
SETELAH di mandikan dan di ganti bajunya oleh babysitter,
anaknya Syapira langsung tidur. Setelah mandi dan makan, Syafira pun jadi tidak
ada teman mainnya. Supaya tidak suntuk, ibu muda ini akhirnya rebahan di sofa
sambil mengingat lagi satu malam yang tidak bisa dilupakannya.
Sekitar pukul sebelas malam ketika itu Indra bangun dari
tidurnya. Pas melihat kesekitar kaget karena biasanya ia tidur di sofa, sedangkan
Syafia biasanya tidur disini pikirnya. Tapi Indra akhirnya sadar bahwa sejak ia
sakit, Syafira tidurnya jadi di sofa. Alasannya supaya Indra yang sedang sakit
bisa tidur dengan nyaman.
Ketika Indra mau membangunkan supaya Syafira tidurnya
pindah, ternyata wanita berhijab itu sudah pulas. Sambil berdiri di dekat sofa,
akhirnya Indra melambung.
Wiwin yang dibayangi sebagai istrinya sedang bersolek
didepan meja rias. Tiba-tiba anaknya yang masih kecil mengganggu. Wiwin yang
selalu menjaga penampilan, jadi kesel. Akhirnya memanggil suaminya yang sedang
nonton TV.
“Mas…?! Mas Indra…? Cepat
kemari…!”
Indra yang di panggil dengan suara tinggi langsung
menghampiri. “Ada apa sayang…?”
“Anakmu nih dari tadi mengganggu aja…! Sekarang bawa keluar
jug, aku mau menyelesaikan makeup…!”
“Hanya itu saja sayang…?”
“Tidak…Nanti kamu harus balik lagi kesini sambil bawa
lap…Tadi anakmu menumpahkan air minumku juga”
“Tidak…! Aku tidak mau punya istri yang seperti itu…!”
Indra yang sedang berhayal nyeloteh. Tapi setelah itu Indra lalu
membayangi Mia jadi istrinya juga.
Mia yang berprofesi sebagai perawat, kali ini dibayangi
Indra baru pulang dari rumah sakit. Karena gerah, wajahnya di kipas-kipas
dengan tangan. Setelah membuka sepatu dan menyimpan tasnya di atas meja, Mia
duduk di kursi.
“Mas…?! Mas Indra…?!” Indra yang sedang nonton TV lalu di
panggil Mia.
Indra yang di panggil menghampiri. “Ada apa sayang…?”
“Tolong ambilkan air dingin, aku haus benget nih…Kalau
kebelakang sekalian bawa sepatuku dan taro di tempat biasa”
“Hanya itu saja sayang…?”
“Tidak…Setelah itu kamu langsung kupasin mangga…Aku kan lagi
ngidam pingin yang asem dan segar-segar”
__ADS_1
“Tidak…Aku tidak mau punya istri yang seperti itu..”
Sama celotehan Indra seperti tadi.
“Aduh mas…? Badan mu panas banget...?”
Setelah tadi membayangi orang yang menjadi cinta pertama dan
keduanya, kali ini Indra membayangi istrinya sendiri.
“Syafira…? Tolong ambilkan air dingin…Aku sudah nggak kuat..”
“Baik mas…” Ketika
itu Syafira buru-buru pergi kedapur. Setelah balik air itu bukan disororkan,
melainkan langsung diminumkan “Nih mas..? Agak besar buka mulutnya supaya tidak
tumpah ke baju”
Ketika datang malam, Syafira juga jadi tukaran tempat tidur.
Maksudnya supaya Indra yang sedang sakit, bisa tidur lebih nyaman.
“Mulai malam ini mas tidurnya disini ya ? Aku tidur di sofa…”
Dan sebelum pergi, Syafira membenahi dulu selimbut Indra.
Supaya Indra yang sedang sakit tidak kedinginan. Semua itu terbayang lagi dalam
benak Indra yang berdiri di depan Syafira yang tidur pulas di sopa.
“Istri sebaik Syafira seharusnya tidak boleh di
sia-siakan…Ketika aku sedang sakit, dia begitu cemas dan khawatir…Selama sakit,
makan juga aku disuapinya…Ketika minum, aku dimimikannya seperti kepada anak
kecil…? Sungguh besar kesalahanku selama ini kepada Syafira karena sudah tidak
menghargai semua pengabdiannya…Selama ini aku juga terus egois bahwa dia bukanlah
baru sadar, bahwa cantik diluar itu bisa dipoles..Sedangkan cantik didalam,
tidak semua orang bisa memolesnya dengan ahkak yang baik…Tapi Syafira bisa…”
alasan Indra kemudian mengangkat tubuh
Syafira yang sedang pulas di sofa. Tapi ketika mau ditidurkan di atas Kasur,
orangnya terbangun dan kaget.
“Mas…? Kenapa aku jadi ada disini?”
“Sekarang aku kan sudah sembuh…”
“Maksud mas, kita tukaran tempat tidur lagi?”
Indra tidak menjawab. Tapi ketika itu lampu di kamar lalu
dimatikan oleh Indra sendiri. Malam itu mereka akhirnya tidur satu ranjang.
Pukul lima Syafira sudah bangun lalu ke ******. Mandi , lalu mengambil air wudlu
terus solat subuh. Ketika mau membangunkan Indra setelah solat, ternyata yang
mau di bangunkannya masih pulas. Syafira akhirnya berdiri sambil bergumam. “Setelah
sekian lama ditunggu, akhirnya dia mau menyentuhku dan melaksanakan kewajibannya
sebagai suami…Watak laki-laki sepintas memang seperti keras…Tapi ternyata tidak…” Ketika itu senyum kebahagian Syafira lama
tersungging sambil menatap Indra yang masih tidur pulas.
Buah hatinya yang sudah lahir, kali ini tiba-tiba terbangun
dan langsung menangis keras. Padahal tidurnya baru sebentar. Syafira yang
sedang melamun di sofa langsung bangkit. Kemudian menuju ke kamar anaknya.
__ADS_1
“Suster kenapa anakku nangisnya sampai nyaring gitu ?”
“Tidak tahu bu…? Coba sekarang gendongnya sama ibu. Terus
beri asi “
“Kalau begitu sini akan coba kuberi asi…Tapi tolong setelah
ini ambilkan HP ku di kamar ya…? Sambil nyusui si dede aku akan coba
menghubungi papanya”
“Baik bu “
Setelah anak itu di dendong oleh ibunya, babysiter langsung
masuk ke kamar majikannya. HP majikannya yang ada di atas meja rias lalu di ambilnya.
Setelah itu ia buru-buru keluar lagi dan langsung memberikan HP itu ke
majikannya yang sedang duduk di sopa sambil menyusui.
“Ini bu HP nya…Kalau sudah tidak ada yang mau dibantu lagi,
sekarang saya mau makan dulu”
“Yaya silahkan…Tidak ada..,tidak ada yang mau dibantu lagi”
Setelah babysitter pergi Syafira langsung melacak nomor
Indra sambil nyusui anaknya. Setelah dilakukan berkali-kali, ternyata HP yang
dihubunginya tetap tidak aktif.
“Sayang…? HP papanya ternyata tidak aktif…? Sekarang
mama mau buat chat aja buat papa…”
Di HP nya akhirnya Syafira membuat chat. “ Mas…? Anak kita
mau diberi nama siapa…? Dan kalau mau tasyakur aqiqahnya nanti, mas harus
pastikan berada di rumah ya…? Semoga urusannya cepat kelar…Aku dan buah hati
kita sedang menantimu di rumah…” pesannya oleh Syafira lalu dikirim. Setelah itu HP nya lalu disinpan di
atas meja.
“Sayang…? Barusan papa udah mama kasih pesan…Rupaya tadi
kamu nangis itu kangen papa ya…? Mulai sekarang jangan rewel lagi. Karena kalau
pesan mama sudah dibaca, papa pasti akan buru-buru pulang” Syafira kali mengajak bicara anaknya. Ia yang
masih buta atas apa yang terjadi, terus lama menikmati dirinya sebagai seorang
ibu hinggal lama. Selain berkali-kali mencium buah cintanya dengan Indra,
Syafira juga kerap menatap anaknya sambil tersenyum. Terakhir kali Syafira
mencium buah cintanya pas babysiternya datang. Jadi ciumannya tidak dibarengi membayangkan
ayahnya seperti tadi.
“Sus ? Makannya sudah selesai?”
“Sudah bu…Malah saya sudah mengganti alas tempat tudur putra
ibu dengan yang baru”
“Kalau begitu sekarang coba si dedenya tidurkan lagi…Mungkin
kalau perutnya sudah kenyang, kali ini tidurnya akan nyenyak.
Setelah sebentar disusui dan dijadikan pengganti kerinduan
kepada ayahnya yang sedang tidak ada, Syafira akhirnya memberikan lagi anaknya
itu kepada bebysiter. Setelah anaknya dibawa pergi, Syafira membuka HP nya.
__ADS_1
Tapi ternyata HP Indra masih belum diaktifkan.