Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Cintanya Bersemi


__ADS_3

PAK Sukma yang hari ini telah memupuk padinya disawah, kali ini sudah ada dirumah. Setelah sembahyang duhur, sarungnya tidak dibuka. Satu lembar kolobot digereknya. Setelah jadi sebatang rokok, kemudian diberinya api. Asap dirumah mengepul . Pak Sukma merokok sambil memikirkan surat dari Indra untuk putrinya itu.


Tadi pak Sukma menyimpan surat itu dibawah tumpukan bajunya didalam  lemari.


“Disembunyikan dibawah tumpukan baju-baju, bakal aman tidak  ya surat itu?”


Kemudian pak Sukma membayangkan putrinya mau menyetrika. Terus surat itu ditemukan ketika putrinya mengambil baju.


“Surat dari Indra ? Ayah menyembunyikan surat dari Indra untukku ?”


“Tidak…Surat itu tidak akan aman kalau disimpan disana. Sekarang juga aku harus memindahkannya ketempat yang lebih aman.”


“Assalamualaikum…”


“Waalaikumsalam…” Pas pak Sukma mau bangkit, diluar ada yang uluk salam. Menuju kedepan akhirnya pak Sukma.


“Win, kamu sudah pulang ?” setelah pintu dibuka.


“Ayah sudah lama pulang dari sawah ?”  Ditanya, Wiwim malah balik bertanya.


“Sudah dari tadi …Kalau nak Kamal kenapa memegang lambungnya ?”


“Tadi saya makan pedas pak. Mungkin infeksi dilambung saya kambuh lagi.”


‘Sekarang masuk dulu nak. Nanti Wiwin akan bapak suruh beli obat.”


Kamal lalu kedalam. Tidak lama kemudian, Wiwin keluar dari kamarnya.

__ADS_1


“Win , kamu beli obat kewarung ya?”


“Iya ayah…Ini juga habis mengambil dulu uangnya.”


“Jadi kamu juga sudah tahu kalau nak Kamal maagnya kambuh?”


“Sudah…Makanya saya buru-buru ngambil uang.”


“Jangan pakai uang kamu Win “  Kamal tidak enak hati. Tapi ketika mau mengeluarkan dompetnya, Wiwin sudah buru-buru keluar.


“Biar saja nak Kamal, Wiwin beli obat itu dengan uangnya. Selagi dia kewarung beli obat, mendingan sekarang kita bicara.”


“Mengenai apa pak ?”


“Surat …Dibapa itu ada surat untuk wiwin dari yang namanya Indra nak.”


“Maksud bapak, nak Kamal harus tahu bahwa surat itu akan digelapkan. Soalnya kalau diberikan sama Wiwin, takut akibatnya tidak baik pada hubungan kalian. Hubungan kalian kan baru seumur jagung. Sedangkan hubungan Wiwin dengan laki-laki itu sudah bertahun-tahun. Sebagai anak muda, nak Kamal pasti mengerti maksud bapak.”


“Yah..,terserah bapak kalau memang suratnya mau digelapkan. Tapi sebenarnya saya kurang setuju kalau berbuat kesalahan. Apalagi yang bapak lakukan itu demi saya. Memikirkannya terus, kepala saya jadi pusing. “  Kamal memegang kepalanya. Pas mengatakan kepalanya pusing sambil kedua matanya merem, kebetulan Wiwin sudah ada diteras dan mendengar ucapan itu.


“Kamu jangan khawatir, kebetulan aku beli juga obat pusing.”


Pak Sukma dan Kamal saling lirik. Untuk beberapa saat mereka berdua hanya diam. Mungkin kalau dalam hati masing-masing bersyukur. Kamal memang ingin hubungannya dengan Wiwin tidak ada gangguan lagi. Sedangkan pak Sukma sudah capek dengan perjodohan putrinya dengan Kamal.


“Sekarang aku mau ngambil airnya dulu ya ?”    Setelah menyimpan obat diatas meja,  Wiwin lalu kedapur. Kesempatan ini ternyata tidak disia-siakan oleh pak Sukma.


“Untuk sementara suratnya disimpan sama bapak saja ya ?”

__ADS_1


“Jangan sementara pak. Maksud saya, surat itu simpan saja sama bapak. Saya tidak mau semakin merasa bersalah pak.”


“Baiklah kalau begitu nak. Wiwin sudah kembali tuh. Kalian ditinggal dulu ya ?  Pergunakan waktu yang ada sebaik mungkin .”


“Obat untuk pusingnya jangan dikupas Win “  kata Kamal setelah Wiwin duduk dan menyimpan gelas. “Kata dokter, kalau ngonsumsi obat warung harus jelas dulu pungsinya.”


“Dari tadi aku pun sudah mikir. Obat maag ini juga untuk sementara. Kalau sampai nanti lambungmu tetap sakit, jelas kamu harus periksa ke Dokter “


“Makasih ya Win udah perhatian banget sama aku. Mudah-mudahan aku bisa balas semua kebaikan kamu.”     Kamal mulai menyanjung Wiwin lagi. Setiap jengkal yang ada, dimanfaatkannya terus .


“Hp kamu nanti kuganti dengan yang lebih mahal ya ?”


“Tapi hp yang ada dikamu, sangat berarti buat aku.”


“Apa itu karena pemberiannya ?”    Kamal menatap Wiwin agak dalam. Ternyata gadis itu membalasnya.


“Ini untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu aku akan pulang, karena sepertinya lambungku perlu perawatan yang lebih intensip dari seorang ahli. Tapi aku malas pergi kalau kamu belum berkata sejujur-jujurnya. Kalau seandainya dia datang kemari ngajak kamu nikah, apakah kamu akan meninggalkanku?”


“Nggak…Sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan kamu. Aku akan selalu cinta terhadap laki-laki yang mengidap maag ini.”


“Makasih kalau begitu Win. Sekarang aku juga jadi bersemangat untuk berobat agar kamu tidak kehilangan aku atas kematian yang cepat.”


“Ssssst….” Ketika Kamal yang mau pulang berkata sembarangan, ternyata Wiwin langsung menutup mulut pemuda itu dengan telunjuknya. Suasana tambah romantis ketika Anima menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Bintang“


“Hai cowok yang di atas sana…! Kalau sudah ke Dokter jangan lupa obatnya harus diminum ya…!”   Mau membuat Kamal senang, Wiwin berteriak. Kamal  yang sudah sampai di jalan besar, akhirnya membalas dulu.


“Iya bidadariku…! Aku juga mau sembuh. Karena mau menikah sama kamu…!”  teriak Kamal dari dekat motornya. Setelah menyarangkan kecupannya dari jauh, barulah kendaraan roda duanya dinaiki..Dan pulang dengan tanpa ada yang dikhawatirkannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2