Karunia (Gadis Dalam Ikatan)

Karunia (Gadis Dalam Ikatan)
Cinta Pertama Dan Kedua VS Istri


__ADS_3

SETELAH di mandikan dan di ganti bajunya oleh babysitter,


anaknya Syapira langsung tidur. Setelah mandi dan makan, Syafira pun jadi tidak


ada teman mainnya. Supaya tidak suntuk, ibu muda ini akhirnya rebahan di sofa


sambil mengingat lagi satu malam yang tidak bisa dilupakannya.


Sekitar pukul sebelas malam ketika itu Indra bangun dari


tidurnya. Pas melihat kesekitar kaget karena biasanya ia tidur di sofa, sedangkan


Syafia biasanya tidur disini pikirnya. Tapi Indra akhirnya sadar bahwa sejak ia


sakit, Syafira tidurnya jadi di sofa. Alasannya supaya Indra yang sedang sakit


bisa tidur dengan nyaman.


Ketika Indra mau membangunkan supaya Syafira tidurnya


pindah, ternyata wanita berhijab itu sudah pulas. Sambil berdiri di dekat sofa,


akhirnya Indra melambung.


Wiwin yang dibayangi sebagai istrinya sedang bersolek


didepan meja rias. Tiba-tiba anaknya yang masih kecil mengganggu. Wiwin yang


selalu menjaga penampilan, jadi kesel. Akhirnya memanggil suaminya yang sedang


nonton TV.


“Mas…?! Mas Indra…?  Cepat


kemari…!”


Indra yang di panggil dengan suara tinggi langsung


menghampiri. “Ada apa sayang…?”


“Anakmu nih dari tadi mengganggu aja…! Sekarang bawa keluar


jug, aku mau menyelesaikan makeup…!”


“Hanya itu saja sayang…?”


“Tidak…Nanti kamu harus balik lagi kesini sambil bawa


lap…Tadi anakmu menumpahkan air minumku juga”


“Tidak…! Aku tidak mau punya istri yang seperti itu…!”


Indra yang sedang berhayal nyeloteh. Tapi setelah itu Indra lalu


membayangi Mia jadi istrinya juga.


Mia yang berprofesi sebagai perawat, kali ini dibayangi


Indra baru pulang dari rumah sakit. Karena gerah, wajahnya di kipas-kipas


dengan tangan. Setelah membuka sepatu dan menyimpan tasnya di atas meja, Mia


duduk di kursi.


“Mas…?! Mas Indra…?!” Indra yang sedang nonton TV lalu di


panggil Mia.


Indra yang di panggil menghampiri. “Ada apa sayang…?”


“Tolong ambilkan air dingin, aku haus benget nih…Kalau


kebelakang sekalian bawa sepatuku dan taro di tempat biasa”


“Hanya itu saja sayang…?”


“Tidak…Setelah itu kamu langsung kupasin mangga…Aku kan lagi


ngidam pingin yang asem dan segar-segar”

__ADS_1


“Tidak…Aku tidak mau punya istri yang seperti itu..”


Sama celotehan Indra seperti tadi.


“Aduh mas…? Badan mu panas banget...?”


Setelah tadi membayangi orang yang menjadi cinta pertama dan


keduanya, kali ini Indra membayangi istrinya sendiri.


“Syafira…? Tolong ambilkan air dingin…Aku sudah nggak kuat..”


“Baik mas…”  Ketika


itu Syafira buru-buru pergi kedapur. Setelah balik air itu bukan disororkan,


melainkan langsung diminumkan “Nih mas..? Agak besar buka mulutnya supaya tidak


tumpah ke baju”


Ketika datang malam, Syafira juga jadi tukaran tempat tidur.


Maksudnya supaya Indra yang sedang sakit, bisa tidur lebih nyaman.


“Mulai malam ini mas tidurnya disini ya ? Aku tidur di sofa…”


Dan sebelum pergi, Syafira membenahi dulu selimbut Indra.


Supaya Indra yang sedang sakit tidak kedinginan. Semua itu terbayang lagi dalam


benak Indra yang berdiri di depan Syafira yang tidur pulas di sopa.


“Istri sebaik Syafira seharusnya tidak boleh di


sia-siakan…Ketika aku sedang sakit, dia begitu cemas dan khawatir…Selama sakit,


makan juga aku disuapinya…Ketika minum, aku dimimikannya seperti kepada anak


kecil…? Sungguh besar kesalahanku selama ini kepada Syafira karena sudah tidak


menghargai semua pengabdiannya…Selama ini aku juga terus egois bahwa dia bukanlah


baru sadar, bahwa cantik diluar itu bisa dipoles..Sedangkan cantik didalam,


tidak semua orang bisa memolesnya dengan ahkak yang baik…Tapi Syafira bisa…”


alasan Indra kemudian  mengangkat tubuh


Syafira yang sedang pulas di sofa. Tapi ketika mau ditidurkan di atas Kasur,


orangnya terbangun dan kaget.


“Mas…? Kenapa aku jadi ada disini?”


“Sekarang aku kan sudah sembuh…”


“Maksud mas, kita tukaran tempat tidur lagi?”


Indra tidak menjawab. Tapi ketika itu lampu di kamar lalu


dimatikan oleh Indra sendiri. Malam itu mereka akhirnya tidur satu ranjang.


Pukul lima Syafira sudah bangun lalu ke ******. Mandi , lalu mengambil air wudlu


terus solat subuh. Ketika mau membangunkan Indra setelah solat, ternyata yang


mau di bangunkannya masih pulas. Syafira akhirnya berdiri sambil bergumam. “Setelah


sekian lama ditunggu, akhirnya dia mau menyentuhku dan melaksanakan kewajibannya


sebagai suami…Watak laki-laki sepintas memang seperti keras…Tapi ternyata tidak…”  Ketika itu senyum kebahagian Syafira lama


tersungging sambil menatap Indra yang masih tidur pulas.


Buah hatinya yang sudah lahir, kali ini tiba-tiba terbangun


dan langsung menangis keras. Padahal tidurnya baru sebentar. Syafira yang


sedang melamun di sofa langsung bangkit. Kemudian menuju ke kamar anaknya.

__ADS_1


“Suster kenapa anakku nangisnya sampai nyaring gitu ?”


“Tidak tahu bu…? Coba sekarang gendongnya sama ibu. Terus


beri asi “


“Kalau begitu sini akan coba kuberi asi…Tapi tolong setelah


ini ambilkan HP ku di kamar ya…? Sambil nyusui si dede aku akan coba


menghubungi papanya”


“Baik bu “


Setelah anak itu di dendong oleh ibunya, babysiter langsung


masuk ke kamar majikannya. HP majikannya yang ada di atas meja rias lalu di ambilnya.


Setelah itu ia buru-buru keluar lagi dan langsung memberikan HP itu ke


majikannya yang sedang duduk di sopa sambil menyusui.


“Ini bu HP nya…Kalau sudah tidak ada yang mau dibantu lagi,


sekarang saya mau makan dulu”


“Yaya silahkan…Tidak ada..,tidak ada yang mau dibantu lagi”


Setelah babysitter pergi Syafira langsung melacak nomor


Indra sambil nyusui anaknya. Setelah dilakukan berkali-kali, ternyata HP yang


dihubunginya tetap tidak aktif.


“Sayang…? HP papanya ternyata tidak aktif…? Sekarang


mama  mau buat chat aja buat papa…”


Di HP nya akhirnya Syafira membuat chat. “ Mas…? Anak kita


mau diberi nama siapa…? Dan kalau mau tasyakur aqiqahnya nanti, mas harus


pastikan berada di rumah ya…? Semoga urusannya cepat kelar…Aku dan buah hati


kita sedang menantimu di rumah…”  pesannya oleh Syafira lalu dikirim. Setelah itu HP nya lalu disinpan di


atas meja.


“Sayang…? Barusan papa udah mama kasih pesan…Rupaya tadi


kamu nangis itu kangen papa ya…? Mulai sekarang jangan rewel lagi. Karena kalau


pesan mama sudah dibaca, papa pasti akan buru-buru pulang”  Syafira kali mengajak bicara anaknya. Ia yang


masih buta atas apa yang terjadi, terus lama menikmati dirinya sebagai seorang


ibu hinggal lama. Selain berkali-kali mencium buah cintanya dengan Indra,


Syafira juga kerap menatap anaknya sambil tersenyum. Terakhir kali Syafira


mencium buah cintanya pas babysiternya datang. Jadi ciumannya tidak dibarengi membayangkan


ayahnya seperti tadi.


“Sus ? Makannya sudah selesai?”


“Sudah bu…Malah saya sudah mengganti alas tempat tudur putra


ibu dengan yang baru”


“Kalau begitu sekarang coba si dedenya tidurkan lagi…Mungkin


kalau perutnya sudah kenyang, kali ini tidurnya akan nyenyak.


Setelah sebentar disusui dan dijadikan pengganti kerinduan


kepada ayahnya yang sedang tidak ada, Syafira akhirnya memberikan lagi anaknya


itu kepada bebysiter. Setelah anaknya dibawa pergi, Syafira membuka HP nya.

__ADS_1


Tapi ternyata HP Indra masih belum diaktifkan.


__ADS_2