apa yang
ada di pikirannya ?”
“Jawab…!” Ketika
Wiwin diam, Kamal menggeprak meja.
“Jadi benar-benar harus kujelaskan !Ya ! Aku memang pernah
bertemu dia! Hari itu tadinya aku mau pergi dengan kamu untuk berbulan madu!
Tapi karena ada satu hal yang tidak bisa di tunda, akhirnya kamu menyuruh aku
pergi sendiri ! Ketika itulah aku bertemu dengan Indra ! Dan dia ngajak aku
__ADS_1
ikut ke mobilnya!”
“Ternyata benar kalian itu melakukan seperti yang ku
bayangkan!”
“Memangnya kamu membayakan apa selama ini ?!”
“Kalian berdua menghabiskan waktu di hotel ! Ketika itu kamu
juga sampai telat pulangnya ke rumah kan?!”
“Jangan pancing emosiku ya ?!”
“Justru kamu yang sudah pancing kemarahanku !”
“Harus bagaimana aku jelaskan kekamu kalau aku tidak
berkhianat !”
“Sampai kamu menderita karena sudah coba-coba selingkuhi
suami yang setia!”
“Jadi kamu tetap menyangka aku selingkuh ? Baiklah…Ini
permintaan terakhirku. Sekarang ayo balik ke rumah sakit. Karena Dani
membutuhkan kita !”
“Nggak salah menyuruh aku balik ke rumah sakit ?! Buat apa
aku perduli terhadap anak yang bukan darah dagingku sendiri ! Yang ada malah aku nyesel karena
“Tega banget kamu bilang begitu terhadap istri dan darah
dagingmu sendiri ! Kupastikan, nanti kamu akan menyesal!”
Tangisan Wiwin akhirnya pecah. Kamal rupanya belum puas.
Disaat hati Wiwin sudah tercabik-cabik hatinya, Kamal lalu nelpon Mia sengaja
di los specer supaya Wiwin mendengar.
“Ada apa kang ?” Mia yang disana bertanya.
“Mi? Besok kita ketemuan ya?”
Kamal ngajak Mia untuk ketemuan. Dan ternyata Mia yang di
sana langsung tertawa ngakak.
“Nggak salah kang? Haha…! Kok yang sudah punya istri ngajak
ketemuan kepada orang yang masih single?”
“Thedepoin aja. Bisa nggak ? Kalau Mia nggak bisa, untuk
teman curhatnya nanti akang mau cari perempuan yang lebih cantik “
“Idih marah ?”
“Habis kamunya s’o jual mahal sih ?”
__ADS_1
“Ya udah kang. Kebetulan besok tidak ada jadual kerumah
sakit. Untuk jam dan tempatnya, nanti kabari lagi ya?”
“Iya Mi. Pasti”
Setelah menutup teleponnya dan semua percakapan di dengarnya,
Wiwin langsung menghapus kering air matanya. “ Kusumpahin ! Hatiku yang terluka
ini bakal jadi penyesalan buat kamu !”
Ketika memutuskan untuk balik ke rumah sakit, air mata Wiwin
memang sudah kering. Tukang ojeg yang menunggu pun, jadi tidak curiga apa-apa.
“Yuk bang, kita balik lagi ke rumah sakit”
“Memang urusannya sudah selesai neng ?” Tanya tukang ojeg.
“Sudah “ jawab Wiwin
sambil naik. Tapi sebelum ojegnya melaju, Wiwin menengok dulu ke mobil yang
terparkir di halaman. “Seharusnya aku balik kerumah sakit itu diantar sama kamu
kang pakai mobil hadiah dari ayah mertua. Tapi biarlah ! Karena atas
perlakuanmu ini, nanti juga bakal ada timpal balik yang akan kamu rasakan
sendiri!”
Malam harinya Dani tidak berhenti merengek ingin ke ayahnya.
Wiwin dan bi Ijah terus membujuk supaya bocah itu berhenti menangis. Kalau atas
peristiwa tadi siang, Wiwin bisa menghentikan air matanya mendadak. Tapi kali
ini air matanya terus mengalit setelah oleh Dani rambut ibunya ini di jambak
hingga acak-acakan. Tangannya juga merah-merah akibat dicakar tangan anaknya
yang sedang marah. Ketika badai melanda, Kamal tidak ada partinya sama sekalai.
Itulah alasan Wiwin tersengguk.
“Cep Dani sudah ya jangan menangis lagi ? Lihat tuh bunda
jadi menangis juga karena cep Dani marah-marah terus sama bunda”
“Nek Ijah…Sekarang Dani ke bunda”
“Tapi cep Daninya tidak akan menyakiti bunda lagi?”
Dani yang sedang di tenangkan bi Ijah menggeleng. Dari
tempat ngingsruknya Wiwin bangkit. Setelah di dekat anaknya, buah hatinya itu
lalu di peluk. Selagi mendekap Dani, di dalam hati Wiwin kembali berserapah.
“Kamu harus membayar semua ini kang…Setiap tetes air mataku, kamu harus
membayarnya berlipat-lipat”
__ADS_1